Share

Mabuk

Author: Anjaly
last update publish date: 2025-04-27 13:29:00

Ketika asisten Xue memasuki ruangan , dia terkejut melihat bosnya minum alkohol. Irwan duduk di sofa dengan matanya setengah tertutup, posturnya sangat mirip dengan raja zaman kuno. Ada sebotol alkohol yang setengah kosong di tangannya sementara beberapa botol kosong tergeletak di tanah.

“ Bos saatnya pulang.” Asisten Xue berkata.

Tidak ada jawaban, ada keheningan yang menakutkan di ruangan itu. Mengambil napas dalam- dalam, asisten Xue berkata, “ Bos, ini hampir malam hari, Anda harus pulang.”
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Apakah itu Sudah Direncanakan?

    "Irwan, apakah mereka tahu bahwa aku putri mereka?" tanya Joya dengan gugup."Tidak, hanya Mochen yang mengetahuinya," jawab Irwan dengan jujur."Oh..."Melihat wajahnya yang murung, pria itu menghela napas. Sambil mengelus punggung Joya, ia menenangkannya, "Joya, jangan sedih. Suatu hari nanti mereka akan tahu tentang dirimu, dan mereka akan sangat bahagia serta bangga memiliki putri sepertimu.""Aku tahu," Joya tersenyum."Lalu, bagaimana kau tahu bahwa aku putri mereka?" tanyanya penasaran." Mochen yang memberitahuku," jawab Irwan terus terang." Mochen?""Ya. Saat kau dan Ibu Mertua terluka dalam kecelakaan itu, Mochen melakukan tes DNA dan hasilnya positif," jelas Irwan."Sebenarnya, aku ingin memberitahumu hal ini tepat pada hari itu juga, tetapi Mochen mencegahku. Dia menyadarkanku akan bahaya yang mengintaimu, dan itulah sebabnya aku tidak memberitahumu," jelasnya.Joya mengangguk, "Aku mengerti."Tiba-tiba sebuah pikiran melintas di benak Joya dan ia menarik lengan Irwan, "I

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Ditakdirkan Untuk Bersama

    "Joya, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu..." ujar Irwan dengan gugup.Joya mendongak dan mengangkat alisnya. "Apa?" tanyanya.Irwan menelan ludah sembari melepaskan pelukannya dari tubuh Joya. Ia menatap mata wanita itu yang tampak penasaran dan bingung; ia tidak tahu bagaimana harus memulai atau apa yang harus dikatakan. Ia meraih tangan Joya dan mengusapnya, seolah ingin meredakan rasa takutnya sendiri dan mencari kekuatan dari wanita itu."Ada apa, Irwan? Kau terlihat begitu gugup...""A-aku menyembunyikan sesuatu darimu," aku Irwan dengan cemas."Apa?""Itu... itu... soal... hal itu.""Apa kau berselingkuh?" tanya Joya dengan nada serius. Melihat Irwan begitu gugup, Joya melontarkan candaan untuk membuatnya merasa lebih tenang.Irwan: ".....""Tentu saja tidak!" sergah Irwan cepat. "Kau tahu aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.""Aku tahu. Lalu, apa yang membuatmu begitu gugup?" Joya terkekeh."Aku... aku menyembunyikan sesuatu yang sangat besar darimu, dan hal i

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Setiap Orang Punya Kelemahan

    "Irwan, bukankah menurutmu ada konspirasi besar yang tersembunyi di balik semua ini?" tanya Joya.Hah?Irwan tersadar dari lamunannya saat mendengar pertanyaan Joya. "Konspirasi apa? Apa maksudmu?" tanyanya."Begini, saat aku mendengar versimu tentang kejadian itu, menurutku ada sesuatu yang janggal," jelas Joya."Janggal? Seperti apa?""Tadi kau bilang bahwa ketiga keluarga itu tidak membunuh ayah Rahul, tapi Rahul mengira kalianlah pelakunya. Mengapa dia berpikir begitu?" tanya Joya.Irwan mengangkat bahu. "Itu karena jika kita melihat dari sudut pandangnya, memang tampak seolah-olah kamilah yang membunuh Paman khan.""Kau benar," kata Joya, "tapi ada satu hal yang terlewat olehmu."Melihat raut wajah Irwan yang bingung, Joya menjelaskan pemikirannya dengan sangat hati-hati. "Saat kejadian itu terjadi, berapa usia Rahul? Dia masih anak kecil. Betapapun cerdasnya dia saat itu, dia hanyalah seorang anak yang tak berdaya."Irwan mengangguk, meski belum sepenuhnya menangkap maksud Joya

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Hancur Oleh Kabar Itu

    "Malam itu adalah malam tanpa tidur bagi semua orang. Keesokan harinya, setelah suasana mulai tenang, Paman Lin, Paman Tang, dan ayahku memutuskan untuk pergi menemui ayah Rahul," ujar Irwan. "Saat tiba di Kediaman Keluarga Khan, mereka mendapati seluruh rumah itu kosong. Tidak ada jejak pelayan maupun penjaga. Rahul dan ayahnya telah menghilang.""Mereka menemukan sepucuk surat yang ditujukan kepada mereka. Surat itu ditulis oleh ayah Rahul; isinya menyatakan bahwa ia akan membalas dendam dan menginginkan seluruh kekayaan serta kekuasaan dari keempat keluarga terkemuka itu. Ia ingin menjadi raja yang menguasai segalanya.""Ayahku merasa bingung dan terkejut setelah membaca surat tersebut. Tak seorang pun menyangka bahwa ayah Rahul akan memikirkan dan merencanakan hal semacam ini. Pencarian terhadap Rahul dan ayahnya pun dilakukan. Ayahku, Paman Lin, dan Paman Tang mengerahkan segala upaya untuk mencari mereka, namun hasilnya nihil.""Di tengah pencarian Rahul dan ayahnya, Paman Lin m

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Kejadian Itu...

    "Jadi, apakah kau memaafkanku?" tanya Irwan dengan gugup. Ia memainkan jemarinya sembari sesekali melirik ke arah Joya."Pertama, ceritakan padaku segalanya tentang Rahul dan perselisihan kalian. Insiden apa yang dia bicarakan? Aku ingin tahu semuanya, baru kemudian aku akan memutuskan apakah aku mau memaafkanmu atau tidak," ujar Joya sambil menghela napas. Ia tahu bahwa meskipun ia ingin marah pada Irwan, ia tidak akan sanggup melakukannya.Irwan mengangguk."Joya, aku tidak pernah berniat menyembunyikan soal Rahul. Aku hanya belum sempat menceritakan tentang dirinya padamu," jelas Irwan.Joya mengangguk."Aku tidak tahu seberapa banyak yang kau ketahui tentang empat keluarga terpandang itu, tapi aku akan menceritakan tentang silsilah kami," kata Irwan. "Saat ini hanya tersisa tiga keluarga terpandang—keluarga Lung, Tang, dan Lin. Namun, beberapa tahun yang lalu, ada satu keluarga terpandang lagi. Itu adalah keluarga Khan, dan Rahul berasal dari keluarga tersebut.""Keluarga-keluarga

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Lepaskan Tanganku!

    Saat tidak ada yang menjawab, Tang Jun menghela napas. Dia menatap Jacky dan memberikan isyarat mata yang penuh arti. Suasana di dalam mobil terasa tegang. Mereka tahu bahwa jika mereka membuat keributan lagi, pertengkaran hebat bisa saja pecah sewaktu-waktu di dalam mobil. Situasi ini persis seperti ketenangan sebelum badai dahsyat.Tang Jun dan Jacky merasa sesak di dalam mobil, jadi mereka memutuskan untuk diam saja dan tidak ikut campur dalam pertengkaran pasangan itu. Tak lama kemudian, mobil tiba di apartemen Jacky, dan Jacky pun keluar."Selamat malam Kakak, Kakak Ipar," ucap Jacky saat keluar dari mobil. "Terima kasih sudah mengantarku, Kak Tang," ujarnya."Tunggu Jacky, hari ini aku akan menginap di tempatmu..." kata Joya.Jacky: "....."Tang Jun: "..."Joya membuka pintu di sisinya, namun tepat saat ia hendak melangkah keluar, tangannya ditarik kembali."Mau ke mana?" tanya Irwan dengan suara rendah sembari menarik tangan Joya untuk mencegahnya keluar. Joya menoleh ke arah

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Tamu tak diundang

    Keesokkan harinya, Joya terbangun oleh suara bel pintu yang tiba- tiba berbunyi. “ Siapa yang mengganggu tidurku?” gerutu Joya sambil bangun dari tempat tidurnya dan melihat jam, baru pukul 11 pagi, siapa gerangan ?Joya merenung sambil berjalan menuju pintu. Hari ini dia tidak perlu pergi bekerja

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Pernikahan Windy XXI

    “ Agus membunuh saudara perempuannya sendiri dan suaminya demi perusahaan, mengambil bayi mereka yang baru lahir dan membesarkannya sebagai anaknya sendiri,” suara itu memberi tahu.Bisikan- bisikan menyebar di seluruh tempat acara. Tak seorang pun percaya kalau Agus bisa melakukan kejahatan sebesa

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Pernikahan Tahun ini

    Joya menatap orang tuanya dengan tak percaya. Dia tidak bisa mempercayai matanya. Melihat reaksi dingin mereka yang tidak tergerak dan tidak terkejut, hatinya hancur berkeping-keping. Dia sangat bingung dan hancur. Semuanya berantakan. Hati dan pikirannya tidak bekerja dengan baik. Dia punya banyak

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Hancur

    "Sangat cantik...."Joya tertegun. Senyum cerah bersinar di wajahnya yang cantik saat dia melihat gaun pengantinnya. Ini adalah mahakaryanya, gaun terindah yang pernah dia buat.Gaun pengantin ini adalah hati dan jiwanya. Hari ini dia menikah dengan Leonard - tunangannya, cinta sejatinya, inspirasi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status