Share

Bab 8 Menggantikan posisi pengantin

Penulis: Cayllaza
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-14 13:35:40

Gao Lin berdiri mendekat disamping Marco, matanya mengikuti arah pandangan Tuan Mudanya. Marco sekilas menoleh ke Gao Lin. Pikiran mereka seolah terhubung, memikirkan kecurigaan yang sama.

“Apa yang dilakukannya pagi ini?” tanya Marco akhirnya.

“Dia seperti yang lainnya, tampak panik, sedih dan berusaha menenangkan Nyonya”

“Apa dia kelihatan di dalam atau sekitar kamar kakak?”

“Tidak, aku sudah cek CCTV. Tidak ada yang keluar masuk kamar Nona dari pagi ini kecuali aku”

“Aneh, apakah kakak benar-benar melarikan diri?”

“Tidak mungkin!. Sampai tadi malam Nona sangat bahagia dengan pernikahan ini. Setelah dua tahun bertunangan, akhirnya hari ini tiba”

“Ya, itu juga tidak masuk akal. Kita tau dengan jelas bagaimana kakak sangat menyukai kak Xieran”

Mata Marco menyipit, memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. “apa kakak pernah keliatan sedih atau menangis akhir-akhir ini?”

Gao Lin terkejut sesaat, bingung dengan pertanyaan Tuan Mudanya. Lalu dia menggeleng pelan. “Nona bahkan sangat antusias menyiapkan semua detail pernikahan ini”

“Jika dia puas dengan kak Xieran, kenapa dia tidak mau menikahinya?”

Gao Lin mengerti maksud pertanyaan Marco.

“Seingatku, sepanjang pertunangan Nona, Tuan Xieran selalu memperlakukan dia dengan baik. Tidak pernah menyakitinya” ungkap Gao Lin menjelaskan.

Ketika beberapa pelayan lewat sambil membawa baki kosong, Marco melihat Yuilan berbisik cepat pada salah satunya. Pelayan itu mengangguk, lalu menghilang ke arah belakang rumah. Gerakan kecil, tapi tidak luput dari mata Marco.

Dadanya semakin sesak. “Ada sesuatu yang disembunyikan.”

Marco melangkah mendekat, pura-pura tidak peduli, lalu berhenti cukup dekat untuk mendengar percakapan Yuilan dengan seorang tamu yang mencoba menenangkan situasi.

“Kasihan Papa dan Mama,” suara Yuilan lirih namun jelas, “Kakak memang… terlalu keras kepala. mungkin dia kabur. dia tidak mau menikah.”

Kata-kata itu membuat darah Marco mendidih.

Dia mengepalkan tangannya di balik jas, menahan diri agar tidak langsung menuduh di depan semua orang. Tapi hatinya semakin yakin Yuilan bukanlah kakak manis yang selama ini dia kenal. Ada sesuatu di balik senyum manisnya.

“Yuilan… apa yang sudah kau lakukan pada Kakak?”

***

Di ruangan pengap itu, Senian duduk bersandar pada dinding dingin. Nafasnya berat, matanya sembab karena air mata yang tak kunjung berhenti. Di luar, samar-samar ia mendengar hiruk pikuk pesta musik, suara tamu yang mulai berdatangan, bahkan seruan pelayan yang panik.

Hatinya perih. Dia tahu, di luar sana orangtuanya mencari, menangis, marah. Dia tahu pernikahan yang sudah disiapkan dengan megah kini berubah jadi kekacauan.

Namun kali ini, berbeda dengan kehidupan sebelumnya, Senian menahan diri. Tangannya meremas kencang pinggiran baju tidurnya yang semalam masih melekat di tubuhnya.

"Kalau memang Yuilan begitu menginginkan Xieran… biarlah. Aku tidak akan menghalanginya lagi. Aku yang akan mengalah."

Kalimat itu terasa pahit di hatinya, tapi juga membawa kelegaan aneh.

Di masa lalu, dia memaksa dirinya keluar dari ruangan ini, berlari demi melangsungkan pernikahan. Akhirnya, pernikahan itu hanya membawa enam tahun penderitaan, enam tahun di mana cintanya tidak pernah benar-benar terbalas.

Air matanya menetes lagi.

"Kalau aku tetap di sini, Yuilan akan berdiri di altar bersama Xieran. Mereka yang akan saling terikat. Dan aku… akan terbebas dari takdir lama itu."

Meski pedih membayangkan dirinya bukan lagi pengantin hari ini, Senian menggenggam erat jemarinya. “Aku harus kuat. Semua ini demi mengubah takdirku. Kalau aku tetap menikah dengannya, aku akan mati dengan cara yang sama. Aku tidak akan mengulanginya.”

***

Sebentar lagi tamu dari keluarga Murrel akan tiba. Kepanikan makin terlihat jelas di keluarga Zhuge terutama Andrian dan Camila. Sampai saat nya tiba, mereka belum juga menemukan Senian.

“sebelum keluarga Murrel tiba, sebaiknya kita batalkan saja pernikahan ini” ucap Andrian tiba-tiba yang membuat semua orang terkejut.

“acara ini untuk Senian! bagaimana bisa kau bicara begitu?” Camila tidak bisa menerima keputusan suaminya.

“lalu kita bisa apa? Anak itu bahkan tidak peduli dengan acaranya sendiri” suara Andrian semakin tinggi, tanda kemarahannya mulai naik lagi.

Camila yang sejak tadi menangis makin sesenggukan, tak mampu berkata apa-apa.

Yuilan menundukkan wajah pura-pura prihatin.

“Kalau memang kakak tidak bisa ditemukan… mungkin… acara ini bisa tetap berjalan.” Dia melirik sekilas ke arah pintu aula pernikahan, di mana musik lembut sudah mulai dimainkan untuk menyambut para tamu penting.

“Tidak mungkin semuanya dibatalkan hanya karena satu orang, bukan?”lanjutnya

Tamara yang baru saja datang ikut terkejut mendengar pembicaraan itu. “Apa maksudmu, Yuilan?”

Yuilan segera menggenggam tangan tantenya dengan wajah memelas. “Aku hanya tidak ingin keluarga kita dipermalukan, Tante. Aku kasihan pada Mama Xieran. Kalau acara ini kacau, semua orang akan menyalahkan keluarga kita…”

Tamara menatap keponakannya dengan tajam. “apa kamu yakin?” bisiknya. Yuilan menganggung tegas.

“Aku…” suaranya bergetar, tapi cukup jelas untuk terdengar hingga ke belakang, “…rela menggantikan kak Senian, jika sampai dia tidak ditemukan hari ini.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 275 Terbang ke Eropa

    Villa di Tepi Laut, Foto satelit muncul di layar laptopnya malam itu.Villa putih besar, berdiri sendiri di ujung tebing. Di belakangnya hutan pinus. Di depannya laut biru gelap yang tampak tenang namun dalam.Tidak ada tetangga dekat, tidak ada kamera publik. Satu jalan masuk darat. Satu dermaga kecil tersembunyi.Terlalu sempurna.“Lucien…” bisiknya. “Kamu selalu memilih sangkar yang indah.”Yuilan menutup laptop perlahan.Dia tidak mengirim laporan ke siapa pun. Tidak ke Xieran, apalagi ke Nathan.Jika dia melibatkan mereka sekarang, Senian mungkin akan diselamatkan. Tapi itu bukan yang dia inginkan.Dia ingin kepastian, dia ingin melihat dengan matanya sendiri. Dia ingin memutuskan dengan tangannya sendiri apa yang akan terjadi pada Senian.***Dua hari kemudian, Yuilan sudah berada di bandara internasional.Tanpa koper besar, tanpa nama asli dan tanpa rencana cadangan. Seolah dia sudah sangat yakin Senian ada di sana.Yuilan pergi dengan penerbangan transit dan identitas sewaan.

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 274 Mencari Villa mewah

    “Kalau dia menyembunyikan Senian,” gumamnya, “maka pasti ada orang yang menjaga. Dan semua penjaga punya harga.”Yuilan tidak lagi menunggu instruksi.Dia menyusup pelan-pelan ke pinggiran jaringan Lucien, bukan sebagai sekutu, tapi sebagai parasit. Dia tidak mencari konfrontasi, hanya mencari lokasi.Dia tahu risikonya besar.Jika Lucien tahu, dia bisa dibungkam. Jika Nathan tahu, dia bisa ditangkap. Namun rasa takut itu kalah oleh satu pikiran obsesif yang terus berdengung di kepalanya.“Selama Senian hidup, aku tidak akan pernah menang.”Yuilan tersenyum tipis, senyum yang dingin dan retak.“Kamu pikir kamu mengendalikan segalanya, Lucien,” bisiknya. “Tapi aku tidak lagi menjadi pion.”Di luar sana, Senian pasti masih hidup. Dan Yuilan bersumpah, jika dia menemukan lokasinya terlebih dahulu, maka tidak akan ada yang bisa menyelamatkan Senian lagi. Bahkan Lucien sendiri.Ingatan Yuilan berputar seperti pecahan kaca tajam, menyakitkan, tapi justru semakin jelas.Dia duduk di tepi ra

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 273 Kehilangan kendali

    Malam-malam menjadi yang terburuk.Nathan duduk sendirian di paviliun, tempat Senian terakhir kali dia lihat tersenyum. Dia menggenggam cincin pernikahan di jarinya seolah itu satu-satunya jangkar yang menahannya tetap waras.“Di mana kamu…” bisiknya pada keheningan. “Aku akan menghancurkan apa pun, siapa pun, asal bisa menemukanmu.”Dan jauh di dalam dirinya, ketakutan paling gelap mulai merayapi hari-harinya. Bagaimana jika Senian tidak bisa ditemukan? Bagaimana jika dia terlambat?Pemikiran itu membuat Nathan kehilangan kendali.Dia menutup mata, napasnya bergetar, tinjunya menghantam meja hingga berdarah.“Tidak,” gumamnya keras. “Dia pasti menungguku. Aku tahu itu.”Di belahan dunia lain, Senian terkurung dalam sangkar emas. Di sini, Nathan terkurung dalam kehilangan. Dan ketika dua obsesi itu bergerak menuju titik yang sama, dunia akan pecah.Nathan akhirnya berhenti menunggu keajaiban.Dia bergerak.Seluruh kekuatan Deloit Corporation dikerahkan tanpa sisa. Bukan hanya divisi b

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 272 Aku ingin pulang

    Pagi datang dengan cahaya lembut yang menyelinap masuk melalui jendela-jendela besar ruang makan.Meja sarapan tersaji sempurna, roti hangat, buah segar, kopi yang aromanya menenangkan. Seolah malam sebelumnya tidak pernah terjadi apapun.Lucien sudah duduk di sana ketika Senian datang.Wajahnya kembali tenang seperti tidak ada sisa amarah, tidak ada jejak emosi yang meledak semalam. Dia kembali mengenakan topeng pria berkelas yang menguasai segalanya.Senian duduk di seberangnya tanpa menyentuh apa pun.“Lucien,” katanya langsung, suaranya datar. “Pulangkan aku.”Lucien mengangkat pandangan dari cangkir kopinya, alisnya sedikit terangkat.“Tidak,” jawabnya singkat.Senian tidak terkejut, dia sudah menduganya.“Aku harus kembali,” lanjut Senian tegas. “Perusahaanku membutuhkanku, Zhuge Group bukan tempat yang bisa ditinggalkan terlalu lama.”Lucien tersenyum kecil, senyum yang membuat perut Senian mengeras.“Kamu selalu mencari alasan yang terdengar mulia,” katanya pelan. “Tapi yang i

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 271 Aku akan memilikimu sekarang

    Keheningan jatuh, berat, seolah mencekik leher Lucien.Untuk sesaat, ekspresi Lucien retak. Ada kilatan di matanya, bukan karena marah atau tersinggung melainkan sakit yang dalam, tajam, dan berbahaya.Lalu dia tersenyum lagi ketika sudah bisa mengendalikan perasaannya. Senyum yang tidak lagi hangat.“Kalau begitu,” katanya pelan, suaranya berubah dingin, “aku akan memastikan penyesalanmu itu tidak sia-sia.”Dia melangkah mundur, menuju pintu.“Kamu akan menikah denganku, Senian,” ucapnya sebelum keluar.“Bukan karena kamu mau tapi karena dunia tidak akan memberimu pilihan lain.”Senian berdiri kaku di tengah kamar, dadanya naik turun menahan amarah dan rasa ngeri. Dia menyadari satu hal dengan jelas, Lucien tidak hanya terobsesi. Dia siap menghancurkan segalanya demi memilikinya.Senian menegakkan punggungnya, menatap Lucien tanpa gentar meski jantungnya berdegup keras.“Aku mencintai Nathan,” ucapnya tegas, setiap kata seperti pisau.“Dia satu-satunya pria yang akan menjadi suamiku.

  • Reinkarnasi, Menukar Suami Pewaris dengan Pemalas   Bab 270 Menyesal menyelamatkanmu

    Minggu berikutnya.Jam menunjukkan lewat tengah malam ketika Senian terbangun oleh suara halus klik pelan, hampir tidak terdengar.Pintu kamarnya terbuka.Bukan dengan kasar dan tidak dengan tergesa. Seolah seseorang masuk ke ruang yang sudah menjadi miliknya sejak awal.Senian langsung duduk, jantungnya berdegup keras namun wajahnya tetap tenang. Kantuknya langsung hilang diganti dengan sikap waspada.Lucien berdiri di ambang pintu.Setelan hitam rapi, tanpa dasi. Wajahnya terlihat lebih kurus, lebih tajam. Matanya gelap dan kali ini, tidak menyembunyikan apa pun.“Aku dengar kamu mencariku,” katanya pelan. Lucien menatap mata sayu dan muka Senian yang polos “cantik, bahkan tanpa make up apapun” batinnyaSenian tidak menjawab. Dia menatapnya lurus, tanpa gentar.“Kamu menunggu satu minggu hanya untuk muncul di kamarku?” tanya Senian akhirnya.“Ini caramu berdiskusi?”Lucien menutup pintu perlahan di belakangnya.“Aku ingin melihat sampai sejauh mana kesabaranmu,” jawabnya jujur. “Dan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status