Chapter: Chapter 125Sejak hari itu peran baru yang Gerardo dapatkan sebagai seorang ayah memberi ia tanggung jawab baru. Saat ini bayi-bayi yang kecil itu telah tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan, di sayangi semua orang, tubuhnya gemuk dan suara tangisnya menjadi pengiring rumah yang dulu sunyi. Sekarang nuansa rumah terasa lebih hidup. Nyonya Kalista, tuan Damian, tuan James semuanya menjadi kakek dan nenek siaga, bahkan Daniel juga menyayangi keponakannya itu. Shena kini tampak semakin matang sebagai seorang ibu. Setiap pagi ia akan bangun lebih awal untuk menyusui dan menenangkan kedua bayinya. Ada kelembutan baru dalam dirinya, semacam naluri keibuan yang muncul secara alami. Sementara Gerardo, yang dulunya tak pernah menyentuh dunia anak-anak, kini menjadi ayah yang teramat melindungi. Ia belajar mengganti popok, menggendong bayinya dengan posisi benar, hingga mengenali perbedaan tangis lapar dan tangis mengantuk. Setiap malam, ia akan duduk di dekat ranjang bayi, membacakan cerita pendek
Last Updated: 2026-09-27
Chapter: Chapter 124Beberapa bulan kemudian setelah kondisi Shena pulih, begitu juga Gerardo yang sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala. Mereka berdua memutuskan untuk kembali dari rumah Tuan James. Dengan Shena menggendong putri kecilnya dan Gerardo yang menggendong putra kecilnya mereka berpamitan pada Tuan James. Seharian itu lalu putra dan putri mereka menjadi rebutan orang-orang di rumahnya ketika semua orang ingin berkenalan dengannya. Sesaat setelah malam hari tiba, mereka baru bisa mengistirahatkan badan. Dan kebetulan sekali, sebelum mereka memutuskan kembali ke rumah ini, Gerardo sudah sempat membuatkan kamar untuk anak-anaknya, sehingga mereka bisa memulai semuanya dengan nyaman. "Kamu pasti lelah, tidurlah," ucap Shena memandangi Gerardo yang terlelap di sampingnya, tangannya sambil mengusap rambut pria itu. Hari ini ia memandangnya dan mengingat lagi momen bagaimana mereka bertemu untuk pertama kali. Semua kenangan itu muncul seperti klip film yang membuat ia menahan senyum. Gerardo
Last Updated: 2026-09-27
Chapter: Chapter 123Saat para perawat membawa bayi-bayi itu keluar, keheningan kembali menyelimuti ruangan. Kali ini sunyi yang penuh harapan. Gerardo kembali memeluk Shena, membiarkan wanita itu bersandar sepenuhnya padanya. “Nama,” ucap Gerardo pelan. “Kita belum bicara soal nama.” Shena tersenyum lelah. “Aku menyimpan itu untukmu. Aku ingin kau yang memilih.” Gerardo menatap jendela, cahaya sore menembus tirai tipis. “Kalau begitu… kita pilih bersama. Seperti keluarga.” Shena menutup mata. Untuk pertama kalinya sejak semua tragedi itu terjadi, ia merasa aman. Tuan James memasuki ruangan Shena setelah mengetahui proses persalinan baru saja selesai, begitu dia masuk dia di kejutkan dengan keberadaan seorang pria yang tengah memeluk cucunya. Pandangannya penuh dengan tanya, begitu juga Gerardo yang terkejut. Dia langsung melepaskan pelukan itu, dan menatap wajah tuan James. Sebelumnya ia tak tahu dimana Shena berada. Tadi ia mendapat informasi dari Hector yang sudah di hubungi Daniel karena
Last Updated: 2026-09-27
Chapter: Chapter 122Shena tercekat. Matanya membelalak, bibirnya terbuka tanpa suara. Gerardo tersenyum samar, lalu melangkah masuk perlahan. Lalu melihat dua bayi kembar di sampingnya. Shena tak berkata-kata. Air matanya langsung mengalir, begitu juga dengan perasaannya yang selama ini terpendam. "Gerardo..." ucapnya lirih. Gerardo menghampiri ranjang dan menunduk perlahan, menatap bayi mungil mereka. Jemarinya menyentuh lembut tangan si bayi. Perasaannya membuncah dia benar-benar tidak mempercayai hari ini, menerima keajaiban setelah empat bulan tertidur dan melihat anaknya dengan sehat dan selamat. Shena menahan tangisnya, tidak ingin terisak terlalu keras. Namun matanya membenarkan segalanya betapa ia merindukan pria ini, betapa ia takut kehilangan. "Maaf aku tidak ada saat kau melahirkan," kata Gerardo serak, menatapnya. Shena menggeleng sambil menghapus air matanya. "Kau datang tepat waktu... karena aku hampir percaya kau tak akan datang..." Gerardo menyentuh pipinya lembut, l
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Chapter 121Teriakan Shena menggema di ruang bersalin. Tubuhnya sudah dibaringkan, wajahnya penuh keringat dan air mata. Para perawat dan dokter dengan sigap membantu proses kelahiran yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Tuan James berdiri di luar ruangan dengan gelisah. Sesekali ia berdoa dalam hati, wajahnya tegang penuh kecemasan. Di tempat lain, di sebuah ruangan dengan penjagaan ketat, Gerardo terbaring lemah dalam kondisi koma. Tubuhnya dipenuhi selang dan alat bantu. Mesin monitor detak jantung terus berdetik dengan irama lambat dan stabil. "Sedikit lagi, Nyonya Shena! Tolong dorong lagi!" Shena menangis dalam lirih. Teriaknya bercampur dengan suara isak dan rasa sakit yang luar biasa. Mesin monitor di ruang ICU tempat Gerardo terbaring mendadak menunjukkan sedikit perubahan. Bip.Bip. Detak jantungnya naik perlahan. Jemarinya yang selama ini tak bergerak, sedikit menegang. "Dorong, Nyonya! Ayo... bayinya hampir keluar!" Shena memejamkan mata, menyalurkan seluruh
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Chapter 120Paman dan bini Shena mengangguk. "Ya, sama-sama tuan." Setelah berbincang sebentar keduanya pun pergi. Shena merasa sedikit canggung di rumah ini. Namun Tuan James terus berusaha membuat Shena nyaman. Sepanjang waktu mereka bercerita banyak hal, termasuk pekerjaan yang di miliki keluarganya. Kakeknya bukan seorang pebisnis besar, tetapi dia punya cukup aset untuk bertahan hidup. Shena terus bercerita termasuk kondisi pernikahan dan juga kehamilannya, serta beberapa hal yang membuat ia terancam dengan suaminya itu. "Ayo, Shena. Rumah ini kini milikmu juga," ucap Tuan James kemudian mengarahkan Shena untuk berusaha nyaman di rumah ini. "Selamat datang, Nona," katanya. "Saya Maria, kepala pelayan rumah ini. Kami sudah menyiapkan kamar untuk Anda, dan dokter pribadi keluarga juga sudah diberitahu mengenai kondisi Anda." "Terima kasih," jawab Shena, masih terkesan dengan suasana rumah itu. Kakeknya memegang lembut bahunya. "Kau bisa istirahat setelah dokter datang memeriksa
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Bab 174. TAMATMalam itu rumah sudah sunyi, Kai sudah tertidur pulas di kamar bersama Naren. Hanya Kania yang sibuk sendiri di dapur, sedang sibuk membuat smoothies. Tanpa ia sadari, seseorang sudah berdiri di belakangnya. Dua tangan besar lalu melingkar di pinggangnya. Kania sedikit terkejut, tapi tidak benar-benar kaget. Ia sudah hafal siapa pemilik pelukan itu. "Mas..." Bagas merapatkan tubuhnya, dagunya menyentuh bahu Kania. Nafasnya hangat di dekat telinga perempuan itu. Tiba-tiba Bagas menunduk, bibirnya menyentuh belakang telinga Kania. Sentuhan itu membuat tubuh Kania merinding. Refleks ia menoleh ke belakang. "Mas..." protesnya pelan. Bukannya menjauh, Bagas justru menepuk ringan bokongnya. Kania langsung menjengit. "Ih!" Bagas tersenyum kecil, jelas menikmati reaksinya. Kania menghela napas, mencoba kembali fokus. Ia mengambil mangkuk smoothies yang sudah jadi, lalu mengangkatnya sedikit ke arah Bagas. "Mas kamu mau?" tawarnya. Bagas melirik sekilas, lalu menggeleng tipis. "Ma
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab 173 "Karena Mama udah jahat ke Kania. Mama udah gelapin uang buat mereka selama bertahun-tahun." "Kamu anak Mama!" teriaknya. "Harusnya kamu di pihak Mama, bukan mereka!" "Aku gak bisa jadi kayak Mama. Aku gak bisa jadi jahat." "Aku laporin Mama... supaya semua ini selesai. Supaya rasa sakit mereka terbayar." Egi merasa bingung. Disatu sisi Sintia memang bersalah namun, rasanya tidak adil jika hanya dia yang dijadikan alat untuk menebus semuanya. Ia juga bersalah, ia jauh lebih bersalah bahkan. Seharusnya ia yang mendapat hukuman lebih banyak. Sore itu suasana rumah Kania terasa tenang. Kai sedang tertidur di dalam kamar, sementara Kania duduk di ruang tengah dengan secangkir teh yang mulai mendingin di tangannya. Pikirannya masih dipenuhi banyak hal terutama tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Bel pintu berbunyi. Ia bangkit, lalu membuka pintu. Di sana Eliana berdiri. "Mbak?" Perempuan itu tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat sebuah map cokelat di tangannya. "Ak
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab 172Pagi itu di kafe milik Angga aroma kopi memenuhi ruangan, sementara Kania duduk di salah satu sudut, menatap layar laptopnya ketika Kai sedang di ajak jalan-jalan oleh Angga di tempat ini. Seseorang masuk melangkah mendekatinya. Kania tidak memperhatikannya hingga ia baru menyadari ketika sosok itu telah berdiri di depannya. Kania refleks mengangkat kepalanya, dan mendapati Eliana dengan wajah yang masih menyimpan sembab. Mungkin menangis karena hal semalam. Keduanya saling menatap dalam keheningan, saling meragu, tetapi kekosongan itu pudar saat Eliana mulai berbicara. "Saya gak nyangka ya kalau kita ternyata saudara." Kania mencoba mencerna kalimat itu. "Duduk dulu, mbak." Akhirnya Eliana memilih duduk di depan Kania. Suara Eliana terdengar ketus, tapi tidak sepenuhnya benci. "Ibu saya bukan pelakor," ucap Kania mengantisipasi sebelum Eliana menambahkan banyak hal. "Kebetulan hubungan ibu saya dan ayah kamu gak direstui. Jadi ibu saya disembunyikan dan ayah kamu nikah dengan
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab 171Semua orang langsung diam. "Saya melakukan ini bukan karena uang." Ia melirik sekilas ke arah Bagas. Cukup untuk membuat semua orang di ruangan itu mengerti jika suaminya itu bukan orang yang kekurangan apa pun. Wajah Sintia langsung mengeras. "Saya cuma mau satu hal," lanjutnya. "Setidaknya kalian mengakui kesalahan dan meminta maaf sebagai manusia yang punya hati karena sudah pernah melukai hati ibuku, menyakiti dia bahkan sampai akhir hidupnya dia harus menelan sakit atas perbuatan kalian. Dan kalian gak pernah nunjukin diri untuk sekedar mengatakan kata maaf." Suasana hening sekejap. Egi bahkan tidak menyangka jika sudah tidak ada. Tatapan semua orang tertuju pada Kania—lalu perlahan bergeser ke Bagas. Pria itu akhirnya maju satu langkah. "Baik," ucap Bagas pelan. "Kalau memang kita mau menyelesaikan ini, kita selesaikan dengan jelas." Sintia langsung menyilangkan tangan, bersiap menyerang. Tapi Bagas bahkan belum selesai bicara. "Kania tidak meminta uang," lanjutnya. "It
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab 170Hingga satu pekan berita itu beredar Egi masih belum membuat keputusan. Malah keluarga Egi membuat ancaman. Pagi ini Kania kembali mendapati kabar jika Bi Asih buntuti oleh mobil hitam dan orang bersenjata saat ia pergi ke pasar. Dengan begitu Angga pun memutuskan untuk menyebar bukti beberapa foto masalalu Egi dan ibunya, berikut juga foto Angga dan Kania semasa bayi ketika di gendong oleh Egi. Angga menggunakan akun pribadinya sendiri dalam mengungkap foto itu. Yang kemudian di teruskan oleh akun-akun besar lainnya. Karena itu dengan cepat keluarga Egi pun menyoroti akun Angga, mereka mencari Angga dan mengirimi pesan berupa ancaman pada Angga. Angga tidak gentar sama sekali dengan ancaman itu, ia malah memanfaatkan momen ini dengan pamer potretnya dengan Kania saat ini. Karena potret itu membuat Sintia mencari tahu keberadaan mereka. Tapi bukannya Sintia melancarkan niat untuk melenyapkan Angga dan Kania, justru ia yang merasa mendapat ancaman dari keduanya. Dengan munculnya pen
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab 169Sebuah berita gosip baru saja menggemparkan publik. Berita itu seperti sebuah teror yang mengerikan bagi keluarga Hendrawan. Karena merusak reputasi keluarga Hendrawan dengan cepat. Berita itu memuat skandal Hendrawan yang diduga memiliki dua anak dari perempuan lain. Dan kabarnya dua anaknya itu sudah besar dan siap menuntutnya jika tidak segera membuat pernyataan mengakuinya di depan publik. Sontak saja berita itu membuat Sintia dan keluarga besar Egi Hendrawan merasa muram. Sebab mereka merasa berita lama itu sudah terkubur lama, dan mereka pikir tidak akan pernah naik ke permukaan setelah mereka sempat menekan dan mengancam Kartika habis-habisan. Tapi sekarang? Justru berita itu kembali naik bahkan langsung membuat heboh di media. Sintia dan Egi sudah berusaha menarik berita itu namun kekuatan mereka ternyata tidak mampu mengalahkan berita tersebut. Sehingga mereka yakin bahwa di balik layar munculnya berita ini pasti ada orang yang begitu berkuasa. Eliana yang tidak tahu apa-
Last Updated: 2026-10-13