Share

Rahasiaku Dengan Istri Omku
Rahasiaku Dengan Istri Omku
Penulis: Ungu

Bab 1

Penulis: Ungu
Beberapa tahun lalu, aku mengalami kecelakaan. Nyawaku memang tertolong, tapi aku menjadi bodoh.

Karena orang tuaku sibuk bekerja dan sering dinas luar kota, mereka menitipkanku pada istri omku.

Belum genap sebulan aku tinggal di rumahnya, sebuah insiden jatuh yang tak sengaja malah secara ajaib menyembuhkanku.

Namun, aku memilih untuk tetap berpura-pura bodoh demi bisa mengambil kesempatan pada tanteku.

Karena tante merasa aku adalah si bodoh yang tak mengerti apa-apa soal hubungan pria dan wanita. Dia tak pernah lagi canggung memperlihatkan tubuhnya di depanku.

Setiap om sedang tidak ada di rumah, dia hanya akan mengenakan pakaian rumah yang sangat tipis dan transparan, bahkan sering mengganti pakaian tepat di hadapanku.

Setiap kali melihatnya mondar-mandir dengan gaun tidur yang tipis, memperlihatkan dua buah yang begitu besar dan montok itu berguncang hebat, aku sampai menelan ludah sangking tergiurnya.

Sudah tak terhitung berapa kali aku berfantasi dalam mimpi, menindih tubuhnya, meraba setiap bagian tubuhnya dan membiarkan hasratku meledak di dalam dirinya.

Dalam mimpi itu, dia akan mendesah hebat karena setiap sentuhanku. Dada penuh yang berguncang itu akan kupegang di tangan. Sensasi kelembutan dan kehangatannya terus terbayang-bayang di benakku bahkan setelah aku terbangun.

Aku selalu ingin merasakan sensasi aslinya.

Tak membutuhkan waktu lama, kesempatan itu sudah datang.

Sejak suatu hari, tante mulai memberiku pijatan khusus secara pribadi. Dia sengaja mempelajari teknik pijat titik saraf kepala dan urut untukku. Kata dokter, hal itu bisa menstimulasi saraf otak dan membantu pemulihan.

Malam ini, aku berbaring di pakuannya. Dia hanya mengenakan daster rendah yang tipis tanpa bra. Puting bahkan tampak samar menembus kain, memperlihat warna merah muda yang pucat.

Pipiku menempel pada perutnya yang hangat dan lembut. Hanya dengan menoleh, aku bisa mencium area intimnya. Mencium aroma tubuhnya yang menggoda dan melihat sepasang dada yang berguncang mengikuti gerakannya, hatiku terasa sangat geli. Rasanya ingin sekali aku mengulurkan tangan untuk mencobanya.

Jadi, aku pun mengulurkan tangan, mencubit puting yang terlihat jelas dan menggoda itu.

Dia tersentak kaget karena tindakanku yang memegang bagian sensitifnya. Belum sempat dia bereaksi, suara desahan sudah keluar dari celah bibirnya dan tubuhnya reflek menegak. Gerakan itu justru membuat kedua gumpalan lembut itu langsung menekan wajahku. Tanpa sadar, aku menjulurkan lidah dan menjilat puting yang berada tepat di depanku.

“Aaah! Yogi… apa yang kamu lakukan… hm….” Dia tiba-tiba menegakkan tubuhnya, satu tangannya menutupi kain daster yang basah karena jilatanku, wajahnya tampak memerah.

Aku berpura-pura bodoh dengan bertepuk tangan, terus-terusan berteriak menyenangkan. Kalau tidak diperbolehkan, aku langsung berulah dan berguling-guling menangis.

“Aku mau main! Kalau tante nggak kasih main bola, aku bakal lapor dengan om, biar dia memukul pantatmu!”

Seperti anak kecil yang tak diberi permen, aku menarik-narik tangannya yang menutupi dada dan terus menarik kerah bajunya.

Tarikanku membuatnya oleng, kerah bajunya melorot dan mengekspos satu sisi dadanya yang penuh dan lembut, tepat di bagian yang kujilat tadi. Saat ini, putingnya sudah berdiri tegak dan tampak basah berkilau.

Dia sempat ingin bicara, tapi saat menatap mataku, perlahan pandangannya melembut.

Akhirnya, tante pun melepaskan tangannya, membiarkan aku memainkan kelembutan itu. Dia bahkan agak membungkuk, mendekatkan dadanya padaku.

“Ya sudah, tante kasih main, tapi jangan bilang ke ommu, ya? Ini rahasia kita, ya?” Dia pikir aku masih punya masalah mental dan akan bicara sembarangan.

Kalau hal semacam ini sampai terdengar ke telinga om, pasti akan menimbulkan salah paham.

Aku pun berhenti menangis dan mulai tersenyum puas. Aku terdiam sambil memainkan bagian yang montok itu, sementara dia melanjutkan pijatannya.

Ini pertama kalinya aku menyentuh sesuatu yang begitu lembut dan montok. Rasanya jauh lebih baik daripada fantasi dalam mimpiku. Hanya dengan beberapa remasan saja, bekas merah sudah tertinggal. Di sela-sela jariku yang mencengkeram dadanya, daging putih lembut itu seolah-olah tumpah keluar. Aku meremas-remas daging malang itu sesuka hati, membiarkan kulit putihnya dipenuhi jejak merah bekas permainan tangan pria.

Gerakan tangan tante mulai gemetar.

Menyadari getarannya, aku melepaskan tanganku dan beralih mengelus puting yang sudah mengeras, bahkan menjulurkan lidah untuk menjilat dan menghisapnya.

Tante benar-benar tidak sanggup melanjutkan pijatannya. Suaranya gemetar hebat karena ulahku. Aku melirik sekilas dan sudah tampak sedikit noda basah di celananya.

“Jangan… Yogi… ah… berhenti….”

Akhirnya dia tak tahan lagi, mendorongku menjauh dan dengan wajah merah segera memasukkan kembali dadanya ke dalam baju.

“Tunggu tante sebentar, main puzzle di sana dulu, ya? Tante… tante ada urusan sedikit. Kalau kamu baik-baik di sana, nanti tante kasih permen….”

“Asik! Kapan tante kasih permennya?” Aku berpura-pura bodoh sambil menarik-narik ujung roknya.

“Aah… nanti… akhir pekan… tante akan kasih diam-diam… hm… ya?”

Saat menjadi si bodoh sebelumnya, hal yang paling aku sukai adalah makan permen. Tante sering menggunakan permen untuk membujukku. Mendengar ucapannya, aku berakting senang dan lari ke sudut ruangan untuk lanjut bermain puzzle.

Sambil bermain puzzle, aku diam-diam mengamati tante. Ternyata dia membawa sebuah mainan ke dalam kamar mandi!

Diiringi suara air yang becek dan desahan wanita yang sedang dilanda gairah dari dalam sana, aku memejamkan mata dan membayangkan rupa tante saat ini.

Ternyata tante juga sangat sensitif, baru digoda begitu saja sudah tidak tahan.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 10

    Aku langsung menguasai tubuhnya sepenuhnya. Kami menyatu begitu erat dan aku mulai menjelajahi setiap bagian tubuh yang selama ini hanya ada dalam fantasiku.Tante yang setengah sadar mengira aku adalah om. Awalnya, dia sempat ingin menolak, tapi dia tak kuasa menahan gejolak gairah yang mulai kubangkitkan di dalam dirinya.“Pelankan suaramu sedikit, jangan sampai Holina mendengarnya,” ujar tante dengan nada agak kesal. Tapi, karena menginginkannya juga, akhirnya dia membiarkan saja setiap tindakanku.Dalam kegelapan, ditambah kondisi tante yang sedang mabuk, aku pun semakin berani. Setelah memuaskannya, aku juga memintanya untuk memanjakanku dan diriku kembali menikmati kepuasan itu sekali lagi.“Sayang, cepatlah sedikit. Kamu lumayan berguna malam ini, jangan sampai mengecewakanku,” desak tante padaku, sambil mengatur posisinya.Tanganku sampai gemetar karena sangking semangatnya. Akhirnya, kali ini tidak akan ada gangguan dan aku tak perlu berhenti di pertengahan lagi.Setidaknya da

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 9

    Keduanya saling memuaskan satu sama lain dengan gerakan yang penuh gairah. Tak butuh waktu lama, Holina pun mulai terbakar gairah.“Aku sudah sangat menginginkannya. Waktumu cukup sampai dia pulang?” Holina menggoyangkan pinggangnya yang ramping dengan gelisah, wajahnya tampak memerah. “Suara pintu terbuka akan terdengar kalau dia balik. Aku akan usahakan secepat mungkin.”Om mendengus tidak sabar dan segera merangkak ke belakangnya seperti seekor anjing, lalu menyatu dengan panas.Aku merasa bagian terbaik menjadi orang bodoh adalah bisa menonton mereka melakukan adegan panas secara langsung kapan saja dan di mana saja.Ini jauh lebih merangsang daripada menonton film.Aku tak menyangka ternyata om cukup hebat juga sampai bisa menaklukkan Holina dalam waktu singkat, bahkan berani melakukannya di dapur.Sempat terlintas di pikiranku untuk membongkar aksi mereka, tapi aku segera mengurungkan niat itu. Pikirku, ini justru bagus. Jika suatu saat nanti Holina berani mengungkit soal aku ya

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 8

    “Aku mau main! Main kucing-kucingan! Kucingnya nyaman sekali. Tante, mana ekor kucingnya?” Aku bertepuk tangan kegirangan seperti orang bodoh, sangat kooperatif dan menerjang ke tubuhnya.Begitu menoleh, aku melihat bahwa ternyata ekor kucing itu terpasang di bagian belakangnya, belum dilepas sampai sekarang.“Kamu baring yang benar, tante akan kasih main ekor kucingnya. Tapi, kamu harus patuh, nggak boleh berisik.”Dengan wajah memerah, tante mengatur posisiku dan menanggalkan pakaiannya. Sambil berpura-pura asik memainkan ekor kucing itu, otakku terus berputar mencari cara.Ini adalah kesempatan langka, kalau sampai terlewatkan, entah kapan lagi kesempatan seperti ini akan datang.Setelah ronde singkat itu selesai, dalam hati aku mulai membandingkan antara Holina dan tante.Kedua wanita ini punya kelebihan masing-masing. Holina tampak muda, cantik dan sangat berani.Namun, tante pun tidak kalah. Meski agak pemalu dan tertutup, dia jauh lebih memikat. Terutama sepasang buah dadanya ya

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 7

    Karena aku sedang berpura-pura menjadi orang bodoh, begitu melihat Holina mendekat, aku langsung mendorongnya dan berteriak sambil menghindar.“Jangan kabur, dong. Kakak punya permen di sini, ini untukmu. Kakak mau memijatmu sebentar. Pijatan tadi terasa enak, ‘kan?”Holina mengeluarkan beberapa buah permen untukku. Melihat aku asik makan permen dengan gembira, dia pun mulai melancarkan aksinya.“Pijat… aku mau tante ikut juga. Kalau tante dan kakak bersama seperti tadi, aku akan senang sekali.”Mumpung dia bertanya, tentu saja aku harus menyeret tante juga. Kalau mereka berdua bisa bersama, akan sangat indah sekali.Tadi di dalam ruang siaran memang merangsang, tapi kami belum benar-benar melakukannya.Sekarang siarannya sudah mati, saatnya menikmati ini dengan sungguh-sungguh.Holina melirik ke arah tante, tapi tante langsung menolak dengan wajah memerah, “Jangan harap! Tadi itu demi siaran, kalau sekarang aku nggak punya muka untuk melakukannya.”Holina menghela napas tanda kecewa d

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 6

    “Posisi kalian kurang, ganti yang lain! Kami baru akan kasih empat juta kalau adegannya benar-benar menggemparkan.”“Si bodoh itu juga jangan diam saja, tangannya harus ikut interaksi dengan kalian. Mainkan jarinya!”Awalnya, tante merasa agak malu dan kaku, jadi semuanya dipandu oleh Holina.Karena tante agak canggung, si sultan merasa tidak puas. Untuk memacu semangat mereka, dia menyawer dua juta untuk masing-masing sebagai pemanasan.Melihat uang masuk, Holina segera menarik tante untuk mengubah taktik. Apapun yang ingin penonton lihat, akan mereka lakukan.Aku yang dilayani oleh mereka berdua merasa seperti di surga, seluruh tubuhku seolah melayang di atas awan. Setiap sel di tubuhku merasakan kenikmatan yang tak terlukiskan.Ternyata bermain bertiga jauh lebih seru dan merangsang.Setelah aku mencapai puncak sekali, si sultan semakin ketagihan menonton dan sawerannya terus mengalir tanpa henti.“Ganti pakai kostum kucing dan rubah, lalu ulang lagi! Aku tambah dua juta lagi. Punya

  • Rahasiaku Dengan Istri Omku   Bab 5

    Tubuh tante agak gemetar, dia menggoyangkan pantatnya yang montok itu.Jangankan si berondong, aku yang melihatnya saja merasa darahku mendidih, seolah mau meledak.Si berondong menyuruhku segera memakan permen lolipop itu.Aku pun sangat bersemangat dan langsung mendekat.“Iya benar, begitu caranya! Pintar sekali, luar biasa!” teriak si berondong dengan wajah memerah karena kegirangan.Kemudian, dia berdiri di depan tante dan melepaskan ikat pinggangnya.“Hei nakal, bagaimana rasanya? Seru sekali, ‘kan?”Tante tampak sangat bergairah, “Yogi pintar sekali… rasanya nyaman sekali….”Pipinya merona, dia sudah mulai kehilangan kendali. Melihat senjata yang dikeluarkan si berondong, matanya memancarkan gairah. Dia langsung mendekatkan wajah cantiknya dan mulai melayani dengan mulutnya.Sambil sesekali mendongak menatap si berondong dengan tatapan mata yang sayu dan menggoda.Aku bekerja keras menghabiskan permen itu dan segera membuat tante banjir hingga wajahku berantakan terkena cairannya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status