Share

186. INGIN SENDIRIAN

Penulis: A mum to be
last update Tanggal publikasi: 2026-04-23 11:14:53
Ganda melepaskan bekapannya dengan sentakan pelan. Gladis terhuyung, napasnya tersedat-sedat dengan mata yang dipenuhi trauma murni. Tanpa sepatah kata pun, wanita itu lari terbirit-birit menuju lift, seolah nyawanya baru saja dipertaruhkan di koridor itu.

Pemandangan barusan membuat Sabrina segera melangkah.

"Kau mau ke mana?” Kael mencoba meraih lengan Sabrina, wajahnya pucat pasi.

Sabrina menepisnya dengan gerakan kasar. "Kau tidak perlu menjelaskan apapun.”

"Aku tahu. Dan ya, aku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   375. KALAU SESUATU TERJADI..

    "Kalau sesuatu terjadi, tolong …selamatkan anak kita." Suara Sabrina terdengar sangat lirih, terputus-putus di antara deru napasnya yang pendek dan berat di atas bangsal yang sedang didorong cepat menyusuri koridor rumah sakit. Cengkeraman jemarinya pada lengan Kael terasa begitu lemah."Tidak!" bantah Kael dengan suara putus asa. Air matanya meluncur deras memandangi wajah Sabrina yang memucat. Pria itu ikut berlari secepat mungkin di sisi ranjang demi tetap bisa menggenggam telapak tangan sang istri. “Jangan bilang begitu! Tidak boleh! Kalian berdua harus selamat!" Namun, Sabrina tidak lagi berkata apa pun. Sepasang matanya perlahan meredup dan terpejam rapat saat tim medis mendorong tubuhnya melintasi batas pintu ruang operasi. Kael yang mulai kehilangan kendali mencoba ikut merangsek masuk ke dalam ruangan steril tersebut, tetapi langkahnya langsung dihadang oleh dua perawat pria. Dokter spesialis yang memimpin tindakan menahan dada Kael dengan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   374. AKU MINTA MAAF

    Kael masih terpaku di dekat ambang pintu. Dia tidak berani melangkah lebih dekat. Rasa bersalah membuat seluruh persendiannya terasa lumpuh dan kaku. Namun, mau sampai kapan? Pada akhirnya Kael memandangi wajah Sabrina yang sembab, lalu beralih pada perut buncit istrinya itu. Hatinya sesak mendapati Sabrina harus menanggung beban duka dalam keadaan hamil besar bagini. Kael teringat bagaimana perjuangan panjang yang telah mereka lalui untuk sampai di titik ini. Tiga tahun terpisah dalam jurang kesalahpahaman yang menyiksa, saling menyakiti dalam keangkuhan, hingga akhirnya takdir melunakkan hati mereka untuk menjalani hidup bersama. Sabrina adalah poros dunianya, satu-satunya alasan Kael bertahan di tengah kejamnya ajang balas dendam di masa lalu. Namun kini, melihat kerapuhan istrinya, Kael dirayapi ketakutan luar biasa. Dia sadar bahwa cinta mereka selalu dikelilingi badai, dan kali ini, dia takut apa yang terlah terjadi a

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   373. BERITA DUKA

    “A.. ayah.” Bibir ganda bergetar hebat. Suaranya berganti menjadi isakan yang begitu dalam."Bang, kenapa?" desak Sabrina lagi. Suaranya merendah, namun getaran hebat di dalamnya tidak bisa disembunyikan. "Ayah... Ayah kenapa? Jangan membuatku gila ya." Ganda mematung di sisi ranjang. Kedua tangannya yang gemetar perlahan terangkat. Pertahanannya runtuh berantakan saat sepasang mata sembab sang adik menuntut kejujuran yang paling menyakitkan dalam hidup mereka. Dia tidak bisa lagi bersandiwara di hadapan darah dagingnya sendiri."Sabi..." Ganda tercekat, tenggorokannya bagai tersumbat kerikil tajam. Air matanya kembali merebak dan meluncur jatuh tanpa bisa ditahan. "Ayah... Ayah sudah tidak ada."“Ayah sudah meninggalkan kita.”

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   372. AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI

    "Bukankah itu tanda gejala preeklampsia?" Tanpa menunggu persetujuan atau banyak kata lagi, Ganda langsung bangkit dari posisinya. Langkah kakinya bergerak lebar dan tergesa-gesa menghampiri sang adik, lalu dengan sigap memapah tubuh Sabrina yang tampak lemas menuju ke arah pintu keluar. Kepanikan yang sejak tadi dia tahan akibat berita kematian Adrian kini seolah menemukan pelampiasan dalam bentuk kekhawatiran yang meledak-ledak atas kondisi fisik Sabrina."Bang, jangan berlebihan!" ujar Sabrina seraya memegangi kepalanya yang terasa semakin berdenyut nyeri akibat pergerakan Ganda yang terlalu mendadak. "Aku hanya pusing biasa karena kurang tidur semenjak Kael pergi."Gladis yang berjalan cepat di sisi kiri Sabrina ikut menyela, mencoba menenangkan atmosfer yang mendadak tegang.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   371. KALIAN KENAPA?

    "Oh, ya Tuhanku!" Nyonya Maureen yang baru saja keluar dari kamarnya pagi itu langsung terisak, menangkup wajahnya yang mendadak pucat pasi. Tubuh sepuhnya tampak bergetar begitu hebat menahan syok, hingga Gladis dengan sigap langsung merangkul pundak wanita tua itu dan menuntunnya secara perlahan menuju sofa beludru di ruang tengah. Sementara itu, Ganda masih berdiri mematung dan diam seribu bahasa di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke sudut kota. Kedua tangannya mengepal begitu erat di dalam saku celana, sementara matanya masih berkaca-kaca menatap kosong ke luar gedung. Kabar buruk yang disampaikan oleh Victor melalui panggilan telepon darurat setengah jam yang lalu benar-benar meruntuhkan seluruh pertahana

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   370. DIA BISA HIDUP TANPAKU

    Adrian menyentak tangan Kael dengan kasar hingga terlepas. Pria paruh baya itu berjalan lebar dengan langkah kokoh menuju mobil taktis yang mesinnya sudah menderu keras di depan pintu hanggar. Kael mengepalkan tangan kuat-kuat. Menyadari keras kepala mertuanya tidak akan bisa dipatahkan, dia tidak punya pilihan lain."Sialan!" umpat Kael, lalu berlari menyusul dan melompat masuk ke dalam mobil yang sama. Malam itu, serangan membabi buta tidak lagi bisa dihindari di sektor utara Berlin. Suasana gudang yang menjadi markas sayap burung perak langsung pecah oleh rentetan tembakan. Kael akhirnya mendampingi Adrian di garis paling depan. Keduanya be

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   235. KAU TUA SEKALI YA

    Asap tipis mengepul dari panggangan jagung di pinggir jalan, membawa aroma mentega yang gurih dan bumbu pedas manis yang menggugah selera. Di atas kursi plastik biru yang sedikit goyang, Kael kini duduk dengan posisi yang sangat t

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   231. MERASA KOTOR

    Suara sirene polisi yang menjauh perlahan digantikan oleh kesunyian yang mencekam di dalam gudang sana. Keheningan itu terasa berat, hanya dipecahkan oleh deru napas Sabrina yang pendek dan tidak beraturan. Ia masih terduduk di la

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   230. SUARA MENJIJIKKAN

    “Hanya kita berdua di sini, Sabi.” Suara Rama merayap masuk ke telinga Sabrina seperti racun. Ia bisa merasakan hawa napas Rama yang panas berbaur dengan aroma parfum maskulin yang tajam, kini terasa memuakkan karena bercampur dengan debu kayu yang pengap. Sabrina berjuang m

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   229. LEPASKAN AKU!

    Debu kayu yang beterbangan di antara celah cahaya lampu gudang yang temaram mulai menyiksa indra penciuman Sabrina. Ia bisa merasakan gatal yang hebat di pangkal hidungnya, sebuah desakan biologis untuk bersin yang harus ia tekan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status