Home / Romansa / Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas / Bab 7 Pesta Kacau, pengantin hilang

Share

Bab 7 Pesta Kacau, pengantin hilang

Author: Cayllaza
last update Last Updated: 2025-09-14 13:34:44

Marco mengepalkan tangan, menahan amarah yang mendidih di dadanya. Dia menoleh sekilas ke arah Yuilan, dan gadis itu menunduk pura-pura bersedih.

Kakak… apa yang sebenarnya terjadi padamu? Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan mencari tahu kebenarannya.” batinnya

Marco melangkah cepat meninggalkan ruangan yang penuh kegaduhan.

Suara marah ayahnya, isak tangis ibunya, dan bisikan penuh simpati palsu dari Yuilan masih terdengar samar di belakangnya. Tapi ia tidak bisa hanya diam di sana.

Napasnya memburu, langkah kakinya bergema di sepanjang lorong yang sunyi. Matanya tajam, penuh tekad. “Tidak mungkin Kakak kabur. dia bukan tipe yang lari dari tanggung jawab. Ada yang tidak beres. Pelayan itu jelas menyembunyikan sesuatu.”

Dia berhenti di depan kamar kakaknya. Pintu itu setengah terbuka, Marco mendorong pintu perlahan dan masuk. Aroma bunga segar bercampur dengan wangi dupa masih tercium, seolah ruangan ini dipersiapkan sempurna untuk pernikahan.

Gaun putih tergantung rapi di sisi ruangan, belum tersentuh. Sepatu pernikahan masih terletak di samping meja rias. Semuanya seakan menunggu pemiliknya. Tapi sang pemilik hilang.

Marco berjalan pelan, meneliti tiap sudut. Dia memperhatikan ranjang, selimutnya sedikit berantakan, seolah seseorang sempat duduk atau tergeletak di sana. Tangannya menyentuh kain, merasakan bekas lipatan yang tidak biasa.

Langkahnya terhenti karena gerakan seseorang yang masuk ke kamar kakaknya. Gao Lin muncul dengan wajah lesu dan kaget melihat keberadaan Marco di kamar Nona nya.

“Tuan …” sapanya lirih

Marco menatapnya tajam. Gadis ini, tidak hanya seorang pelayan tapi asisten dan sahabat dekat kakaknya dari kecil. Tidak mungkin dia terlibat juga dengan hilangnya kakaknya kan?. Dia memperhatikan raut mukanya, wajah lesu, mata sembab dan putus asa. Bukan raut muka orang yang berpura-pura sedih.

Marco menghela napas panjang.

“kemarilah … katakan apa yang terjadi sebenarnya. Aku tidak mau ada yang di tutup-tutupi”

Gao Lin perlahan mendekat. Dengan suara pelan dia mulai menceritakan kejadiannya.

“Tadi malam Nona memintaku untuk menyiapkan gaun pengantinnya, Nona tidak membiarkan orang lain mengurusnya. Katanya, pagi hari dia akan menyiapkan diri sendiri. Setelah itu, Nona bilang akan istirahat lebih awal agar segar di pagi hari. Oleh karena itu, aku meninggalkan kamar Nona lebih cepat”

“Nona memintaku untuk istirahat juga agar tidak kesiangan hari ini”

“Pagi ini, setelah bangun tidur aku langsung mengurus Gaun pengantin Nona dari ruang binatu. Termasuk sepatu yang akan dikenakan. Ketika masuk kamar Nona, kamar kosong. Tapi aku mendengar suara gemericik air di kamar mandi.”

Sejenak raut muka Gao Lin berubah sedih.

“Aku … aku mengira Nona sudah bangun dan sedang mandi. Lalu aku menggantungkan Gaun Nona dan menaruh sepatunya. Aku keluar kamar dan membantu pelayan yang lain untuk menyiapkan pernikahan ini”

Gao Lin terdiam sesaat menyeka air mata yang jatuh kembali.

“Tidak sampai setengah jam, salah seorang pelayan teriak kalau Nona tidak ada di kamar. Dan kejadiannya selanjutnya Tuan Muda sudah tau”

Marco mendengarkan dan meneliti raut muka Gao Lin saat menceritakan semuanya. “Dia jujur” batinnya.

“Ini salahku hiks … seharusnya, aku tidak meninggalkan Nona” Gao Lin menangis makin keras karena merasa bersalah.

“Sudahlah, ini bukan salahmu”  Ucap Marco berusaha menenangkannya.

Tiba-tiba matanya tertumbuk pada gelas di meja kecil dekat ranjang. Gelas itu kosong, tapi ada sisa bekas cairan di bagian dasar. Ia meraihnya, menatapnya dengan dahi berkerut.

“Ini…?” gumamnya pelan.

“Siapa yang memberikan minum di gelas ini? apakah kamu?” Marco tiba-tiba berbalik dan menyodorkan gelas kosong ke arah Gao Lin.

Gao Lin menatap gelas itu, mengamatinya sejenak dan menggeleng pelan.

“Aku tidak membawa gelas itu, semalam Nona juga tidak meminta minum apapun”

Hatinya berdesir. “Apa mungkin kakak diberi sesuatu?”

Dia menggenggam gelas itu erat, tatapannya semakin tajam. “Kakak, aku akan cari tahu. aku janji.”

Dengan langkah cepat, dia keluar dari kamar itu, menyusuri lorong-lorong sunyi, memutuskan untuk menyelidiki dari balik pesta. Ada yang harus dia bongkar hari ini juga, meski semua orang sibuk dengan pernikahan.

Marco berdiri di tepi aula besar, tempat pesta pernikahan seharusnya berlangsung. Tamu-tamu sudah mulai duduk, wajah mereka dipenuhi tanda tanya. Gumaman tidak puas mulai terdengar

“kenapa pengantin wanitanya belum muncul?”

 “Aneh sekali, undangan sebesar ini, tapi kacau begini.”

Suara-suara itu menusuk telinga Marco.

Namun matanya tidak fokus pada para tamu. Ia memperhatikan satu orang: Yuilan.

Di tengah semua kepanikan, Yuilan justru tampak terlalu tenang. Wajahnya penuh simpati saat berbicara dengan papa dan mamanya, bahkan dia menepuk punggung Camila seolah sedang menguatkan.

Marco menyipitkan mata. “Kenapa dia bisa setenang itu? Kakak menghilang, Mama menangis, Ayah murka, tapi dia tampak… puas?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 275 Terbang ke Eropa

    Villa di Tepi Laut, Foto satelit muncul di layar laptopnya malam itu.Villa putih besar, berdiri sendiri di ujung tebing. Di belakangnya hutan pinus. Di depannya laut biru gelap yang tampak tenang namun dalam.Tidak ada tetangga dekat, tidak ada kamera publik. Satu jalan masuk darat. Satu dermaga kecil tersembunyi.Terlalu sempurna.“Lucien…” bisiknya. “Kamu selalu memilih sangkar yang indah.”Yuilan menutup laptop perlahan.Dia tidak mengirim laporan ke siapa pun. Tidak ke Xieran, apalagi ke Nathan.Jika dia melibatkan mereka sekarang, Senian mungkin akan diselamatkan. Tapi itu bukan yang dia inginkan.Dia ingin kepastian, dia ingin melihat dengan matanya sendiri. Dia ingin memutuskan dengan tangannya sendiri apa yang akan terjadi pada Senian.***Dua hari kemudian, Yuilan sudah berada di bandara internasional.Tanpa koper besar, tanpa nama asli dan tanpa rencana cadangan. Seolah dia sudah sangat yakin Senian ada di sana.Yuilan pergi dengan penerbangan transit dan identitas sewaan.

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 274 Mencari Villa mewah

    “Kalau dia menyembunyikan Senian,” gumamnya, “maka pasti ada orang yang menjaga. Dan semua penjaga punya harga.”Yuilan tidak lagi menunggu instruksi.Dia menyusup pelan-pelan ke pinggiran jaringan Lucien, bukan sebagai sekutu, tapi sebagai parasit. Dia tidak mencari konfrontasi, hanya mencari lokasi.Dia tahu risikonya besar.Jika Lucien tahu, dia bisa dibungkam. Jika Nathan tahu, dia bisa ditangkap. Namun rasa takut itu kalah oleh satu pikiran obsesif yang terus berdengung di kepalanya.“Selama Senian hidup, aku tidak akan pernah menang.”Yuilan tersenyum tipis, senyum yang dingin dan retak.“Kamu pikir kamu mengendalikan segalanya, Lucien,” bisiknya. “Tapi aku tidak lagi menjadi pion.”Di luar sana, Senian pasti masih hidup. Dan Yuilan bersumpah, jika dia menemukan lokasinya terlebih dahulu, maka tidak akan ada yang bisa menyelamatkan Senian lagi. Bahkan Lucien sendiri.Ingatan Yuilan berputar seperti pecahan kaca tajam, menyakitkan, tapi justru semakin jelas.Dia duduk di tepi ra

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 273 Kehilangan kendali

    Malam-malam menjadi yang terburuk.Nathan duduk sendirian di paviliun, tempat Senian terakhir kali dia lihat tersenyum. Dia menggenggam cincin pernikahan di jarinya seolah itu satu-satunya jangkar yang menahannya tetap waras.“Di mana kamu…” bisiknya pada keheningan. “Aku akan menghancurkan apa pun, siapa pun, asal bisa menemukanmu.”Dan jauh di dalam dirinya, ketakutan paling gelap mulai merayapi hari-harinya. Bagaimana jika Senian tidak bisa ditemukan? Bagaimana jika dia terlambat?Pemikiran itu membuat Nathan kehilangan kendali.Dia menutup mata, napasnya bergetar, tinjunya menghantam meja hingga berdarah.“Tidak,” gumamnya keras. “Dia pasti menungguku. Aku tahu itu.”Di belahan dunia lain, Senian terkurung dalam sangkar emas. Di sini, Nathan terkurung dalam kehilangan. Dan ketika dua obsesi itu bergerak menuju titik yang sama, dunia akan pecah.Nathan akhirnya berhenti menunggu keajaiban.Dia bergerak.Seluruh kekuatan Deloit Corporation dikerahkan tanpa sisa. Bukan hanya divisi b

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 272 Aku ingin pulang

    Pagi datang dengan cahaya lembut yang menyelinap masuk melalui jendela-jendela besar ruang makan.Meja sarapan tersaji sempurna, roti hangat, buah segar, kopi yang aromanya menenangkan. Seolah malam sebelumnya tidak pernah terjadi apapun.Lucien sudah duduk di sana ketika Senian datang.Wajahnya kembali tenang seperti tidak ada sisa amarah, tidak ada jejak emosi yang meledak semalam. Dia kembali mengenakan topeng pria berkelas yang menguasai segalanya.Senian duduk di seberangnya tanpa menyentuh apa pun.“Lucien,” katanya langsung, suaranya datar. “Pulangkan aku.”Lucien mengangkat pandangan dari cangkir kopinya, alisnya sedikit terangkat.“Tidak,” jawabnya singkat.Senian tidak terkejut, dia sudah menduganya.“Aku harus kembali,” lanjut Senian tegas. “Perusahaanku membutuhkanku, Zhuge Group bukan tempat yang bisa ditinggalkan terlalu lama.”Lucien tersenyum kecil, senyum yang membuat perut Senian mengeras.“Kamu selalu mencari alasan yang terdengar mulia,” katanya pelan. “Tapi yang i

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 271 Aku akan memilikimu sekarang

    Keheningan jatuh, berat, seolah mencekik leher Lucien.Untuk sesaat, ekspresi Lucien retak. Ada kilatan di matanya, bukan karena marah atau tersinggung melainkan sakit yang dalam, tajam, dan berbahaya.Lalu dia tersenyum lagi ketika sudah bisa mengendalikan perasaannya. Senyum yang tidak lagi hangat.“Kalau begitu,” katanya pelan, suaranya berubah dingin, “aku akan memastikan penyesalanmu itu tidak sia-sia.”Dia melangkah mundur, menuju pintu.“Kamu akan menikah denganku, Senian,” ucapnya sebelum keluar.“Bukan karena kamu mau tapi karena dunia tidak akan memberimu pilihan lain.”Senian berdiri kaku di tengah kamar, dadanya naik turun menahan amarah dan rasa ngeri. Dia menyadari satu hal dengan jelas, Lucien tidak hanya terobsesi. Dia siap menghancurkan segalanya demi memilikinya.Senian menegakkan punggungnya, menatap Lucien tanpa gentar meski jantungnya berdegup keras.“Aku mencintai Nathan,” ucapnya tegas, setiap kata seperti pisau.“Dia satu-satunya pria yang akan menjadi suamiku.

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 270 Menyesal menyelamatkanmu

    Minggu berikutnya.Jam menunjukkan lewat tengah malam ketika Senian terbangun oleh suara halus klik pelan, hampir tidak terdengar.Pintu kamarnya terbuka.Bukan dengan kasar dan tidak dengan tergesa. Seolah seseorang masuk ke ruang yang sudah menjadi miliknya sejak awal.Senian langsung duduk, jantungnya berdegup keras namun wajahnya tetap tenang. Kantuknya langsung hilang diganti dengan sikap waspada.Lucien berdiri di ambang pintu.Setelan hitam rapi, tanpa dasi. Wajahnya terlihat lebih kurus, lebih tajam. Matanya gelap dan kali ini, tidak menyembunyikan apa pun.“Aku dengar kamu mencariku,” katanya pelan. Lucien menatap mata sayu dan muka Senian yang polos “cantik, bahkan tanpa make up apapun” batinnyaSenian tidak menjawab. Dia menatapnya lurus, tanpa gentar.“Kamu menunggu satu minggu hanya untuk muncul di kamarku?” tanya Senian akhirnya.“Ini caramu berdiskusi?”Lucien menutup pintu perlahan di belakangnya.“Aku ingin melihat sampai sejauh mana kesabaranmu,” jawabnya jujur. “Dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status