Share

Chapter 27

Author: Alana Karin
last update publish date: 2026-09-11 16:07:02

Bola matanya melebar, mulutnya terbuka, "Gerardo ... sia–lan!" ucapnya.

Tepat setelah itu, Gerardo langsung memukul pria itu dengan gagang pistol, dan melempar pria itu ke dinding membuat dia terhempas ke belakang dan menghantam meja tua hingga roboh.

Tinggal tersisa satu pria yang mencoba menyentuh Shena, pria itu bergegas mendekati Shena, menariknya berdiri membawanya pergi dari sana.

Gerardo segera melihat. Dia berbalik menatap pria itu dengan pistol terarah padanya. "Lepaskan dia si
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 79

    Pria itu menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan. Napasnya terdengar berat, dan tatapannya penuh kemarahan yang tertahan. Shena mundur satu langkah tapi Gerardo memegang tangannya. "Apa yang kau lakukan di sini?" Gerardo tidak menjawab langsung. Matanya menyapu ruangan dengan cepat, memastikan bahwa hanya ada Shena di sini. "Kau benar-benar tinggal di apartemen Daniel?" "Bukan urusanmu." Gerardo tertawa pendek, tetapi tidak ada humor dalam suaranya. "Bukan urusanku?" ulangnya dengan nada mengejek. "Aku pikir kau sudah lupa sesuatu, Shena. Kau yang datang kepadaku, menangis, mengatakan bahwa kau hamil anakku." Gerardo mendekat, jaraknya semakin sempit hingga Shena bisa mencium aroma khas dari tubuhnya maskulin bercampur dengan emosi yang meluap-luap. "Jawab aku. Apa anak itu benar-benar milikku?" Shena tersentak. "Apa maksudmu?" Gerardo menyeringai kecil. "Kau tinggal di apartemen dengan Daniel. Kau pergi dengannya, itu pasti anaknya kan? Kau pikir aku bod

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 78

    "Aku akan bertanggung jawab." "Kau sungguhan dengan perkataanmu? Kau tahu aku tidak suka di permainkan." Shena perlu memastikan. Gerardo mengangguk. "Oleh karena itu kita perlu bicara. Tapi karena kamu menghindariku, jadi aku tidak tahu dimana kamu tinggal selama ini. Sehingga aku perlu tahu itu." Shena membisu, namun sebelum ia mengatakan sepatah kata. Suara di luar ruangan itu menjeda mereka. "Gerardo! Lelang sudah akan dimulai." Itu suara Tuan Dalton. Gerardo mau tak mau pun harus menjauh dari tempat ini. "Aku harus pergi, jadi beritahu aku bagaimana kita bisa bertemu lagi." "Aku akan menghubungimu nanti," ucap Shena. "Ku harapan kau tidak akan lupa menghubungiku nanti." Gerardo hendak berbalik tapi sebelum itu dia menatap Shena sejenak. Dan entah dapat dorongan darimana. Ia memberanikan diri mendaratkan ciuman dibibirnya. Shena terus mematung sampai pria itu berlalu dari pandangannya. Dalam hati ia tak menentu. Pikirannya di penuhi Gerardo. Dia sungguh akan men

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 77

    Setibanya di tempat acara, di ballroom yang megah, mata Shena langsung berkeliling, mengagumi kemewahan ruangan itu. "Di sini benar untuk melakukan pelelangan?" tanya Shena. "Iya, acara lelang untuk amal," balas Daniel. Shena benar-benar kagum, acara ini jelas di hadiri oleh orang dari kalangan kelas atas saja. Namun, kekagumannya tak bertahan lama. Di sudut ruangan, matanya menangkap sosok yang sangat familiar-Diego, anak buah Gerardo. Jantungnya langsung berdebar. Jika Diego ada di sini, itu berarti... Gerardo juga ada? Ah, Shena menyesali keputusannya datang ke acara ini. Ia sama sekali tidak mengira akan berada di tempat yang sama dengan Gerardo. Bagaimana jika pria itu melihatnya bersama Daniel? Apa yang akan terjadi? Panik mulai merayapi tubuhnya. Ia harus melakukan sesuatu sebelum terlambat. Shena menoleh ke arah Daniel yang masih berbincang dengan seseorang, lalu dengan cepat ia mencari alasan. "Aku... izin sebentar ke belakang," ucapnya buru-buru sebelum Danie

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 76

    Beberapa saat kemudian, Gerardo sudah berada di kantor dengan cepat. Ketika melewati meja resepsionis, seorang wanita membungkuk padanya dan memberi sebuah informasi. "Permisi tuan, Tuan Daniel sudah menunggu anda di depan ruangan anda," ucap wanita itu. Gerardo hanya mengangguk. Lalu melanjutkan langkahnya dan bertemu dengan pria itu yang berdiri di depan pintu. Keduanya langsung beradu pandangan, Gerardo menyoroti Daniel dengan dingin. Seolah bertanya kenapa pria itu kemari? "Gerardo. Ada yang ingin aku bicarakan," ucap Daniel dengan cepat. "Ke dalam," balas Gerardo sambil berjalan tanpa menoleh ke arah Daniel. Gerardo masuk di ikuti Hector dan Daniel di belakangnya. Kemudian Hector menutup pintu ketika tiba di ruangan itu. Suasana menjadi hening sebentar sebelum akhirnya, Daniel bicara, "aku ingin memberi tahu sesuatu, bukti jika Sarah tidak menyebarkan vidio pengakuan itu secara sadar adalah saat beberapa perusahaan yang membatalkan kontrak perusahaan kita be

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 75

    Di apartemen Daniel, pagi sudah menjelang dan Shena terbangun. Ia mengerjapkan mata, menyesuaikan diri dengan cahaya matahari yang menembus jendela. Pikirannya kembali teringat dengan pertemuannya pada Gerardo. Haruskah ia benar-benar menerimanya saat pria itu tidak mau bertanggung jawab? Sebelum ia sempat merenung lebih jauh, suara ketukan di pintu kamarnya terdengar. "Shena?" panggil Daniel. Shena berdiri dan membuka pintu. "Iya?" Daniel mengangkat cangkir kopi di tangannya. "Aku membuat kopi. Apa kamu mau?" Shena mengangguk. "Bagus. Aku yakin kau akan menyukainya." Shena lalu menerima secangkir kopi itu. Keduanya berjalan menuju dapur. Daniel duduk di kursi dan Shena duduk di sebrangnya. "Apa rencanamu hari ini?" tanya Daniel. "Aku.. sepertinya, aku pulang ke rumahku saja. Aku sudah terlalu merepotkanmu di sini." "Kamu tidak merepotkanku, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu? Bukankah kunci rumahmu tertinggal di desa?" Daniel kembali mengingatkan setida

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 74

    Saat sampai di apartemen Daniel, ia membayar taksi dan berjalan menuju pintu dengan langkah berat. Ia membuka pintu dengan pelan, Daniel sudah memberinya akses, sehingga ia mudah keluar masuk ke apartemen ini. Beruntungnya, pria itu sangat baik, mau memberinya tumpangan. Meskipun ia tidak ingin lama-lama di sini, esok ia ingin pindah ke rumahnya saja. Dan memikirkan ulang untuk mencari pekerjaan baru. Namun ketika ia akan masuk ke kamarnya, Daniel baru saja dari dapur dan bertemu Shena. "Kamu baru keluar?" Daniel memperhatikan Shena. "Iya." "Kenapa tidak membangunkanku, aku bisa mengantarmu," balas Daniel. "Aku tidak ingin mengganggumu. Lagi pula aku hanya pergi di dekat sini, untuk cari udara segar." "Tidak masalah, aku juga baru saja terbangun. Jika malam aku sering terbangun. Kamu boleh membangunkanku jika butuh se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status