Home / Romansa / Rahasia Suami Pengganti / Bab 2 : Pengantin pengganti.

Share

Bab 2 : Pengantin pengganti.

Author: Lucky Star
last update Last Updated: 2023-08-27 12:45:50

“Tuan memanggil saya?” tanya Mahesa setelah menghentikan langkah kaki dan membalikan badan.

“Aku benci memohon, tapi, menikahlah dengan putriku, selamatkan mentalnya,” pinta Gu Qiang.

“Saya …? mengapa harus saya? saya orang miskin yang tidak punya keluarga, bahkan saya tidak bisa dibandingkan dengan jempol laki Anda,” jawab Mahesa berusaha menolak secara halus.

“Tapi situasinya sangat darurat, aku sudah tiada pilihan lain,” balas Qiang.

“Pa …, dia hanya tukang kebun, mengapa harus dia?” kata Shinchen mengingatkan sang Ayah.

“Shinchen, mengertilah keadaan, kita tak punya pilihan, kita singkirkan ego terlebih dahulu, ingat ini demi kebaikan bersama,” jelas Qiang.

Shinchen pun pergi dengan kesal akibat keputusan sang Ayah lalu berhenti sejenak untuk berkata, “Kau …, harus bercerai dengan adikku jika dia tidak suka padamu,” 

“Shinchen!” bentak Qiang.

“Maaf Tuan, saya bukan bermaksud menolak, tapi, Tuan muda tampak tidak setuju dengan kemauan Anda,” tutur Mahesa kemudian menunduk tetapi, dia bisa tersenyum puas karena rencana yang dia susun berhasil dengan sangat mulus.

“Nanti kau bisa temui Zishu di rumah sakit, ingat! jangan sampai dia tahu tentang pembatalan perjodohan ini,” ucap Qiang kemudian pergi bersama sang istri masuk ke dalam kamar.

“Gu Qiang, Gu Qiang, kau akan tahu gimana rasanya kehilangan satu persatu orang terdekat mu,” ucap Mahesa dalam hati, senyum kemenangan pun mengembang di bibir.

*Gu emergency*

“Aku sudah tahu, mereka menerima perjodohan karena uang, tidak benar-benar mencintaiku,” ucap Gu Zishu ketika membaca pesan dari nomer asing. “Perawat, bantu aku naik ke kursi roda, aku ingin jalan-jalan.

Gu Shinchen datang menjenguk sang adik, ingin sekali mendekat untuk memeluknya, tetapi, trauma yang dialami oleh Zishu begitu mendalam hingga ia tak ingin bertemu dengan sang kakak.

“Nona muda, kenapa Anda terlihat begitu murung?” tanya perawat. 

“Entahlah, aku merasa dunia ini begitu tidak adil denganku,” jawab Zishu.

“Tetap, semangat Nona, ingat setiap kesedihan pasti ada kebahagiaan menunggu Nona muda.” kata Perawat sambil mendorong kursi roda menyusuri taman.

Dari kejauhan Mahesa melihat Gu Shinchen sedang menjenguk Gu Zishu, tetapi, yang membuat dia bertanya-tanya mengapa dari kejauhan pula, bukankah dia sangat menyayangi sang adik, saat ingin pergi dari taman rumah sakit, ia mendapati ponsel berdering.

“Tuan muda, saya sudah berhasil selidiki Nyonya Fang Wei-wei, akan dikirim setelah selesai di rangkum dengan rapi, dari masa kecil hingga terjadinya kecelakaan Nona muda Gu,” ucap seseorang dari dalam ponsel.

“Kerja bagus, ingat kau harus simpan rapat-rapat masalah ini, jangan sampai ada yang tahu,” balas Mahesa kemudian memutus sambungan telepon.

Tidak berselang lama, ponsel Mahesa berdering tanda ada pesan masuk. Mahesa tersenyum licik informasi tentang Nyonya Fang Wei-wei di dapat secara rinci, bahkan beliau tidak mengetahui tentang perselingkuhan Gu Qiang dengan sahabat terdekat.

Siang pun berganti malam, Mahesa datang menjenguk Gu Zishu, dia membawa Sup Ayam yang masih hangat.

“Kamu siapa?” tanya Gu Zishu 

“Mahesa Chutong, Calon suamimu,”

“Calon suamiku? bukankah calon suamiku Zao Lian, dia sudah membatalkan perjodohan denganku,” sambung Zishu.

“Ya, aku jadi penggantinya,” jelas Mahesa kemudian membuka rantang lalu mengambil satu sendok sup Ayam kemudian di suapkan ke Zishu. “Mama,” gumamnya ketika menghirup aroma makanan itu, tanpa ragu ia membuka mulut dan meneguk kuah begitu nikmat, seperti masakan Ibunda.

“Apa kau suka?” tanya Mahesa mendapat anggukan dari wanita tersebut.

“Bagaimana kau tahu masakan ibuku?” tanya Zishu penasaran.

“Ibuku yang mengajari resep ini,” jawab Mahesa kemudian memberikan satu suapan lagi, “Kalau kau suka, habiskan.”

Langkah pendekatan berhasil, meskipun tidak terlalu menyukai si gadis, ia tetap bersikap baik demi rencana yang telah di susun.

*Beberapa jam lalu*

Gu Qiang melemparkan dokumen di atas nakas samping tempat tidur Mahesa, kemudian berkata, “Tanda tangani, setelah menikah 3 bulan ceraikan putriku,” 

“Aku belum menjawab apapun, Tuan Gu. Perjodohan yang kau tawarkan pun belum aku terima ataupun aku tolak,” balas Mahesa membuat Gu Qiang merasa di permainkan. “Mahesa, apa kau menghinaku?”

“Jangankan menghina Anda, menyentuh ujung kuku pun aku tidak berani Tuan,” balas Mahesa setelah menghela nafas dan memejamkan mata takut gagal menjadi pengantin pengganti. “Lantas apa maksudmu?!”

“Aku butuh waktu untuk berpikir,”

“Berapa yang kau inginkan?” tanya Gu Qiang. “10 juta, 100 juta atau 400 juta?” 

“Bukan masalah uang, karena sekarangpun tidak kekurangan uang, aku bisa saja menyuruh orang menghancurkan hidupmu, tetapi, kurang begitu menyenangkan bila bukan tanganku sendiri yang bertidak” ucap Mahesa dalam hati. Kemudian berkata, “Baiklah jika Anda memaksa, tetapi, aku tidak akan menceraikan Nona Zishu, meskipun aku harus pergi dari kediaman Gu,”

“Bodoh, orang tua ini sangat bodoh, begitu mudah masuk dalam perangkap yang aku rencanakan, tenang saja, akan ada kejutan di waktu pernikahanku,” 

*Hari pernikahan*

Pernikahan pun berjalan lancar dan khidmat tetes air mata pun tidak bisa di hindari oleh Gu Zishu gadis berumur 21 tahun, meskipun tumbuh kecurigaan terhadap suami, tetapi, dia sangat berterima kasih pada Mahesa Chutong.

Mahesa pamit ke suatu tempat pada sang istri, dia pun mengambil satu gelas anggur untuk mengajak ibu mertua bersulang.

“Nyonya maaf, aku bukan sengaja,” tutur Mahesa dengan nada bersalah. “Tak apa-apa Mahesa, saya izin ganti gaun dulu,” Fang Wei-wei pun pergi naik ke atas, kemudian di susul oleh Mahesa, hal itu membuat hati Gu Qiang menaruh curiga kemudian menyusul mereka berdua.

Mahesa sangat terkejut ketika menutup pintu balkon, bahkan sampai terlihat ketakutan seperti menyembunyikan sesuatu. “Bedebah!” tanpa pikir panjang Gu Qiang langsung menghantam wajah pemuda itu. “Apa yang kau sembunyikan?”

“Maaf Tuan, saya salah karena melanggar aturan jika tidak boleh merokok,” jawab Mahesa menunduk takut.

“Pergi!” usir Gu Qiang kemudian memeriksa keadaan balkon, “Apa cuma salah paham?” Ia memandangi bungkus rokok dan putung rokok yang berserakan di lantai balkon. “Mungkinkah ini jebakan?” Ketika hendak mengambil bungkus rokok, tiba-tiba seorang wanita seumuran dengan si istri datang memeluk dari belakang.

“Jangan sembarangan berulah, takut ada yang tahu hubungan kita,” tutur Gu Qiang melepaskan pelukan tersebut kemudian membalikkan badan menghadap si wanita.

“Mengapa kau abaikan diriku, bahkan pesanku pun tak kau balas,” Lei Cung berkata dengan nada manja.

“Jangan keras-keras, nanti ada yang dengan,” tutur Gu Qiang kemudian meremas paha si wanita. 

“Kau sangat nakal,” balas Lei Cung lalu mereka melakukan hal di luar akal sehat manusia.

***

Gu Qiang turun sambil membenarkan kancing jas, para tamu sudah saling berbisik, “Ada apa ini?” tanya Gu Qiang. Tatapan mata pun tertuju pada istri tercinta, karena sudah tak sanggup menahan air mata akibat teramat sakit hati di khianati.

“Bajingan!” Gu Shinchen mendekat pada ayah lalu melepaskan satu hantaman keras tepat mengenai sudut bibir. Gu Qiang pun terhuyung jatuh ke samping, dia mengusap darah di sudut bibir, lalu berkata “Apa maksudmu, kenapa kau pukul Papa?” 

“Lihat sendiri,” jawab Shinchen sambil menunjuk layar monitor yang masih menayangkan perselingkuhan dia barusan.

“Mahesa Chutong,” gumam Qiang mengepalkan tangan geram, tanpa berpikir panjang dia kembali menghantam wajah pemuda beberapa kali tanpa ampun, Gu Shinchen bergegas melerai pertengkaran tersebut, dengan sekuat tenaga ia menahan sang Ayah karena sudah menggila.

Mahesa bangkit kemudian mengusap darah di sudut bibir, bekas hantaman pun terlibat mulai membiru. “Tuan, mengapa Anda memukul saya?” 

“Bedebah!” seru Gu Qiang meludah ke samping seolah-olah jijik dengan lawan bicara, meskipun dia sendiri sangat menjijikan.

Suasana pernikahan yang semula khidmat dan damai kini semakin memanas bahkan Gu Zishu merasa sangat kecewa atas perbuatan si Ayah. Ingin sekali menampar atau menguliti Gu Qiang, tetapi, ia sendiri tak mampu melakukan itu 

Fang Wei-wei pun merasa sudah tidak tahan, dia mendekat lalu menampar suami dengan sekeras-kerasnya, suara tamparan begitu nyaring terdengar oleh semua orang.

“Ma …, kau tampar aku?” tanya Gu Qiang setelah terdiam sejenak, selama menjalani kehidupan sebagai suami baru kali ini dia di tampar oleh wanita.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rahasia Suami Pengganti    Bab 20 :Pelajaran Berharga 

    "Kau dengar sendiri kan? belum sampai lima menit aku bicara, dia sudah datang." ucap Mahesa."Kalian temui dia dulu, aku nanti menyusul." perintah Mahesa pada Gan Qiang dan Minzo.Mereka berdua pun pergi ke depan setelah mengatakan "Baik tuan"Mahesa pun tersenyum menyeringai, dia sangat menunggu apa yang akan di lakukan oleh pamannya Billy."Kalian lagi! mana pria sampah itu, pria pengecut yang tiba-tiba menghilang dan lari dari masalah, dan membuat masalah denganku." ucap Yin Wu-pen dengan nada tinggi."Tutup mulutmu! kamu memang pria tak tahu diri." sahut Gan Qiang dengan tatapan tajam, hingga melototkan mata."Aku tidak pengecut seperti yang kamu katakan." ucap Mahesa tiba-tiba muncul dari belakang Gan Qiang dan Minzo."Cepat kembalikan Bar Bintang Sempurna padaku." pinta Yin Wu-pen dengan berteriak sampai menampakkan urat leher."Hahahaha. Kamu minta B-B-S yang sudah

  • Rahasia Suami Pengganti    Bab 19 : Menyingkir dari Parasit.

    "Foto Tuan Rian masih di pajang." batin Mahesa saat tatapan mata tertuju pada bingkai foto di atas nakas.Zishu yang menyadari hal itu pun bergegas menghampiri suami dan memeluk dia dari belakang.."Dia teman masa kecilku, aku tak bisa melupakan dia. Kamu jangan khawatir–Aku sudah sangat mencintaimu." ucap Zishu saat memeluk tubuh suami."Aku tahu itu … " ucap Mahesa lalu membalikkan badan dan menatap wajah Zishu. "Seandainya dia masih hidup, aku pasti tidak akan pernah bisa menjadi pengisi hatimu." lanjut Mahesa."Itu belum tentu. Kita terpaksa menerima tawaran papa karena orang yang hendak di jodohkan aku sebelum Rian, dia melarikan diri dari perjodohan yang telah direncanakan tapi, tak tahu kemana perginya pria itu." sambung Zishu menundukkan kepala.Glekkk."Kamu tak usah bersedih, aku akan berusaha membuat dirimu bahagia." ucap Mahesa membuat Istri mendongak menatap wajah Suami dengan lekat-lekat.

  • Rahasia Suami Pengganti    Bab 18 : Keajaiban Cinta

    "Kamu harus kuat, kita akan segera sampai rumah sakit." ucap Zishu saat dalam perjalanan, dia sangat khawatir pada suami."Aku tak apa-apa, maaf membuatmu khawatir." sambung Mahesa lirih, sambil menahan rasa sakit akibat pukulan dari anak buah Sony."Jangan banyak bicara, apa kamu ingin membuat aku mati mendadak di sini" balas Zishu dengan nada cemas.Mahesa tersenyum, dia melihat sang istri sudah bisa berjalan dan sekarang mengemudikan mobil.tak berselang lama, mereka pun sampai di rumah sakit. Zishu bergegas turun dan memapah suaminya masuk ke dalam rumah sakit."Suster! Tolong!–Darurat!" teriak Zishu dengan keras sampai menampakkan urat leher.beberapa perawat datang dengan mendorong brangker, Mahesa pun di baringkan diatas brangker lalu di dorong masuk ke kamar pasien, untuk di periksa dokter."Syukurlah, cuma luka ringan. Mungkin besok sudah pulih." ungkap Dokter setelah memeriksa

  • Rahasia Suami Pengganti    Bab 17: Parasit 2

    "Zi, maafkan aku meninggalkanmu." ucap Mahesa saat tiba di rumah sakit, dan kebetulan Zishu tengah istirahat."Tak apa, aku tahu kamu pasti ada urusan." sambung Zishu mencoba memahami suami."Terima kasih, oh iya? gimana? apa sudah ada perkembangan dengan terapi yang kamu jalani." tanya Mahesa."Aku sudah tidak boleh menggunakan kursi roda lagi, kata dokter agar cepat memperkuat kaki ku." jawab Zishu lalu tersenyum."Syukurlah, setelah dari sini. Kamu ingin makan dimana?" tanya Mahesa lagi, karena ingin mengajak sang istri kencan."Aku ingin makan seafood yang masih segar." sambung Zishu, kemudian perawat datang dan mengajak Zishu untuk terapi lagi.*Di tempat yang lain*"Kurang ajar!. dia cukup lincah dalam berkendara." ucap Sony mengumpat dengan kesal. Tak berselang lama, dia mendapati ponsel bergetar, saat layar ponsel menyal. Sony melihat ada notifikasi Email dari seseorang, yang di

  • Rahasia Suami Pengganti    Bab 16 : Parasit

    "Kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Zishu kemudian berdiri dari kursi roda dan menyentuh kening suami."Aku tak apa-apa." sambung Mahesa menggenggam tangan Zishu dengan lembut, lalu menarik Zishu dalam pelukan."jika kamu tahu tentang aku, apa kita akan tetap bersama?" tanya Mahesa, membuat Istri terkejut sekaligus bingung."Kamu ini bicara apa? aku masih bersama mu." sahut Zishu merasa ada yang aneh.Zishu mendapatkan firasat kalau ada yang di sembunyikan oleh suami, dia akan bertanya di saat Mahesa sudah siap untuk bercerita."Apa kamu mimpi buruk lagi?" tanya Zishu teringat dulu saat Mahesa juga sering mimpi buruk.Mahesa pun mengangguk, lalu terlihat Zishu ada tatapan mata penyesalan di dalam pandangan suami. "Kita tidur lagi, aku akan menemanimu." ucap Zishu kemudian ia pun mengajak suami masuk ke dalam kamar.Mahesa pun menuntun istri dan membantu dia naik di atas ranjang. "Aku tidak

  • Rahasia Suami Pengganti    Bab 15 -  Bayangan Masa lalu.

    Suasana di dalam restoran sangat Romantis, Mahesa sangat menikmati setiap waktu, setiap jam, setiap detik, saat bersama Zishu di dalam restoran hotel."Zishu? Kamu juga berada di sini?." tanya Pria yang tiba-tiba muncul di belakang Mahesa. yang tak lain adalah Sony bersama dengan wanita cantik berpakaian modis."Kamu?" ucap Zishu terkejut saat melihat sosok pria yang sudah mempermainkan perasaannya di masa lalu."Kamu masih saja seperti ini, apa dia kekasih mu? sungguh menyedihkan." tutur pria itu yang tak lain adalah Sony."Dia kekasihku atau tidak … itu bukan urusanmu!" jawab Zishu dengan ucapan yang di pertegas Sony tampak memperhatikan penampilan Mahesa, kemudian ia tertawa kecil lalu menatap dengan tatapan hina. "Zishu-Zishu, aku tak habis pikir. Bagaimana bisa kau mempunyai kekasih jauh di bawahku. Seleramu memang rendahan." ucap Sony dengan nada menghina.Mahesa pun bangkit, kemudian membalik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status