LOGINCahaya keemasan itu terus bersinar.Jauh di kaki menara raksasa.Namun entah mengapa, Ayla merasa seolah cahaya itu berada tepat di depan matanya.Hangat.Lembut.Dan anehnya...terasa familiar."Apa itu?"bisiknya.Kuda Hitam masih menatap ke arah yang sama.Untuk beberapa saat ia tidak menjawab.Seolah memastikan sesuatu.Lalu perlahan ia berkata,"Aku tidak pernah melihatnya aktif."Ayla menoleh."Hah?""Cahaya itu."Tatapan Kuda Hitam tetap tertuju ke kejauhan."Selama ratusan tahun aku mengenal tempat ini..."Ia berhenti sejenak."...aku belum pernah melihatnya menyala."Jantung Ayla langsung berdegup lebih cepat."Lalu kenapa sekarang menyala?"Kali ini Kuda Hitam menatapnya.Dan jawaban itu membuat Ayla membeku."Karena kau ada di sini."Angin lembut berembus di atas lautan tanpa ujung.Permukaan air berkilau seperti kaca.Namun perhatian Ayla sudah tidak lagi tertuju pada keindahan tempat itu.Pikirannya hanya tertuju pada satu hal.Cahaya itu.Dan menara itu."Jadi..."Ia men
Ayla masih berdiri di atas permukaan air.Meski beberapa menit telah berlalu, ia tetap belum terbiasa dengan pemandangan di sekelilingnya.Tidak ada daratan.Tidak ada hutan.Tidak ada pegunungan.Hanya lautan tenang yang membentang tanpa ujung.Airnya begitu jernih hingga terlihat seperti cermin raksasa.Langit biru pucat memantul di permukaannya.Membuat batas antara langit dan laut hampir tidak terlihat.Dan di kejauhan...menara raksasa itu masih berdiri.Diam.Megah.Misterius.Semakin lama Ayla melihatnya, semakin kecil dirinya terasa."Aku masih tidak percaya kita berdiri di atas air."gumamnya.Kuda Hitam yang berdiri di sampingnya menatap menara itu cukup lama.Lalu menghela napas.Napas yang terasa lebih berat dari biasanya."Aku juga tidak menyangka."Ayla menoleh."Hm?"Pria itu memejamkan mata beberapa detik."Aku kira mereka tidak akan datang secepat itu."Suasana langsung berubah serius.Ayla teringat kembali lima sosok yang muncul dari langit.Tekanan mengerikan itu.A
Langit masih bergetar.Aura hitam memenuhi cakrawala.Lima sosok itu berdiri di udara seperti penguasa yang turun dari langit.Dan di bawah mereka...Kuda Hitam berdiri sendirian.Menjadi satu-satunya penghalang antara Ayla dan ancaman yang bahkan tidak mampu ia pahami.Jantung Ayla berdegup begitu keras hingga terasa sakit.Tangannya gemetar.Pikirannya kosong.Ia tidak tahu harus berbuat apa.Tidak tahu harus lari ke mana.Tidak tahu harus melawan bagaimana.Dan tepat di saat itulah—rasa panik mengambil alih.WHOOOMMM!Energi keemasan meledak dari tubuhnya.Tanah bergetar.Udara beriak.Mata Kuda Hitam langsung melebar."Ayla!"Namun sudah terlambat.Gerbang Pertama terbuka dengan sendirinya.Tubuh Ayla mulai membesar.Lebih tinggi.Lebih besar.Lebih besar lagi.Rumah kayu di belakangnya tiba-tiba tampak kecil.Pepohonan hanya mencapai pinggangnya.Beberapa detik kemudian...ia telah menjulang setara dengan lima sosok yang melayang di langit.Ayla sendiri terkejut."A-apa yang ter
Angin berhenti.Mendadak.Begitu saja.Tidak ada peringatan.Tidak ada tanda-tanda sebelumnya.Langit yang beberapa saat lalu cerah tiba-tiba berubah gelap.Awan hitam berkumpul dari berbagai arah.Menutupi cahaya matahari.Membuat seluruh wilayah di sekitar rumah terasa suram.Ayla langsung merasakan sesuatu.Tekanan.Berat.Sangat berat.Seolah udara di sekelilingnya berubah menjadi lautan yang mencoba menenggelamkannya."Kuda Hitam..."suaranya terdengar pelan.Kuda Hitam tidak menjawab.Tatapannya mengarah ke langit.Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu...Ayla melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.Kewaspadaan penuh.Bahkan sedikit ketegangan.Dan itu membuat jantungnya langsung berdegup lebih cepat.Lalu penghalang berbunyi.Bukan suara biasa.Melainkan dentuman energi yang menggema di seluruh lembah.WHOOOMMM—Cahaya biru muncul di udara.Membentuk lingkaran raksasa di atas pegunungan.Kemudian retak.Retakan demi retakan mulai menyebar.Seperti kaca yang
Cahaya penghalang yang berpendar perlahan meredup kembali.Namun Ayla masih berdiri tegang.Jantungnya belum sepenuhnya tenang."Apa mereka menemukan kita?"tanyanya.Kuda Hitam menggeleng."Belum.""Lalu kenapa penghalangnya aktif?""Seseorang menyentuh lapisan luar."jawabnya."Tapi mereka belum berhasil menembusnya."Ayla menghela napas lega.Setidaknya untuk saat ini.Namun rasa penasarannya kembali muncul.Sejak datang ke dunia ini, satu pertanyaan sebenarnya terus mengganggunya.Dan sekarang ia akhirnya mengatakannya."Kuda Hitam.""Hm?""Kalau dunia ini benar-benar berbeda dari duniaku..."Ayla menatap langit."...kenapa aku bisa sampai ke sini?"Untuk pertama kalinya sejak tadi, ekspresi Kuda Hitam berubah sedikit.Seolah pertanyaan itu jauh lebih penting daripada yang terlihat.Karena memang begitu."Kedua dunia sebenarnya terhubung."kata Kuda Hitam perlahan.Ayla langsung mengernyit."Terhubung?""Ya.""Dunia manusia dan Dunia Pilar bukan dua tempat yang benar-benar terpisa
Monster raksasa itu sudah lama menghilang di balik pegunungan.Namun Ayla masih berdiri diam.Pikirannya belum sepenuhnya pulih dari apa yang baru saja dilihat.Jika makhluk sebesar itu dianggap lemah...maka seperti apa makhluk yang benar-benar kuat?Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.Akhirnya ia menoleh ke arah Kuda Hitam."Aku punya pertanyaan.""Kau selalu punya pertanyaan.""Aku serius.""Aku juga."Ayla memutar mata."Kau tadi bilang ada monster, ras kuno, dan banyak makhluk lain.""Ya.""Sebenarnya ada berapa banyak ras di dunia ini?"Kuda Hitam terdiam sejenak."Banyak.""Itu bukan jawaban.""Kau suka mengeluh.""Kau suka menjawab setengah-setengah."Untuk sesaat Kuda Hitam terlihat seperti ingin mengabaikannya.Namun akhirnya ia menghela napas panjang.Lalu duduk di atas batu besar."Baiklah."Ayla langsung duduk di hadapannya.Antusias.Seperti murid yang akan mendengarkan pelajaran."Dunia ini memiliki ratusan ras."katanya."Sebagian besar hidup di wilayah kecil."
Ayla berdiri di tengah lapangan batu.Angin siang berembus lembut.Ketegangan yang sebelumnya memenuhi suasana perlahan mulai mereda setelah percakapan mereka.Meski begitu, pikirannya masih dipenuhi banyak pertanyaan.Tentang dunia ini.Tentang para Pilar.Tentang musuh yang mungkin sedang mencari
Keheningan menyelimuti lapangan batu.Angin yang sebelumnya terasa sejuk kini seperti membawa sesuatu yang berbeda.Sesuatu yang membuat bulu kuduk berdiri.Ayla menatap Kuda Hitam.Pria itu masih berdiri menghadap pegunungan.Tatapannya tajam.Tubuhnya tegang.Seolah siap menghadapi apa pun yang m
Pagi datang lebih cepat dari yang Ayla harapkan.Ketika matanya terbuka, cahaya matahari sudah masuk melalui jendela kamar.Untuk beberapa detik ia hanya berbaring diam.Memandang langit-langit kayu.Mengingat semuanya.Rumah aneh.Dunia lain.Pilar Ketiga.Kuda Hitam.Dan latihan yang kemungkinan
Kesadaran Ayla kembali perlahan.Awalnya hanya suara.Suara angin yang berdesir lembut di luar jendela.Suara kayu rumah yang sesekali berderit pelan.Lalu perlahan cahaya.Sinar bulan yang masuk melalui celah tirai dan membentuk garis-garis tipis di lantai kayu.Ayla mengerjapkan mata beberapa kal







