Share

Pemaksaan

Penulis: Rcancer
last update Tanggal publikasi: 2026-02-26 02:31:46

Oji saat ini tengah duduk santai sambil beristirahat melepas lelah sambil memperhatikan orang-orang yang ada di lapangan.

Namun, secara tiba-tiba, dia terperanjat kala anak muda itu merasakan sesuatu pada pinggangnya.

Dengan cepat Oji menunduk. Mata anak itu langsung melebar kala menyaksikan dua tangan tengah melingkar erat memeluknya dari belakang.

Oji pun langsung menoleh ke belakang. "Mbak Mia?" Seru anak itu. "Apa yang kamu lakukan?" Oji mencoba berontak.

Namun sayang, Mia tak mau mengalah.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Menghidari Godaan

    Oji diserang gelisah. Anak muda itu yakin, wanita dewasa di depannya, sedang menggoda dan seperti memberi perangkap agar Oji masuk ke dalam jeratannya.Belajar dari pengalaman, gelagat yang ditunjukan lawan bicaranya sama persis yang terjadi pada para wanita sebelumnya. Bukannya Oji tak suka mendapat kesempatan enak lagi. Anak itu takut, jika nasib sial menghampirinya seperti yang dialami tetangga Pamannya beberapa waktu lalu."Kenapa diam? Lagi mikir apa hayo?" Wanita yang belum diketahui namanya kembali mengusik Oji membuat anak itu semakin gelagapan."Nggak mikir apa-apa, Mbak," kilah Oji sambil cengengesan tersipu."Yah, nggak asyik," raut si wanita malah cemberut. "Harusnya mikir aja loh, Mas. Apa mungkin selera kamu bukan janda?"Mata Oji sontak agak terbelalak. Dia tidak menyangka lawan bicaranya bisa berpikiran seperti itu. "Wajar sih, kalau kamu nggak suka janda, kamu masih muda, ganteng, pasti lebib suka yang sama-sama muda, iya kan?""Ya, belum tentu juga sih, Mbak," bal

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Godaan Lagi

    "Aaa...." Oji dan pemilik toko jatuh bersamaan dengan posisi Oji memunggungi pemilik toko. Jatuhnya tidak terlalu keras karena di belakang mereka ada beberapa barang yang menahannya.Namun, keduanya jadi kotor karena salah satu plastik tepung yang dipegang Oji sobek dan isinya berhamburan hingga mengotori tubuh dan pakaian mereka.Oji segera bangkit dan seketika rasa canggung menyergap keduanya karena tadi si wanita sempat menangkap tubuh Oji tapi gagal, malah jadi memeluk anak itu."Aduh, maaf, Mbak," ucap Oji tak enak hati. "Itu, tadi bangkunya licin," sambungnya sambil membersihkan badan dari taburan tepung."Nggak apa-apa," balas si pemilik toko yang juga melakukan hal yang sama. "Namanya juga bangku plastik."Oji tersenyum tipis dan dengan spontan dia melepas kaos yang dikenakan untuk membersihkan tepung."Tubuh yang bagus," celetuk si pemilik toko beberapa saat kemudian sampai membuat Oji terperanjat dan menatapnya.Si pemilik toko justru tersenyum dan dia melenggang pergi tanp

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Tugas Baru

    "Aaa....." Oji berteriak sangat kencang dan dia kehilangan keseimbangan. Motor melaju ke arah kiri hingga terperosok ke area sawah. Oji langsung menoleh tajam ke arah mobil dan dia matanya menyaksikan sosok yang dia kenal justru malah tersenyum manis."Nikmatin tuh, lumpur sawah, hahaha..." sosok itu melempar ejekan dan dengan santainya dia melajukan mobil tanpa rasa bersalah."Sialan," umpat Oji penuh amarah. Dia lantas terdiam beberapa saat sambil memperhatikan motornya. "Bisa-bisanya dia sengaja mau bikin aku celaka."Tubuh Oji pun bergerak untuk menyelamatkan motornya yang sudah kotor penuh lumpur. Kebetulan jalan dalam keadaan sepi, jadi terpaksa Oji mengamankan motor tersebut sendirian.Meski agak susah, akhirnya Oji berhasil menyelamatkan motornya. Oji pun segera mengecek keadaan motor barunya, takut ada kerusakan yang parah."Syukurlah," ujar Oji beberapa saat kemudian setelah memastikan semuanya baik-baik saja. Anak itu lantas menaiki motor dan kembali melajukannya.#####"

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Mantan Suami Rani

    "Rani! Ran!" Suara lantang seorang pria terdengar menggema, mengusik beberapa telinga manusia.Suara tersebut berasal dari sesosok pria yang saat ini baru saja memasuki halaman rumah seorang wanita.Wajahnya sama sekali tidak mencerminkan keramahan. Pria itu datang dengan menunjukan amarah yang mungkin sudah berkobar sebelum dia sampai di rumah itu."Rani, keluar kamu!" Pria itu kembali mengeluarkan suara lantang dan kali ini, tangannya juga turut bergerak, mengetuk pintu dengan sekuat tenaga."Rani!""Iya!" Sahutan yang sama lantangnya, terdengar dari dalam rumah dan suara itu sukses membungkam suara si pria."Ada apa?" Dengan ketus si pemilik rumah langsung melempar pertanyaan setelah membuka pintu."Seperti ini cara kamu menyambut kedatanganku?" Tanya sosok pria dengan suara lebih rendah, tapi masih terpancar kemarahan di wajahnya.Rani pun agak terperangah mendengarnya. "Emang aku harus gimana? Menyambutmu dengan senyuman manis?" cibir Rani."Ran...""Sudahlah," dengan tegas Rani

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Menikmati Suasana

    "Tio? Ngapain dia ke sini?" Oji nampak terkejut kala matanya menangkap sosok yang dia kenal, memasuki pintu gerbang rumah Rani, sambil menempelkan ponsel di telinganya, melangkah, menuju pintu utama rumah tersebut.Beruntung, kaca jendela rumah tersebut berwarna hitam, jadi dari arah luar tidak akan kelihatan keadaan di dalam rumah berlantai dua tersebut."Apa Mbak Rani beli melinjo pada Tio juga?" Seketika beragam pertanyaan muncul dalam pikiran Oji. "Apa mereka saling kenal sebelumnya?" Beberapa detik kemudian, Rani muncul dengan langkah agak terburu-buru. "Tunggu bentar ya, Ji, ada tamu," ucap wanita itu.Oji hanya mengangguk dan matanya terus mengawasi keadaan di luar rumah. Anak itu pun jadi merasa cemas, takut pemilik rumah memberitahukan keberadaan dirinya di rumah itu."Ternyata benar," gumam Oji. "Tio juga nganterin barang," ucapnya begitu melihat anak muda yang dia kenal, mengangkat karung dari depan pintu gerbang.Entah apa yang sedang diperbincangan antara Rani dan Tio,

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Ke Rumah Rani

    Oji melempar tatapan penasaran pada tamunya yang masih ada hubungannya dengan keluarga Arinda. Sedangkan sosok yang ditatap Oji, malah menyeringai, menumbuhkan rasa kesal pada benak anak muda itu."Kalau udah nggak ada urusan, aku akan masuk," karena malas berbasa-basi, Oji memilih bangkit dari duduknya, hendak masuk ke dalam rumah."Apa yang telah kamu lakukan pada Nadia?" Seketika gerakan tubuh Oji berhenti dan matanya kembali menatap sang tamu dengan raut wajah terkejut. "Nadia?" Ucap Oji agak lirih dan saat itu juga pikiran anak itu langsung berkelana kemana-mana.Sang tamu kembali tersenyum. "Kaget ya?" Ucap sang tamu. "Sama, aku juga kaget."Oji pun menjadi gusar dan kesal. Bukan jawaban seperti itu yang dia butuhkan. Oji memutar otak, agar dia bisa mendapatkan informasi yang tepat."Nadia siapa?" Daripada meluapkan kekesalannya, Oji memilih bersikap biasa saja dan berpura-pura. Anak itu sebenarnya tahu, Nadia yang mana, yang dimaksud oleh tamunya."Emang dikampung sini, yan

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Wah.... Dapat Bonus

    Langkah Oji seketika terhenti kala matanya menangkap sosok yang dia kenal, sedang bercanda bersama teman-teman barunya.Ada rasa iri dan kesal kala Oji melihat kebersamaan mantan sahabatnya yang nampak bahagia, berteman dengan orang-orang yang membenci Oji. Namun, dia segera menyadari kekuranganny

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Jadi Pendusta

    Oji pulang dengan perasaan bahagia. Sampai detik ini, dia masih takjub dan hampir tak percaya dengan perubahan jalan hidup yang dia alami dua hari terakhir ini.Di dalam kamarnya, Oji kembali mengenang setiap kejadian yang dia lalui. Terutama kebersamaannya dengan tiga wanita yang membuat dirinya m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Barang Yang Sama

    "Loh, itu kan..." Oji tercenung beberapa saat kala matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang tergeletak di atas meja.Rasa penasaran seketika menyeruak dalam benaknya dan Oji sempat memperhatikan dua pria yang memesan bakso di sana.Ingin rasanya Oji bertanya. Namun, entah kenapa dia merasa berat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Di Depan Kios Bakso

    Rasa penasaran Oji semakin besar. Apa lagi setelah dia mendengar ucapan lawan bicaranya tentang keistimewaan isi kotak kayu, membuat anak muda itu, ingin mengetahui informasi lebih banyak lagi."Ji! Oji!" Sang Paman tiba-tiba memanggil dan mau tidak mau obrolan itu harus berakhir. "Iya, Paman!" Se

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status