Teilen

186. INGIN SENDIRIAN

last update Veröffentlichungsdatum: 23.04.2026 11:14:53
Ganda melepaskan bekapannya dengan sentakan pelan. Gladis terhuyung, napasnya tersedat-sedat dengan mata yang dipenuhi trauma murni. Tanpa sepatah kata pun, wanita itu lari terbirit-birit menuju lift, seolah nyawanya baru saja dipertaruhkan di koridor itu.

Pemandangan barusan membuat Sabrina segera melangkah.

"Kau mau ke mana?” Kael mencoba meraih lengan Sabrina, wajahnya pucat pasi.

Sabrina menepisnya dengan gerakan kasar. "Kau tidak perlu menjelaskan apapun.”

"Aku tahu. Dan ya, aku
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   376. INI... DADDY

    Di dalam ruangan NICU, Kael berdiri mematung di depan inkubator. Di balik dinding kaca itu, sesosok tubuh yang sangat mungil terbaring. Bayi laki-laki itu tampak begitu ringkih dengan kulit kemerahan, terhubung pada selang respirator dan berbagai kabel pemantau di dadanya. Alat-alat itu terpasang kuat untuk membantu paru-parunya yang belum matang sempurna. Kael perlahan memasukkan kedua tangannya melalui lubang inkubator yang sudah disterilkan. Jarinya gemetar saat mendekati jemari kecil sang putra yang berukuran mungkin tak lebih besar dari jari kelingking dirinya. Begitu kulit mereka bersentuhan, ada rasa hangat yang menjalar, meruntuhkan seluruh pertahanan Kael."Hai, ini ...Daddy." Suara Kael bergetar hebat bersamaan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   375. KALAU SESUATU TERJADI..

    "Kalau sesuatu terjadi, tolong …selamatkan anak kita." Suara Sabrina terdengar sangat lirih, terputus-putus di antara deru napasnya yang pendek dan berat di atas bangsal yang sedang didorong cepat menyusuri koridor rumah sakit. Cengkeraman jemarinya pada lengan Kael terasa begitu lemah."Tidak!" bantah Kael dengan suara putus asa. Air matanya meluncur deras memandangi wajah Sabrina yang memucat. Pria itu ikut berlari secepat mungkin di sisi ranjang demi tetap bisa menggenggam telapak tangan sang istri. “Jangan bilang begitu! Tidak boleh! Kalian berdua harus selamat!" Namun, Sabrina tidak lagi berkata apa pun. Sepasang matanya perlahan meredup dan terpejam rapat saat tim medis mendorong tubuhnya melintasi batas pintu ruang operasi. Kael yang mulai kehilangan kendali mencoba ikut merangsek masuk ke dalam ruangan steril tersebut, tetapi langkahnya langsung dihadang oleh dua perawat pria. Dokter spesialis yang memimpin tindakan menahan dada Kael dengan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   374. AKU MINTA MAAF

    Kael masih terpaku di dekat ambang pintu. Dia tidak berani melangkah lebih dekat. Rasa bersalah membuat seluruh persendiannya terasa lumpuh dan kaku. Namun, mau sampai kapan? Pada akhirnya Kael memandangi wajah Sabrina yang sembab, lalu beralih pada perut buncit istrinya itu. Hatinya sesak mendapati Sabrina harus menanggung beban duka dalam keadaan hamil besar bagini. Kael teringat bagaimana perjuangan panjang yang telah mereka lalui untuk sampai di titik ini. Tiga tahun terpisah dalam jurang kesalahpahaman yang menyiksa, saling menyakiti dalam keangkuhan, hingga akhirnya takdir melunakkan hati mereka untuk menjalani hidup bersama. Sabrina adalah poros dunianya, satu-satunya alasan Kael bertahan di tengah kejamnya ajang balas dendam di masa lalu. Namun kini, melihat kerapuhan istrinya, Kael dirayapi ketakutan luar biasa. Dia sadar bahwa cinta mereka selalu dikelilingi badai, dan kali ini, dia takut apa yang terlah terjadi a

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   373. BERITA DUKA

    “A.. ayah.” Bibir ganda bergetar hebat. Suaranya berganti menjadi isakan yang begitu dalam."Bang, kenapa?" desak Sabrina lagi. Suaranya merendah, namun getaran hebat di dalamnya tidak bisa disembunyikan. "Ayah... Ayah kenapa? Jangan membuatku gila ya." Ganda mematung di sisi ranjang. Kedua tangannya yang gemetar perlahan terangkat. Pertahanannya runtuh berantakan saat sepasang mata sembab sang adik menuntut kejujuran yang paling menyakitkan dalam hidup mereka. Dia tidak bisa lagi bersandiwara di hadapan darah dagingnya sendiri."Sabi..." Ganda tercekat, tenggorokannya bagai tersumbat kerikil tajam. Air matanya kembali merebak dan meluncur jatuh tanpa bisa ditahan. "Ayah... Ayah sudah tidak ada."“Ayah sudah meninggalkan kita.”

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   372. AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI

    "Bukankah itu tanda gejala preeklampsia?" Tanpa menunggu persetujuan atau banyak kata lagi, Ganda langsung bangkit dari posisinya. Langkah kakinya bergerak lebar dan tergesa-gesa menghampiri sang adik, lalu dengan sigap memapah tubuh Sabrina yang tampak lemas menuju ke arah pintu keluar. Kepanikan yang sejak tadi dia tahan akibat berita kematian Adrian kini seolah menemukan pelampiasan dalam bentuk kekhawatiran yang meledak-ledak atas kondisi fisik Sabrina."Bang, jangan berlebihan!" ujar Sabrina seraya memegangi kepalanya yang terasa semakin berdenyut nyeri akibat pergerakan Ganda yang terlalu mendadak. "Aku hanya pusing biasa karena kurang tidur semenjak Kael pergi."Gladis yang berjalan cepat di sisi kiri Sabrina ikut menyela, mencoba menenangkan atmosfer yang mendadak tegang.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   371. KALIAN KENAPA?

    "Oh, ya Tuhanku!" Nyonya Maureen yang baru saja keluar dari kamarnya pagi itu langsung terisak, menangkup wajahnya yang mendadak pucat pasi. Tubuh sepuhnya tampak bergetar begitu hebat menahan syok, hingga Gladis dengan sigap langsung merangkul pundak wanita tua itu dan menuntunnya secara perlahan menuju sofa beludru di ruang tengah. Sementara itu, Ganda masih berdiri mematung dan diam seribu bahasa di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke sudut kota. Kedua tangannya mengepal begitu erat di dalam saku celana, sementara matanya masih berkaca-kaca menatap kosong ke luar gedung. Kabar buruk yang disampaikan oleh Victor melalui panggilan telepon darurat setengah jam yang lalu benar-benar meruntuhkan seluruh pertahana

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   326. PERSIAPAN BULAN MADU

    Usai kecupan sakral yang mengikat janji suci mereka, Kael dan Sabrina turun dari altar. Langkah pertama keduanya sebagai sepasang suami istri langsung disambut oleh pelukan hangat keluarga besar.&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   324. H-1

    Ini masih hari ketiga. Namun, Kael sudah tidak tahan lagi ingin melihat wajah Sabrina. Pria yang biasanya memegang kendali penuh atas bisnisnya itu kini benar-benar mati kutu di bawah pengawasan ketat Nyonya Maureen di rumah utama

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   323. SALAH DESAIN?

    “Apa kau tidak memeriksa desain dan bacaannya sekali lagi, hah?!” sentak Kael menahan amarah, suaranya yang bariton terdengar begitu menggelegar di sudut taman yang sepi. Entah apa yang diucapkan Victor di seber

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   322. ITU HANYA MITOS

    Adrian dan Ganda sudah duduk rapi di meja makan. Kedua pria itu sesekali saling melempar kode melalui tatapan mata, lalu tersenyum penuh arti. Bagaimana tid

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status