Home / Sci-Fi / Reality Reloaded / Chapter 81: Ombak di Samudra Bintang

Share

Chapter 81: Ombak di Samudra Bintang

Author: odead
last update publish date: 2026-10-28 17:14:21

Dengung rendah dari tiga cincin pendorong di buritan Voidrunner Alpha berubah menjadi raungan frekuensi tinggi saat Aldo meletakkan kedua telapak tangannya di bantalan resonansi konsol. Di Level 15 dengan Kecerdasan 53, persepsi Aldo seketika meluas melintasi struktur kapal; ia tidak lagi sekadar menyatu dengan sirkuit avionik, melainkan mampu merasak

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Reality Reloaded   Chapter 81: Ombak di Samudra Bintang

    Dengung rendah dari tiga cincin pendorong di buritan Voidrunner Alpha berubah menjadi raungan frekuensi tinggi saat Aldo meletakkan kedua telapak tangannya di bantalan resonansi konsol. Di Level 15 dengan Kecerdasan 53, persepsi Aldo seketika meluas melintasi struktur kapal; ia tidak lagi sekadar menyatu dengan sirkuit avionik, melainkan mampu merasakan lekukan ruang dan waktu di depan moncong kapalnya.[Quantum Fold Drive: Siaga Penuh][Target Koordinat: Sistem Bintang Centauri — Planet Thalassa (Node 03)][Jarak Spasial: 4,2 Tahun Cahaya]

  • Reality Reloaded   Chapter 80: Gema dari Bintang Jauh

    Enam bulan telah berlalu sejak kejatuhan Vanderbilt dan runtuhnya kapal induk The Eclipse Carrier di orbit bumi. Arkavia tidak lagi menjadi kota yang dicekik oleh ketakutan dan segregasi kasta anomali. Tembok beton setinggi lima puluh meter di Gerbang Perimeter Nol-Satu kini telah dipasangi jalur rel gantung berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota dengan fasilitas riset di kawah Sektor Nol.Di Distrik Barat, lorong-lorong gorong-gorong kumuh tempat Glitch Breakers dahulu bersembunyi telah diubah menjadi jaringan utilitas modern. Bima, yang kini menjabat sebagai Kepala Rekonstruksi Infrastruktur, berhasil merombak sistem perpipaan kota sehingga energi Aetherium murni dapat dinikmati oleh seluruh warga tanpa bayang-bayang mutasi liar. Pipa bajanya yang legendaris, A

  • Reality Reloaded   Chapter 79: Gerbang yang Terbuka

    Pemandangan dari jendela kabin Juggernaut Recon V4 yang melaju melintasi Gurun Debu Kuantum terasa sangat berbeda dibanding perjalanan keberangkatan mereka. Langit di atas kepala bukan lagi kelabu beracun yang menyesakkan, melainkan biru jernih tanpa distorsi. Pilar-pilar kristal ungu di padang pasir tampak berkilau tenang, menyerap sisa radiasi liar di bawah naungan kubah pelindung foton Aegis-01 yang berputar stabil di batas angkasa luar.Di kursi komando belakang, Aldo membuka jendela status pribadinya. Dengan tercapainya Level 15 (MAX CAP), batas sistem yang selama ini membatasi pertumbuhan statistik dasar telah bertransisi menuju fase baru: Transcendence Phase. Aldo mengalokasikan 5 poin statist

  • Reality Reloaded   Chapter 78: Fajar di Ambang Batas

    Moncong ramping Voidrunner Alpha menukik tajam menembus lapisan termosfer. Gelombang panas gesekan atmosfer membakar udara di sekitar lambung kapal, namun medan perisai fase kuantum membelokkan lidah api plasma menjadi selubung cahaya keemasan yang berkilau.Di depan mereka, kubah foton Aegis-01 membuka gerbang fase melingkar berdiameter ratusan meter. Begitu kapal meluncur menembus jaring pelindung tersebut, getaran udara Bumi kembali menyambut mereka—sebuah hembusan gravitasi alami yang terasa begitu menenangkan setelah kehampaan ruang antariksa yang membekukan.Melalui jendela prisma kokpit, tampak sisa-sisa armada pengiring The Harvesters di orbit luar angkasa kocar-kacir. Keh

  • Reality Reloaded   Chapter 77: Pelarian Menembus Kehampaan

    Raungan logam yang terkoyak bergaung di setiap sudut The Core Crucible. Bola singularitas di tengah aula kini telah membesar dua kali lipat, kehilangan seluruh stabilitas rotasinya. Kilatan petir ungu kehitaman mencambuk dinding kubah tanpa henti, meremukkan pilar-pilar penyangga dan menyedot lempengan jembatan observasi ke dalam pusaran gravitasi yang rakus."Hitungan mundur sembilan menit!" teriak Mika melalui radio interkom saat kabel di tengkuknya mendeteksi lonjakan dekompresi katastropik di seluruh sekat kapal. "Gelombang keruntuhan sudah merambat ke sektor pendorong utama!""Lari!" komando Aldo tegas.Dengan Kelincahan 41, Aldo memimpin di garis depan, melompati celah lantai jembatan yang mulai terkelupas dan tersedot ke belakang. Di belak

  • Reality Reloaded   Chapter 76: Jantung sang Pemotong Planet

    Gerbang energi merah bersegmen duri terbelah dengan desisan uap partikel yang mendidih. Ketika tim Aldo melangkah melintasi ambang pintu, udara di sekitar mereka seketika bergetar dengan tekanan akustik yang begitu berat hingga terasa seperti ribuan jarum menusuk kulit.Mereka tiba di The Core Crucible—ruang reaktor sentral The Eclipse Carrier.Aula kubah itu mahaluas, membentang setinggi beberapa ratus meter tanpa satu pun tiang penyangga konvensional. Di tengah ruangan, melayang sebuah bola singularitas raksasa berdiameter lima puluh meter yang berputar liar dalam pusaran cahaya ungu-kehitaman. Delapan cincin penstabil gravitasi berputar mengelilingi bola tersebut dalam poros berlawanan arah, memeras aliran energi gravitasi berat dan menyalurkannya melalui pipa kristal

  • Reality Reloaded   Chapter 7: Pemahaman Baru

    Aldo dan Sita meninggalkan ruangan pelatihan dengan langkah hati-hati, menyusuri koridor panjang yang diterangi lampu biru redup. Meskipun suasana terasa hening, pikiran mereka dipenuhi oleh berbagai pertanyaan yang belum terjawab. Apa sebenarnya tujuan dari sistem ini? Mengapa mereka dipilih untuk

  • Reality Reloaded   Chapter 6: Kebingungan di Tengah Kekacauan

    Cahaya terang yang memancar dari portal perlahan-lahan memudar. Aldo membuka matanya dengan perlahan, merasa pusing dan kehilangan keseimbangan. Ia berada di tempat yang sama sekali berbeda—sebuah ruangan besar dengan dinding kaca yang memantulkan cahaya lembut biru. Lantai ruangan itu tampak sepert

  • Reality Reloaded   Chapter 5: Jejak Cahaya

    Setelah berhasil keluar dari lantai 48, Aldo dan Sita kembali ke lantai kantor mereka dengan napas yang masih tersengal. Wajah mereka menampilkan kelelahan dan kebingungan. Namun, di balik semua itu, ada juga rasa penasaran yang tidak bisa mereka abaikan. Apa yang sebenarnya mereka temukan di Menar

  • Reality Reloaded   Chapter 4: Di Balik Menara Polaris

    Aldo dan Sita meninggalkan ruang server dengan kepala penuh tanda tanya. Chip Aetherium, hologram peta kota Arkavia, dan misi untuk menemukan "sumber energi utama" di Menara Polaris semuanya terasa seperti bagian dari plot game RPG yang aneh. Namun, Aldo tahu ini bukan game biasa. Apa pun yang ia t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status