Share

128. DIA AYAHMU?

Penulis: A mum to be
last update Tanggal publikasi: 2026-04-03 15:29:41

"Aku akan membunuhnya."

            Suara Kael terdengar begitu tajam, memotong udara dingin di dalam kabin jet pribadi yang sedang membelah angkasa menuju Jakarta. Namun, di balik ketajaman itu, ada getaran serak yang tak bisa disembunyikan. Sebuah retakan kecil dari hati yang baru saja dihantam kenyataan paling pahit.

            Setelah berkata demikian, Kael membelak

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   379. KAU TAHU BETAPA TAKUTNYA AKU?

    Kael berkedip cepat. Dia ingin memastikan apakah telinganya sedang berhalusinasi akibat kurang tidur atau wanita di atas ranjang itu memang baru saja mengucapkan kata-kata yang paling ingin didengarnya di dunia ini. Kael langsung mendekat ke sisi ranjang. Napasnya tertahan di tenggorokan saat dia berusaha menyelami netra wanita yang sangat dicintainya itu. Tidak ada lagi binar canggung atau tatapan asing yang beberapa jam lalu sempat membuatnya ingin gila. Yang ada di sana kini hanyalah binar usil, kehangatan, dan sedikit rasa bersalah yang terpancar nyata.“Kau…”"Ya. Tentu saja aku masih mengingatmu. Bagaimana bisa aku..." Ucapan Sabrina terputus begitu saja. Kael tanpa ab

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   378. KENAPA HANYA AKU??

    "Kami akan jadwalkan pemeriksaan lanjutan. Mohon Anda tenang dulu." Kalimat penenang dari dokter spesialis saraf itu sama sekali tidak mendarat dengan baik di telinga Kael. Dadanya naik-turun menahan pasokan oksigen yang mendadak terasa mencekik. Dunianya yang baru saja terasa cerah ketika mendengar kabar Sabrina sadar, kini mendadak runtuh ke titik paling dasar dalam hitungan detik."Tapi kenapa dia hanya tidak mengingat saya saja, Dokter?" tanya Kael dengan nada frustrasi yang tidak lagi bisa disembunyikannya. Suaranya serak, bergetar menahan desakan emosi yang campur aduk antara cemas, tidak percaya, dan takut yang luar biasa. "Dia mengenali semuanya. Kenapa hanya aku yang dianggap asing olehnya?""Mungkin karena kau yang membuat lukanya terlalu dalam," celetuk Ganda tiba-tiba dari sudut ruangan.&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   377. SUNGGUH LAMA DAN MENYIKSA

    "Ayah jahat!! Kenapa meninggalkanku?" Sabrina masih tersedu menatap wajah sang ayah yang berdiri di seberangnya. Ruangan itu tampak begitu putih, luas, dan tanpa batas, menyisakan kerinduan yang mendalam di dada Sabrina. Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang anggun terdengar mendekat ke arah mereka. Seketika Sabrina ternganga. Senyum di wajah cantik wanita yang baru datang itu adalah senyum yang sudah sangat lama ia rindukan di dalam hidupnya."Ibu..." Sosok wanita itu kini tersenyum manis sembari menggandeng erat tangan Adrian. Keduanya berdiri berdampingan, menatap Sabrina dengan tatapan yang penuh dengan kasih sayang."Ayah, kenapa meninggalkanku secepat in

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   376. INI... DADDY

    Di dalam ruangan NICU, Kael berdiri mematung di depan inkubator. Di balik dinding kaca itu, sesosok tubuh yang sangat mungil terbaring. Bayi laki-laki itu tampak begitu ringkih dengan kulit kemerahan, terhubung pada selang respirator dan berbagai kabel pemantau di dadanya. Alat-alat itu terpasang kuat untuk membantu paru-parunya yang belum matang sempurna. Kael perlahan memasukkan kedua tangannya melalui lubang inkubator yang sudah disterilkan. Jarinya gemetar saat mendekati jemari kecil sang putra yang berukuran mungkin tak lebih besar dari jari kelingking dirinya. Begitu kulit mereka bersentuhan, ada rasa hangat yang menjalar, meruntuhkan seluruh pertahanan Kael."Hai, ini ...Daddy." Suara Kael bergetar hebat bersamaan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   375. KALAU SESUATU TERJADI..

    "Kalau sesuatu terjadi, tolong …selamatkan anak kita." Suara Sabrina terdengar sangat lirih, terputus-putus di antara deru napasnya yang pendek dan berat di atas bangsal yang sedang didorong cepat menyusuri koridor rumah sakit. Cengkeraman jemarinya pada lengan Kael terasa begitu lemah."Tidak!" bantah Kael dengan suara putus asa. Air matanya meluncur deras memandangi wajah Sabrina yang memucat. Pria itu ikut berlari secepat mungkin di sisi ranjang demi tetap bisa menggenggam telapak tangan sang istri. “Jangan bilang begitu! Tidak boleh! Kalian berdua harus selamat!" Namun, Sabrina tidak lagi berkata apa pun. Sepasang matanya perlahan meredup dan terpejam rapat saat tim medis mendorong tubuhnya melintasi batas pintu ruang operasi. Kael yang mulai kehilangan kendali mencoba ikut merangsek masuk ke dalam ruangan steril tersebut, tetapi langkahnya langsung dihadang oleh dua perawat pria. Dokter spesialis yang memimpin tindakan menahan dada Kael dengan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   374. AKU MINTA MAAF

    Kael masih terpaku di dekat ambang pintu. Dia tidak berani melangkah lebih dekat. Rasa bersalah membuat seluruh persendiannya terasa lumpuh dan kaku. Namun, mau sampai kapan? Pada akhirnya Kael memandangi wajah Sabrina yang sembab, lalu beralih pada perut buncit istrinya itu. Hatinya sesak mendapati Sabrina harus menanggung beban duka dalam keadaan hamil besar bagini. Kael teringat bagaimana perjuangan panjang yang telah mereka lalui untuk sampai di titik ini. Tiga tahun terpisah dalam jurang kesalahpahaman yang menyiksa, saling menyakiti dalam keangkuhan, hingga akhirnya takdir melunakkan hati mereka untuk menjalani hidup bersama. Sabrina adalah poros dunianya, satu-satunya alasan Kael bertahan di tengah kejamnya ajang balas dendam di masa lalu. Namun kini, melihat kerapuhan istrinya, Kael dirayapi ketakutan luar biasa. Dia sadar bahwa cinta mereka selalu dikelilingi badai, dan kali ini, dia takut apa yang terlah terjadi a

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   5. AKU TIDAK SETUJU

    “Grandma tidak bisa menjadikan empati sebagai standar keputusan.”“Aku sedang tidak berempati,” balas Maureen dengan ketenangan yang kontras. Ia bersandar pada tumpukan bantal, wajahnya pucat pasi, namun binar di matanya menunjukkan bahwa ia belum kehilangan kendali atas hidupnya. “Aku sedang memili

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   4. KENAPA HARUS DIA??

    Sabrina terbangun dengan napas tersentak. Bukan karena mimpi buruk. Melainkan karena tubuhnya tenggelam di sesuatu yang terlalu empuk. Terlalu hangat, terlalu tidak masuk akal untuk hidupnya. Matanya terbuka perlahan. Langit-langit putih bersih dengan ukiran halus. Tirai tebal berwarna

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   3. TIDAK BISA MENOLAK

    Kael terdiam. Rahangnya mengeras, napasnya tertahan sejenak, seolah ia sedang menimbang sesuatu yang jauh lebih berat daripada sekadar keputusan malam ini. Sorot mata abu-abu gelap itu bergerak perlahan dari neneknya ke Sabrina, lalu kembali lagi. Tidak ada empati di sana. Hanya perhitu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   2. JANGAN LANCANG!

    Bayangan tinggi itu tidak bergerak, tetapi kehadirannya menekan ruangan seperti dinding yang mendadak menyempit. Lampu gantung di ruang tamu terasa lebih redup. Udara berubah dingin. Sabrina berdiri kaku. Jari-jarinya mencengkeram ujung bajunya tanpa sadar. Napasnya tertahan saat langka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status