Share

129. TERTIPU

Author: A mum to be
last update publish date: 2026-04-03 18:36:14

Udara di ruang tengah kediaman O’Shea mendadak membeku, seolah seluruh oksigen telah dihisap keluar oleh kemurkaan yang meledak dalam kesunyian. Kael menyentakkan tangannya dari rahang Sabrina dengan gerakan kasar, seolah-olah kulit halus gadis itu baru saja menyengatnya dengan tegangan listrik ribuan volt yang menjijikkan. Ia mundur dua langkah besar, matanya menatap telapak tangannya sendiri dengan ekspresi yang begitu ngeri, seperti baru saja menyentuh bangkai yang membusuk.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   371. KALIAN KENAPA?

    "Oh, ya Tuhanku!" Nyonya Maureen yang baru saja keluar dari kamarnya pagi itu langsung terisak, menangkup wajahnya yang mendadak pucat pasi. Tubuh sepuhnya tampak bergetar begitu hebat menahan syok, hingga Gladis dengan sigap langsung merangkul pundak wanita tua itu dan menuntunnya secara perlahan menuju sofa beludru di ruang tengah. Sementara itu, Ganda masih berdiri mematung dan diam seribu bahasa di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke sudut kota. Kedua tangannya mengepal begitu erat di dalam saku celana, sementara matanya masih berkaca-kaca menatap kosong ke luar gedung. Kabar buruk yang disampaikan oleh Victor melalui panggilan telepon darurat setengah jam yang lalu benar-benar meruntuhkan seluruh pertahana

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   370. DIA BISA HIDUP TANPAKU

    Adrian menyentak tangan Kael dengan kasar hingga terlepas. Pria paruh baya itu berjalan lebar dengan langkah kokoh menuju mobil taktis yang mesinnya sudah menderu keras di depan pintu hanggar. Kael mengepalkan tangan kuat-kuat. Menyadari keras kepala mertuanya tidak akan bisa dipatahkan, dia tidak punya pilihan lain."Sialan!" umpat Kael, lalu berlari menyusul dan melompat masuk ke dalam mobil yang sama. Malam itu, serangan membabi buta tidak lagi bisa dihindari di sektor utara Berlin. Suasana gudang yang menjadi markas sayap burung perak langsung pecah oleh rentetan tembakan. Kael akhirnya mendampingi Adrian di garis paling depan. Keduanya be

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   369. TERLALU BERISIKO

    Udara dingin Berlin yang menusuk tulang langsung menyambut kedatangan Kael begitu dia menapakkan kakinya turun dari tangga jet pribadi. Di dalam sebuah hanggar tua yang terisolasi jauh di pinggiran kota, atmosfer terasa begitu mencekam. Cahaya lampu yang temaram berkedip sesekali, hanya mampu menerangi beberapa sudut ruangan yang luas, memantulkan bayangan hitam dari deretan mobil taktis antipeluru yang sudah bersiaga sejak beberapa jam lalu. Di sudut hanggar yang paling gelap, sesosok pria paruh baya dengan setelan mantel wol tebal berwarna gelap berdiri tegak. Adrian sudah menunggunya di sana dengan ekspresi wajah yang luar biasa dingin. Gurat kelelahan yang sempat terlihat saat mereka melakukan panggilan video di Singapura kini telah menguap sepen

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   368. AKAN JADI YANG TERAKHIR

    Suasana di dalam ruang tengah penthouse mendadak berubah hening. Gelak tawa yang beberapa menit lalu meramaikan ruangan kini hilang total. Semua orang terdiam di posisinya masing-masing, tidak ada yang berani bergerak atau bersuara. Hanya suara berat Kael yang terdengar menyahuti orang di seberang telepon dengan nada yang sangat dingin dan tegas. Setiap kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar begitu serius. Di seberang sana, Adrian sudah menunggunya di Berlin untuk menghadapi masalah besar yang kembali melanda klan mereka. Setelah memutus panggilan telepon, Kael terdiam sejenak di dekat pintu balkon dengan rahang mengeras. Tak lama kemudian, dia melangkah menghampiri sang nenek yang duduk di sofa."Grandma..." panggil Kael lirih. Nyonya Maureen mendongak, menatap cucunya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Wanita tua itu tersenyum getir seolah sudah memahami situasi tanpa perlu penjelasan."Aku tidak tahu, Sayang. Kalau takdir bisa

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   367. KAPAN BERAKHIRNYA?

    "Ck. Yang benar saja. Kalau kau mati, adikku otomatis jadi janda dong. Begitu anak kalian lahir, dia akan balas dendam lagi. Kapan berakhirnya ini?" Begitulah. Ganda mengomel dengan wajah yang tampak sangat frustrasi, jemarinya berulang kali menyisir rambutnya dengan kasar. Kael tidak langsung menjawab. Pria itu menatap lurus ke depan, memperhatikan siluet kota Singapura yang mulai benderang di bawah terik siang."Aku dan ayahmu sedang berusaha memutus mata rantainya," jawab Kael kemudian dengan wajah yang teramat serius, suaranya terdengar berat dan dalam."Sampai kapan?" tanya Ganda lagi, menuntut kepastian yang selama ini tidak ada habisnya. "Aku harus turun tangan.""Jangan gegabah!" sergah Kael cepat. Sorot matanya menajam, mengunci pandangan Ganda dengan aura intimidasi yang kuat. "Jangan menambah masalah baru, Ganda." Obrolan berat di ruang tengah itu akhirnya menguap begitu saja, tidak mencapai akhir yang memuaskan bagi kedua belah pihak.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   366. SUAP-SUAPAN

    "Lakukan sesuai instruksi." Setelah mengucapkan kalimat pendek itu, Kael langsung memutus panggilannya tanpa menunggu balasan dari seberang saluran. Dia memasukkan kembali ponsel ke dalam saku dengan gerakan tenang, namun sorot matanya sempat menegang selama beberapa detik. Kael kemudian melirik ke arah Sabrina yang duduk di sebelahnya. Wanita itu tampak tegang, jemarinya meremas pinggiran gaun rumahannya dengan pandangan mata yang dipenuhi kecemasan. Menyadari kegelisahan sang istri, Kael segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi lebih lembut. Dia mengusap punggung Sabrina perlahan."Sayang, Aliz sedang menanti suapanmu."&nbs

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   241. HABIS KETEMU PACAR?

    Mobil yang dikemudikan Sabrina membelah jalanan Jakarta dengan ritme yang tenang, sangat kontras dengan dentum jantung di balik dadanya yang masih belum mau mereda. Ketika lampu merah menyala, Sabrina menyandarkan kepala pada kaca

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   239. SEBUAH PENGAKUAN

    Sabrina terdiam, dadanya bergemuruh hebat hingga terasa menyakitkan. Di detik itu, kesadarannya menghantam keras. Kemarahannya yang meledak-ledak bukan karena ego yang terusik, melainkan ketakutan nyata akan kehilangan pria tua ba

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   238. CINTA ITU BOHONG

    Setengah jam kemudian, suasana di dalam kamar Ganda terasa jauh lebih tenang dibandingkan badai yang baru saja melanda meja makan. Pria itu baru saja merebahkan tubuhnya, berniat memejamkan mata setelah hari yang mel

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   237. TANYAKAN SAJA PADANYA

    Pesan ketus itu muncul di layar gawai Ganda tepat saat ia baru saja hendak menyuap nasi gorengnya.Kael:[Tanyakan saja padanya, adikmu yang masih sangat muda dan sok bijak itu. Kau 'kan kakaknya!]&n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status