“Tuan memanggil saya?” tanya Mahesa setelah menghentikan langkah kaki dan membalikan badan. “Aku benci memohon, tapi, menikahlah dengan putriku, selamatkan mentalnya,” pinta Gu Qiang. “Saya …? mengapa harus saya? saya orang miskin yang tidak punya keluarga, bahkan saya tidak bisa dibandingkan dengan jempol laki Anda,” jawab Mahesa berusaha menolak secara halus. “Tapi situasinya sangat darurat, aku sudah tiada pilihan lain,” balas Qiang. “Pa …, dia hanya tukang kebun, mengapa harus dia?” kata Shinchen mengingatkan sang Ayah. “Shinchen, mengertilah keadaan, kita tak punya pilihan, kita singkirkan ego terlebih dahulu, ingat ini demi kebaikan bersama,” jelas Qiang. Shinchen pun pergi dengan kesal akibat keputusan sang Ayah lalu berhenti sejenak untuk berkata, “Kau …, harus bercerai dengan adikku jika dia tidak suka padamu,” “Shinchen!” bentak Qiang. “Maaf Tuan, saya bukan bermaksud menolak, tapi, Tuan muda tampak tidak setuju dengan kemauan Anda,” tutur Mahesa kemudian menunduk te
Última actualización : 2023-08-27 Leer más