Beranda / Sci-Fi / Reality Reloaded / Chapter 63: Runtuhnya Tahta Kuantum

Share

Chapter 63: Runtuhnya Tahta Kuantum

Penulis: odead
last update Tanggal publikasi: 2026-10-10 17:00:49

Kilatan cahaya keemasan dari Master Override Spike milik Aldo membakar retina siapa pun yang memandangnya. Hantaman pasak kode biner itu bukan sekadar luka fisik berdaya kinetik, melainkan infeksi logika yang menyuntikkan algoritma kebebasan langsung ke pusat saraf reaktor Aetherium milik Vanderbilt. Di titik benturan, percikan api plasma bercampur dengan jutaan karakter biner merah yang terkelupas seperti cat ter

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Reality Reloaded   Chapter 81: Ombak di Samudra Bintang

    Dengung rendah dari tiga cincin pendorong di buritan Voidrunner Alpha berubah menjadi raungan frekuensi tinggi saat Aldo meletakkan kedua telapak tangannya di bantalan resonansi konsol. Di Level 15 dengan Kecerdasan 53, persepsi Aldo seketika meluas melintasi struktur kapal; ia tidak lagi sekadar menyatu dengan sirkuit avionik, melainkan mampu merasakan lekukan ruang dan waktu di depan moncong kapalnya.[Quantum Fold Drive: Siaga Penuh][Target Koordinat: Sistem Bintang Centauri — Planet Thalassa (Node 03)][Jarak Spasial: 4,2 Tahun Cahaya]

  • Reality Reloaded   Chapter 80: Gema dari Bintang Jauh

    Enam bulan telah berlalu sejak kejatuhan Vanderbilt dan runtuhnya kapal induk The Eclipse Carrier di orbit bumi. Arkavia tidak lagi menjadi kota yang dicekik oleh ketakutan dan segregasi kasta anomali. Tembok beton setinggi lima puluh meter di Gerbang Perimeter Nol-Satu kini telah dipasangi jalur rel gantung berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota dengan fasilitas riset di kawah Sektor Nol.Di Distrik Barat, lorong-lorong gorong-gorong kumuh tempat Glitch Breakers dahulu bersembunyi telah diubah menjadi jaringan utilitas modern. Bima, yang kini menjabat sebagai Kepala Rekonstruksi Infrastruktur, berhasil merombak sistem perpipaan kota sehingga energi Aetherium murni dapat dinikmati oleh seluruh warga tanpa bayang-bayang mutasi liar. Pipa bajanya yang legendaris, A

  • Reality Reloaded   Chapter 79: Gerbang yang Terbuka

    Pemandangan dari jendela kabin Juggernaut Recon V4 yang melaju melintasi Gurun Debu Kuantum terasa sangat berbeda dibanding perjalanan keberangkatan mereka. Langit di atas kepala bukan lagi kelabu beracun yang menyesakkan, melainkan biru jernih tanpa distorsi. Pilar-pilar kristal ungu di padang pasir tampak berkilau tenang, menyerap sisa radiasi liar di bawah naungan kubah pelindung foton Aegis-01 yang berputar stabil di batas angkasa luar.Di kursi komando belakang, Aldo membuka jendela status pribadinya. Dengan tercapainya Level 15 (MAX CAP), batas sistem yang selama ini membatasi pertumbuhan statistik dasar telah bertransisi menuju fase baru: Transcendence Phase. Aldo mengalokasikan 5 poin statist

  • Reality Reloaded   Chapter 78: Fajar di Ambang Batas

    Moncong ramping Voidrunner Alpha menukik tajam menembus lapisan termosfer. Gelombang panas gesekan atmosfer membakar udara di sekitar lambung kapal, namun medan perisai fase kuantum membelokkan lidah api plasma menjadi selubung cahaya keemasan yang berkilau.Di depan mereka, kubah foton Aegis-01 membuka gerbang fase melingkar berdiameter ratusan meter. Begitu kapal meluncur menembus jaring pelindung tersebut, getaran udara Bumi kembali menyambut mereka—sebuah hembusan gravitasi alami yang terasa begitu menenangkan setelah kehampaan ruang antariksa yang membekukan.Melalui jendela prisma kokpit, tampak sisa-sisa armada pengiring The Harvesters di orbit luar angkasa kocar-kacir. Keh

  • Reality Reloaded   Chapter 77: Pelarian Menembus Kehampaan

    Raungan logam yang terkoyak bergaung di setiap sudut The Core Crucible. Bola singularitas di tengah aula kini telah membesar dua kali lipat, kehilangan seluruh stabilitas rotasinya. Kilatan petir ungu kehitaman mencambuk dinding kubah tanpa henti, meremukkan pilar-pilar penyangga dan menyedot lempengan jembatan observasi ke dalam pusaran gravitasi yang rakus."Hitungan mundur sembilan menit!" teriak Mika melalui radio interkom saat kabel di tengkuknya mendeteksi lonjakan dekompresi katastropik di seluruh sekat kapal. "Gelombang keruntuhan sudah merambat ke sektor pendorong utama!""Lari!" komando Aldo tegas.Dengan Kelincahan 41, Aldo memimpin di garis depan, melompati celah lantai jembatan yang mulai terkelupas dan tersedot ke belakang. Di belak

  • Reality Reloaded   Chapter 76: Jantung sang Pemotong Planet

    Gerbang energi merah bersegmen duri terbelah dengan desisan uap partikel yang mendidih. Ketika tim Aldo melangkah melintasi ambang pintu, udara di sekitar mereka seketika bergetar dengan tekanan akustik yang begitu berat hingga terasa seperti ribuan jarum menusuk kulit.Mereka tiba di The Core Crucible—ruang reaktor sentral The Eclipse Carrier.Aula kubah itu mahaluas, membentang setinggi beberapa ratus meter tanpa satu pun tiang penyangga konvensional. Di tengah ruangan, melayang sebuah bola singularitas raksasa berdiameter lima puluh meter yang berputar liar dalam pusaran cahaya ungu-kehitaman. Delapan cincin penstabil gravitasi berputar mengelilingi bola tersebut dalam poros berlawanan arah, memeras aliran energi gravitasi berat dan menyalurkannya melalui pipa kristal

  • Reality Reloaded   Chapter 11: Kalibrasi Jalur Energi

    Keesokan paginya, Aldo bangun lebih awal dari biasanya. Misi baru yang diterimanya tadi malam terus menghantui pikirannya. Kalibrasi Jalur Energi di Distrik Barat. Misi ini terdengar sederhana dibandingkan misi sebelumnya, tetapi Aldo tahu bahwa apa pun yang melibatkan sistem ini tidak pernah benar-

  • Reality Reloaded   Chapter 10: Malam yang Penuh Renungan

    Setelah berhasil menyelesaikan misi di Distrik Timur, Aldo dan Sita berpisah untuk malam itu. Meskipun mereka baru saja menghadapi sesuatu yang luar biasa, kehidupan sehari-hari tetap berjalan. Sita kembali ke apartemennya untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya yang tertunda, sementara Aldo kembali

  • Reality Reloaded   Chapter 2: Ketidaksadaran yang Membawa Perubahan

    Aldo terbangun pagi itu dengan tubuh yang terasa kaku. Lehernya sakit karena posisi tidur yang aneh, bersandar di meja kerjanya sepanjang malam. Cahaya dari layar laptop yang masih menyala menyilaukan matanya yang belum sepenuhnya terbuka. Ketika ia menatap layar, sebuah pesan aneh yang tidak ia in

  • Reality Reloaded   Chapter 1: Kehidupan Aldo dan Hari-hari yang Membosankan

    Aldo Pratama adalah seorang pria berusia 29 tahun, dengan penampilan yang sering kali terlupakan orang. Rambut hitam pendeknya selalu rapi, tetapi tidak mencolok. Ia memakai kacamata dengan bingkai hitam sederhana, dan wajahnya, meski cukup tampan, sering terlihat lelah. Mungkin karena kantong mata

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status