Mag-log inSaat pulang kerja, Paula, rekanku menghampiriku. Dia meminta tolong agar aku menggantikan shift malamnya. Karena aku sudah punya rencana setelah pulang kerja, jadi aku menolak. Saat sedang bertugas malam itu, dia ketahuan meninggalkan tempat kerja dan dipecat oleh perusahaan. Paula mulai menyimpan dendam padaku. Ketika aku sedang hamil dan hampir melahirkan, dia mendorongku dari tangga. “Aku bersusah payah untuk masuk ke perusahaan ini. Kalau bukan karenamu, aku nggak akan dipecat!” “Jangan harap bisa hidup enak di atas penderitaanku!” Akhirnya, aku mengalami pendarahan hebat dan meninggal bersama bayiku. Namun, saat aku membuka mata, aku kembali ke hari di mana Paula memintaku untuk menggantikan shift malamnya. Ternyata, alasan dia meninggalkan tempat kerja waktu itu adalah bertemu dengan suamiku diam-diam.
view moreAku membuka Whatsapp Paula dan mengirim pesan, “Paula, ada sesuatu yang harus kuberitahu padamu. Aku khawatir Ferdi menipumu. Sebelum bercerai, kami sempat menjalani pemeriksaan kesehatan bersama dan hasil pemeriksaan baru saja kuterima hari ini. Ferdi kemungkinan terinfeksi HIV.”Paula langsung membalas dengan marah, “Luna, kamu sudah gila? Berani sekali mengutuk Ferdi terkena HIV … “ 56 detik yang lalu.“Ferdi bukan tipe orang yang suka bermain dengan perempuan lain di luar. Dasar wanita gila yang nggak suka melihat aku bahagia dengan Ferdi … “ 57 detik yang lalu.“Kalau Ferdi terinfeksi, kamu juga bakalan terinfeksi … “ 52 detik yang lalu.Akhirnya, dia mengirimkan terakhir, “Luna, ini beneran? Kamu juga sudah diperiksa? Kamu juga terinfeksi?”Aku hanya menjawab singkat, “Hasilku negatif. Saranku, sebaiknya kamu segera periksa. Lebih cepat lebih baik untuk pengobatannya.”Beberapa hari kemudian, aku mendapat kabar dari Yesinta,“Luna, bagaimana kamu tahu kalau Ferdi terinfeksi HIV?
Setelah bercerai, aku merasa begitu lega. Bahkan melihat anjing di komplek perumahan saja jadi lebih menyenangkan. Namun, Ferdi dan Paula jelas tidak merasakan kebahagiaan sepertiku.Dengar-dengar, Samuel yang selama ini begitu setia pada Paula, akhirnya mengambil langkah tegas dalam hidupnya dan menceraikan Paula. Paula diceraikan tanpa diberikan sepeser pun.Namun, Paula tidak peduli. Dia langsung pindah untuk tinggal bersama Ferdi.“Kak Luna, sampai bertemu di Restoran Jumbo jam enam nanti. Aku akan menunjukkan sebuah pertunjukkan yang seru.” Isi pesan Whatsapp dari Nadya membuatku langsung bersiap-siap. Selesai kerja, aku langsung menuju Restoran Jumbo.Astaga, ini benar-benar tontonan yang tidak boleh dilewatkan. Ferdi, Nadya dan Paula berada dalam satu ruangan. Ini jelas seperti arena persaingan yang panas.Aku berdiri di lantai dua, mengamati mereka dari atas. Tepat di tengah restoran, ketiga orang ini berhadap-hadapan.Dengan lemah, bagaikan sekuntum bunga yang rapuh, Paula be
Sore hari itu, aku segera meminta Yesinta untuk menyerahkan surat gugatan cerai kepada Ferdi, sekaligus mengganti kunci rumah.Tanpa menunda lagi, aku pergi ke rumah orang tuaku untuk memberitahu masalah Ferdi. Aku hanya mengatakan bahwa dia berselingkuh, tanpa berani mengatakan bahwa dia pernah membunuhku di kehidupan sebelumnya. Aku takut orang tuaku tidak sanggup menerimanya.Namun, ayahku yang selalu tegas dan bijaksana segera mengambil alih kembali kendali perusahaan dari tangan Ferdi dan memecat orang-orang yang sudah dipengaruhi olehnya.Sementara itu, aku sungguh salut pada Ferdi. Di saat seperti ini, dia malah menghilang. Apakah ini belum saatnya dia menunjukkan watak aslinya?Aku juga tak menyangka, dua hari setelahnya, Ferdi muncul di depan rumahku dan berlutut sambil memohon ampun.“Luna, aku salah. Semua ini karena Paula yang menggodaku. Karena dia adalah rekan kerjamu, aku juga nggak enak menolaknya. Dari sanalah dia mengambil kesempatan. Ini semua salah dia,” katanya sam
Di video tersebut, Paula juga datang ke rumahku untuk mencari ponsel.“Sayang, cepat cari ponselnya, sebelum dia melihat dan menghapus semuanya.”“Ferdi, biar saja kalau dia lihat, untuk apa begitu takut? Aku sudah muak berbagi dirimu dengannya. Setiap kali aku memikirkan kalian berdua bersama, aku merasa mual!”“Paula, aku juga nggak mau dekat dengannya. Tenang saja, ayah Luna sudah menyerahkan hampir semua urusan perusahaan padaku. Hampir semua keputusan ada di tanganku sekarang.”Ujar Ferdi sambil meraba dada Paula, sambil menghiburnya, “Bersabar sebentar lagi. Saat Luna melahirkan, kita bisa membunuhnya bersama bayinya. Lalu aku akan menikahimu dengan megah. Sekarang belum saatnya, nanti orang akan bilang kamu perempuan simpanan dan aku nggak tega melihat itu terjadi.”“Ferdi, kamu benar-benar baik. Ada janjimu ini, aku rela menunggu. Aku janji akan setia padamu dan nggak akan membiarkan Samuel menyentuhku,” ujar Paula dengan wajah penuh kebahagiaan, seperti gadis kecil yang sedang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.