Home / Fantasi / Reinkarnasi Sang Kaisar Langit / Bab 45 Pertempuran dua

Share

Bab 45 Pertempuran dua

Author: Kopi Senja
last update Last Updated: 2025-12-24 23:15:51

Napas Long Chen mulai terengah-engah, keringat dingin mulai membasahi wajahnya ketika ia menyadari jika tangan kanannya mulai mati rasa dan mulai menghitam akibat ia menangkap tinju Patriark Mo Jiang Wuhen barusan. Dia sadar jika seluruh tubuh musuhnya itu mengandung racun mematikan.

Patriark Mo Jiang Wuhen segera bangkit berdiri dan tersenyum tipis saat melihat racun miliknya mulai bereaksi di tubuh Long Chen.

"Kau sungguh bodoh, Long Chen. Apa kau pikir bisa mengalahkanku. Meski fisikmu kuat tapi kau tidak akan bisa melawan racunku yang saat ini sudah masuk kedalam tubuhmu," ujarnya sambil tersenyum puas. "Sebentar lagi kau akan merasakan penderitaan yang tak pernah kau bayangkan. Racun itu akan menyerap energi qi mu serta menghancurkan organ dalammu secara perlahan, haha...."

Bukannya panik, Long Chen justru tetap tenang mendengar ucapan Patriark Mo Jiang Wuhen. Seketika wajah musuhnya itu mulai berubah, energi qi nya mulai kacau dan tubuhnya serasa terbakar oleh bara api yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus dan ditunggu2
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 65

    Saat Patriark Nan Shen dan Tetua Nan Shu larut dalam pemikiran masing-masing, udara di dalam kamar tiba-tiba bergetar. Wush... Sesosok Qing Long Chen muncul begitu saja di hadapan mereka. Tetua Nan Shu tersentak dan langsung berdiri. Patriark Nan Shen membuka mata lebar, napasnya tercekat sesaat. Pemuda itu berdiri tenang di tengah kamar. Jubahnya berkibar pelan meski tidak ada angin. Tetua Nan Shu menatapnya tajam, lalu menarik napas dalam-dalam. "Seperti dugaan… kau memang bukan pemuda biasa." Qing Long Chen menoleh ke arah ranjang. Tatapannya jatuh pada Patriark Nan Shen—wajah pucat, tangan membiru, napas berat. "Racun itu," ucapnya datar, "sudah menggerogoti jiwa, Patriark. Patriark Nan Shen tersenyum pahit. "Jadi… bahkan kau pun bisa melihatnya." "Aku datang bukan untuk basa-basi," lanjut Qing Long Chen. "Malam ini, klan Nan akan berdarah. Namun aku akan membantu menyembuhkan Patriark, Bagaimanapun keberadaan Anda masih di butuhkan." Qing Long Chen melan

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 64

    Nan Rui memasuki paviliun dengan tergesa gesa. Ia ingin menyampaikan informasi itu secepatnya pada sang Ayah. "Apakah Tuan Muda Long Chen bersedia menolong kita, Rui'er?" tanya Nan Shu sambil menatap sang putra. "Tuan Muda Long Chen bersedia membantu kita, Ayah. Kita di perintahkan untuk tidak ikut campur dalam pertarungan yang akan terjadi bersama murid-murid yang masih setia pada Patriark," jawab Nan Rui. "Karena Nanti malam dia bersama rombongannya ingin menghancurkan klan ini." Tetua Nan Shu bernapas lega mendengar informasi itu. "Syukurlah. Kamu segera sampaikan hal ini pada murid-murid lain. Tapi ingat, jangan sampai hal ini di ketahui oleh murid-murid maupun Tiga Tetua yang berpihak pada Tetua Nan Kui. Bagaimanapun pergerakan kita selalu di awasi oleh mereka, jadi lakukan secara sumbunyi-sembunyi." Nan Rui mengangguk patuh, "Baik, Ayah," ucapnya sambil melangkah keluar dari paviliun. Selepas kepergian Nan Rui, Nan Yan menghampiri sang Ayah yang sedang duduk di ruang u

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 63

    Tanpa di duga, beberapa murid klan Nan mengikat Long Chen bersama rombongannya dengan rantai hitam penyegel energi qi ketika berada didepan penginapan. Membuat kultivator yang sedang berjalan kaki, pedagang yang di sekitar penginapan itu bertanya-tanya. Dahi Tang Mingyu mengerut, "Apa maksudnya ini? Bukankah kalian hanya ingin melakukan pemeriksaan terhadap kami. Kenapa malah mengikat kami dengan rantai penyegel qi seperti seorang tawanan?" tanyanya sambil menuntut kejelasan dari murid-murid klan Nan. Nan Bao menatap tajam Tang Mingyu sambil tersenyum sinis, "Kalian semua adalah pelaku yang membunuh murid-murid sekte Haiying semalam. Kami melihat sendiri bahwa kalian membunuh murid-murid sekte itu tanpa ampun, padahal mereka tidak melakukan kesalahan apapun pada kalian. Lebih baik kalian bertanggung jawab atas tindakan kalian. Di kota ini, tidak di perbolehkan adanya pembunuhan, dan kalian telah melanggar peraturan yang telah di tetapkan," jawabnya, ia telah di perintahkan oleh Te

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 62

    Keesokannya, penduduk, para pedagang, dan para pengembara yang singgah di kota Tianjing dibuat gempar oleh kabar kematian enam murid sekte Haiying. Mereka ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi tidak utuh, kepala terpisah dari tubuhnya. Kabar itu menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kota, menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Bisik-bisik segera merebak di kedai teh, pasar, restoran penginapan, hingga gerbang kota. "Enam murid sekte Haiying mati dalam satu malam?" "Siapa yang berani melakukan itu di kota Tianjing?" Sebagian wajah tampak pucat, sebagian lain justru menyimpan rasa puas yang tak berani diucapkan. Nama sekte Haiying selama ini di kenal sering melakukan penindasan terhadap kultivator aliran putih, merampok, menculik para gadis, dan tidak segan-segan membunuh pada setiap klan, sekte, keluarga besar ataupun kota yang tidak mau tunduk di bawah perintah sekte itu. Kematian itu seperti batu besar yang dijatuhkan ke permukaan danau—riak ketakutan dan dugaan m

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 61

    Tak berselang lama, Long Chen dan Jiang Ruyue sampai di depan penginapan. Pelayan yang berjaga menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Keduanya hanya mengangguk singkat, mereka terus melangkah menuju lantai empat. Beberapa saat kemudian, mereka masuk kedalam kamar. Begitu pintu kamar tertutup, keheningan turun. Jiang Ruyue melepaskan napas pelan. "Mereka tidak akan berhenti setelah ini." "Memang," jawab Long Chen datar. Ia berjalan ke meja dan duduk. "Itulah sebabnya aku memberi peringatan pada mereka. Jika Tetua kedua klan itu dapat memahami peringatanku itu, mereka tidak akan bertindak bodoh." Jiang Ruyue menoleh. "Klan Nan dan Zhou hanyalah pion." Long Chen mengangguk tipis. "Di balik mereka, pasti ada dorongan dari sekte Haiying atau Wuyin. Mereka tidak berani bergerak sendiri." Ia menutup mata sejenak, seolah menata pikirannya. "Besok," lanjutnya pelan, "kita tidak perlu mencari masalah." Jiang Ruyue tersenyum samar. "Masalah yang akan datang sendiri?" Long

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 60 Memberi Peringatan pada Murid klan Nan dan klan Zhuo

    Qing Long Chen dan Jiang Ruyue melangkah keluar dari ruang khusus setelah aula lelang benar-benar. Mereka berjalan menuju tempat pengambilan barang. Setelah berjalan cukup lama melewati lorong yang cukup panjang. Keduanya ahirnya tiba di ruangan itu dan melangkah masuk dengan santai. Kedatangan mereka di sambut hangat oleh Min Lan serta manajer Min Gui. "Tuan Muda Long Chen, Nona Jiang Ruyue, silahkan duduk," ucap manajer Min Gui mempersilahkan Long Chen serta Jiang Ruyue duduk di kursi yang tersedia di ruangan tersebut. "Sungguh luar biasa.... baru kali ini lelang yang di adakan paviliun Bulan Perak semeriah ini, bahkan melebihi lelang sebelumnya. Anda telah membawa keberuntungan pada paviliun kami, Tuan Muda Long, Chen," ujar Manajer Min Gui yang kini lebih menghormati sosok Long Chen. Long Chen hanya tersenyum tipis melihat reaksi Min Gui

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status