Home / Romansa / Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian! / Bab 45 Jeruji Dingin dan Pengkhianatan

Share

Bab 45 Jeruji Dingin dan Pengkhianatan

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2026-01-20 08:10:57

Dinding ruang tahanan sementara itu nampak kusam, dipenuhi coretan-coretan keputusasaan dari penghuni sebelumnya. Bau pesing yang tajam bercampur dengan aroma keringat dingin dan udara pengap yang tidak pernah berganti. Wawa duduk meringkuk di sudut sel, memeluk kedua lututnya sendiri. Gaun sutra yang kemarin ia pakai dengan penuh kebanggaan saat konferensi pers kini nampak kusut, kotor, dan tidak berguna sama sekali.

Di sel sebelah, hanya terpisahkan oleh jeruji besi yang dingin, Satria duduk di atas dipan semen. Wajahnya yang biasa klimis kini ditumbuhi janggut tipis yang berantakan. Sejak semalam, mereka berdua belum tidur sedetik pun.

"Sat... kamu nggak ada rencana apa-apa gitu? Pengacara kita mana?" tanya Wawa dengan suara serak, hampir hilang karena terlalu banyak menangis.

Satria tidak langsung menjawab. Ia menatap langit-langit dengan mata yang kosong. "Suryadi? Halah, pengacara tua itu cuma mau uang muka doang! Begitu dia tahu Dion punya rekaman Maya, d

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 66 Moncong Pistol dan Topeng yang Retak

    Suasana di dalam gudang tua Cakung itu mendadak beku. Suara tetesan air dari atap seng yang bocor terdengar seperti detak jam kematian. Dion merasakan hawa dingin merambat di punggungnya saat ia menyadari moncong pistol Wina tidak lagi mengarah ke Roy, melainkan tepat ke arah tulang belikatnya. Bram tertawa, sebuah tawa yang serak dan penuh kemenangan, sementara Roy tetap menempelkan pisau lipatnya ke leher Sita yang kini sudah basah oleh air mata dan keringat dingin."Win... apa-apaan ini?" tanya Dion, suaranya tetap rendah namun ada getaran ketidakpercayaan di dalamnya. "Kamu sadar apa yang kamu lakukan?"Wina tidak menurunkan senjatanya. Wajah sekretaris yang biasanya penuh gairah dan kepatuhan itu kini nampak sedingin es. "Aku sadar banget, Yon. Aku sadar kalau selama ini aku cuma jadi pemuas nafsu dan anjing pelacak kamu. Kamu pikir aku nggak tahu kalau kamu mulai mendekati Clarissa dengan cara yang sama seperti kamu menjerat aku?"."Gila kamu, Win! Itu uru

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 65 Labirin Pengkhianatan dan Jeritan dari Masa Lalu

    Pagi itu, suasana di kediaman Menteng terasa jauh lebih dingin daripada suhu pendingin ruangan yang mendesis. Dion sudah berangkat ke kantor sejak subuh, meninggalkan aroma maskulin dan jejak pengkhianatan yang masih segar di ingatan Santi. Santi berdiri di depan cermin besar kamarnya, mematut diri dengan gaun sutra berwarna hitam pekat. Matanya yang sembab telah ia tutupi dengan riasan tebal, namun luka di hatinya tidak bisa disembunyikan hanya dengan bedak mahal.Ia teringat siluet di balik rak buku semalam. Dion dan Wina. Sekretaris itu bukan lagi sekadar alat bisnis bagi Dion, melainkan duri dalam daging yang harus dicabut. Santi mengambil tas tangannya, memasukkan sebuah amplop berisi salinan dokumen audit internal yang diam-diam ia ambil dari laci meja Dion."Kamu pikir aku cuma boneka yang bisa kamu kasih gairah tiap kali aku marah, Yon?" bisik Santi pada bayangannya sendiri. "Kamu salah besar."***Santi melajukan mobilnya menuju sebuah kafe terse

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 64 Jamuan Beracun dari Dalam

    Pagi itu, suasana di kediaman Menteng terasa jauh lebih dingin daripada suhu pendingin ruangan yang mendesis. Dion sudah berangkat ke kantor sejak subuh, meninggalkan aroma maskulin dan jejak pengkhianatan yang masih segar di ingatan Santi. Santi berdiri di depan cermin besar kamarnya, mematut diri dengan gaun sutra berwarna hitam pekat. Matanya yang sembab telah ia tutupi dengan riasan tebal, namun luka di hatinya tidak bisa disembunyikan hanya dengan bedak mahal.Ia teringat siluet di balik rak buku semalam. Dion dan Wina. Sekretaris itu bukan lagi sekadar alat bisnis bagi Dion, melainkan duri dalam daging yang harus dicabut. Santi mengambil tas tangannya, memasukkan sebuah amplop berisi salinan dokumen audit internal yang diam-diam ia ambil dari laci meja Dion."Kamu pikir aku cuma boneka yang bisa kamu kasih gairah tiap kali aku marah, Yon?" bisik Santi pada bayangannya sendiri. "Kamu salah besar."***Santi melajukan mobilnya menuju sebuah kafe terse

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 63 Pengejaran di Jalur Tikus dan Aamarah Sang Ratu

    Udara subuh di kawasan Jakarta Utara terasa lembap dan berbau garam. Dion tidak bisa tidur setelah sesi panasnya bersama Lisa di karaoke. Informasi tentang Roy, kaki tangan Bram yang membawa dokumen krusial dari Surabaya, terus berputar di kepalanya. Ia tahu, jika dokumen itu sampai ke tangan pengacara Wawa, dominasi yang ia bangun di saat ini akan runtuh sebelum sempat memuncak.Dion memacu mobilnya mengikuti instruksi Wina lewat alat komunikasi di telinganya. Wina, sekretarisnya yang setia sekaligus berbahaya, sudah berada di posisi pengintaian bersama dua orang suruhannya."Target terlihat, Yon. Mobil boks putih plat L. Mereka baru saja keluar dari area gudang pelabuhan," suara Wina terdengar dingin melalui earpiece."Jangan sampai lepas, Win. Gue mau dokumen itu utuh. Dan Roy... bawa dia ke gudang lama kita," perintah Dion sembari menginjak gas lebih dalam.Aksi pengejaran terjadi di lorong-lorong sempit pemukiman kumuh. Mobil boks itu mencob

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 62 Tikus di Balik Jeruji dan Gairah lagi di Karaoke

    Dion menyadari bahwa jeruji besi bukan berarti akhir dari sebuah ancaman. Bram, mantan sahabat setianya yang memegang kunci rahasia terdalam, kini mulai merajut jaring dari balik sel. Pagi itu, kabar tentang Clarissa yang memiliki data internal perusahaan membuat Dion yakin bahwa ada kebocoran informasi yang berasal dari tempat yang paling tak terduga—penjara.Dion melangkah masuk ke ruang kunjungan khusus di Lapas dengan setelan jas hitam yang kontras dengan suasana ruangan yang pengap. Bram muncul dengan pakaian tahanan, wajahnya tirus namun matanya berkilat penuh dendam."Gimana rasanya di luar, Yon? Masih dingin atau makin panas gara-gara kedatangan tamu dari Surabaya?" tanya Bram sembari menyandarkan punggungnya dengan angkuh.Dion menatap mantan sahabatnya itu tanpa ekspresi. "Kamu pikir dengan ngasih data ke Clarissa, kamu bakal dapet pengampunan? Kamu cuma jadi alat buat dia, Bram."Bram tertawa renyah. "Alat? Gue nggak peduli. Asalkan lo ja

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 61 Gerakan Labirin dan Rival dari Timur

    Fajar di Jakarta menyambut Dion dengan ketegangan yang menyesakkan. Setelah malam yang melelahkan di hotel bersama Rossa, Dion memacu mobilnya menuju kantor. Wina duduk di sampingnya, matanya tak lepas dari layar tablet. Di kursi belakang, Maya tampak masih sangat terguncang setelah aksi penyelamatan dramatis semalam."Yon, kamu benar-benar harus fokus pagi ini," ujar Wina sembari menunjukkan grafik saham yang memerah. "Seseorang dari Surabaya melakukan short-sell besar-besaran terhadap saham D-Next. Mereka sengaja mau bikin panik investor kita."Dion mengerutkan kening, tangannya mencengkeram kemudi lebih erat. "Surabaya? Siapa yang punya nyali sebesar itu di saat Satria masih kritis?""Namanya Clarissa," jawab Wina dingin. "Dia baru mendarat di Jakarta kemarin. Aku belum dapet data lengkap soal apa maunya, tapi yang jelas dia punya modal besar buat guncang posisi kita.""Clarissa, ya? Nama yang bagus buat seseorang yang mau car

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status