Home / Romansa / Ranjang Panas Sang Sekretaris / 46. Ranjang Panas di Paris

Share

46. Ranjang Panas di Paris

Author: Mima Rahyudi
last update publish date: 2026-08-24 09:37:58

Setelah satu tahun penuh bahagia yang dipenuhi tawa kecil si kecil dan pelukan hangat, Beryl memimpin Gaga ke ruang tamu yang sama, di mana ia sudah menyiapkan peta Eropa yang megah. Matanya berbinar penuh semangat. “Sayang, setelah satu tahun ini, saatnya kita liburan berdua. Bulan madu pertama kita, kita keliling Eropa. Aku sudah pesan tiket udara dan hotel, semuanya sudah dipesan. Kamu mau?”

Gaga tersenyum lebar, matanya langsung berkaca-kaca. “Kamu benar-benar sudah merencanakannya ya? Aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjang Panas Sang Sekretaris   50. Akhir Bahagia

    Squirting kedua datang dalam gelombang kuat. Beryl sudah lemas total, napas tersengal, tubuhnya basah oleh keringat dan cairan. Gaga mematikan vibrator sebentar, mengangkat tubuh Beryl ke atas ranjang, lalu memasukkan penisnya yang sudah keras dan berdenyut ke dalam vagina istri barunya. Dia mendorong masuk pelan, lalu semakin cepat. Beryl menggigit bahu Gaga, kuku-kukunya mencakar punggung suaminya.“Gaga… aku sayang kamu… aku miliknya selamanya…” erangan Beryl pecah. Mereka bergerak sinkron, ranjang di kamar mandi berderit pelan, diselingi suara napas dan desahan mereka yang kian berat.Mereka mencapai puncak bersama. Gaga meledak di dalam Beryl dengan desahan kuat, tubuhnya menegang. Beryl mengikuti, vagina-nya berdenyut hebat di atas penis suaminya. Mereka saling memeluk erat, tubuh basah keringat, napas saling bercampur."Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Beryl."Kita akan menikmati hidup, sayang," kata Gaga, "Kita akan membesarkan Cecilia, bekerja, dan menikmati setiap

  • Ranjang Panas Sang Sekretaris   49. Ranjang Panas di Inggris (2)

    Tubuhnya bergetar, pinggulnya naik menuju mulut suaminya. Gaga tak berhenti. Dia mempercepat lidahnya, jarinya semakin cepat, dua jari sekarang masuk bergantian, menemukan titik kenikmatan yang membuat erangan Beryl pecah jadi napas tersengal.“Gaga… lebih… aku nggak mau tidur lagi…” pinta Beryl, suaranya pecah karena kenikmatan. Gaga mengangkat wajahnya sebentar, mata hijau-nya berkilat. “Kamu istriku… aku tak akan melepaskan kamu. Di mana pun, kapan pun. Bahkan di pagi Inggris ini.”Dia kembali menekan lidahnya lebih keras, jarinya tetap menusuk-nusuk. Beryl sudah tak tahan. Tubuhnya menegang, kaki yang dibuka lebar bergetar hebat. Orgasm pertamanya datang dalam gelombang kuat—Beryl berteriak pelan, “Gaga… ahh… sayang… aku mau…” dan tubuhnya meledak di mulut Gaga.Gaga tak berhenti. Dia menjilat setiap tetes, memastikan Beryl basah semua, lalu terus memainkan lidahnya, jarinya tetap masuk, mencari puncak kedua. Beryl sudah bangun total, napasnya tersengal, tubuhnya basah oleh kering

  • Ranjang Panas Sang Sekretaris   48. Ranjang Panas di Inggris (1)

    Pesawat Gulfstream G650 mereka akhirnya mendarat di Bandara Heathrow pukul 19.45 waktu setempat setelah 15 jam perjalanan nonstop. Pintu kabin terbuka ke udara dingin London malam itu. Gaga dan Beryl langsung naik taksi pribadi ke hotel mewah di Mayfair yang mereka pesan sejak di Bali—suite penthouse dengan bathtub marmer hitam sepanjang 2,5 meter, panoramic view Temmes River, dan full privacy. Mereka baru menikah diam-diam dua minggu lalu di Bali, ini bulan madu pertama mereka, dan Beryl sudah berjanji dalam pesawat tadi siang, “Gaga, aku pengen mandi dulu… lama banget. Kamu antar aja ya, aku mau dicium-cium di bawah airnya.”Sampai di hotel, receptionist tak perlu banyak bicara. Kunci kamar sudah di tangan mereka. Gaga menggendong Beryl kecil-kecil di ambang pintu, lalu langsung memasukkan kunci kartu. Bau sabun lavender dan uap hangat langsung menyambut mereka.Beryl langsung menyerah pada kebiasaan lama mereka. “Gaga… aku mau mandi bareng. Airnya panas, aku basah semua… kamu ikut

  • Ranjang Panas Sang Sekretaris   47. Desahan Di pesawat

    Pagi harinya, mereka mandi lagi. Kali ini Gaga memasak sarapan kecil di suite — telur, roti, dan kopi. Mereka makan sambil berpelukan di meja. “Hari ini kita naik pesawat pribadi,” kata Gaga sambil mencium tangan Beryl. “Bukan jet biasa. Lebih privat. Lebih… hanya kita berdua.”Beryl mengerutkan kening. “Pesawat pribadi? Kamu sudah siapkan ini dari tadi?”“Sudah sejak kita tiba di Paris,” jawab Gaga sambil mengedip. “Aku ingin kamu punya perjalanan yang sempurna. Tidak ada pengawas, tidak ada orang lain. Hanya kita.”Sampai di bandara pribadi kecil di pinggiran Paris, sebuah jet pribadi hitam mengkilap sudah menunggu. Pilot dan awak sudah menunggu dengan senyum. Gaga dan Beryl naik naik ke kabin mewah dengan kursi kulit putih dan tempat tidur king size di ujung kabin. Pintu ditutup rapat.“Selamat datang di jet kami, Bu dan Pak Beryl,” kata pilot. “Penerbangan ke Inggris berlangsung tiga jam. Kami akan terbang langsung.”Begitu pesawat lepas landas, suhu kabin naik sedikit. Gaga langs

  • Ranjang Panas Sang Sekretaris   46. Ranjang Panas di Paris

    Setelah satu tahun penuh bahagia yang dipenuhi tawa kecil si kecil dan pelukan hangat, Beryl memimpin Gaga ke ruang tamu yang sama, di mana ia sudah menyiapkan peta Eropa yang megah. Matanya berbinar penuh semangat. “Sayang, setelah satu tahun ini, saatnya kita liburan berdua. Bulan madu pertama kita, kita keliling Eropa. Aku sudah pesan tiket udara dan hotel, semuanya sudah dipesan. Kamu mau?”Gaga tersenyum lebar, matanya langsung berkaca-kaca. “Kamu benar-benar sudah merencanakannya ya? Aku senang sekali, sayang.”Hanya dua hari kemudian, mereka sudah bersiap. Sebelum berangkat, Beryl berlutut di depan Gaga dan memeluk perutnya yang sudah mulai membesar. “Kamu janji ya, setelah kita pulang, kita akan jadi ibu dan ayah yang lebih hebat lagi.”Pengasuh yang terpercaya, yang sudah bekerja tiga tahun dengan Beryl, bernama Mia, datang malam itu juga. Mia adalah wanita berusia 32 tahun, senyumnya hangat dan tenang. “Jangan khawatir, Bu Beryl. Anak Anda akan dirawat dengan baik. Saya suda

  • Ranjang Panas Sang Sekretaris   45. Kehidupan Baru

    Gaga membaca surat itu dengan wajah serius. Surat itu pendek, tetapi isinya sangat mengejutkan."Gaga, aku menulis ini dari penjara. Aku tahu kata-kataku tidak akan pernah cukup untuk menebus semua kesalahan yang aku lakukan. Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku menyesal. Aku iri pada Beryl. Aku iri karena dia mendapatkan cinta sejati yang tidak pernah aku dapatkan darimu. Aku menghancurkan hidup kita karena ketidakmampuanku menerima kenyataan bahwa kau tidak pernah mencintaiku. Maafkan aku. Dan berbahagialah dengan Beryl dan anakmu. Kau pantas mendapatkannya. - Elena."Gaga menatap surat itu dengan tatapan kosong. Beryl mendekatinya dan membaca surat itu dari balik pundaknya."Dia minta maaf?" tanya Beryl dengan nada tidak percaya."Dia bilang dia iri padamu," jawab Gaga, "Karena kau mendapatkan cinta sejati."Beryl terdiam. Kemudian dia memeluk Gaga erat-erat. "Kita bisa memaafkannya, sayang. Tapi kita tidak akan pernah melupakan apa yang dia lakukan.""Aku tahu," jawab Gaga, "Tapi sur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status