Share

Bab 2

Penulis: Ungu
Malam ini, om lembur. Jadi dia meminta tante untuk memandikanku. Gara-gara kejadian siang tadi, tante merasa serba salah, tapi dia tak punya pilihan lain.

Hatiku sangat bersemangat.

Dengan begitu, aku bisa merasakan belaian tangan lembut tante di tubuhku.

Saat mandi, tante duduk di bangku kecil di sampingku untuk memandikanku, tapi dia tak membolehkanku melepas celana dalam.

Dia membungkuk, membuat belahan dadanya yang putih dan penuh terpampang jelas. Dulu saat masih bodoh, seberapa sexy pun dia, aku tak akan bereaksi. Tapi sekarang, aku sudah normal. Melihat pemandangan ini, tubuhku tak bisa dikontrol lagi. Celana dalamku mengalami perubahan besar yang sangat terlihat jelas.

Tante pun untuk pertama kalinya melihat reaksiku yang sehebat itu dan langsung terpaku. Tatapannya tertuju lurus ke sana dan napasnya mulai memburu.

Namun, karena masih memikirkan hubungan keluarga kami, dia pun berusaha keras menekan rasa bergejolak di matanya dan lanjut memandikanku.

Melihatnya seperti itu, aku tak ingin melepaskan kesempatan ini. Apalagi, ini pertama kalinya dia memandikanku setelah aku sadar. Jarang sekali ada kesempatan untuk kontak fisik sedekat ini.

“Tante, ayo masuk kita mandi bersama. Aku juga mau mandiin tante,” ujarku sambil menepuk-nepuk air hingga membasahi pakaiannya.

Gaun tidur tali tipisnya berbahan sutra. Begitu terkena air, kain itu langsung menempel ketat di kulitnya. Lekuk tubuhnya yang indah dan menawan langsung terlihat jelas, membuat mataku tak bisa berpaling.

Dan yang tak kusangka, ternyata tante masih tidak memakai bra. Kain yang basah kuyup itu tak bisa menutupi bekas jejak yang kupermainkan tadi dan putingnya benar-benar menonjol tanpa penghalang. Penampilan tante sekarang jauh lebih menggoda daripada saat dia tidak memakai baju sama sekali.

Tante merasa agak malu dan mencoba menutupi tubuhnya, tapi tak bisa. Berpikir bahwa aku hanyalah si bodoh yang tak mengerti urusan pria dan wanita, akhirnya dia pun membiarkannya saja.

“Tante itu perempuan, nggak boleh mandi bersamamu. Nanti setelah kamu selesai, baru tante mandi sendiri.”

Tante mengatakannya sambil sesekali melirik ke arah milikku dengan malu.

Dia memandikanku tanpa melepas celana dalam dan tidak membersihkan bagian itu, membuatku merasa sangat tersiksa.

Mana mungkin aku menurutinya begitu saja. Aku harus mandi bersama dengannya.

“Aku nggak suka tante lagi! Aku mau om yang mandikan saja. Biasanya om menemaniku main air di dalam! Aku mau om!”

Aku mulai berulah, terus meronta di dalam bak mandi sambil menangis dan berteriak.

Tubuh tante semakin basah kuyup dan lekuk tubuhnya yang indah, kini benar-benar tak bisa ditutupi lagi.

Tante tahu kalau setiap kali om memandikanku, kami pasti akan mandi bersama sambil bermain mainan agar aku menurut.

“Iya, iya, jangan nangis. Tante mandi bersamamu. Kamu mau main mainan yang mana? Tante ambilkan.”

Karena tidak tahan dengan ulahku, akhirnya dia menyerah dan duduk di dalam bak mandi, sambil masih memakai bajunya.

“Tante masih pakai baju, nggak bisa mandi. Cepat lepas, harus sama seperti om.” Hatiku bersorak kegirangan.

Akhirnya, aku bisa bersentuhan intim dengan tante. Selembar kain terakhir ini benar-benar mengganggu pemandangan.

Tante mencoba membujukku agar dia tak perlu melepas baju dengan alasan bisa flu dan sakit, tapi aku tak mau mendengarnya. Aku langsung mengulurkan tangan dan merobek pakaiannya.

Seketika, kain tipis itu robek, memperlihatkan kulit putih mulus yang membuat mataku terbelalak.

Dadanya yang tanpa pelindung berguncang pelan mengikuti gerakanku. Perutnya yang rata dihiasi tetesan air, sementara celana dalamnya yang sudah basah kuyup sudah tidak bisa menutupi apa-apa lagi.

Aku pun memegang ke bagian bawah. Di sana terasa halus, panas dan lembab.

Tante sudah tak punya tenaga lagi untuk memarahiku. Dia hanya bisa pasrah antara kesal dan ingin tertawa.

Saat aku berpura-pura memandikannya, aku sengaja meraba ke mana-mana dengan raut wajah penasaran. Wajah tante memerah dan dia hanya diam. Saat dia bilang sudah selesai dan ingin keluar, aku memanfaatkan kesempatan untuk meraba area pribadinya dari balik celana dalam.

“Tante, kok aku nggak punya yang seperti ini? Rasanya aneh sekali.”

Tante tanpa sadar membusungkan dadanya, ucapannya terputus-putus karena sensasi nikmat yang menyerang. Memanfaatkan gerakannya, aku menunduk dan mengulum putingnya yang satu lagi, menghisap dan menggigitnya pelan, seperti anak kecil.

Tangan tante yang tadinya ingin mendorongku kehilangan tenaga dan terkulai di lenganku. Karena rasa nikmat itu, dia terus membusungkan tubuhnya, seolah dia sendiri yang sengaja menyodorkan area pribadinya padaku.

Tanganku yang meraba area pribadi tante merasakan cairan panas dan kental menyemprot ke tanganku.

Seketika, tante kehilangan tenaganya dan bersandar di bak mandi, sambil terengah-engah.

Aku mendongakkan kepala menatapnya. Tatapan matanya yang sayu perlahan terfokus padaku. Dia mengulurkan tangan, meletakkannya di belakang kepalaku, seolah ingin menarikku lebih dekat padanya….
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 10

    Aku langsung menguasai tubuhnya sepenuhnya. Kami menyatu begitu erat dan aku mulai menjelajahi setiap bagian tubuh yang selama ini hanya ada dalam fantasiku.Tante yang setengah sadar mengira aku adalah om. Awalnya, dia sempat ingin menolak, tapi dia tak kuasa menahan gejolak gairah yang mulai kubangkitkan di dalam dirinya.“Pelankan suaramu sedikit, jangan sampai Holina mendengarnya,” ujar tante dengan nada agak kesal. Tapi, karena menginginkannya juga, akhirnya dia membiarkan saja setiap tindakanku.Dalam kegelapan, ditambah kondisi tante yang sedang mabuk, aku pun semakin berani. Setelah memuaskannya, aku juga memintanya untuk memanjakanku dan diriku kembali menikmati kepuasan itu sekali lagi.“Sayang, cepatlah sedikit. Kamu lumayan berguna malam ini, jangan sampai mengecewakanku,” desak tante padaku, sambil mengatur posisinya.Tanganku sampai gemetar karena sangking semangatnya. Akhirnya, kali ini tidak akan ada gangguan dan aku tak perlu berhenti di pertengahan lagi.Setidaknya da

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 9

    Keduanya saling memuaskan satu sama lain dengan gerakan yang penuh gairah. Tak butuh waktu lama, Holina pun mulai terbakar gairah.“Aku sudah sangat menginginkannya. Waktumu cukup sampai dia pulang?” Holina menggoyangkan pinggangnya yang ramping dengan gelisah, wajahnya tampak memerah. “Suara pintu terbuka akan terdengar kalau dia balik. Aku akan usahakan secepat mungkin.”Om mendengus tidak sabar dan segera merangkak ke belakangnya seperti seekor anjing, lalu menyatu dengan panas.Aku merasa bagian terbaik menjadi orang bodoh adalah bisa menonton mereka melakukan adegan panas secara langsung kapan saja dan di mana saja.Ini jauh lebih merangsang daripada menonton film.Aku tak menyangka ternyata om cukup hebat juga sampai bisa menaklukkan Holina dalam waktu singkat, bahkan berani melakukannya di dapur.Sempat terlintas di pikiranku untuk membongkar aksi mereka, tapi aku segera mengurungkan niat itu. Pikirku, ini justru bagus. Jika suatu saat nanti Holina berani mengungkit soal aku ya

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 8

    “Aku mau main! Main kucing-kucingan! Kucingnya nyaman sekali. Tante, mana ekor kucingnya?” Aku bertepuk tangan kegirangan seperti orang bodoh, sangat kooperatif dan menerjang ke tubuhnya.Begitu menoleh, aku melihat bahwa ternyata ekor kucing itu terpasang di bagian belakangnya, belum dilepas sampai sekarang.“Kamu baring yang benar, tante akan kasih main ekor kucingnya. Tapi, kamu harus patuh, nggak boleh berisik.”Dengan wajah memerah, tante mengatur posisiku dan menanggalkan pakaiannya. Sambil berpura-pura asik memainkan ekor kucing itu, otakku terus berputar mencari cara.Ini adalah kesempatan langka, kalau sampai terlewatkan, entah kapan lagi kesempatan seperti ini akan datang.Setelah ronde singkat itu selesai, dalam hati aku mulai membandingkan antara Holina dan tante.Kedua wanita ini punya kelebihan masing-masing. Holina tampak muda, cantik dan sangat berani.Namun, tante pun tidak kalah. Meski agak pemalu dan tertutup, dia jauh lebih memikat. Terutama sepasang buah dadanya ya

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 7

    Karena aku sedang berpura-pura menjadi orang bodoh, begitu melihat Holina mendekat, aku langsung mendorongnya dan berteriak sambil menghindar.“Jangan kabur, dong. Kakak punya permen di sini, ini untukmu. Kakak mau memijatmu sebentar. Pijatan tadi terasa enak, ‘kan?”Holina mengeluarkan beberapa buah permen untukku. Melihat aku asik makan permen dengan gembira, dia pun mulai melancarkan aksinya.“Pijat… aku mau tante ikut juga. Kalau tante dan kakak bersama seperti tadi, aku akan senang sekali.”Mumpung dia bertanya, tentu saja aku harus menyeret tante juga. Kalau mereka berdua bisa bersama, akan sangat indah sekali.Tadi di dalam ruang siaran memang merangsang, tapi kami belum benar-benar melakukannya.Sekarang siarannya sudah mati, saatnya menikmati ini dengan sungguh-sungguh.Holina melirik ke arah tante, tapi tante langsung menolak dengan wajah memerah, “Jangan harap! Tadi itu demi siaran, kalau sekarang aku nggak punya muka untuk melakukannya.”Holina menghela napas tanda kecewa d

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 6

    “Posisi kalian kurang, ganti yang lain! Kami baru akan kasih empat juta kalau adegannya benar-benar menggemparkan.”“Si bodoh itu juga jangan diam saja, tangannya harus ikut interaksi dengan kalian. Mainkan jarinya!”Awalnya, tante merasa agak malu dan kaku, jadi semuanya dipandu oleh Holina.Karena tante agak canggung, si sultan merasa tidak puas. Untuk memacu semangat mereka, dia menyawer dua juta untuk masing-masing sebagai pemanasan.Melihat uang masuk, Holina segera menarik tante untuk mengubah taktik. Apapun yang ingin penonton lihat, akan mereka lakukan.Aku yang dilayani oleh mereka berdua merasa seperti di surga, seluruh tubuhku seolah melayang di atas awan. Setiap sel di tubuhku merasakan kenikmatan yang tak terlukiskan.Ternyata bermain bertiga jauh lebih seru dan merangsang.Setelah aku mencapai puncak sekali, si sultan semakin ketagihan menonton dan sawerannya terus mengalir tanpa henti.“Ganti pakai kostum kucing dan rubah, lalu ulang lagi! Aku tambah dua juta lagi. Punya

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 5

    Tubuh tante agak gemetar, dia menggoyangkan pantatnya yang montok itu.Jangankan si berondong, aku yang melihatnya saja merasa darahku mendidih, seolah mau meledak.Si berondong menyuruhku segera memakan permen lolipop itu.Aku pun sangat bersemangat dan langsung mendekat.“Iya benar, begitu caranya! Pintar sekali, luar biasa!” teriak si berondong dengan wajah memerah karena kegirangan.Kemudian, dia berdiri di depan tante dan melepaskan ikat pinggangnya.“Hei nakal, bagaimana rasanya? Seru sekali, ‘kan?”Tante tampak sangat bergairah, “Yogi pintar sekali… rasanya nyaman sekali….”Pipinya merona, dia sudah mulai kehilangan kendali. Melihat senjata yang dikeluarkan si berondong, matanya memancarkan gairah. Dia langsung mendekatkan wajah cantiknya dan mulai melayani dengan mulutnya.Sambil sesekali mendongak menatap si berondong dengan tatapan mata yang sayu dan menggoda.Aku bekerja keras menghabiskan permen itu dan segera membuat tante banjir hingga wajahku berantakan terkena cairannya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status