공유

229. LEPASKAN AKU!

작가: A mum to be
last update 게시일: 2026-05-06 11:04:27

            Debu kayu yang beterbangan di antara celah cahaya lampu gudang yang temaram mulai menyiksa indra penciuman Sabrina. Ia bisa merasakan gatal yang hebat di pangkal hidungnya, sebuah desakan biologis untuk bersin yang harus ia tekan sekuat tenaga hingga dadanya terasa sesak.

            Sementara di luar sana, suara langkah sepatu pantofel Rama terdengar seperti dentin

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   282. BELAJAR MENGENDALIKAN DIRI

    Ponsel di tangan Sabrina terasa begitu dingin, berbanding terbalik dengan darahnya yang mendadak berdesir panas akibat foto provokatif yang baru saja diterimanya. Selama beberapa detik, napasnya tertahan di tenggorokan. Rasa cemas dan cemburu yang paling primitif nyaris saja menariknya kembali ke dalam cangkang pertahanan diri yang membuatnya ingin mematikan ponsel, mengunci diri di laboratorium, dan mungkin saja akan mengabaikan Kael seperti yang biasa ia lakukan jika menghadapi konflik emosional sebelumnya. Namun, Sabrina menarik napas sedalam mungkin. Ia mencengkeram pinggiran meja laboratorium, memaksa logikanya untuk mengambil alih kendali. Tidak. Ia menolak menjadi wanita lemah yang langsung hancur hanya karena foto dari nomor asing. Setelah apa yang terjadi di bahu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   281. RASA CEMAS

    "Hei, kau baik-baik saja? Wajahmu mendadak pucat," tanya Kael lembut, memecah keheningan begitu pintu apartemen tertutup rapat. Ia melangkah mendekat, menyimpan ponselnya ke dalam saku jas, lalu menatap lekat sepasang mata Sabrina yang tampak kosong.Sabrina tersentak, buru-buru menarik napas dalam demi menguasai gemuruh di dadanya. "Aku... aku tidak apa-apa, Kael. Hanya mendadak merasa sangat lelah."Ganda yang berdiri tidak jauh dari mereka, segera mendekat sembari menggendong Aliz yang sudah kembali memejamkan mata di ceruk lehernya. "Lebih baik kau segera istirahat, Sabi. Biar Aliz tidur denganku di kamar sebelah malam ini. Dan Kael, sepertinya kau juga harus pulang.""Terima kasih, Ganda," ucap Kael tulus. Setelah Ganda melangkah masuk ke dalam kamar, Kael beralih sepenuhnya pada Sabrina. Ia meraih kedua tangan gadis itu, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. "Jangan pikirkan u

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   280. MINTA MAAF

    Kehangatan romantis yang baru saja mereka bawa dari jalanan seketika menguap tanpa sisa, digantikan oleh atmosfer yang mendadak mencekam dan menegangkan begitu pintu apartemen terbuka lebar. Pemandangan di dalam ruang tengah yang luas itu membuat Kael langsung menegang sempurna dengan rahang mengeras kokoh, sementara Sabrina refleks melangkah mundur satu tapak dengan jantung yang mencelos. Di atas sofa ruang tamu, Ganda sedang duduk sembari memangku Aliz yang masih menyesuaikan diri lantaran baru saja bangun dari tidur siangnya. Namun, keberadaan mereka berdua bukanlah alasan di balik perubahan drastis ekspresi Kael. Di tengah ruangan itu, duduk sosok Nyonya Maureen yang memancarkan aura wibawa yang teramat kuat. Dan tepat di sebelah sang nenek, Rosaleen melemparkan senyu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   279. DIA BEGITU SEMPURNA

    “Ayo katakan!” Itu dikatakan Sabrina sembari memandang Kael dengan tatapan berapi-api penuh emosi yang tertahan. Napasnya memburu, sementara kedua tangannya masih mencengkeram kemudi dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memucat. Di dalam kabin mobil yang mendadak sunyi setelah sentakan rem mendadak di bahu jalan itu, Sabrina menuntut jawaban. Kael tidak langsung membalas dengan bentakan. Menghadapi kobaran amarah dan kecemburuan yang meletup-letup dari kekasihnya, sepasang mata elang pria itu justru melunak. Ada gurat kelelahan yang nyata di sana, berbaur dengan rasa takut yang teramat besar akan kehilangan. Secara perlahan, Kael mengulurkan kedua tangannya. Ia meraih jemari Sabrina, melepaskan cengkeraman erat gadis itu dari setir mobil, lalu menggenggamnya dengan lembut namun penuh penekanan."Aku mau kau melihatku saja. Hanya fokus pada kita berdua. Bukan Rosaleen, bukan juga Daniel," ucap Kael, nadanya berangsur rendah dan teramat dalam.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   278. KENAPA HARUS BERBOHONG?

    Sabrina memaku pandangannya pada sosok Rosaleen yang baru saja melangkah masuk tanpa permisi tadi. Wanita itu memiliki garis wajah bule keturunan Irlandia yang sangat kental. Kulitnya seputih porselen, rambut pirang madu yang bergelombang alami, serta sepasang mata hijau jernih yang tampak berkilau percaya diri. Pakaian yang dikenakannya merupakan setelan blazer desainer ternama berwarna krem yang melekat sempurna di tubuh tingginya, memancarkan aura kemewahan yang teramat intimidatif. Sungguh sebuah perpaduan visual yang nyaris sempurna. Kenyataan bahwa Rosaleen adalah sosok wanita asing yang begitu memesona seketika memicu rasa minder yang halus di lubuk hati Sabrina, membuat dinding pertahanan dirinya yang sempat runtuh semalam kini kembali merapat dengan begitu kokoh."Sepertinya kalian punya urusan keluarga yang harus diselesaikan. Aku harus kembali ke laboratorium sekarang," ucap Sabrina memotong dengan nada suara yang teramat tenang dan formal. Ia segera

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   277. BUKAN SIAPA-SIAPA

    Kael mengangguk, lalu menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya. "O'Shea di sini. Siapa ini?""Lama tidak terdengar suaramu, Tuan Muda Kael," sebuah suara perempuan yang terdengar manja namun bernada menuntut menyahut dari seberang sana. "Kael! Aku baru saja mendarat di Jakarta. Grandma bilang kau sedang sibuk berkencan, jadi aku terpaksa meminta nomor barumu pada asistenmu. Jemput aku sekarang, ya?" Rahang Kael mendadak mengeras sempurna. Ekspresi wajahnya yang semula hangat pada Sabrina langsung berubah menjadi sangat dingin dan dipenuhi rasa tidak suka. "Jangan menggangguku. Aku sedang sibuk.""Busy? Dengan kekasih barumu itu?" kekeh suara di seberang sana, terdengar meremehkan. "Kau benar-benar berubah ya sejak dua tahun lalu. Jangan dingin begitu padaku." Tanpa membalas sepatah kata pun, Kael langsung memutus sambungan secara sepihak. Ia meletakkan ponselnya kembali ke atas meja dengan ketukan yang sedikit kasar, mencoba mered

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   36. SERANGAN TERENCANA??

    Lampu rotator dari mobil patroli keamanan yang berhenti di depan lobi utama berpendar merah-biru, memantul di pilar-pilar marmer yang dingin. Kael tidak menunggu petugas itu turun untuk membukakan pintu. Dengan urat leher yang men

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   35. KEHABISAN NAPAS

    "Grandma!" raungan Kael pecah. Ia tidak mengejar penyusup itu. Fokusnya tunggal. Di samping tempat tidur jati yang megah, Nyonya Maureen tergeletak tak berdaya di atas karpet Persia yang mahal. Vas bunga porselen di dekatny

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   34. SIAPA ITU?

    Suara desis dari lubang ventilasi di langit-langit ruang kerja itu mendadak berubah nada. Bukan lagi hembusan udara sejuk yang keluar, melainkan bunyi sedotan mekanis yang berat dan konstan.&n

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   33. KENAPA TANGAN TUAN GEMETAR?

    Bunyi klik kunci yang diputar Kael terasa seperti dentuman palu hakim di telinga Sabrina. Gadis itu mematung, kapas beralkohol masih menempel di lehernya, sementara matanya membelalak menatap punggung lebar Kael yang kini bersanda

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status