Home / Fantasi / Reinkarnasi Sang Kaisar Langit / Bab 47 Langkah Pertama Qing Long Chen Demi Menjaga Kedamaian Dunia Bawah

Share

Bab 47 Langkah Pertama Qing Long Chen Demi Menjaga Kedamaian Dunia Bawah

Author: Kopi Senja
last update Last Updated: 2025-12-25 14:00:04

Sorak sorai perlahan mereda.

Para warga mulai memberi jalan saat rombongan klan dan pasukan kota melangkah masuk lebih dalam ke kota Zhoucheng.

Gerbang kota ditutup perlahan.

GROK…

Suara itu menandai satu hal—

perang telah usai.

Namun mereka tidak pernah mengendurkan kewaspadaan.

Patriark Qing Feng menoleh pada Walikota Qiu Baichuan.

"Sebaiknya Tuan Walikota, Jenderal Qiu Hengtao, Jenderal Lao Zhenwei, Komandan Han Wulei beserta para prajurit yang ikut dalam pertempuran melawan sekte Lembah Racun lebih baik beristirahat dahulu."

"Baik, Patriark Qing Feng, jika demikian kami undur diri." jawab Walikota Baichuan menangkupkan tangan dengan hor
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 57 Mendatangi Peviliun Bulan Perak

    "Aku tidak jadi menjual sumberdaya langka milikku, Manajer," ucap Long Chen datar sambil menatap sang manajer. "Anda hanya menilai seseorang hanya dari penampilan luar. Dan Anda sejak awal tidak menghargai kedatangan kami." Sejak awal Long Chen masih menahan diri dengan sikap yang di tunjukan oleh manajer yang terkesan meremehkannya. Meski ia mengetahui ada prajurit yang berjaga di tiap sudut ruangan itu, dia tidak takut jika harus membuat kekacuan di paviliun Bulan Perak. Manajer itu terdiam. Wajahnya yang semula tenang kini menegang. Tatapannya menajam, bukan karena marah, melainkan karena baru menyadari satu hal—pemuda di depannya tidak sedang menggertak. Ruangan kembali sunyi. Para penjaga di balik dinding tak bergerak, namun aura kewaspadaan mereka perlahan naik. Manajer menarik napas dalam-dalam, lalu menangku

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 56

    Setelah pembicaraan mereka berakhir larut malam, Jiang Ruyue, Qing Yue, dan yang lain pun beranjak meninggalkan ruangan. Mereka memasuki kamar masing-masing, duduk bersila di atas tempat tidur, lalu mulai berkultivasi. Malam berlalu dalam keheningan, hingga fajar menyingsing di Kota Tianjing. “Tuan Muda, apakah Anda sudah bangun?” Suara pelayan wanita terdengar dari luar kamar Long Chen, nadanya hati-hati. "Masuk," jawab Long Chen dari dalam kamar. Pintu terbuka perlahan. Pelayan wanita itu menunduk hormat, tidak berani menatap langsung. "Tuan Muda," ucapnya hati-hati. "Pengelola penginapan ingin berbicara dengan Anda. Ada hal penting yang ingin dibicarakan." Kening Long Chen mengerut. Ia tidak menyangka pihak penginapan akan mencarinya sepagi ini. Tatapannya beralih ke arah pintu, rasa penasaran muncul di matanya. Long Chen bangkit dari tempat tidurnya. "Baik. Tunggu di luar," katanya tenang. "Baik, Tuan Muda." Pelayan itu mundur, menutup pintu dengan perlahan.

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 55 Tiba di Kota Tianjing

    Ke esokan paginya, Qing Long Chen dan rombongannya baru saja selesai menguburkan jasad puluhan penduduk. Mereka bersujud tiga kali sebagai penghormatan. "Semoga kalian tenang di alam sana, aku akan membalas perbuatan mereka berkali-kali lipat," ucap Long Chen tegas di depan gundukan tanah yang masih basah. Di belakang mereka Kepala Desa Weimin dan para penduduk menundukan kepala dalam-dalam. Angin pagi berhembus pelan. Suasana berkabung itu sangat terasa di hati setiap orang yang ada di tempat itu. Weimin maju selangkah, suaranya parau namun dipaksakan tegar. "Tuan Muda Long Chen… desa ini sudah tidak aman lagi. Jika Anda berkenan, izinkan kami mengungsi. Kami tidak berani tinggal lebih lama." Long Chen menoleh. "Pergi sekarang justru berbahaya," katanya. "Karena tidak ada kultivator tingkat tinggi yang mengawal kalian semua, itu sangat beresiko." Beberapa penduduk saling pandang, wajah mereka pucat. "Lalu… apa yang harus kami lakukan?" tanya Weimin hati-hati. Long C

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 54 Membantu Penduduk Desa

    Kedua tangan pria tua itu bergetar saat menerima pil penyembuh tingkat tinggi dari Long Chen. Karena ia tahu pil itu sangat berharga dan sangat mahal harganya, apa lagi di wilayah barat pil dengan kualitas itu termasuk langka. "T-Tuan… ini terlalu berharga…" suaranya bergetar, bercampur takut dan terharu. "Tuan, lebih baik Anda segera telan pil itu," ucap Long Chen ramah. Lelaki tua itu tidak berani ragu lagi. Ia lalu memasukkan pil itu ke mulutnya dengan hati-hati. Begitu pil meleleh, aliran hangat langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Luka-luka di dada dan perut yang semula menganga berhenti berdarah. Sobekan di bahu dan punggung menutup perlahan, tulang yang retak tersambung kembali. Wajahnya yang pucat perlahan kembali memerah. Beberapa saat kemudian, pria tua itu pulih seperti sedia kala. Ia terhuyung, lalu berlutut dalam-dalam. "Terima kasih… terima kasih, Tuan Muda..." dahinya menyentuh tanah, tubuhnya gemetar. Long Chen mengulurkan kedua tangannya dan membantu pri

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 53 Perampok Tengkorak Merah Dan Bayangan Gelap

    Siang hari, Long Chen dan rombongannya memasuki kawasan Pegunungan Xuanfeng. Ketika mereka bergerak semakin dalam, mereka mendadak berhenti. Sekelompok pria bertopeng tengkorak muncul dari balik pepohonan, menghadang jalan mereka. "Serahkan semua sumber daya yang kalian miliki, jika ingin hidup melewati wilayah kami," ujar Bao Zhixin, pemimpin Perampok Tengkorak Merah, sambil mengacungkan pedangnya. Long Chen hanya menggeleng pelan. Tatapannya menyapu satu per satu anggota perampok di hadapannya. "Sejak kapan Pegunungan Xuanfeng menjadi wilayah kalian?" Tang Mingyu melangkah maju. "Daerah ini masih berada di bawah kekuasaan Kota Zhoucheng." Bao Zhixin menyeringai. "Jadi kau ingin melawan kami?" Tatapannya mengeras. "Meski kau putra Patriark Tang Qiyu, aku tidak takut menghadapi semut sepertimu." Tang Mingyu menyipitkan mata. Aura di tubuhnya mulai bergerak. "Semut?" suaranya dingin. Bao Zhixin tertawa kasar. Ia mengangkat tangan kanannya. "Habisi mereka. Sisakan satu at

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 52

    Keesokan paginya saat fajar menyingsing menyinari kota Zhoucheng, para murid, Tetua Qing Wushen, Tetua Qing Jianhong, Tetua Qing Haoran, Tetua Qing Baishan dan Tetua Qing Yunfei berkumpul di halaman utama. "Apa keputusanmu sudah bulat meninggalkan kota ini, Long'er?" tanya Tetua Qing Wushen sambil menatap Qing Long Chen lekat-lekat. Long Chen menganggukkan kepala perlahan seraya menatap para murid dan Tetua lainnya sebelum menjawab. "Iya, Paman. Jika aku berada di kota ini terus, yang ada keselamatan para warga pasti terancam dalam bahaya dan membuat hidup mereka selalu dalam bayang-bayang ketakutan terus menerus jika aku mengambil tindakan. Bagaimanapun aliran hitam berambisi menguasai wilayah barat dan membuat sekte-sekte maupun klan di setiap kota-kota tunduk di bawah sekte mereka," ucapnya dengan tegas. Para Tetua saling pandang dan mereka tahu jika keputusan yang diambil oleh Long Chen memang benar, demi menjaga kedamaian dunia bawah. Tetua Qing Wushen menghela napas pan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status