Compartir

32. STRATEGI SALVA

Autor: Ahgisa
last update Fecha de publicación: 2026-05-25 21:00:00

Aula besar Hotel La Grande malam itu dipenuhi gemerlap lampu kristal dan aroma parfum mahal yang bercampur dengan wangi anggur impor. Denting gelas terdengar bersahutan di berbagai sudut ruangan, menciptakan suasana elegan yang nyaris sempurna, setidaknya di mata para tamu elit yang hadir malam itu.

Namun bagi Juna, suasana itu terasa seperti medan perang.

Begitu ia melangkah masuk bersama Salva, puluhan pasang mata langsung beralih menatap mereka. Tatapan penasaran. Menilai
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   32. STRATEGI SALVA

    Aula besar Hotel La Grande malam itu dipenuhi gemerlap lampu kristal dan aroma parfum mahal yang bercampur dengan wangi anggur impor. Denting gelas terdengar bersahutan di berbagai sudut ruangan, menciptakan suasana elegan yang nyaris sempurna, setidaknya di mata para tamu elit yang hadir malam itu.Namun bagi Juna, suasana itu terasa seperti medan perang.Begitu ia melangkah masuk bersama Salva, puluhan pasang mata langsung beralih menatap mereka. Tatapan penasaran. Menilai. Bahkan beberapa terlihat terang-terangan meremehkan.Juna mengenakan jas hitam dengan list putih yang jatuh pas di tubuhnya. Rambutnya ditata rapi, rahangnya tampak tegas di bawah cahaya lampu aula. Sedangkan Salva berjalan di sampingnya dengan gaun merah crimson namun elegan, membuat auranya terlihat semakin mahal tanpa perlu banyak aksesori mencolokSayangnya malam itu memang sudah dipersiapkan untuk menjatuhkan Juna.Di sudut aula, Raga berdiri sambil memegang gel

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   31. BAYANG-BAYANG MASA LALU

    Butik itu hening, hanya suara gesekan kain sutra dan langkah pelan para staf yang sesekali terdengar di antara rak-rak pakaian. Aroma lembut parfum ruangan bercampur dengan wangi kain baru memenuhi udara.Ide ini sebenarnya datang dari Vicky. Ya, tidak mungkin dari Juna mengingat latar belakang Juna yang baru saja memasuki kehidupan mewah milik keluarga wiwaha.Salva berdiri canggung di dekat manekin. Tatapannya menyapu deretan gaun dengan harga yang bahkan mungkin bisa dipakai membeli motor.Ia menarik napas pelan.“Tuan, bukankah ini berlebihan,” bisiknya saat Juna menyodorkan gaun sequin perak yang berkilau seperti lampu konser. “Saya ini sekretaris, bukan selebritas yang mau datang ke red carpet.”Juna menatap gaun itu beberapa detik. Lalu mengangguk kecil. “Iya juga.”Juna pun mengembalikannya dan berjalan lagi.Kini tangannya mengambil gaun lain. Namun sekali lihat, ia tahu bahwa gaun itu terlalu ramai.Ga

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   30. SEKRETARIS PINTAR MILIK JUNA

    Ruang rapat lantai 50 itu terasa seperti ruang interogasi. Tatapan para direksi tua yang pro-Raga tertuju pada Juna dan Salva dengan sorot meremehkan. Raga duduk di kursi kehormatan, mengetuk-ngetuk meja dengan ritme yang sengaja dibuat mengganggu, seolah ingin memecah fokus siapa pun yang berbicara."Waktu kalian lima menit," ujar Raga dingin. "Jelaskan bagaimana proyek gagal yang kalian klaim 'sukses' itu menghabiskan biaya operasional yang sangat besar."Juna hendak berdiri, namun sebuah tangan halus menahannya. Salva bangkit dengan langkah tenang, membawa tablet di tangannya. Ia tidak terlihat gugup sedikit pun, justru ia memancarkan aura profesional yang membuat suasana ruangan berubah seketika.Salva menyambungkan tablet-nya ke layar utama. Grafik pertumbuhan integrasi ruko di Malang terpampang jelas."Bukan 'menghabiskan biaya'," ujar Salva memulai dengan suara yang jernih dan tegas. "Kami sedang melakukan re-investasi pada loyalitas warga.

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   29. SENYUMAN SALVA

    Begitu mereka melangkah menuju ke ruangan kerja Juna, suasana langsung terasa aneh.Biasanya para staf akan berdiri, membungkuk sopan, atau sekadar menyapa formal saat Juna lewat. Namun pagi itu berbeda. Beberapa orang pura-pura sibuk menatap layar komputer, sebagian lagi langsung menunduk dan menghindari kontak mata.Keheningan dingin menyelimuti seluruh area dan saat lift terbuka di lantai direksi, atmosfernya terasa jauh lebih menekan.Di ujung koridor, Raga sudah berdiri dengan tangan terlipat di depan dada. Jas hitam mahal yang dikenakannya terlihat rapi sempurna, namun senyum di wajah pria itu lebih mirip seringai penuh ejekan.“Selamat datang kembali…” ucap Raga santai sambil melangkah pelan mendekati mereka. “Pahlawan Ma-lang?” nada suara Raga dipenuhi sindiran.“Kudengar proyeknya jadi sukses besar. Kakakku bahkan sampai terkesan.” Raga terkekeh kecil. “Sayang sekali keberhasilan di kota kecil tidak mengubah fakta kalau kamu tern

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   28. EGO RAGA

    Matahari bahkan belum sepenuhnya muncul dari balik cakrawala Jakarta saat Juna sudah terbangun.Jam digital di samping tempat tidurnya baru menunjukkan pukul lima lewat sedikit, namun rasa kantuk sudah menghilang sejak tadi. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan dibanding beberapa minggu lalu.Proyek revitalisasi di Malang akhirnya selesai dengan hasil yang bahkan melampaui ekspektasinya sendiri.Warga menerima konsep integrasi ruko dan kontraknya berjalan lancar.Untuk pertama kalinya sejak masuk ke keluarga Wiwaha, Juna merasa dirinya benar-benar berdiri di tempat yang tepat. Dan entah kenapa, sejak pulang dari Malang, ritme hidupnya perlahan ikut berubah.Ia merasa lebih teratur dan lebih hidup. Mungkin karena sekarang ia punya tujuan atau… karena ada seseorang yang tanpa sadar mulai menjadi bagian dari rutinitas paginya.Juna menghela napas pelan sambil mengenakan kaos olahraga hitam dan celana training abu gelap. Lalu tanpa banyak pikir, kakinya otomatis melangkah menuju fasilitas gy

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   27. KEMEWAHAN UNTUK ALEYA

    Aleya mengerang pelan, merasakan sisa sentuhan Raga yang jauh lebih kasar dan menuntut dibanding biasanya. Rasa frustrasi pria itu benar-benar tersalurkan lewat gairah yang membabi buta malam ini.Setelah erangan panjangan, semuanya berakhir. Tampak ada guratan puas dalam wajah Aleya, namun lain pada wajah Raga.Pria itu langsung bangkit dari ranjang tanpa banyak bicara. Ia meraih celananya yang tergeletak di lantai, lalu berjalan menuju sudut ruangan dengan langkah berat. Aleya yang masih berbaring di atas kasur hanya memperhatikannya diam-diam sambil mengatur napasnya yang belum sepenuhnya stabil.Lampu kamar yang temaram membuat siluet tubuh pria paruh baya itu terlihat semakin tajam dan maskulin.Raga mengambil sebatang rokok dari kotak hitam di meja kecil dekat jendela, lalu menyalakannya dengan gerakan cepat. Bara merah kecil menyala di ujung rokok, disusul kepulan asap yang perlahan memenuhi udara kamar.Aleya memperhatikan pria itu beberapa detik. Rahangnya terlihat mengeras.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status