/ Romansa / Rahasia Cinta Tuan Jonas / BAB 6 Syarat Pertama

공유

BAB 6 Syarat Pertama

작가: Atik Poery
last update 게시일: 2025-07-16 18:15:16

Alesha mencerna apa yang Jonas tawarkan, memikirkan baik dan buruk untuknya jika ia setuju, hingga ia lengah dan Jonas berhasil merebut pisau yang terulur di depan lehernya.

Belum sadar dari terkejutnya, pisau sudah terlempar ke lantai yang jaraknya agak jauh darinya. Alesha berdecak, "pisauku!"

Jonas melotot garang, kemudian mendesis penuh peringatan. "Jangan main-main lagi dengan benda berbahaya itu, Alesha!"

Bibir Alesha mengerucut sebal. Tak suka teguran dari pria itu.

Jonas berjalan mendekat, sementara Alesha mundur sesuai langkah suaminya. "M-Mau apa kamu?"

Jonas menjeda langkahnya, menghela napas panjangnya. "Kamu pikir aku mau berbuat apa disaat leher kamu terluka gara-gara pisau sialan itu?"

Alesha tersadar. Lehernya terasa sedikit perih. Tangannya terulur untuk mengecek sendiri lukanya, namun Jonas menghentikannya. "Stop! Jangan sembarangan disentuh. Tangan kamu tidak steril, bisa infeksi!"

"Ck apa sih, lebay!" Alesha mencibir tak suka.

Tak ingin buang-buang waktu, Jonas yang sudah dekat dengan Alesha meraih tangan gadis itu sedikit kasar. "Sudah aku bilang, jangan sembarangan sentuh, Ale!"

"Ap--"

Jonas menarik tangan Alesha dan tak membiarkan gadis itu kembali protes. Jonas menarik Alesha untuk duduk di sofa yang tadi ia duduki. "Duduk sini. Tunggu aku, jangan kemana-mana. Aku ambil obat dulu!"

"Huft, ya!" Kali ini Alesha pasrah, toh niat pria menyebalkan itu baik.

Menunggu Jonas kembali, Alesha meraih ponsel milik pria itu yang tergeletak di atas meja. Bukan untuk mengecek atau mencari sesuatu yang rahasia dari ponsel mewah keluaran terbaru itu, melainkan Alesha ingin menggunakannya untuk bercermin. Melihat sendiri kondisi luka di lehernya.

"Lukanya kecil, kenapa pria menyebalkan itu berlebihan banget sih? Aneh!"

Dengan tergesa Alesha mengembalikan ponsel Jonas ke tempatnya, begitu pria itu berjalan mendekat.

"Ee a-ku enggak buka-buka hape kamu!" Sebelum dituduh macam-macam, Alesha menjelaskan dengan panik.

Jonas tersenyum saja, tak menanggapi penjelasan Alesha, hingga membuat gadis itu salah paham dan mengira Jonas tak percaya padanya. "Serius, aku enggak buka-buka hape kamu! Lagian aku enggak tau password-nya apa, aku tadi cuma eem itu ... pinjam sebentar."

"Iya, enggak apa-apa. Kamu buka juga enggak apa-apa. Kita suami istri sekarang, kalau perlu nanti aku kasih tau password-nya ke kamu."

Bibir Alesha mencebik protes. "Aku belum setuju sama tawaran nikah kontrak dari kamu. Bisa aja aku tetap minta cerai sama kamu!"

Jonas menghela napas panjang, namun tak ingin menanggapi kata-kata Alesha, paling tidak untuk saat ini. Pria itu lebih memilih untuk mengobati luka Alesha.

Jonas sudah duduk di samping Alesha dengan badan sedikit menyerong. "Hadap ke aku!"

"Aku bisa obati luka aku sendiri!" Alesha sudah akan merebut kotak obat yang ada di pangkuan suaminya, namun pria itu menahan tangan Alesha.

"Duduk tenang dan hadap ke aku, Ale. Jangan bandel!"

Alesha menurut saja, bak anak kecil yang tengah dimarahi ibunya karena berbuat nakal. Ia juga menuruti instruksi Jonas untuk sedikit mengangkat kepalanya.

"Sakit?" Suara lembut Jonas kembali singgah di telinga Alesha, merespon ekspresi wajah Alesha yang tadi tampak kesakitan.

"Sedikit perih."

"Huh, jangan nekat lagi makanya. Kamu mau apa tinggal bilang sama aku, kita bicarakan baik-baik--"

"Kalau aku minta cerai, langsung kamu kabulkan?" tanya Alesha memotong kalimat Jonas.

Gerakan tangan pria itu terhenti sebentar, tak menyahut apa-apa. Tangan besar itu dengan terampil namun hati-hati melanjutkan memberi obat di luka Alesha.

"Jawab! Kalau aku minta cerai, gimana?"

"Jangan bahas itu dulu!" Suara lembut Jonas berubah datar dan Alesha tak peduli, baginya yang terpenting keinginannya untuk berpisah cepat dikabulkan.

"Tapi aku mau bahas itu sekarang! Aku mau cerai atau--"

"Atau apa?" Tatapan teduh Jonas yang biasanya, berubah tajam. Membuat Alesha bergidik ngeri dan memilih tak melanjutkan kata-katanya. Kepalanya pun perlahan menunduk.

Tak lama, usapan lembut singgah di kepala gadis itu, yang refleks membuat kepalanya sedikit mendongak. Memberanikan menatap mata tajam yang sudah kembali seperti semula. "K-Kamu udah enggak marah?"

Senyuman Jonas mampu menjawab pertanyaan Alesha. "Kamu takut aku marah?"

Kepala Alesha terangguk pelan. "Tatapan mata kamu tadi mengingatkan aku sama tatapan mata kamu yang dulu, yang selalu bikin aku ketakutan setiap malam."

"Maaf untuk kejadian buruk yang membuat kamu trauma seperti ini. Aku menyesali kebodohanku waktu itu, aku terlalu gegabah dan aku sangat menyesal." Jonas tak bisa menyembunyikan raut penuh sesal di hadapan Alesha. Kepala pria itu kemudian tertunduk.

Dan seketika, timbul rasa tak tega di hati Alesha. Seakan bisa merasakan rasa bersalah yang ada di hati pria itu. Namun ia juga tak mau begitu saja luluh. "M-Mungkin rasa bersalah kamu bisa sedikit berkurang kalau kamu melepaskan aku ... em ceraikan aku...."

Kepala Jonas terangkat, kedua matanya beradu dengan kedua mata Alesha. "Kenapa kamu enggak mau beri aku kesempatan?"

Suara yang keluar dari bibir Jonas lembut dan sama sekali tak bernada menuntut, hanya sekedar bertanya. Tak terlalu berefek, namun tatapan mata yang begitu dalam menimbulkan getaran tak biasa di hati Alesha. Membuat Alesha salah tingkah dan memalingkan tatapannya dari Jonas.

"Em ee a-ku ee ini--"

"Kita baru menikah beberapa jam yang lalu, kita menikah secara sah agama dan negara, disaksikan kedua orang tua kita dan keluarga besar, apa kamu tidak berpikir dampak buruk jika terjadi perceraian? Apa kamu enggak takut dengan cap orang-orang tentang status kamu yang akan jadi janda, lalu pandangan negatif ke orang tua kamu, yang bisa berpengaruh ke dunia sosial em-maaf mama kamu yang juga seorang janda... apa kamu enggak pikirkan sejauh itu?"

Alesha terkesiap keras. Benar kata Jonas, ia tak berpikir sejauh itu. Ia jadi bimbang. Namun merasa tak bisa juga jika harus melanjutkan pernikahan. Ini terlalu tiba-tiba dan ia sama sekali belum menyiapkan mental untuk menikah dengan orang yang pernah menghancurkan kehidupannya.

"Tawaran menikah kontrak jadi solusi terbaik untuk saat ini...." Jonas masih berusaha memengaruhi pemikiran Alesha.

"T-Tapi kalau kamu macam-macam?" Setelah beberapa saat, Alesha mengeluarkan keraguan dalam hati.

"Kamu bisa tulis apa saja yang kamu enggak ingin aku langgar di surat perjanjian nikah kontrak nanti dan aku enggak akan langgar apapun--"

"Serius kamu akan patuh sama surat perjanjiannya? Kalau kamu bohong, apa sanksi-nya?" sergap Alesha cepat.

Berpikir sebentar, lalu Jonas menyahut tanpa keraguan, "apapun hukuman dari kamu aku terima!"

Segaris senyum tipis tercetak di bibir Alesha. "Oke, aku mau!"

Jonas pun ikut tersenyum. Nampak lega. Namun sebentar saja, karena syarat pertama yang Alesha sebutkan membuat senyumnya memudar.

"Aku enggak mau satu kamar sama kamu! Kita tidur di kamar berbeda!"

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 148 Restu Tuan dan Nyonya Pramudya

    Ancaman Jonas pada akhirnya berhasil membuat Kiara bersedia bicara berdua dengan Fandy.Atas saran Jonas juga, Kiara mengajak kekasihnya itu ke taman belakang rumah agar lebih santai dan tidak mudah emosi. Mengingat suasana hati Kiara yang sedang tidak baik-baik saja."Papi harus ikut--" "Papi!" sentakan keras Nyonya Aisha menghentikan gerakan Tuan Pramudya yang bergegas ingin menyusul."Mami, papi takut laki-laki itu menyakiti Kiara lagi. Biar papi jaga Kiara ya?" bujuk Tuan Pramudya.Nyonya Aisha menghela napas panjang, beliau malas menyahuti perkataan suaminya, maka ia limpahkan tugas ini pada putra sulungnya saja.Dan kepala Jonas mengangguk paham untuk kode yang diberikan sang mami."Papi, Fandy itu laki-laki baik. Kemungkinan dia menyakiti Kiara sangat kecil, karena dia sangat mencintai Kia, Pi.""Enggak. Papi mana mungkin percaya begitu saja sama dia. Buktinya gara-gara ulah dia, dari kemarin putri kesayangan papi murung terus!" sahut Tuan Pra

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 147 Fandy Yang Hampir Putus Asa

    Keduanya kembali bergegas meninggalkan rumah, menuju kediaman keluarga Pramudya."Ada apa sih sebenernya?" tanya Alesha bingung."Huft, aku juga belum tau, Sayang... kan kamu tadi dengar sendiri teman kamu itu cuma bilang kita diminta cepat-cepat ke rumah mami-papi, katanya urgent!"Bibir Alesha berdecak sebal. "Dasar si Fandy! Harusnya tadi to the point saja ada masalah apa, enggak bikin penasaran kayak gini. Ck, sudah tau aku gampang kepoan!"Jonas terkekeh pelan mendengarkan omelan sang istri. Lucu sekali. "Sudah, sabar dulu ya?""Ck terlanjur penasaran, Jonas! Huft, apa telepon Kiara saja ya? Tanya dia ada apa....""Jangan dulu, Sayang. Kita lihat situasi di sana dulu ya?"Berkat bujukan sang suami, Alesha akhirnya bersedia untuk lebih sabar lagi. Dan beruntungnya, jalanan siang ini tidak ada kendala berarti. Jadi secepatnya mereka bisa segera sampai di kediaman Pramudya."Huh, akhirnya kalian sampai juga!" sambut Fandy yang menghadang mobil yang Jonas dan Alesha tumpangi, di depa

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 146 Melanjutkan Rencana

    "Kamu mau bantu gimana?"Jonas tersenyum lalu menepuk pelan kepala istrinya. "Belum tau, tapi aku sudah punya gambaran harus seperti apa untuk bantu hubungan mereka ini.""Oke, pokoknya masalah ini aku mengandalkan kalian. Untuk bantuan yang aku tawarkan, kalian akan terima beres. Akan aku lakukan semaksimal yang aku bisa!" sahut Fandy sangat yakin."Memangnya kamu mau bantu suami aku apa?" Alesha semakin dibuat penasaran."Kamu nanti tanya-tanya suami kamu saja, sekarang aku harus buru-buru susul Kiara, sebelum dia makin ngambek!" Usai berkata seperti itu dan berpamitan secara singkat, Fandy berjalan cepat ke arah pintu dan meninggalkan ruangan VIP."Jonas, jelasin ke aku sekarang, aku sudah sangat penasaran!" rengek Alesha yang dibalas kekehan geli oleh Jonas."Iya-iya, setelah ini aku jelaskan, tapi nanti di mobil saja ya?"Alesha menghela napas panjang, terpaksa mengangguk. Meski rasa penasarannya sudah sampai di ubun-ubun, tetapi untuk sekarang ia ikuti saja kemauan suaminya. L

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 145 Alesha Lagi Yang Pusing

    "Gue akan--" Baru dua kata, Fandy menghentikan kata-katanya karena pukulan cukup keras menyasar lengan bagian atasnya."Apa-apaan kamu, Sha?" protes laki-laki itu tak terima.Sementara Alesha memberikan tatapan penuh peringatan pada sahabat baiknya tersebut. "Yang sopan kalau ngomong! Jonas itu calon kakak ipar kamu, hargai dia dong!"Fandy melongo beberapa detik, lalu berdecak protes. Namun belum mengeluarkan pembelaan, Alesha mendahuluinya mencari sekutu. "Kia, lihat tuh pacar kesayangan kamu enggak sopan ke kakak kamu! Apa-apaan calon adik ipar ngomongnya lo-gue, masih butuh restu enggak sih?"Terpengaruh oleh provokasi Alesha, Kiara berdecak sebal dan melotot tak terima. "Kamu itu sayang enggak sih sama aku? Kalau sayang harusnya baik-baik ke kakak aku!"Fandy menghela napas panjang, sementara Jonas menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dua wanita kesayangannya itu. Lalu merangkul pundak sang istri. "Sayang, sudah ya... jangan diperpanjang lagi, oke?

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 144 Kalah Suara

    Meski belum mendapat penjelasan lebih lanjut dari suaminya, Alesha tetap ikut saja kemana dibawa pergi.Untuk saat ini sepertinya mereka sedang dikejar waktu dan mustahil Jonas akan menjelaskan di saat mereka berjalan cepat menuju lantai satu. Maka, Alesha menunggunya dengan sabar.Baru setelah berada di dalam mobil dan melaju dibawah kendali seorang sopir, Alesha mulai menanyakan apa yang sedang terjadi."Ada apa? Kok kamu panik banget? Apa ada masalah?" tanyanya beruntun. Sudah penasaran sekali.Kepala Jonas mengangguk. Raut wajahnya nampak gelisah sedari tadi, pasca menerima sambungan telepon."Kenapa?" tanya Alesha lebih mendesak karena sudah tidak sabar menangkap alasan ketegangan sang suami. Tangannya terulur untuk menggenggam erat tangan Jonas."Huft, Kiara--"Alesha terkesiap kaget. Dan karena khawatir, Alesha memotong cepat kata-kata suaminya. "Kiara kenapa, Jonas? Dia baik-baik saja kan?"Melihat istrinya ikut-ikutan panik, bahkan lebih panik dari dirinya, timbul senyuman t

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 143 Bukan Orang Yang Bisa Diremehkan

    Sentakan keras Jonas tak membuat Sinta yang saat ini menyandera Alesha menciut nyalinya. Wanita itu justru tertawa sinis serta puas melihat atasannya tampak sangat khawatir."Sepertinya akan sangat menyenangkan menyiksa lebih dahulu istri kesayangan Pak bos ini ya?" ucap Sinta dengan memainkan belati yang dipegangnya di leher Alesha."Jangan sakiti istri saya!" Sudah tak karuan kepanikan Jonas. Pria itu hampir hilang akal jika tak melihat kode kedipan mata Alesha yang ditujukan padanya.Dahinya mengernyit samar, mencerna baik-baik kode dari istrinya. Ia harus tepat dalam membaca maksud Alesha. Jangan sampai salah paham, karena resikonya bisa fatal."Sinta, tolong jangan kamu apa-apakan istri saya. Dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini!" Jonas berusaha bernegosiasi seorang diri.Sementara dari banyaknya orang di ruangan tersebut, tidak ada yang berani ikut campur. Termasuk Kiara, Amelia maupun anak buah Jonas yang banyak itu.Bukan karena mereka tidak ingin membantu, hanya saja

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status