Short
Rahasiaku Dengan Istri Omku

Rahasiaku Dengan Istri Omku

By:  UnguCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah kecelakaan itu, tante meremehkanku karena mengira aku sudah menjadi bodoh. Dia tak pernah lagi menutupi tubuhnya di depanku. Bahkan saat aku mulai mencari kesempatan padanya, dia terpaksa harus terus membujukku dengan sabar. Aku pun semakin menjadi-jadi, perlahan-lahan menguji batasan kesabarannya. Hingga pada suatu hari, saat om sedang tidur lelap, aku menyelinap ke ranjang tante untuk menikmati tubuh indah yang sudah lama kudambakan. Tante gemetar di pelukanku. Karena takut om akan terbangun, dia terpaksa menahan suaranya sambil tetap berusaha membujukku, ‘si bodoh’ ini. Dia perlahan kehilangan tenaga, tersiksa di antara rasa nikmat dan bersalah…. Satu hal yang tidak dia ketahui, sebenarnya aku sudah lama sembuh dan kembali normal.

View More

Chapter 1

Bab 1

Beberapa tahun lalu, aku mengalami kecelakaan. Nyawaku memang tertolong, tapi aku menjadi bodoh.

Karena orang tuaku sibuk bekerja dan sering dinas luar kota, mereka menitipkanku pada istri omku.

Belum genap sebulan aku tinggal di rumahnya, sebuah insiden jatuh yang tak sengaja malah secara ajaib menyembuhkanku.

Namun, aku memilih untuk tetap berpura-pura bodoh demi bisa mengambil kesempatan pada tanteku.

Karena tante merasa aku adalah si bodoh yang tak mengerti apa-apa soal hubungan pria dan wanita. Dia tak pernah lagi canggung memperlihatkan tubuhnya di depanku.

Setiap om sedang tidak ada di rumah, dia hanya akan mengenakan pakaian rumah yang sangat tipis dan transparan, bahkan sering mengganti pakaian tepat di hadapanku.

Setiap kali melihatnya mondar-mandir dengan gaun tidur yang tipis, memperlihatkan dua buah yang begitu besar dan montok itu berguncang hebat, aku sampai menelan ludah sangking tergiurnya.

Sudah tak terhitung berapa kali aku berfantasi dalam mimpi, menindih tubuhnya, meraba setiap bagian tubuhnya dan membiarkan hasratku meledak di dalam dirinya.

Dalam mimpi itu, dia akan mendesah hebat karena setiap sentuhanku. Dada penuh yang berguncang itu akan kupegang di tangan. Sensasi kelembutan dan kehangatannya terus terbayang-bayang di benakku bahkan setelah aku terbangun.

Aku selalu ingin merasakan sensasi aslinya.

Tak membutuhkan waktu lama, kesempatan itu sudah datang.

Sejak suatu hari, tante mulai memberiku pijatan khusus secara pribadi. Dia sengaja mempelajari teknik pijat titik saraf kepala dan urut untukku. Kata dokter, hal itu bisa menstimulasi saraf otak dan membantu pemulihan.

Malam ini, aku berbaring di pakuannya. Dia hanya mengenakan daster rendah yang tipis tanpa bra. Puting bahkan tampak samar menembus kain, memperlihat warna merah muda yang pucat.

Pipiku menempel pada perutnya yang hangat dan lembut. Hanya dengan menoleh, aku bisa mencium area intimnya. Mencium aroma tubuhnya yang menggoda dan melihat sepasang dada yang berguncang mengikuti gerakannya, hatiku terasa sangat geli. Rasanya ingin sekali aku mengulurkan tangan untuk mencobanya.

Jadi, aku pun mengulurkan tangan, mencubit puting yang terlihat jelas dan menggoda itu.

Dia tersentak kaget karena tindakanku yang memegang bagian sensitifnya. Belum sempat dia bereaksi, suara desahan sudah keluar dari celah bibirnya dan tubuhnya reflek menegak. Gerakan itu justru membuat kedua gumpalan lembut itu langsung menekan wajahku. Tanpa sadar, aku menjulurkan lidah dan menjilat puting yang berada tepat di depanku.

“Aaah! Yogi… apa yang kamu lakukan… hm….” Dia tiba-tiba menegakkan tubuhnya, satu tangannya menutupi kain daster yang basah karena jilatanku, wajahnya tampak memerah.

Aku berpura-pura bodoh dengan bertepuk tangan, terus-terusan berteriak menyenangkan. Kalau tidak diperbolehkan, aku langsung berulah dan berguling-guling menangis.

“Aku mau main! Kalau tante nggak kasih main bola, aku bakal lapor dengan om, biar dia memukul pantatmu!”

Seperti anak kecil yang tak diberi permen, aku menarik-narik tangannya yang menutupi dada dan terus menarik kerah bajunya.

Tarikanku membuatnya oleng, kerah bajunya melorot dan mengekspos satu sisi dadanya yang penuh dan lembut, tepat di bagian yang kujilat tadi. Saat ini, putingnya sudah berdiri tegak dan tampak basah berkilau.

Dia sempat ingin bicara, tapi saat menatap mataku, perlahan pandangannya melembut.

Akhirnya, tante pun melepaskan tangannya, membiarkan aku memainkan kelembutan itu. Dia bahkan agak membungkuk, mendekatkan dadanya padaku.

“Ya sudah, tante kasih main, tapi jangan bilang ke ommu, ya? Ini rahasia kita, ya?” Dia pikir aku masih punya masalah mental dan akan bicara sembarangan.

Kalau hal semacam ini sampai terdengar ke telinga om, pasti akan menimbulkan salah paham.

Aku pun berhenti menangis dan mulai tersenyum puas. Aku terdiam sambil memainkan bagian yang montok itu, sementara dia melanjutkan pijatannya.

Ini pertama kalinya aku menyentuh sesuatu yang begitu lembut dan montok. Rasanya jauh lebih baik daripada fantasi dalam mimpiku. Hanya dengan beberapa remasan saja, bekas merah sudah tertinggal. Di sela-sela jariku yang mencengkeram dadanya, daging putih lembut itu seolah-olah tumpah keluar. Aku meremas-remas daging malang itu sesuka hati, membiarkan kulit putihnya dipenuhi jejak merah bekas permainan tangan pria.

Gerakan tangan tante mulai gemetar.

Menyadari getarannya, aku melepaskan tanganku dan beralih mengelus puting yang sudah mengeras, bahkan menjulurkan lidah untuk menjilat dan menghisapnya.

Tante benar-benar tidak sanggup melanjutkan pijatannya. Suaranya gemetar hebat karena ulahku. Aku melirik sekilas dan sudah tampak sedikit noda basah di celananya.

“Jangan… Yogi… ah… berhenti….”

Akhirnya dia tak tahan lagi, mendorongku menjauh dan dengan wajah merah segera memasukkan kembali dadanya ke dalam baju.

“Tunggu tante sebentar, main puzzle di sana dulu, ya? Tante… tante ada urusan sedikit. Kalau kamu baik-baik di sana, nanti tante kasih permen….”

“Asik! Kapan tante kasih permennya?” Aku berpura-pura bodoh sambil menarik-narik ujung roknya.

“Aah… nanti… akhir pekan… tante akan kasih diam-diam… hm… ya?”

Saat menjadi si bodoh sebelumnya, hal yang paling aku sukai adalah makan permen. Tante sering menggunakan permen untuk membujukku. Mendengar ucapannya, aku berakting senang dan lari ke sudut ruangan untuk lanjut bermain puzzle.

Sambil bermain puzzle, aku diam-diam mengamati tante. Ternyata dia membawa sebuah mainan ke dalam kamar mandi!

Diiringi suara air yang becek dan desahan wanita yang sedang dilanda gairah dari dalam sana, aku memejamkan mata dan membayangkan rupa tante saat ini.

Ternyata tante juga sangat sensitif, baru digoda begitu saja sudah tidak tahan.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status