Share

Bab 2 Tanggung Jawab?

Kembali ke masa yang lebih awal lagi, kala itu Tiara dan Kevin adalah siswa populer di SMA Bakti di Kota Cendrawasih. Bukan karena kecantikan dan ketampanan mereka berdua saja, mereka sama-sama aktif dan berprestasi di sekolah. Tiara adalah mayoret marching band sekolah, sementara Kevin adalah ketua ekskul basket. Kedua posisi itu seringkali diisi oleh siswa yang terbilang bagus dalam penampilan. Banyak teman-teman sekolah yang sangat iri dengan keduanya. Bagaimana tidak, keduanya sama-sama berparas indah, berprestasi, dan berasal dari keluarga yang sangat kaya.

Pernah terjadi di suatu pagi yang indah, hari itu hari Senin. Pagi itu, selepas upacara bendera, guru mengumumkan siswa berprestasi di sekolah.

"Hari ini seperti biasa, Ibu akan mengumumkan siswa berprestasi di minggu ini. Yang pertama, Tiara Salim. Selamat Tiara, sudah memenangkan juara pertama lomba mayoret terbaik. Yang kedua, Kevin Atmaja, selamat Kevin, sudah berhasil memboyong tim basket menjuarai kompetisi basket nasional."

Saat mendengar kedua nama itu disebut, siswa-siswa di sana kompak bersorai.

"Pasangan serasi! Cieeee!"

"Sudah cantik dan tampan, berprestasi pula!"

Kira-kira begitulah celotehan siswa-siswa pagi itu. Tiara dan Kevin pun maju ke depan podium dengan pipi merona merah karena malu dan juga bahagia sudah disoraki seperti itu.

Guru yang mengumumkan kembali melanjutkan kata-katanya, "Teman-teman semuanya, tenang dulu, ya. Nih, kalian contoh Tiara dan Kevin. Mereka berdua memang pacaran, tapi pacarannya sehat. Mereka saling mendukung untuk terus berprestasi di sekolah.

...

Sampai suatu hari tiba, hari pengumuman ujian nasional. Seluruh siswa kelas 3 SMA Bakti merayakan kelulusan mereka dengan berpesta di sekolah. Sepulang perayaan itu di sekolah, Kevin mengajak Tiara untuk bergabung dengan teman-teman tim basketnya untuk menginap di sebuah vila.

"Sayang, ikut aku ke vila yuk. Aku mau rayain pesta kelulusan sama teman-teman tim basket. Kita nanti sewa DJ loh," ajak Kevin.

Tiara memiliki orang tua yang sangat ketat, dia yakin bahwa orang tuanya sudah pasti tidak akan mengizinkannya.

Jadi, Tiara pun menjawab, "Kayaknya aku nggak ikut deh, kamu tahu sendiri gimana ketatnya ayah sama ibu aku."

Kevin sudah tahu soal ini, jadi dia pun tidak memaksa.

"Kalau begitu, aku boleh pergi sama teman-teman? Cuma pesta-pesta aja kok, di sana temen cewekku 3 sama temen cowokku 5. Kita semua sudah sama-sama punya pacar," jelas Kevin.

Tiara pun tertawa begitu mendengarnya. Kevin sangat menjaga hatinya sampai menjelaskan sedetail itu.

"Boleh kok, kalau gitu, aku pamit duluan pulang ya. Ayah aku sudah jemput."

Tiara segera pergi dan naik mobil ayahnya, Vandam.

Di dalam mobil, Tiara berkata pada ayahnya, "Yah, Kevin sama teman-temannya mau ke vila malam ini. Mereka mau pesta merayakan kelulusan. Aku sudah bilang nggak akan ikut karena tahu aku nggak akan diizinin Ayah."

"Vilanya di kota mana?" tanya Vandam.

"Kalau nggak salah, di kota Warna, Yah," jawab Tiara.

"Jauh juga, ya. Bilang ibumu nanti di rumah," lanjut Vandam.

Sesampainya di rumah, Vandam menceritakan perihal teman-teman Tiara ke vila pada istrinya, Carla.

Saat makan siang bersama, Carla berkata pada Tiara, "Kamu mau ikut ke vila sama Kevin?"

Tiara tersenyum memohon dan menjawab, "Mau, hehe. Tapi nggak apa-apa kalau nggak diizinkan juga."

Vandam hanya tersenyum, kemudian Carla melanjutkan, "Kalau mau ikut, ya boleh. Kebetulan Ibu lagi ada arisan juga di kota Warna. Kamu bisa nyusul Kevin ke sana."

"Tumben Ibu ada arisan di sana? Beneran nih? Yeay!" Tiara melompat kegirangan lalu langsung meninggalkan makanan yang belum selesai dia makan untuk mengambil ponselnya. Dia segera mengabari Kevin mengenai kedatangannya.

...

Vila Telaga

Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Saat itu, Karin teman Kevin datang membawakan whiskey dan wine. Tiara sangat tidak menyangka, ternyata pesta ini akan ditemani minuman beralkohol. Tiara tidak suka minum alkohol, selain dilarang orang tuanya, dia sangat menjaga kesehatannya. Meski agak kecewa, Tiara tidak banyak berkata-kata, dia terus berdansa dengan Kevin dan teman-temannya.

Alunan musik kian membuat Kevin dan teman-temannya tenggelam dalam suasana yang menyenangkan. Kevin memang terbiasa minum alkohol, malam ini, dia mengajak Tiara untuk minum juga.

"Sayang, minum dikit deh cobain."

Tiara langsung menggelengkan kepalanya, "Nggak mau, kamu tahu 'kan aku nggak suka minum."

Percobaan pertama gagal. Kevin masih belum menyerah, akhirnya dia kembali menawarkan minuman pada Tiara.

"Sayang, aku nggak bermaksud apa-apa. Katanya kamu mau kuliah ke luar negeri, gimana kalau nanti ada yang jebak kamu buat minum sesuatu, tapi kamu malah nyangka itu air putih? Nggak salah dong coba sedikit."

Entah setan dari mana yang merasuki akal sehat Tiara. Setelah berpikir sejenak, Tiara langsung mengiakan ajakan Kevin.

"Oke deh, tapi sedikit saja, ya." Tiara langsung mengambil gelas dari tangan Kevin.

"Ih, pahit sekali! Kamu! Ah, aku nggak suka!" teriak Tiara.

Namun, setelah mencicipi minuman itu, Tiara mulai merasa makin rileks dalam berjoget. Dia makin terlena dalam alunan musik yang menghanyutkan ini.

"Sayang, jangan minum banyak-banyak!" teriak Tiara di telinga Kevin.

Napas Tiara mengenai telinga Kevin. Kevin yang setengah mabuk mulai kehilangan kendalinya. Dia tiba-tiba merangkul pinggang Tiara, lalu dia meminum whiskey dan memasukannya ke mulut Tiara langsung!

Sudah curi-curi mencium, ditambah diam-diam mencekok whiskey juga! Kepala Tiara langsung berdengung. Kevin sialan!

Di tengah kondisi mabuk, Kevin segera menyimpan gelasnya dan menggendong Tiara ke sebuah kamar di lantai atas.

Tiara sudah setengah mabuk juga, dia tidak begitu memberontak begitu Kevin gendong. Dalam benak Tiara hanya ada satu hal, Kevin pasti hanya mengantarnya ke kamar saja untuk mengamankannya. Harus diketahui, kondisi teman-teman Kevin sudah mabuk juga. Tiara agak takut mereka akan macam-macam pada dirinya.

"Setelah antar aku ke kamar, kamu langsung pergi, ya. Aku gerah banget," ujar Tiara.

"Ya, ya, aku juga gerah banget. Dari dulu nggak pernah kayak gini, baru sekarang saja."

Setelah menidurkan Tiara di tempat tidur, Kevin pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Namun, hawa panas di tubuhnya tak kunjung turun. Kevin dengan setengah sadar langsung membuka kemeja dan celananya. Di ingatan Kevin, dirinya sudah masuk ke kamarnya sendiri. Padahal ....

Tiara tanpa sadar tertidur pulas, sampai salah satu bagian tubuhnya terasa sangat sakit.

"Ahhh ...."

Tiara mencoba membuka matanya, tetapi begitu melihatnya, dia panik!

"Kevin, kamu mau apa!" teriak Tiara sambil mencoba mendorong Kevin tetapi dia tidak kuat.

"Tiara, aku nggak tahan, aku nggak kuat. Maafin aku ya," jawab Kevin.

Tiara lagi-lagi ingin berontak, dia mencoba untuk menendang Kevin. Akan tetapi, aneh sekali, kenapa kakinya terasa sangat tidak bertenaga?

"Tiara, tahan, ya. Kalau ada apa-apa, aku pasti tanggung jawab kok."

"Nggak, aku nggak mau!" teriak Tiara lagi.

"Maafin aku, ya!"

"Ngghh ...."

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status