Home / Romansa / Rahim Sewaan / Bab 89 - ( Boom Chat )

Share

Bab 89 - ( Boom Chat )

Author: Nkpurna
last update publish date: 2025-10-31 12:54:46

Arini menyipitkan matanya yang sedang terpejam, lalu berusaha menutup wajahnya dengan selimut. Sinar matahari pagi yang menyorot lewat jendela kamarnya, menganggu tidur nyenyaknya.

"Sayang, apa kamu tidak mau membuatkanku sarapan pagi?" Tanya Gery sambil menyugar rambutnya yang basah dengan handuk.

Setelah mandi, Gery dengan sengaja membuka tirai gorden yang menutup rapat jendela. Ia ingin kilau cahaya membangunkan Arini yang sulit ia ganggu. Perutnya lapar dan ia ingin Arini memasakkanny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahim Sewaan   Bab 98 - (Ngidam jalan-jalan )

    "Lau, yang benar saja. Ini sudah malam. " Reno menolak dengan cepat. Laura menundukkan kepalanya. Ia mengerucutkan bibirnya sambil mengelus perutnya. Melihat Laura, Reno tampak tak berdaya. Baru saja ia meminta maaf, sudah membuat hati Laura tersentak kembali. "Aku izin sama Ayah dan Ibu dulu. " Reno berkata dengan pasrah sebelum akhirnya berbalik dan mencari Johan dan Rina. Mata Laura berbinar. Ia menatap Keysa dengan senyuman yang merekah. Keysa ikut tersenyum, sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk menyentuh perut Laura. "Keponakanku ada-ada saja. " Reno kembali bersama Johan dan Rina. "Kalau itu kemauan Cucu Ayah, Ayah tak bisa menolaknya." Johan berkata dengan pasrah. "Hati-hati. Jangan pulang terlalu larut. Bagaimanapun, tak baik bagi ibu hamil bepergian malam-malam begini. " Rina mengelus pundak Laura dengan lembut. "Jangan khawatir. Aku hanya ingin mencari angin segar. " Laura tersenyum sebelum akhirnya pergi dengan semangat. Laura dan Keysa baru saja mencapai ter

  • Rahim Sewaan   Bab 97 - (Anti Bunga Mawar )

    Malam telah tiba, Reno mengetuk pintu dengan sabar. Tangan kirinya tergantung di belakang memegangi sebuah buket bunga mawar merah. Ketika Johan membuka dan menyuruhnya masuk, tatapannya langsung tertuju pada Laura yang sedang duduk di kursi ruang tamu. Reno berdehem pelan, lalu beranjak mendekati Laura yang tak bergeming. Melihat situasi itu, Keysa menyela dengan nada canggung. "Aku mau pinjam toiletnya, Om, Tante." Johan dan Rina saling bertukar pandang, lalu mengangguk paham. "Silakan, kami juga mau ke kamar dulu. " Keduanya melenggang meninggalkan dua insan yang tampak diam membisu. Reno mengangkat tangan kirinya, mengulurkan buket yang sedari tadi ia sembunyikan dibalik punggungnya. "Sebagai permintaan maaf." Laura mengerutkan keningnya, tatapannya tertuju pada setumpuk bunga mawar merah yang telah dirangkai rapi. "Maaf untuk apa?" "Untuk semua hal. Terutama yang terjadi akhir-akhir ini. " Reno menundukkan pandangannya. Matanya menyiratkan penyesalan yang menda

  • Rahim Sewaan   Bab 96 - ( Pertaruhan Reputasi )

    Laura dibantu Keysa untuk masuk ke dalam rumah. Penyerangan Arini masih menyisakan ketegangan. Membuat Laura yang masih sedikit syok berjalan dengan tatapan kosong. Setelah mereka duduk di ruang tamu, Keysa menggenggam tangan Laura. Ia tersenyum tulus sambil berkata dengan lembut. "Jangan terlalu banyak berfikir. Ada kami disini yang akan selalu berada dipihakmu." Laura tersenyum tipis dan tak mampu menjawabnya. Johan dan Rina menyaksikan apa yang terjadi diluar tadi. Rasa sedih dan tak berdaya membuat keduanya lemas melihat itu. Untungnya, Reno dapat dapat mencegahnya diwaktu yang tepat. Mereka akhirnya bisa menghembuskan napas lega. Laura memalingkan wajah, kemudian memandangi wajah kedua orang tuanya yang tampak muram. Seketika ia merasa bersalah. Laura berkata dengan lirih. "Maaf, selalu membuat kalian khawatir. " Laura menunduk dan mengaitkan jari-jari tangannya. "Mana mungkin kami nggak khawatir. " Johan bergumam pelan, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.

  • Rahim Sewaan   Bab 95 - ( Batas Sabar )

    Reno membawa Arini masuk ke dalam mobil. Ia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Raut wajahnya muram, matanya merah menahan emosi. Baru kali ini Arini melihat perubahan sikap suaminya yang sedang marah. Arini sampai bergidik dan berkali memohon ampun walau Reno tak menggubrisnya. Mobil berhenti di halaman rumah orangtuanya. Arini menghembuskan napas lega. Setidaknya, Reno tak membawanya ke kantor polisi sesuai ketakutannya. Namun belum sempat Arini merasakan tenang, Reno menyeretnya keluar dengan kasar. "Turun!" Selama lima tahun menikah, Arini baru melihat sifat arogan Reno. Ia tak pernah sekalipun mendapat perlakuan kasar seperti ini. "Reno, aku akan menjelaskan,," Belum sempat Arini berbicara, Reno dengan cepat menyelanya. "Cukup. Kita sudah bernegosiasi, namun kamu melewatkan kesempatan itu. " Mendengar ada keributan, Sofyan dan Feli bergegas keluar untuk memastikannya. "Ada apa ini?" Sofyan dengan tegas, mendekati mereka yang bertengkar di luar

  • Rahim Sewaan   Bab 94 - ( Membasmi Kuman )

    Saat berjalan, Keysa menarik Laura agar duduk di kursi taman yang tak jauh sana. "Kakak tunggu disini, aku akan segera kembali. " Keysa berbalik meninggalkan Laura yang masih diam tanpa ekspresi. Setelah beberapa saat, dia kembali dengan membawa sebotol air mineral ditangannya. "Kak Laura, minumlah dulu. " Laura menerimanya dan meninum sedikit air itu. Setelah merasa lebih baik, Laura baru membuka mulutnya. "Mengapa kamu tiba-tiba bisa ada disini?" Keysa tersenyum. "Aku mau mengunjungimu ke rumah Pak Johan. Tapi nggak sengaja melihatmu berjalan keluar, jadi aku terpaksa mengikutimu. " Laura menghembuskan napas pasrah. "Jadi kamu sudah mendengar semuanya?" Keysa mengangguk tanpa ragu. "Aku tak menyangka hidupku begitu rumit. Orang yang kupercaya dan kusayangi selama ini menancapkan duri begitu dalam. " Laura tersenyum getir. Pada akhirnya ia meluapkan kekesalannya dan tak ingin memendam lagi. "Aku mengerti. Ini nggak mudah bagimu. Tapi, alangkah baiknya jika

  • Rahim Sewaan   Bab 93 - ( Potongan Puzzle )

    Menjelang sore, Laura merasa bosan. Ia memutuskan untuk mengunjungi rumah teman lamanya, Dina. Rumah Dina tak jauh darisana. Hanya cukup berjalan kurang dari 100 meter dari rumah orangtuanya. Menimbang perut Dina terlihat sudah membesar beberapa waktu yang lalu, Laura mengira jika temannya pasti sudah menggunakan waktu cuti kerja. Atau paling tidak, hari Sabtu biasanya kantor Reno buka setengah hari. Laura lebih bersemangat, ia berjalan dengan wajah berseri, bersiap mendengar beberapa cerita yang telah ia lewatkan beberapa bulan ini. Baru saja Laura sampai di gerbang rumah Dina, ia melihat Lastri keluar dan menutup pintu rumahnya. Lastri mendongak saat menyadari ada seseorang yang memasuki gerbangnya. Ketika menyadari Laura yang berjalan ke arahnya, wajahnya menjadi menegang. Laura tersenyum, menyapa Lastri yang masih diam membeku. "Sore, Tante. Lama tidak bertemu." Laura mengulurkan tangannya, hendak menyalaminya. Lastri hanya diam dengan wajah yang masih d

  • Rahim Sewaan   Bab 27 - ( Bawaan Bayi)

    Dengan cepat, Rina segera menyodorkan segelas air putih pada Laura. "Minumlah, nak." Laura menerimanya dan langsung meminumnya dengan perlahan. Ia Lalu menatap wajah sang ibu dengan penuh tanda tanya. "Makan itu pelan-pelan, kalau terburu-buru ya gitu, jadi tersedak." Ujar Rina yang cerewet.

  • Rahim Sewaan   Bab 23 - (Pernah jahat)

    Mobil telah sampai di halaman villa. Pak Bejo segera membantu membukakan pintu majikannya. "Terima kasih banyak, Pak Bejo. " Ujar Laura dengan ramah saat telah turun dari mobil tersebut. "Sama-sama, Non." Jawab Pak Bejo. "Pak, tolong tasnya antar ke kamar ya." Titah Reno dengan sopan. "

  • Rahim Sewaan   Bab 16 - (Perhatian Lebih)

    Laura terbangun saat matahari mulai menyalurkan kehangatannya. Dia menggeliat nikmat dengan mata yang memicing saat mulai merasakan sedikit silau dari cahaya yang menembus jendela. "Maaf mbak, jika hal ini mengejutkanmu, saya hanya terbiasa membuka tirai saat pagi agar cahaya masuk." Ujar seoran

  • Rahim Sewaan   Bab 12 - ( Kekecewaan Johan)

    “Aku tidak mendengar kabar pernikahannya. Dia seorang gadis, sudah setahun bekerja dengan sangat baik di kantor ini. Namun beberapa minggu lalu aku mendengar kabar kehamilannya yang tiba-tiba. Sebenarnya kabar ini merusak citra buruk perusahaan, aku juga sedang menangani hal ini.“ Reno kembali menj

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status