Beranda / Romansa / Rahim Sewaan / Bab 88 - ( Arini Berbohong )

Share

Bab 88 - ( Arini Berbohong )

Penulis: Nkpurna
last update Tanggal publikasi: 2025-10-30 15:35:53

Setelah berpamitan, Reno segera mengajak Sony pergi. Kali ini ia tak mengajak Johan, karena Laura masih membutuhkan penjagaan, namun Laura menolak disediakan bodyguard. Reno akan lebih tenang jika Johan yang berganti menjaga Laura, karena Laura pun tak menolak hal itu.

Setelah Reno memasuki mobil, Sony segera berdehem sebelum ia melajukan mobilnya.

"Bos, apa rapat dengan Purna Jaya tidak jadi direschedule? " Tanya Sony saat mengira Reno akan menghadiri rapat yang sempat akan ditunda karen
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rahim Sewaan   Bab 96 - ( Pertaruhan Reputasi )

    Laura dibantu Keysa untuk masuk ke dalam rumah. Penyerangan Arini masih menyisakan ketegangan. Membuat Laura yang masih sedikit syok berjalan dengan tatapan kosong. Setelah mereka duduk di ruang tamu, Keysa menggenggam tangan Laura. Ia tersenyum tulus sambil berkata dengan lembut. "Jangan terlalu banyak berfikir. Ada kami disini yang akan selalu berada dipihakmu." Laura tersenyum tipis dan tak mampu menjawabnya. Johan dan Rina menyaksikan apa yang terjadi diluar tadi. Rasa sedih dan tak berdaya membuat keduanya lemas melihat itu. Untungnya, Reno dapat dapat mencegahnya diwaktu yang tepat. Mereka akhirnya bisa menghembuskan napas lega. Laura memalingkan wajah, kemudian memandangi wajah kedua orang tuanya yang tampak muram. Seketika ia merasa bersalah. Laura berkata dengan lirih. "Maaf, selalu membuat kalian khawatir. " Laura menunduk dan mengaitkan jari-jari tangannya. "Mana mungkin kami nggak khawatir. " Johan bergumam pelan, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. I

  • Rahim Sewaan   Bab 95 - ( Batas Sabar )

    Reno membawa Arini masuk ke dalam mobil. Ia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Raut wajahnya muram, matanya merah menahan emosi. Baru kali ini Arini melihat perubahan sikap suaminya yang sedang marah. Arini sampai bergidik dan berkali memohon ampun walau Reno tak menggubrisnya. Mobil berhenti di halaman rumah orangtuanya. Arini menghembuskan napas legas. Setidaknya, Reno tak membawanya ke kantor polisi sesuai ketakutannya. Namun belum sempat Arini merasakan tenang, Reno menyeretnya keluar dengan kasar. "Turun!" Selama lima tahun menikah, Arini baru melihat sifat arogan Reno. Ia tak pernah sekalipun mendapat perlakuan kasar seperti ini. "Reno, aku akan menjelaskan,," Belum sempat Arini berbicara, Reno dengan cepat menyelanya. "Cukup. Kita sudah bernegosiasi, namun kamu melewatkan kesempatan itu. " Mendengar ada keributan, Sofyan dan Feli bergegas keluar untuk memastikannya. "Ada apa ini?" Sofyan dengan tegas, mendekati mereka yang bertengkar di luar rumah.

  • Rahim Sewaan   Bab 94 - ( Membasmi Kuman )

    Saat berjalan, Keysa menarik Laura agar duduk di kursi taman yang tak jauh sana. "Kakak tunggu disini, aku akan segera kembali. " Keysa berbalik meninggalkan Laura yang masih diam tanpa ekspresi. Setelah beberapa saat, dia kembali dengan membawa sebotol air mineral ditangannya. "Kak Laura, minumlah dulu. " Laura menerimanya dan meninum sedikit air itu. Setelah merasa lebih baik, Laura baru membuka mulutnya. "Mengapa kamu tiba-tiba bisa ada disini?" Keysa tersenyum. "Aku mau mengunjungimu ke rumah Pak Johan. Tapi nggak sengaja melihatmu berjalan keluar, jadi aku terpaksa mengikutimu. " Laura menghembuskan napas pasrah. "Jadi kamu sudah mendengar semuanya?" Keysa mengangguk tanpa ragu. "Aku tak menyangka hidupku begitu rumit. Orang yang kupercaya dan kusayangi selama ini menancapkan duri begitu dalam. " Laura tersenyum getir. Pada akhirnya ia meluapkan kekesalannya dan tak ingin memendam lagi. "Aku mengerti. Ini nggak mudah bagimu. Tapi, alangkah baiknya jika

  • Rahim Sewaan   Bab 93 - ( Potongan Puzzle )

    Menjelang sore, Laura merasa bosan. Ia memutuskan untuk mengunjungi rumah teman lamanya, Dina. Rumah Dina tak jauh darisana. Hanya cukup berjalan kurang dari 100 meter dari rumah orangtuanya. Menimbang perut Dina terlihat sudah membesar beberapa waktu yang lalu, Laura mengira jika temannya pasti sudah menggunakan waktu cuti kerja. Atau paling tidak, hari Sabtu biasanya kantor Reno buka setengah hari. Laura lebih bersemangat, ia berjalan dengan wajah berseri, bersiap mendengar beberapa cerita yang telah ia lewatkan beberapa bulan ini. Baru saja Laura sampai di gerbang rumah Dina, ia melihat Lastri keluar dan menutup pintu rumahnya. Lastri mendongak saat menyadari ada seseorang yang memasuki gerbangnya. Ketika menyadari Laura yang berjalan ke arahnya, wajahnya menjadi menegang. Laura tersenyum, menyapa Lastri yang masih diam membeku. "Sore, Tante. Lama tidak bertemu." Laura mengulurkan tangannya, hendak menyalaminya. Lastri hanya diam dengan wajah yang masih d

  • Rahim Sewaan   Bab 92 - ( Pengalihan Isu )

    "Apartemen Centra? Hadiah ulang tahunku itu? Masih baik-baik saja. Mengapa kamu tiba-tiba menanyakan hal yang pernah kamu kasih ke aku?" Tanya Arini mencoba tetap tenang. Reno menatapnya tajam, dia tidak menyela dan tidak bereaksi apapun. Matanya menyelidik, mencari kebenaran dimata manik hitam milik Arini. Melihat Reno tak menanggapi, Arini kembali melanjutkan. "Dan mengapa kamu bertanya perihal gedung tua milik Wijaya Group? Selama ini, kamu bahkan tidak mau aku mencampuri urusan keluarga Wijaya. Bukankah Papa akan marah jika aku ikut campur masalah perusahaan?" Arini kembali berkilah. Ia membalikkan keadaan. Kali ini ia seolah mendapat celah untuk menyuarakan rasa ketidakadilannya di keluarga Wijaya. Reno memang selalu meratukannya, selalu bersikap manis, dan bahkan selalu membelanya. Namun sedikit perlakuan keluarganya yang menolak keras Arini untuk ikut campur urusan perusahaan, masih berbekas di hati Arini. "Aku tidak bertanya tentang sikap Papa yang tegas melarangmu untuk

  • Rahim Sewaan   Bab 91 - ( Kekhawatiran menjadi Ancaman )

    Arini berusaha bersikap tenang. Semua orang yang melihatnya tak boleh mengira jika ia sedang tidak baik-baik saja. Arini segera beranjak untuk membersihkan diri. Ia ingin terlihat segar saat Reno pulang nanti. Sehingga ia memutuskan untuk naik ke lantai atas agar segera mandi. Barusaja Arini menaiki satu anak tangga, suara mobil datang memasuki halaman Villa, membuatnya reflek menoleh dan berhenti melangkah. "Reno? Aku fikir dia datang terlalu cepat. Apa karena perjalanannya tak ada hambatan dari luar kota itu, ya?" Arini bergumam pelan sambil membalikkan badan, ia hendak menghampiri untuk menyambut kedatangan Reno. Baru beberapa saat terdengar pintu mobil ditutup, suara langkah kaki panjang dan tegas terdengar mendekati pintu. Tanpa ketukan dan sapaan, Reno berjalan masuk begitu saja. Dan berhenti saat jarak antara dirinya dan Arini hanya sekitar satu meter saja. Meski Arini sedikit heran saat melihat Reno seperti sedang buru-buru, namun ia tepis rasa itu dengan menyapa

  • Rahim Sewaan   Bab 31 - (Hampa)

    “Jadi, kapan kita akan pindah kemari?” Tanya Arini dengan antusias. “Bisa secepatnya. Lagipula kan kamar sudah aku siapkan, hanya tinggal mengambil barang-barang yang penting saja. “ “Aku mau lihat bagaimana dekorasi kamar kita, kamu tahu sendiri kan, aku nggak suka menempati kamar yang bukan sel

  • Rahim Sewaan   Bab 27 - ( Bawaan Bayi)

    Dengan cepat, Rina segera menyodorkan segelas air putih pada Laura. "Minumlah, nak." Laura menerimanya dan langsung meminumnya dengan perlahan. Ia Lalu menatap wajah sang ibu dengan penuh tanda tanya. "Makan itu pelan-pelan, kalau terburu-buru ya gitu, jadi tersedak." Ujar Rina yang cerewet.

  • Rahim Sewaan   Bab 23 - (Pernah jahat)

    Mobil telah sampai di halaman villa. Pak Bejo segera membantu membukakan pintu majikannya. "Terima kasih banyak, Pak Bejo. " Ujar Laura dengan ramah saat telah turun dari mobil tersebut. "Sama-sama, Non." Jawab Pak Bejo. "Pak, tolong tasnya antar ke kamar ya." Titah Reno dengan sopan. "

  • Rahim Sewaan   Bab 16 - (Perhatian Lebih)

    Laura terbangun saat matahari mulai menyalurkan kehangatannya. Dia menggeliat nikmat dengan mata yang memicing saat mulai merasakan sedikit silau dari cahaya yang menembus jendela. "Maaf mbak, jika hal ini mengejutkanmu, saya hanya terbiasa membuka tirai saat pagi agar cahaya masuk." Ujar seoran

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status