공유

32. Malu

작가: nsr.andini
last update 게시일: 2025-07-26 20:57:29

Perlahan mata Reina terbuka dengan perasaan yang baru pertama kali ia rasakan sejauh ia hidup sampai hari ini. Saat melihat ke arah Arga yang sedang berdiri di depan jendela dengan matahari yang sinarnya sudah menyinari seisi Kamar, pikiran Reina langsung dipenuhi adegan tiap adegan tadi malam. Saat Reina memutuskan tak ada lagi jarak di antara mereka.

Ketika Arga membalikan tubuh, Reina langsung memalingkan wajah, menatap ke arah lain. Reina terlalu malu untuk bertatapan dengan Arga. Arga berj
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Rahasia Pernikahan Darurat   41. Extra Part (END)

    Hidup memang selalu penuh dengan hal tak terduga. Bahkan akhir cerita pun bisa berbeda dari gambaran di awal. Ini memang bukan akhir, tapi sesuatu yang setiap manusia harapkan yaitu memiliki kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. # Di hari yang belum siang, baru sekitar jam 8 di hari minggu, terlihat Arga tengah terduduk di sofa panjang sembari menatap layar televisi yang menyiarkan berita salah satu CEO dari perusahaan ternama melaporkan dirinya sendiri atas kasus pembunuhan. Datang Reina yang berpakaian santai juga seperti Arga, duduk di samping suaminya itu. Meletakkan handphone yang sebelumnya ia pegang di atas meja, lalu menyandarkan kepala pada bahu Arga. "Aku masih gak nyangka Mas kalau akhirnya akan seperti ini. Seseorang yang awalnya sangat ingin aku pergi dari dunia ini nyatanya membantu aku." Sembari menatap serius wajah Samuel di layar televisi. "Aku juga masih gak menyangka, Re. Tapi, terlepas dari hal yang gak pernah kita bayangkan, aku bersyukur karena akhirn

  • Rahasia Pernikahan Darurat   40. The Power of Love

    Reina tidak tahu di mana itu, atau apakah ia sedang berada di ambang kematian?"Aku sudah mati? Apa ini sungguh?" tanya Reina pada dirinya sendiri sembari menoleh ke setiap penjuru arah.Hingga terlihat seorang wanita dan pria yang tak asing baginya, berjalan ke arah Reina. Sontak senyum Reina merekah. Senyum bahagia yang sudah lama tak nampak. Senyum bahagia saat melihat Ayah dan Ibu-nya.Saat Ayah dan Ibu-nya sudah berada tepat di hadapannya, Reina langsung memeluk kedua orang itu secara bersamaan. Betapa bahagianya Reina bisa bertemu dengan kedua orang tuanya lagi. Seketika melupakan bahwa ada satu manusia lagi yang sedang menunggunya kembali, Arga yang sangat ingin Reina kembali padanya."Aku bahagia sekali bisa melihat Ibu dan Ayah lagi," ucap Reina setelah melepas pelukan dengan wajah bahagia campur terharu."Kami juga bahagia bisa bertemu kamu, sayang," ujar Ibu-nya seraya tersenyum penuh cinta."Aku gak mau hidup tanpa Ibu dan Ayah lagi. Aku mau sama sama Ibu dan Ayah!"Salah

  • Rahasia Pernikahan Darurat   39. Orang Lain

    "Kamu gakpapa, Bas?" tanya Arga pada Baskara yang berdiri."Saya gakpapa, Pak. Mengenai penculikan Bu Reina saya sudah tahu siapa dalangnya.""Bukankah Pak Samuel?""Ternyata orang lain, yaitu Pak Zico."Arga memasang wajah tak percaya begitu pun Tio. Samuel yang selama ini mengincar ingin menyakiti Reina, bagaimana mungkin bukan dia yang akhirnya berhasil melukai Reina."Bisa dipastikan 100 persen kalau Pak Samuel gak ada hubungannya dengan penculikan itu?" tanya Arga dengan wajah ragu."Saya dan tim sudah mengeceknya berkali kali, Pak."Setelah menunggu 1 jam lampu depan Ruang Operasi akhirnya padam. Pintu perlahan terbuka, dan Arga langsung menghampiri Dokter laki-laki yang berbeda dari saat di ambulance."Operasi berjalan lancar dan kami berhasil mengeluarkan pelurunya. Tapi, kondisi pasien dalam keadaan kritis karena peluru yang masuk cukup dalam hingga merusak beberapa pembuluh darah dan sempat kehilangan banyak darah juga. Kami butuh waktu untuk observasi di ICU," jelas Dokter.

  • Rahasia Pernikahan Darurat   38. Chest Decompression

    Arga tahu seharusnya ia tidak senang terlebih dahulu saat melihat Reina karena situasi benar-benar menegangkan, namun Arga bersyukur ia masih bisa melihat Reina yang nampaknya baik-baik saja. Ketika Arga melangkah maju pria pria berbadan besar itu langsung siaga, bahkan ada yang menghampiri Arga.Sebelum diserang, Arga menyerang lebih dahulu. Melihat hal itu Reina langsung memasang wajah cemas dan banyak-banyak berdoa agar suaminya itu tidak terluka, karena jika Arga terluka maka pengorbanan Reina akan sia sia.Arga terus melawan orang orang itu yang tak ada habisnya menyerangnya, dan saat stamina Arga mulai menurun terlihat Arga yang lebih sering terkena pukulan, datang anak buahnya yang langsung mengambil alih. Melihat hal itu Arga langsung menghampiri Reina yang matanya berkaca-kaca, membuka ikatan pada tangan dan kaki Reina serta lakban kuning yang menutupi mulutnya.Bebas dari ikatan, Reina yang berdiri tepat di hadapan Arga, memeluk Arga. Arga pun membalasnya dengan wajah lega.

  • Rahasia Pernikahan Darurat   37. Handphone yang tidak aktif

    Arga telah kembali ke Kantor setelah sibukkan mengobrol dengan klien. Menghentikan langkah kaki tepat di depan meja Reina yang kosong. "Seseru itukah mengobrol dengan Indah sampai belum kembali, Re?" gumam Arga.Mengeluarkan handphone dari dalam saku jas, berjalan masuk ke dalam Ruang Kerja sembari menempelkan handphone pada telinga. Nomor yang Anda tujui sedang tidak aktif atau... seperti itulah jawaban yang terdengar di seberang sana."Gimana bisa nomor kamu gak aktif, Re," gumam Arga sembari mendudukkan diri di sofa single. Mencoba menelepon Reina sekali lagi di mana nomornya benar-benar tidak aktif. Raut wajah Arga pun seketika berubah khawatir.Karena tidak ingin membuang buang waktu dengan mencoba menunggu Reina lebih lama dan berpikiran baik kalau nanti Reina juga kembali, Arga menghubungi seseorang."Hallo, Pak Arga," ucap perempuan di seberang sana yang suaranya tidak asing."Kamu bersama Reina, kan? Tolong berikan handphonenya sama Reina. Saya meneleponnya tapi nomornya gak

  • Rahasia Pernikahan Darurat   36. Keputusan Reina

    Pagi telah datang menyapa Reina yang masih tertidur dalam dekapan Arga. Tiba-tiba handphone yang berada di atas nakas berdering, bunyinya mengisi seluruh ruang Kamar, membuat Arga membuka matanya lebih dahulu. Menyingkirkan tangan Reina yang memeluknya dengan perlahan, karena takut membangunkan. Kemudian, Arga mengambil handphone miliknya, menatap sebentar sebelum akhirnya mengangkat telepon itu. Setelah menerima telepon yang sebentar itu, Arga meletakkan kembali di atas nakas lalu menatap penuh cinta perempuan di sampingnya sembari tersenyum bahagia. Perlahan mata perempuan itu terbuka dan langsung berpapasan dengan manik mata sang suami. "Pagi, Mas," ucap Reina dengan suara pelan khas orang bangun tidur dan tersenyum lembut. "Pagi, Re." Seraya tersenyum. Lalu, Arga mendaratkan bibirnya di atas kening Reina. Mengecupnya lembut. "Mas Arga mau sarapan apa? Biar aku buatkan." Arga menggelengkan kepalanya. "Kali ini saya saja yang masak. Kamu mau apa?" Reina tersenyum. "Kalau aku kat

  • Rahasia Pernikahan Darurat   13. Batu yang dilempar

    Sudah sebulan sejak Reina tinggal di Rumah Ayah-nya, dan hari ini Reina ada jadwal membuka gipsnya. Saat sedang berjalan santai menelusuri koridor Rumah Sakit setelah membuka gips, langkah Reina terhenti. Menatap ke arah Taman Rumah Sakit di mana Arga terlihat sedang duduk di kursi Taman bersama an

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Rahasia Pernikahan Darurat   14. Kecupan tak terduga

    Arga menegakkan badannya, bersandar pada sandaran kursi. "Dari pada makan mie, gimana kalau pesan makanan?" Sembari menoleh ke arah Reina."Gak usah, Pak. Sebentar lagi airnya mendidih, tinggal masukin mie nya saja.""Kebetulan saya juga belum makan.""Kalau gitu, saya masak mienya 2 buat Pak Arga

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Rahasia Pernikahan Darurat   12. Kata Rindu

    Boom!Sontak Arga dan Baskara yang baru saja melangkah keluar pagar, berjongkok. Menoleh ke arah belakang di mana Rumah itu sudah dilalap si jago merah, yang langsung membakar seluruh Rumah tanpa terkecuali. Arga dan Baskara berdiri dari jongkok, menatap Rumah itu. "Kamu pikir pria itu selamat atau

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Rahasia Pernikahan Darurat   11. Hampa dan Amarah

    "Gak ada kok, Yah." Lalu, Reina memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut.Lagi lagi Mahendra mencoba percaya, walau yakin bahwa ada yang sedang dipikirkan Reina.Langkah kaki Arga terdengar tenang namun berat menyusuri lorong kantor yang mulai sibuk pagi itu. Karyawan berseliweran, mengucapkan sa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status