مشاركة

40. Yang Paling Pintar

مؤلف: SleepyFace
last update تاريخ النشر: 2026-05-16 14:35:48

Beberapa saat setelah ledakan itu, sosok Putri akhirnya keluar dari gedung yang mulai terbakar.

Api masih menyala di belakangnya sementara asap hitam membumbung tinggi ke langit namun Putri berjalan keluar dengan tenang.

Di tangannya masih ada bungkusan narkotika yang tadi dilempar Joni.

Joni yang melihat itu langsung menyeringai jahil.

“Gimana?”

Dia menunjuk bungkusan itu.

“Udah make belum?”

Putri langsung menatapnya datar. Tatapannya dingin. Dan kali ini jelas ada kemarahan di matanya. Namun
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   93. Kekuatan Baru Base

    Keesokan paginya, dua puluh lima orang itu kembali duduk di ruangan yang sama namun suasananya berbeda. Sangat berbeda.Jika kemarin mereka datang sebagai survivor biasa yang penuh harapan, hari ini mereka datang sebagai orang yang baru saja melewati malam paling menyakitkan dalam hidup mereka.Proses awakening yang dibantu Sindy tidak mudah bahkan sebagian dari mereka masih terlihat pucat. Ada yang matanya merah karena semalaman tidak bisa tidur. Ada yang sesekali mengusap lengannya karena masih teringat rasa sakit yang mereka alami.Tapi tidak ada satu pun yang terlihat menyesal. Sebaliknya, mata mereka justru jauh lebih hidup dibanding sebelumnya.Mereka duduk dengan punggung tegak dengan semangat baru dan dengan tujuan baru.Di depan ruangan, Joni, Pak Bram, Putri, dan Sindy berdiri bersama.Sindy baru saja selesai mengumpulkan formulir yang tadi pagi dibagikan.Setiap orang diminta menuliskan nama trait yang mereka dapatkan beserta penjelasan singkat mengenai kemampuannya.Sindy

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   92. Kelahiran Awakener

    Ruangan itu tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menampung dua puluh lima orang yang kini duduk rapi dalam beberapa baris.Tidak ada yang berbicara.Beberapa terlihat penasaran, beberapa terlihat tegang namun selama beberapa hari digembleng oleh Pak Bram, mereka sudah belajar satu hal, kalau diperintahkan diam, maka diam.Di depan ruangan, Pak Bram dan Putri berdiri menunggu lalu pintu terbuka dan Joni masuk.Seketika perhatian seluruh ruangan tertuju kepadanya. Joni melihat sekeliling ruangan sebentar lalu menarik kursi dan duduk santai.“Udah siap?”Tidak ada yang menjawab dan Pak Bram langsung angkat suara.“Kalian boleh santai sedikit. Ini bukan tes disiplin.”Beberapa orang akhirnya terlihat sedikit lebih rileks dan Pak Bram kemudian melangkah maju.“Latihan yang kalian jalani selama beberapa hari ini bukan latihan biasa.”Semua orang memperhatikan.“Ini latihan khusus.”Pak Bram berhenti sejenak.“Untuk tim yang akan menjadi tim elit kelompok ini.”Kalimat itu langsung membuat

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   91. Batas Kesabaran Charles

    Charles langsung menyadari satu hal. Kalau mereka panik jumlah korban akan berlipat ganda."Tim satu, blok jalur ke area sipil! Tim dua, bentuk garis tembak! Tim tiga, evakuasi semua warga dari sektor ini!"Perintah keluar satu demi satu tanpa jeda. Tidak ada teriakan panik dan tidak ada kebingungan. Semua pasukan langsung bergerak sesuai tugas masing-masing.Di sisi lain, Nada terus menahan laju monster itu.Gelombang suara berulang kali menghantam tubuh makhluk tersebut, memaksanya kehilangan keseimbangan setiap kali mencoba menerjang kerumunan.Meski tidak mampu membunuhnya, serangannya cukup untuk mengulur waktu dan waktu itulah yang dibutuhkan Charles.Beberapa kendaraan lapis baja mulai bergerak masuk ke area. Prajurit bersenjata berat turun dan langsung mengambil posisi."Buka tembakan!"Ratatatatatat!Puluhan senapan otomatis langsung menyala bersamaan dan peluru menghantam tubuh monster dari berbagai arah.Makhluk itu mengaum marah lalu berusaha menyerang salah satu posisi te

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   90. Buah Kegilaan

    Hari-hari berikutnya di kelompok Charles berjalan dengan pola yang hampir sama.Dan bagi Nada, semuanya terasa semakin menjengkelkan.Setiap pagi ia datang ke laboratorium khusus. Setiap pagi pula ia menanyakan hal yang sama.“Progres?”Awalnya para staf terlihat optimis.Mereka berhasil mendapatkan beberapa peralatan dari kampus yang ditunjuk Charles. Rudi bahkan kehilangan beberapa orang karena harus membersihkan gedung yang dipenuhi zombie sebelum alat-alat itu bisa dibawa pulang.Namun setelah alat itu dipasang hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.“Berapa sekarang?”“...tiga puluh dua persen, Bu.”Nada mengerutkan kening.“Tiga hari buat dua persen?”Para staf hanya saling melirik dan tidak ada yang berani menjawab. Beberapa hari kemudian.“Sekarang?”“Tiga puluh lima persen.”Nada memejamkan mata sesaat.“Masih tiga puluh lima?”“Analisisnya semakin sulit, Bu.”Salah satu staf menunjuk layar.“Komponen sederhananya sudah selesai. Yang tersisa sekarang bagian paling rumit.

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   89. Monster Buatan Manusia

    Pagi hari di markas kelompok Charles.Di dalam laboratorium khusus, suasana jauh dari kata santai. Beberapa staf terlihat kelelahan, gelas kopi kosong berserakan di meja, dan layar-layar analisis masih menampilkan data yang sama seperti semalam.Nada berdiri di depan salah satu monitor dengan tangan terlipat di dada. Wajahnya sudah mulai kesal.“Jadi?” tanyanya singkat.Salah satu staf menelan ludah sebelum menjawab.“Masih belum ada terobosan besar, Bu.”Nada langsung mengerutkan kening.“Belum ada?”Staf itu menggeleng.“Kami berhasil mengidentifikasi sebagian komponen dasar, tapi setelah itu prosesnya melambat drastis.”Ia menunjuk layar di depannya.“Progres analisis masih sekitar tiga puluh persen.”Nada menatap angka itu beberapa detik.“Semalaman cuma segini?”Tidak ada yang menjawab karena memang itulah kenyataannya. Salah satu peneliti lain akhirnya angkat suara.“Masalahnya bukan di bahan bakunya.”Ia menunjuk beberapa diagram molekul yang memenuhi layar.“Beberapa komponen

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   88. Pertanyaan yang Terlambat

    Malam mulai turun, tapi area dalam base justru kembali ramai.Pak Bram berjalan bersama Putri menuju area berkumpul para rekrutan. Mereka yang sejak pagi menunggu kini duduk berkelompok, wajah lelah tapi penuh harap.Begitu Pak Bram datang, suasana langsung sedikit tenang. Ia berdiri di depan mereka, menatap satu per satu.“Kalian semua… sudah terpilih.”Kalimat itu langsung mengubah ekspresi banyak orang. Ada yang langsung lega, ada yang hampir tidak percaya.Pak Bram melanjutkan dengan suara tegas tapi tidak kaku,“Mulai besok, kalian bukan lagi orang luar.”Ia berhenti sejenak.“Kalian bagian dari kelompok ini.”Hening sesaat, lalu beberapa orang mulai berbisik pelan dan Putri berdiri di samping, memperhatikan mereka.Pak Bram kemudian mengangkat sedikit suaranya,“Sebagai awal—”ia melirik ke belakang,“malam ini… kita makan.”Beberapa orang langsung saling pandang.“Sampai puas,” tambah Pak Bram.Kali ini reaksi mereka jelas berubah. Ada yang tersenyum, ada yang langsung terlihat

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status