LOGINDalam perjalanannya mengusut kasus kematian ibunya, Gerardo Ortiz Marcelo di pertemukan dengan model cantik bernama Shena Claudia Walker yang menaruh benci padanya. Seiring berjalannya waktu, beberapa rencana Gerardo harus tertunda dan gagal karena obsesinya kepada gadis itu. Hingga akhirnya dia mampu melumpuhkan gadis itu keatas ranjangnya. Tapi siapa sangka kala cinta dan pernikahan itu telah terjadi, Shena justru memiliki rahasia besar yang berkaitan dengan Gerardo dan tidak diketahui olehnya. Bagaimanakah kisah mereka berjalan? simak yu ... *** Ig @alanakarin__
View MoreSuara lenguhan seorang wanita terdengar, sambil meliukkan tubuhnya yang keenakan diatas pangkuan seorang pria ketika miliknya tengah dimainkan dengan begitu liar. "Eunghh..."
Wajahnya menengadah, lehernya yang jenjang terangkat dengan begitu tinggi sampai kelopak matanya memejam. "Apa kau menyukai permainan ku?" tanya pria itu dengan senyum smirk di bibirnya kala mulut wanita itu terus meracau dengan tubuh yang bergerak seperti cacing kepanasan. "Ahh, iya Baby aku begitu menyukainya, kau sangat lihai. Sekarang keluarkan jarimu, mari kita mulai permainan yang sesungguhnya," balasnya dengan suara berat ketika nafasnya terengah menahan siksaan nikmat yang diberikan Drake. Pria itu lantas tersenyum miring, semakin memperdalam jemarinya dengan gerakan semakin liar hingga membuat wanita itu kian menjerit tak karuan, "Aahh!" Drake terus memacu tangannya dengan wajah geram. "Tapi sayangnya, aku hanya ingin bermain dengan jariku, bukan dengan milikku!" bisik Drake. Wanita itu menyeringai dengan kecewa, namun juga waspada ketika Drake mulai memperingatinya dengan arogan. Dia tahu siapa Drake, dan juga kemampuan Drake. Tak lama setelah memberi peringatan untuknya, Drake mengeluarkan jemarinya, dia segera mengambil tisu lalu membersihkan jemarinya dengan pandangan jijik. Wanita itu mengatur nafasnya sejenak akibat aktivitas ini dengan kedua siku yang tertumpu diatas meja. "Sekarang menjaulah dari pangkuanku dan jangan muncul lagi dihadapanku!" seru Drake dengan nada yang lantang mengusir wanita itu. Hingga membuat wanita itu terkejut dan panik. "Kau mengusirku baby? Jadi sungguh kau tak mau bermain denganku?" Pria itu tersenyum miring, sorot matanya yang tajam seolah dapat menembus hingga ke tulangnya. "Berhenti memanggil ku dengan panggilan yang menjijikan itu, jika kau masih ingin merasakan makanan dengan lidahmu!" Sekujur tubuh wanita itu langsung merinding, hanya dengan melihat sorot matanya saja sebenarnya wanita itu sudah paham jika dirinya sedang mendapat ancaman yang membahayakan. Apalagi setelah mendengar ancaman yang di ucapkan langsung dari mulutnya, wanita itu langsung berhenti bernafas hingga beberapa saat. Drake sangat berbahaya jika terus di usik. "Maafkan aku Tuan Drake ..." ucap wanita itu dengan senyuman gugup, dia hanya sedang berusaha memperbaiki situasi yang ada dengan terlihat hangat. Drake hanya diam. "Kalau begitu, bisakah kita bermain malam ini? Sebagai permohonan maafku, jadi tuan tak perlu membayarnya." Wanita itu juga tidak menyerah. Dia kembali melancarkan godaannya. "Tidak!" Drake menolak dengan tegas. Membuat wanita itu terbelalak. "Milikmu sudah sering dimasuki dan aku tidak suka wanita yang sering dimasuki banyak pria!" ucapnya lalu membangkitkan tubuhnya. Brugh! Tubuh wanita itu pun langsung terjengkang dari pangkuan Drake begitu pria itu berdiri, hingga membuat sang wanita harus meringis kesakitan mengusap pantatnya. "Fuck! Selain tampan ternyata kau sangat menyebalkan, tapi tak apa setidaknya terimakasih karena akhirnya aku bisa juga merasakan permainanmu!" gumam wanita itu. Drake tak menggubris perkataan itu, ia lalu berkata, "jangan mencariku lagi ataupun mencoba menghubungiku. Mengerti?" "Mengerti, Tuan." Wanita itu mengangguk dengan waspada dan segera mengenakan kembali celana dalamnya juga merapikan penampilannya. Dia berdiri dan melihat Drake yang terus memperhatikannya dengan tatapan peringatan. Setelah paham Drake sedang dalam suasana hati yang tak dapat di ganggu wanita itu merasa beruntung, karena hanya di usir dengan sebuah lirikan mata, bukan dengan kekerasan fisik atau lainnya. Setelah mengambil tasnya dari atas meja. Wanita itu pun segera pergi dari sana. Drake baru bisa merasa tenang saat wanita yang menurutnya tak berguna itu pergi dari tempat ini. Pintu di ruangan itu terbuka ketika wanita itu menariknya, dan wanita itu keluar. Tapi pada saat yang sama sosok wanita lain tampak berdiri di samping pintu itu dan terkejut ketika wanita penghibur tadi keluar dari pintu di sampingnya. Seira tidak sengaja lewat di depan lorong ruang VIP itu dan mendengar suara-suara aneh dari dalamnya, sebenernya ruang VIP di belakangnya ini yang sangat jarang di pakai, dan hanya boleh di booking oleh seseorang yang konon katanya sangat berkuasa di negara ini. Seira merasa sangat penasaran, oleh karena itu dia ingin mengintipnya untuk mengetahui siapa sosok pria paling berkuasa itu. Tapi, yang dia dapati adalah wanita penghibur yang baru saja keluar dari sana. Seira segera mengalihkan pandangannya ke arah lain dan pura-pura sibuk ketika wanita penghibur tadi menatapnya. "Sedang mencari apa?" tanya wanita itu dengan sinis. Seira sedang membawa nampan di tangan, sehingga dia dapat menggunakan benda itu sebagai alasan. "Aku sedang ingin mengambil gelas kosong." ucapnya. Seira bekerja sebagai pelayan bar, alasan ini sangat mudah membuat wanita itu percaya. Sehingga wanita itu hanya mengedikan bahunya sambil berlalu begitu saja. Seira menghela nafas lega, namun tanpa dia ketahui Drake yang sejak tadi berdiri di dalam sana terus memperhatikan ke arahnya dengan pandangan misterius. Tonjolan yang ada di lehernya bergerak naik dan turun. Seira merasa seperti ada yang sedang meliriknya dari sana, hingga ia buru-buru pergi dari tempat itu untuk menghindari masalah lain. Selama di perjalanan, kejadian tadi terus saja membayangi kepalanya, dia mendengar suara-suara menjijikan wanita itu. Jika benar pemilik ruang VIP itu adalah seorang pria, maka apakah yang wanita tadi lakukan untuk menghiburnya? Jika itu benar, perasaan kagum pada sosok yang konon katanya sangat tampan dan berkuasa itu mendadak berubah. "Ternyata semua orang kaya itu sama, memiliki hobby yang sama bermain dengan wanita." Seira terbengong saat pikirannya kian kemana-mana. Namun Seira segera menggelengkan kepalanya dan mengumpulkan fokusnya lagi untuk bekerja.Marcel terdiam ternyata Drake hanya ingin memastikan hal ini. "Tentu saja sudah, aku akan mengirim bukti pesan yang ku kirim padanya." Drake tak merasa ada yang mencurigakan dari Marcel, dia juga langsung melihat pesan yang baru saja di kirim Marcel tentang bukti pesannya pada Madame Charlotte. Namun karena ini, keyakinannya tentang Madame Charlotte yang sudah menipu Seira kian kuat. Dan ia tak senang dengan hal ini. Marcel tak mendengar Drake berbicara apa-apa lagi. Dia pun berkata, "apa ada masalah?" "Tidak ada." "Oh iya, mengenai taruhan semalam, anggap saja batal. Karena waktunya tidak tepat, tidak menyangka jika akan ada Sarah di sana," ucap Drake. Marcel menghela nafas lega, dia mengangguk, "baik, baik, aku mengerti. Kita bisa taruhan lain kali lagi." Marcel tersenyum cerah di ujung sana. Drake kemudian menutup telepon itu, dan mengepal erat teleponnya. Dia segera menuju pintu keluar, dan melihat Hector beserta beberapa pengawal berjaga di luar. Mereka menunduk menyambutn
Keesokan Pagi. Seira terbangun dengan tubuh yang kaku dan berat. Saat pertama membuka mata dari tidurnya, pemandangan yang dilihatnya pertama kali adalah sosok Drake yang masih terlelap dengan posisi telungkup di sampingnya. Ada sedikit kegugupan, apalagi setelah ingat dengan apa yang terjadi semalam. Pelan-pelan ia bangkit dari ranjang, mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan apapun. Namun, langkahnya terhenti ketika pria itu tiba-tiba membuka mata dan menatapnya. "Mau pergi kemana?" suara Drake yang masih dibalut sisa kantuk terdengar. "Aku ingin pulang," jawab Seira tenang, menghindari tatapannya. Pria itu memutar posisi tubuh kemudian duduk, menggeliat sejenak sebelum beranjak dari ranjang. Dia menekan kepalanya sejenak untuk menetralkan efek pusing di kepala. Ini tidak seperti biasanya, ia tidak pernah merasa pusing seperti ini, bahkan sebelum dia melakukannya dengan wanita itu semalam. Ini seperti efek sebuah obat, apakah semalam dia benar-benar mabu
Seira tertegun dan segera sadar dari lamunannya. Suara dalam dan berat yang keluar darinya menambah kegugupannya. "Iya, Tuan." Kemudian Seira duduk di sofa di samping Drake dengan gerakan gugup. Kegugupan itu membuat Drake dapat menyimpulkan jika Seira memang belum pernah berhadapan dengan pria. Para pelayan terus menyuguhi mereka minuman, Drake menarik pinggang Seira kian dekat. Sampai tak ada jarak di antara mereka. Hal ini membuat Seira semakin gugup dan sesak nafas, aura dominan menyeruak kuat dari dalam diri pria ini. "Minumlah!" Tawar Drake sambil menunjuk segelas anggur yang ada di depannya dengan matanya kepada Seira. Seumur-umur Seira belum pernah minum anggur, meskipun usianya sudah legal, dan ia bekerja di tempat seperti ini tapi dia tetap ingin menghindarinya. "Kenapa?" Drake bertanya saat Seira tak juga menyentuh gelas anggurnya. "Saya tidak pernah minum alkohol." "Berapa usiamu?" Seira segera menjawab, "21 tahun." Drake mengangguk, kepolosan yang di tunjukkan S
Suasana bar di lantai utama semakin ramai. Kemesraan yang terjalin antara Sarah dan Vincent juga tidak terkendali, entah mereka seperti sengaja melakukan itu di depan Drake. Tapi itu juga terlihat alami, mengalir begitu saja seperti memang mereka melakukannya karena perasaan cinta. Drake terus meneguk minumannya untuk gelas yang ke sekian kali. Kemudian mengentakkan gelasnya ke atas meja dengan cara kasar. "Di mana wanita itu mengapa belum datang juga?" tanya Drake dengan kilapan mata serius pada Marcel. Marcel tertegun, dia juga tidak tahu harus menjawab apa, semua ada dalam kendali Madame Charlotte dia yang mengatur cepat atau lambatnya. Drake benar-benar tidak sabar, bukan karena dia merasa cemburu dengan tingkah Sarah dan Vincent. Namun entah kenapa sejak dia meneguk gelas Whiskey pertamanya dia merasa ada perasaan yang berbeda yang membuatnya naik lebih cepat. Dan ingin dia tuntaskan. Sial! "Apa yang kau bilang pada Charlotte tentang wanita pesananku malam ini?" tanya Drak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews