Share

Rahasia Suamiku dan Keluarganya
Rahasia Suamiku dan Keluarganya
Penulis: Lia Safitri

Bab 1 Suara Tangisan Bayi

Penulis: Lia Safitri
last update Terakhir Diperbarui: 2022-12-07 08:51:58

Sudah seminggu Aku dan Mas Rama pindah ke kerumah Ibu mertua. Karena merasa kesepian aku memutuskan untuk berkeliling disekitar rumah, saat melewati pintu yang kurasa ini adalah gudang aku mendengar suara tangisan bayi.

"Sarah, sini! kamu ngapain disitu?" tanya Ibu mengagetkanku.

Segera aku berjalan mendekati Ibu.

"Lain kali kamu jangan main diarea belakang rumah ya, dan jangan masuk ke dalam gudang," tambah Ibu.

Dapat dikatakan wajah sang ibu mertua amat cantik. Di usianya yang tak lagi muda, dia masih terlihat sangat segar dan memesona, terlihat sekali kalau dia merawat diri dengan baik.

"Berkeliling Bu, tadi Sarah bosan di kamar. Memangnya dibelakang, ada apa Bu?" tanyaku.

"Takut ada ular, udah kamu jangan banyak tanya!" ucap Ibu pergi meninggalkanku, padahal dari dalam gudang itu aku sangat jelas mendengar suara bayi menangis.

Rasa penasaran yang membuncah aku pun kembali memastikan keadaan, beruntung sekali tak kulihat Ibu di rumah ini, suamiku dan Bang Reza belum pulang dari perkebunan milik keluarganya.

Sekarang aku sudah sampai didepan pintu gudang, tetapi sayang sekali pintunya dikunci dengan gembok. Merasa kecewa akhirnya akupun keluar melalui pintu dapur, tampaklah sebuah kebun dibelakang rumah ini yang lumayan luas dan dikelilingi tembok yang menjulang tinggi.

Aneh sekali, Ibu bilang aku tak boleh menginjakkan kaki diarea ini, karena takut ada ular. Tapi disini tak ada pohon besar ataupun semak-semak belukar. Apakah mungkin disini ada ular?

Angin berhembus kencang sehingga membuat wajah dan tubuhku merasa segar, aku pun berjalan-jalan santai diarea yang ditumbuhi rerumputan liar.

"Aaaak,"

Kakiku tersandung sebuah gundukan tanah, tak bisa menyeimbangkan tubuh akupun terjatuh.

Karena perutku membesar diusia kehamilan menginjak sembilan bulan ini aku kesulitan untuk bangun. Harus benar-benar memposisikan kaki agar kuat untuk berdiri.

Saat kuperhatikan tanah yang aku pijak ini seperti baru digali, masih merah dan gembur bentuknya memanjang seperti sebuah kuburan.

Seketika jantungku berdetak kencang tatkala melihat area sekitar, hanya tanah ini yang tak ditumbuhi rumput liar dan nampaknya seperti baru digali.

Dengan perasaan panik, akupun masuk kedalam rumah membersihkan diri sebelum Ibu melihatku ada disini.

"Mas, tadi saat aku berkeliling terus lewat depan pintu gudang aku gak sengaja dengar suara tangisan bayi? Itu bayi siapa ya Mas?" tanyaku.

Mas Rama yang hendak terpejam pun membuka matanya kembali.

"Mungkin itu bayi tetangga," jawab Mas Rama santai.

"Loh, bukannya rumah ini jauh dari tetangga ya Mas?"

Mas Rama terkesiap dan membulatkan matanya, tetapi tak lama kemudian wajahnya kembali tenang.

"Emm, mungkin tadi ada orang yang lewat sambil bawa bayi. Oh ya, lain kali kamu jangan main-main diarea belakang apalagi sampai masuk kedalam gudang ya, Rah."

Aneh sekali, semakin aku dilarang semakin juga aku dilanda penasaran.

'Pokoknya aku harus cari tahu sendiri, sebenarnya ada apa didalam gudang itu. Aku yakin, suara itu dari dalam gudang bukan dari luar,' batinku.

"Memangnya kenapa sih Mas aku gak boleh masuk ke dalam gudang? aku cuma ingin tahu seluk beluk rumah ini. Lagian, aku bosan. Semenjak kita pindah kesini kamu belum pernah ajak aku jalan-jalan keluar," ucapku cemberut.

Aku memang baru satu minggu tinggal di desa ini, awalnya kami tinggal di kota, tetapi Ibu Mertua ingin aku melahirkan disini karena ini cucu pertamanya.

"Sudahlah, kamu jangan banyak tanya! Kamu itu lagi hamil, di desa ini kalau ada orang hamil banyak pantangannya. Jadi kamu nurut aja apa kata Mas ya!" ucapnya sembari memejamkan matanya kembali.

"Terus tadi aku di halaman belakang nemuin gundukan tanah mirip kuburan, tanahnya juga masih merah. Itu kuburan atau bukan sih Mas?" kali ini Mas Rama tampak terkejut seperti ketakutan.

"Bukan Rah, bukan. Disini mana ada kuburan? Mungkin itu kerjaannya Mang Ujang yang mengubur bangkai hewan disitu," ucapnya.

Mas Rama menyebut nama salah satu pegawai di rumah ini, tetapi rasanya semua pertanyaanku dijawab dengan asal-asalan olehnya, terlihat dari gelagatnya.

Malam ini aku benar-benar tak bisa tidur, memikirkan dua hal aneh tadi siang. akhirnya kusibak selimut dan berjalan menuju dapur untuk mengambil cemilan.

Di dapur ternyata ada Mang ujang yang sedang menyeduh kopi.

"Eh, Mang Ujang!" Ia menoleh.

"Iya Non. Ada yang bisa saya bantu?" tanya lelaki itu dengan sopan.

"Emm, tidak Mang, apa boleh saya bertanya?" Aku sangat penasaran apa yang disembunyikan suamiku dan keluarganya. Mengingat tingkah laku mereka yang begitu aneh.

"Iya Non, boleh. Tanya saja!"

"Apa Mang Ujang habis mengubur sesuatu di halaman belakang?"

"Tidak Non. Saya tidak ngubur apa-apa. Memangnya ada apa ya?"

Itu artinya ucapan Mas Rama tadi tidak benar, lalu jika Mang Ujang tidak mengubur apa-apa, lantas apa yang terkubur didalam sana? Kalau bangkai hewan, masa iya sebesar itu? Mirip Seperti kuburan manusia?

"Tapi tadi kata Mas Rama, Mang ujang loh yang ngubur bangkai hewan disitu? Tapi kok mirip kuburan ya Mang?" tanyaku menatap matanya.

Mang Ujang pun terkesiap, seperti ketakutan.

"Ii-iya, kemarin saya mengubur... bangkai kucing Non, di halaman belakang," ujarnya gelagapan.

"Bangkai kucing?"ucapku menelisik.

"Iya, iya bangkai kucing. Saya kedepan dulu ya Non, Permisi!" Mang Ujang pun keluar dengan terburu-buru, entahlah sepertinya ia menghindar dari tatapanku.

--

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Rania Humaira
mau jadi detektif2an tapi mulut ember dan terkesan bodoh.
goodnovel comment avatar
Rieca Chandra
Lha udah kayak genre horror aj
goodnovel comment avatar
PiMary
Bikin penasaran....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Rahasia Suamiku dan Keluarganya   Bab 207 Happy Ending

    (POV Sarah)Sejak satu bulan yang lalu Kak Dimas sudah bisa berjalan dengan normal, dan hari ini pula ia akan melaksanakan pernikahannya dengan Mbak Wati.Dengan uang tabungan Kak Dimas, pernikahan Kak Dimas dan Mbak Wati yang lumayan megah ini dilaksanakan disebuah gedung luas."Sah?""Sah!"Para saksi dan tamu undangan tersenyum bahagia, seketika rasa haru menyeruak apalagi pernikahan ini tidak dihadiri oleh kedua orang tua. Pada saat prosesi sungkeman pun Kak Dimas dan Mbak Wati hanya memelukku dan Kevin untuk meminta doa restu karena memang hanya kami yang merupakan saudaranya."Doakan Mbak dan Kakakmu ya, Sarah.""Iya Mbak, tolong terima Kakakku apa adanya ya, semoga kalian bahagia."Resepsi pernikahan akan dilaksanakan hari ini juga setelah dua atau tiga jam akad nikah. Dua gaun indah berbentuk mermaid dengan ekor yang panjang telah dipersiapkan. Silvia juga hadir, ia terlihat bahagia saat melihat mantan kekasihnya mengucapkan ijab kabul meskipun dengan orang lain.Mbak Wati ta

  • Rahasia Suamiku dan Keluarganya   Bab 206 Hari Bahagiaku

    (Pov Wati)Hari bahagiaku telah tiba. Ya, hari ini adalah hari bahagiaku bersama Dimas. Aku telah melewati masa-masa sulit tidur menjelang pernikahanku ini.Di sebuah gedung mewah pernikahan aku dan Dimas pun di langsungkan. Banyak tamu undangan yang hadir menjadi saksi kisah cinta kami berdua.Aku lihat Dimas, calon suamiku itu menitikkan air matanya ketika Sarah dan para bridesmaids menggandeng diriku menghampiri meja akad nikah. Dimana sudah ada seorang penghulu yang tengah duduk dengan manis disana dan ada dua orang saksi pernikahanku yang tidak ada satu pun dari mereka yang aku kenali."Sarah, apa Mbak sedang bermimpi? Jika iya, tolong bangunkan Mbak, Rah!" tanyaku pada Sarah yang tetap berjalan menggandeng tanganku.Aku begitu bahagia melihat dekorasi ballroom hotel yang begitu indah dengan hiasan berbagai jenis bunga-bunga yang indah. Bahagia dan terharu itulah yang bisa aku gambarkan tentang perasaanku hari ini."Tidak Mbak, kamu tidak sedang bermimpi. Lihatlah di sana ada Kak

  • Rahasia Suamiku dan Keluarganya   Bab 205 Perampok

    Aku pun ikut memasukkan uang dan beberapa barang berhargaku dan Kevin ke dalam tas perampok itu."Ambil ini, tapi lepaskan kakakku!" tegasku sambil melemparkan tas itu ke atas kasur."Bagus, awas kalau kalian berani menyerang, akan aku tembak!" tegas orang itu.Ia berjalan mengendap menuju kasur sambil menodongkan senjata ke arah kami semua, saat tubuhnya membungkuk karena ingin meraih tas dan saat itulah Kevin menendang punggungnya."Aaarghh!" Ia mengerang lalu berbalik badan.Kukira ia akan menyerang Kevin tapi ternyata ia malah menyerang Mbak Wati karena saat perampok itu lengah ia mengambil tas itu."Sarah, ambil ini!" teriak Mbak Wati sambil melemparkan tas itu ke arahku.Namun, Mbak Wati kembali disandera dengan pistol yang mengarah ke kepalanya."Jangan sakiti dia!" teriak Kak Dimas dengan suara lantang."Kalau tidak mau dia kusakiti, cepat serahkan tas itu padaku kalau tidak dia akan mati sekarang!" tegas perampok itu.Berani sekali orang ini, mencoba merampok di rumah polisi

  • Rahasia Suamiku dan Keluarganya   Bab 204 Mbak Wati Disandera

    (Pov Sarah)"Eh, Silvia, ayo masuk." Aku tersenyum lalu menggandeng Siska masuk ke dalam rumah.Silvia ini merupakan mantan kekasih Kak Dimas, beberapa tahun silam Kak Dimas sempat berencana ingin melamarnya. Namun, ia ditolak oleh keluarga Silvia lantaran keadaan ekonomi Kak Dimas yang baru saja memulai karirnya.Orang tua Silvia takut jika anaknya menikah dengan Kak Dimas akan hidup susah, hingga akhirnya mereka menjodohkan Silvia dengan lelaki lain."Sejak kamu berpisah dengan Kak Dimas, kita belum bertemu lagi ya, Sil. Kamu apa kabar?" tanyaku."Aku baik, Sarah. Maaf kemarin aku nggak bisa datang di acara pernikahanmu, karena Papaku meninggal tepat di hari bahagiamu makanya aku nggak bisa datang.""Innalilahi wa innailaihi raji'un, aku turut berduka cita ya Sil. Memangnya Papa kamu sakit atau kenapa?" tanyaku."Iya Sar, Papaku meninggal karena serangan jantung setelah mendengar kabar jika aku sudah berpisah dengan mantan suamiku.""Oh, jadi kamu sudah bercerai? Pantas saja kamu ke

  • Rahasia Suamiku dan Keluarganya   Bab 203 Aku Mau Jadi Istrimu

    "Hah!"Dengan cepat aku menoleh, hingga kami saling bertatapan."Aku serius, Ti. Aku nggak bohong!" Ia menyakinkan lagi."Emm... Kamu pikir-pikir dulu aja deh, aku tuh nggak sebaik yang kamu lihat," jawabku."Percayalah Ti, aku sungguh-sungguh mencintai dan menyayangimu. Aku tidak peduli dengan masa lalumu seburuk apapun itu, karena bagiku masa lalu tetaplah masa lalu, tidak akan bisa menjadi masa depan," ucapnya lagi."Jangan pernah berpikir kamu tidak lagi pantas untuk dicintai. Kamu tidak sendiri, aku, mereka, dia, dan kita semua pernah melakukan kesalahan di masa lalu dan mereka berusaha bangkit kembali, karena masih banyak orang yang peduli dan men-support agar kita tidak terus-menerus terjabak dimasa lalu. Dan kamu pun bisa begitu!"Aku hanya tersenyum sungkan lalu membawa Adinda masuk ke dalam. Dadaku berdebar-debar dan pipi ini mulai menghangat, aku merasa tidak kuat jika harus terus menerus dipandang oleh Dimas.Didalam kamar aku merenung, pantaskah aku yang kotor ini menjadi

  • Rahasia Suamiku dan Keluarganya   Bab 202 Hati yang Kosong

    (Pov Wati)Suatu kebahagiaan saat aku bisa terlepas dari belenggu kejahatan Sulis, apalagi saat ini aku dipertemukan dengan keluarga yang begitu baik.Aku bahagia ketika melihat Sarah menikah dengan lelaki yang ia cintai, dan orang yang ia cintai itu memperlakukannya seperti Ratu.Namun, ditengah-tengah kebahagiaan mereka hati kecilku terasa kosong. Umurku sudah dewasa tetapi tidak seperti perempuan lainnya yang sudah berumah tangga.Adakalanya terbesit rasa iri ketika melihat wanita-wanita seusiaku atau dibawah umurku yang sudah memiliki suami dan mempunyai anak. Sementara aku masih sendiri disini menanti sang pangeran membawa kuda kelana untuk menjemput dan membawaku ke istana pelaminan. Namun sayang seribu sayang, pangeran yang aku nantikan tidak kunjung datang menjemput, semuanya masih sebatas angan dan harapan.Seburuk apapun aku dimasa lalu tentu saja aku sangat menginginkan sosok suami yang baik dan bisa membimbingku ke jalan yang benar."Ti, kamu nggak merasa bosan di rumah t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status