Partager

28. EGO RAGA

Auteur: Ahgisa
last update Date de publication: 2026-05-21 19:03:54

Matahari bahkan belum sepenuhnya muncul dari balik cakrawala Jakarta saat Juna sudah terbangun.

Jam digital di samping tempat tidurnya baru menunjukkan pukul lima lewat sedikit, namun rasa kantuk sudah menghilang sejak tadi. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan dibanding beberapa minggu lalu.

Proyek revitalisasi di Malang akhirnya selesai dengan hasil yang bahkan melampaui ekspektasinya sendiri.

Warga menerima konsep integrasi ruko dan kontraknya berjalan lancar.

Untuk pertama kalinya sejak masuk
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   29. SENYUMAN SALVA

    Begitu mereka melangkah menuju ke ruangan kerja Juna, suasana langsung terasa aneh.Biasanya para staf akan berdiri, membungkuk sopan, atau sekadar menyapa formal saat Juna lewat. Namun pagi itu berbeda. Beberapa orang pura-pura sibuk menatap layar komputer, sebagian lagi langsung menunduk dan menghindari kontak mata.Keheningan dingin menyelimuti seluruh area dan saat lift terbuka di lantai direksi, atmosfernya terasa jauh lebih menekan.Di ujung koridor, Raga sudah berdiri dengan tangan terlipat di depan dada. Jas hitam mahal yang dikenakannya terlihat rapi sempurna, namun senyum di wajah pria itu lebih mirip seringai penuh ejekan.“Selamat datang kembali…” ucap Raga santai sambil melangkah pelan mendekati mereka. “Pahlawan Ma-lang?” nada suara Raga dipenuhi sindiran.“Kudengar proyeknya jadi sukses besar. Kakakku bahkan sampai terkesan.” Raga terkekeh kecil. “Sayang sekali keberhasilan di kota kecil tidak mengubah fakta kalau kamu tern

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   28. EGO RAGA

    Matahari bahkan belum sepenuhnya muncul dari balik cakrawala Jakarta saat Juna sudah terbangun.Jam digital di samping tempat tidurnya baru menunjukkan pukul lima lewat sedikit, namun rasa kantuk sudah menghilang sejak tadi. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan dibanding beberapa minggu lalu.Proyek revitalisasi di Malang akhirnya selesai dengan hasil yang bahkan melampaui ekspektasinya sendiri.Warga menerima konsep integrasi ruko dan kontraknya berjalan lancar.Untuk pertama kalinya sejak masuk ke keluarga Wiwaha, Juna merasa dirinya benar-benar berdiri di tempat yang tepat. Dan entah kenapa, sejak pulang dari Malang, ritme hidupnya perlahan ikut berubah.Ia merasa lebih teratur dan lebih hidup. Mungkin karena sekarang ia punya tujuan atau… karena ada seseorang yang tanpa sadar mulai menjadi bagian dari rutinitas paginya.Juna menghela napas pelan sambil mengenakan kaos olahraga hitam dan celana training abu gelap. Lalu tanpa banyak pikir, kakinya otomatis melangkah menuju fasilitas gy

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   27. KEMEWAHAN UNTUK ALEYA

    Aleya mengerang pelan, merasakan sisa sentuhan Raga yang jauh lebih kasar dan menuntut dibanding biasanya. Rasa frustrasi pria itu benar-benar tersalurkan lewat gairah yang membabi buta malam ini.Setelah erangan panjangan, semuanya berakhir. Tampak ada guratan puas dalam wajah Aleya, namun lain pada wajah Raga.Pria itu langsung bangkit dari ranjang tanpa banyak bicara. Ia meraih celananya yang tergeletak di lantai, lalu berjalan menuju sudut ruangan dengan langkah berat. Aleya yang masih berbaring di atas kasur hanya memperhatikannya diam-diam sambil mengatur napasnya yang belum sepenuhnya stabil.Lampu kamar yang temaram membuat siluet tubuh pria paruh baya itu terlihat semakin tajam dan maskulin.Raga mengambil sebatang rokok dari kotak hitam di meja kecil dekat jendela, lalu menyalakannya dengan gerakan cepat. Bara merah kecil menyala di ujung rokok, disusul kepulan asap yang perlahan memenuhi udara kamar.Aleya memperhatikan pria itu beberapa detik. Rahangnya terlihat mengeras.

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   26. MELAWAN

    “Pukul!” Raga justru tertawa kecil sambil membuka kedua tangannya lebar, sengaja memancing.“Ayo, pukul! Kakakku memang benar-benar bodoh.” Tatapannya turun naik memperhatikan Juna dengan sinis.“Bagaimana bisa dia mempercayai pria tanpa pendidikan sepertimu untuk memegang La Grande? Apa pria tua itu sudah mulai gila?”Raga sudah hampir melayangkan tinjunya saat Salva berkata setengah berteriak, "Tuan, tenang, Tuan!”Ia buru-buru maju setengah langkah, namun langsung ragu sendiri.Dua pria di depannya sama-sama bertubuh besar, sama-sama sedang emosi, dan Salva benar-benar tidak tahu harus menarik siapa lebih dulu kalau keadaan berubah menjadi kacau.Juna masih berdiri diam. Tatapan matanya menggelap, memancarkan aura mengintimidasi yang membuat atmosfer ruang rapat seketika terasa jauh lebih dingin. Alih-alih memukul, perlahan kepalan tangan Juna justru mengendur.Urat-urat di lengan kekarnya yang tadi menegang perlahan

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   25. HINAAN RAGA

    Raga menghentikan langkahnya tepat di ujung koridor remang-remang menuju area kamar VVIP tempatnya menginap malam itu.Awalnya, ia hanya ingin kembali ke kamar sambil memikirkan langkah berikutnya untuk menjatuhkan Juna di proyek Malang. Baginya, peluang mantan sopir taksi itu untuk berhasil memang kecil. Namun justru karena itulah Raga tidak boleh lengah.Ia terlalu berpengalaman untuk meremehkan orang yang sedang terdesak dan instingnya mengatakan keponakannya itu cukup pintar.Namun tepat saat ia hendak melanjutkan langkah, pandangannya menangkap sesuatu yang membuat sudut bibirnya perlahan terangkat. Ia tersenyum licik.Di ujung Lorong Aleya sedang mencium Juna dan bukan sekadar sentuhan singkat. Dari jauh pun semua orang pasti tahu, bahwa wanita itu melumat bibir Juna dengan penuh Hasrat.Raga langsung berhenti. Matanya menyipit penuh kepuasan.“Tidak salah aku menjadikan wanita itu umpan…” gumamnya lirih sambil tertawa sini

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   24. CIUMAN ALEYA

    Salva menghentikan suapannya. Perlahan, ia meletakkan sendok ke atas piring sambil menatap Juna cukup lama. Di antara mereka sempat tercipta keheningan kecil, hanya diisi suara pelanggan lain, bunyi denting mangkuk, dan uap kuah bakso yang masih mengepul hangat.“Saya tahu ini tidak gampang, Tuan,” ucap Salva akhirnya. Nada suaranya melembut, namun tetap terdengar tegas.“Tapi saya yakin, dulu pun Tuan Satya pasti pernah ada di posisi yang sama. Capek. Takut gagal. Bahkan mungkin ingin menyerah.” “Bedanya,” lanjut Salva pelan, “beliau tetap bertahan.”Juna terdiam mendengarkan.Ia menopang dagunya dengan kedua tangan sambil menatap Juna lurus-lurus.“Tuan bisa bayangkan kalau seandainya kalau La Grande jatuh ke tangan orang yang salah, orang yang tamak dan rakus, yang hancur bukan cuma nama perusahaan. Ada ribuan orang yang menggantungkan hidup di sana.”Tatapan Salva perlahan berubah serius. Ia tersenyum kecil.Sementar

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status