Share

330. BAGAIMANA ...?

Author: A mum to be
last update publish date: 2026-06-10 18:21:56

            Pagi harinya kamar mewah itu tampak berantakan. Jubah mandi tergeletak begitu saja di atas lantai marmer dan kelopak mawar merah yang semula tertata rapi kini telah bergeser tak beraturan di atas ranjang.

            Sabrina terbangun lebih dulu. Rasa pegal yang asing mendadak menjalar di beberapa bagian tubuhnya, menjadi bukti sahih bahwa kekh

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   336. JANGAN SOK PERKASA!

    Sabrina mencoba memalingkan wajahnya yang memerah, namun jemari Kael dengan lembut namun tegas menopang dagunya, memaksa sepasang manik mata mereka untuk kembali beradu.“Kau meragukan ketangguhanku hanya karena aku sedang demam, hmm?” bisik Kael dengan suara bariton yang serak dan begitu mengintimidasi ego kelaki-lakiannya.Sabrina menggeleng cepat dengan raut panik yang menggemaskan, lalu berkata, “Kau ini apa-apaan sih? Turunlah, badanmu berat sekali!” Kael yang sudah dilanda cemburu aneh itu malah kembali bersuara, mengabaikan protes istrinya. Seringai tipisnya terbit, penuh dengan kilat provokasi yang seksi. “Bagaimana kalau kita tes bersama, apakah tenagaku ini sudah sepenuhnya pulih atau belum?”

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   335. MERAGUKAN KETANGGUHANKU?

    Meskipun suhu tubuh mereka tidak setinggi kemarin, sisa-sisa demam dan rasa lemas yang luar biasa masih menggelayuti persendian keduanya. Efek dari pelayaran penuh gairah itu benar-benar menuntut waktu istirahat yang tidak sedikit. Kael yang biasanya selalu tampil tegap, kaku, dan penuh wibawa, kini melepaskan seluruh harga dirinya. Pria itu berbaring menyamping di atas ranjang dengan posisi yang sangat manja. Kepalanya bersandar dengan begitu nyaman di atas pangkuan hangat Sabrina yang sedang duduk bersandar pada kepala ranjang. Jemari lentik Sabrina bergerak dengan telaten, menyusup di antara helaian rambut Kael yang berantakan, memberikan pijatan-pijatan lembut pada kulit kepalanya untuk membantu meredakan rasa pening yang ma

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   334. MENDADAK JADI DOKTER

    Sabrina seketika panik. Jangankan membuka kaki, dia justru mengapitkan kedua pahanya dengan sangat rapat, mengunci pertahanannya kuat-kuat di atas seprai.“Sudahlah! Lupakan saja!” rengek Sabrina manja, menyembunyikan wajahnya yang kini terasa jauh lebih panas dari suhu demamnya sendiri. Namun, kali ini Kael yang justru kumat sifat keras kepalanya. Pria itu menahan kedua pergelangan tangan Sabrina dengan lembut namun mengunci pergerakan istrinya tanpa celah.“Kenapa? Sekarang kau malah malu?” goda Kael dengan suara serak yang seksi. “Ingatlah kalau aku sudah melihat semua lekuk tubuhmu tanpa sisa, Sayangku. Tidak ada yang perlu disembunyikan lagi.”

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   333. LECET KAH??

    “Bagaimana keadaannya, Dokter?” Kael bertanya dengan raut wajah yang luar biasa tegang, mengabaikan fakta bahwa tubuhnya sendiri sebenarnya juga terasa sedingin es dan lemas tak bertenaga. Dokter paruh baya yang baru saja selesai memeriksa Sabrina itu tersenyum maklum. Dia merapikan stetoskopnya sebelum berbalik menatap CEO muda di hadapannya.“Anda tidak perlu panik secara berlebihan, Pak. Ini bisa terjadi karena kelelahan fisik yang sangat ekstrem.”“Kelelahan fisik? Tapi kami hanya...” Kael menggantung kalimatnya, mendadak menyadari sesuatu yang membuat tenggorokannya berdehem canggung.“Tiga hari di atas laut, ditambah aktivitas... fisik yang terlalu intens,” lanjut sang dokter dengan nada yang sangat hati-hati, mencoba menjaga profesionalitasnya. “Tubuh kalia

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   332. KAKIKU MASIH LEMAS

    Tiga hari pelayaran di atas Laut Flores akhirnya membawa luxury yacht milik Kael merapat di dermaga privat Labuan Bajo pada malam hari.“Gendong, Kael. Kakiku masih lemas,” rengek Sabrina manja sembari mengulurkan kedua tangannya dari tepi dek kapal. Kael terkekeh rendah, langsung menyusupkan lengannya di bawah lutut dan punggung Sabrina dengan sigap. “Ini pasti karena gebrakan beranimu tadi malam ya?”“Kael! Jangan mulai, ya!” seru Sabrina sembari menyembunyikan wajahnya yang memerah di ceruk leher suaminya. Kael tidak membiarkan istrinya kelelahan berjalan. Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Kael

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   331. BERAPA RONDE?

    “Tahan berapa ronde?” tanya Ganda di seberang telepon dengan nada yang sangat usil dan memancing emosi. “Kau harus ingat, Sabi. Suamimu itu keturunan bule. Jadi bersiaplah…”“Ganda gendeng!!” semprot Sabrina dengan mata yang sudah melotot. “Mulutmu ya benar-benar!!” Sabrina hendak melanjutkan omelannya lagi. Namun, niatan istri Kael itu terjeda saat suara polos Aliz tiba-tiba menyela dari kejauhan, terdengar sangat penasaran."Mama Sabi dan Om Galak main apa, Pa?""Main kuda-kudaan, dan…"Plak! Ucapan Ganda terputus begitu saja, digantikan oleh suara pekikan tertahan dari pria itu. Tampaknya ponsel tersebut te

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   55. TAWARAN DARI GLADIS

    Hujan badai yang menghantam Jakarta sore itu seolah menjadi tirai sempurna untuk sebuah pertemuan yang tidak semestinya terjadi. Gladis memilih sebuah kafe tua di pinggiran kota yang sudah hampir tutup, tempat yang jauh dari jangk

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   38. KECURIGAAN NYONYA MAUREEN

    "Sumpah, Mbak. Beneran. Kenalin. Nama saya Teguh," pria itu mengangkat kedua tangannya, menyadari reaksi panik Sabrina. "Anaknya Pak Dadang. Bapak saya resign karena tangannya cedera parah sewaktu insiden begal tempo hari. Saya yang menggan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   36. SERANGAN TERENCANA??

    Lampu rotator dari mobil patroli keamanan yang berhenti di depan lobi utama berpendar merah-biru, memantul di pilar-pilar marmer yang dingin. Kael tidak menunggu petugas itu turun untuk membukakan pintu. Dengan urat leher yang men

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   35. KEHABISAN NAPAS

    "Grandma!" raungan Kael pecah. Ia tidak mengejar penyusup itu. Fokusnya tunggal. Di samping tempat tidur jati yang megah, Nyonya Maureen tergeletak tak berdaya di atas karpet Persia yang mahal. Vas bunga porselen di dekatny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status