مشاركة

74. INI AKU!

مؤلف: A mum to be
last update تاريخ النشر: 2026-03-14 11:11:41

"Awas kau ya!!"

            Suara Sabrina melengking, memecah keheningan jalanan perumahan yang mulai gelap. Ia tidak lari. Tangannya merogoh tas, menarik keluar payung lipat besi, lalu berbalik dengan cepat. Amarah yang tersisa dari kejadian di jembatan tadi menemukan sasarannya.

"Mati kau, penguntit gila!"

Sabrina mengayunkan payung itu sekuat tenaga ke arah bayangan di bawah pohon palem.

"Sial! Sabrina, berh

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   246. WAKTU YANG TEPAT?

    “Mama sendirian di sini. Mama akan sangat merindukanmu, Sayang,” rengek Sabrina dengan nada manja yang dibuat-buat.Ia berdiri di depan cermin besar kamar apartemennya, membersihkan wajah dengan kapas yang telah dibasahi cairan pembersih. Di layar ponsel yang bersandar di meja rias, wajah mungil Aliz terlihat jelas dari Singapura.“Aku juga kangen, Mama,” jawab Aliz sambil melambai kecil.Sabrina tersenyum, lalu menyipitkan mata. “Oh ya. Papa di mana?”Aliz menoleh ke belakang sebentar, lalu menjawab polos, “Pacalan sama Tante Adis!”Tangan Sabrina langsung berhenti di pipinya. “Apa?” serunya.Dari belakang layar, suara tawa Adrian langsung pecah. “Hahaha! Aduh, cucu Opa ini jujur sekali!”Sabrina lantas mengerang frustrasi.“Ayah! Tolong bilang pada Bang Ganda agar mengajari putrinya dengan benar!” protesnya. “Aku sudah susah payah mendidik Aliz dan… ah. Lihatlah dia sekarang!”Adrian masih terkekeh. “Tenanglah, Sayang. Anak kecil hanya meniru apa yang ia dengar.”“Justru itu masala

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   245. CINTA SAJA TIDAK CUKUP

    Suasana kedai es krim di sudut Jakarta itu terasa tenang, kontras dengan gemuruh yang biasanya menghantui pikiran Sabrina. Aroma vanila dan cokelat yang manis memenuhi udara, memberikan rasa nyaman yang jarang ia rasakan seperti saat ini."Sebenarnya kalau aku boleh jujur, pria keturunan Irlandia itu kurang cocok denganmu." Sabrina yang baru saja memasukkan sendok kecil es krim ke dalam mulutnya berkedip sejenak. Sensasi dingin cokelat di lidahnya seolah membeku sesaat sembari ia memikirkan kalimat yang dilontarkan oleh Daniel barusan."Begitu ya?" gumamnya sambil meringis kecil, mencoba menelan rasa dingin sekaligus keheranan yang muncul. Daniel lantas terkekeh, menyandarkan punggungnya ke kursi kayu sembari menatap Sabrina dengan tatapan teduh seorang saha

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   244. DIA PASTI CEMBURU

    Di dalam kabin sedan perak yang hening, aroma maskulin dari parfum Daniel bercampur dengan wangi terapi yang menenangkan, menciptakan ruang kedap yang seolah memisahkan Sabrina dari hiruk-pikuk Jakarta di luar sana. Daniel sedikit memiringkan tubuhnya, memastikan wajahnya tertangkap kamera gawai Sabrina yang masih terhubung dengan Berlin."Halo, Tuan O'Shea. Saya Daniel, teman lama Sabrina sekaligus orang yang bertanggung jawab atas perjalanannya pagi ini..""Aku tidak tanya. Aku hanya ingin melihat Sabrina," potong Kael dengan nada dingin yang begitu tajam, memutus kalimat Daniel bahkan sebelum pria itu sempat menyelesaikan perkenalan formalnya. Daniel tidak terlihat tersinggung. Ia justru terkekeh pelan. Sebagai seorang psikiater, ia sangat mengenali nada

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   243. KETAKUTAN SABRINA

    "Seharusnya kau tersanjung karena kau adalah pasienku satu-satunya yang kudatangi senekat ini."Sabrina yang duduk di samping kursi kemudi mobil Daniel saat ini mencebik. "Oh ya? Aku curiga kalau klinikmu hampir bangkrut karena cuma aku yang jadi pasienmu.""Astaga! Kau meledekku?" gumam Daniel sambil terbahak. Tawanya mengisi kabin sedan perak itu, mencairkan sedikit ketegangan yang membeku di bahu Sabrina sejak pagi tadi.Daniel perlahan meredakan tawanya, kembali ke mode profesional yang tenang namun hangat. "Tapi serius, Sab. Aku tidak akan menjemputmu kalau kau tidak menghilang dari radar klinisku selama tiga minggu. Sebagai psikiatermu, aku khawatir. Sebagai teman, aku... sedikit tersinggung."Sabrina menghela napas, menatap jalanan Jakarta yang mulai merayap padat. "Aku hanya sedang mencoba menjadi normal, Dan. Menjalani hidup tanpa harus menganalisis setiap ketakutan yang muncul di kepalaku.""Dan bagaimana hasilnya?" Daniel meliriknya seki

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   242. MAU LARI KE MANA?

    "Tolong pastikan semua dokumen kerja sama dengan Grup Müller sudah siap di meja ruang kerja saya besok pagi pukul tujuh," suara bariton Kael memecah keheningan lobi apartemen mewahnya di Berlin. Ya. Berlin menyambutnya dengan suhu yang jauh lebih rendah daripada kelembapan Jakarta yang biasa ia hirup. Pukul sembilan malam waktu setempat, ia melangkah masuk ke dalam unit pribadinya yang terletak di jantung kota."Baik, Tuan O'Shea. Semua sudah diatur," jawab anak buahnya, sembari mengambil mantel wol milik Kael. "Apakah ada tambahan lain untuk pertemuan makan malam besok?"Kael menghela napas, langkahnya terasa berat di atas lantai marmer yang dingin. "Batalkan agenda tambahan. Saya ingin istirahat total. Dan, pastikan tidak ada panggilan masuk kecuali itu masalah hidup dan mati.""Tuan tampak sangat lelah," Pria yang membersamainya itu memberanikan diri berujar. "Apa penerbangannya ti

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   241. HABIS KETEMU PACAR?

    Mobil yang dikemudikan Sabrina membelah jalanan Jakarta dengan ritme yang tenang, sangat kontras dengan dentum jantung di balik dadanya yang masih belum mau mereda. Ketika lampu merah menyala, Sabrina menyandarkan kepala pada kaca jendela yang dingin, menatap deretan bangunan yang tampak buram. Pikirannya melayang kembali ke kabin jet pribadi beberapa menit yang lalu, ke arah sepasang mata abu-abu yang membelalak kaget dan rasa hangat pipi Kael yang sempat bersentuhan dengan bibirnya.“Bodoh, Sab. Kau ini benar-benar bodoh,” bisiknya pada diri sendiri, menutupi wajahnya yang memanas dengan kedua telapak tangan. Ya. Sabrina merutuki aksi dadakannya tadi. Bagaimana bisa ia melakukan hal seberani itu? Ia adalah gadis yang biasanya lebih suka berdebat dengan logika daripada menyerah pada perasaan. Namun tadi, di depan pria yang p

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   69. BUKAN YANG PERTAMA

    Sabrina masih mematung di atas tempat tidur mewah itu, bahkan setelah suara langkah kaki Kael menjauh menuju balkon. Matanya tertuju pada sebuah paper bag putih dengan logo brand ternama yang diletakkan sang bos

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   68. CARI CARA LAIN

    "Kau bilang rencanamu sempurna! Tapi apa yang kulihat semalam?" desis Gladis dengan suara rendah yang mengancam. "Kael membawanya pergi! Dia tidak membiarkan satu orang pun mendekat, apalagi wartawan yang sudah kau siapkan itu!"&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   67. SAYA SANGAT PANAS

    "Kael! Kenapa diam sih? Mau jadi patung ya? Hehe. Atau loyo?” Suara Sabrina meluncur pelan, serak, namun memiliki daya hancur yang luar biasa bagi pertahanan Kael. Ia tidak lagi tampak seperti gadis miskin yang selalu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   66. JANGAN JADI BAJINGAN

    Kael memacu kendaraannya membelah kemacetan Jakarta Selatan dengan sisa kewarasan yang kian menipis.“Kita mau ke mana, hmm?” Kael hanya berdecak sebagai respon dari pertanyaan bernada bahaya barusan.“Tuan?” rengek Sabrina manja.“Kita akan ke apartemenku yang kemarin.”Sab

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status