Compartilhar

74. INI AKU!

Autor: A mum to be
last update Data de publicação: 2026-03-14 11:11:41

"Awas kau ya!!"

            Suara Sabrina melengking, memecah keheningan jalanan perumahan yang mulai gelap. Ia tidak lari. Tangannya merogoh tas, menarik keluar payung lipat besi, lalu berbalik dengan cepat. Amarah yang tersisa dari kejadian di jembatan tadi menemukan sasarannya.

"Mati kau, penguntit gila!"

Sabrina mengayunkan payung itu sekuat tenaga ke arah bayangan di bawah pohon palem.

"Sial! Sabrina, berh

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   273. JAWABAN ADRIAN

    "Aku pikir itu terserah keduanya saja. Sebagai orangtua kita hanya bisa mendukung," ungkap Adrian sambil tersenyum pada Sabrina, mencoba mencairkan atmosfer yang mendadak membeku pasca-pertanyaan di luar dugaan barusan. Nyonya Maureen mengedarkan pandangannya pada Sabrina dan Kael secara bergantian, mengamati kediaman sejenak sebelum akhirnya ia terkekeh pelan. "Benar juga. Mungkin aku yang terlalu buru-buru. Maklum saja, aku takut malaikat maut menjemputku sebelum cucu kesayanganku ini menikah.""Grandma?" tegur Kael refleks, keningnya berkerut dalam mendengar seloroh sang nenek yang terdengar terlalu ekstrem di tengah meja makan. Semenjak perbincangan sensitif tentang pernikahan itu bergulir, atmosfer di sekitar Sabrina langsung berubah drastis. Gadis itu menjadi jauh lebih banyak diam. 

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   272. APA KAU TIDAK MALU?

    Tanpa memedulikan tatapan bingung dari semua orang yang sedang berdiri di dekat meja makan tersebut, Kael melangkah lebar memangkas jarak. Langkahnya yang tergesa-gesa itu langsung berhenti tepat di hadapan Sabrina. Sebelum gadis itu sempat menaruh cangkir porselen di tangannya, Kael langsung menarik Sabrina ke dalam pelukannya. Sangat erat, seolah ingin memastikan bahwa sang gadis nyata dan tidak menghilang ditelan kegelapan seperti di dalam mimpi buruknya tadi. Sabrina tersentak kaget, wajahnya mendadak merona merah akibat luapan emosi Kael yang begitu tiba-tiba."Kael, lepas... ada Ayah dan Nyonya Maureen!" bisik Sabrina setengah memprotes, mencoba mendorong pelan dada bidang Kael karena merasa sangat tidak nyaman ditonton oleh keluarga mereka. “Apa kau ti

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   271. MIMPI BURUK

    "Sabrina!" pekiknya dengan suara serak menahan panik. Kael terbangun dengan sentakan hebat dan napas yang memburu tidak beraturan di dalam keheningan kamar. Ia mendapati pelipisnya basah oleh keringat dingin, sementara dadanya berdenyut menyakitkan oleh sisa kengerian fajar yang rupanya sudah mulai menyingsing, menerobos masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka. Napas Kael masih memburu-buru saat matanya mengedar ke setiap sudut ruangan. Ia tak tahu entah barusan itu berada dalam pengaruh mimpi buruk atau apa, tetapi rasa takut yang mencengkeram ulu hatinya terasa begitu nyata. Terlebih saat ia meraba sisi ranjang di sebelahnya dan mendapati ruang itu kosong. Benar. Sang gadis tidak ada di sekitarnya, tidak juga terlihat di sofa tempatnya tertidur semalam. K

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   270. PERNAH TIDUR BERSAMA

    "Masih ada banyak waktu sebelum jam sebelas. Satu jam lagi. Apa kau akan duduk seperti pengawas ujian di sofa sana?" tanya Kael, memecah keheningan kamarnya yang sepi.Sabrina yang semula sibuk dengan ponselnya menatap Kael sebentar, lalu mengangguk singkat. "Iya. Aku harus memastikan kau tidak bertingkah aneh sampai jam sebelas nanti."Namun, Kael tidak menyerah begitu saja untuk menarik perhatian gadis itu. "Lagi pula memangnya kenapa kalau kau tidur di sini? Bukankah kita pernah tidur bersama?""Jangan bicara sembarangan!" sentak Sabrina dengan wajah yang sudah memerah lantaran malu. Ia menatap Kael dengan gusar dari seberang sofa."Memang begitu kenyataannya," ujar Kael dengan santai sambil membetulkan posisi duduknya di ranjang. "Bahkan kau tidur di pelukanku waktu itu. Kau lupa?""Itu tidak sengaja ya! Waktu itu keadaannya tidak kondusif," sergah Sabrina cepat, mencoba membela harga dirinya yang mulai tersudut. “Aku tidak akan bertingka

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   269. AKU TIDAK PERNAH MEMBENCIMU

    Sabrina mengusap air matanya dengan cepat, mencoba menghalau sisa-sisa sesak yang sempat menguasai dadanya. Sementara itu, Nyonya Maureen tersenyum hangat, sebuah ekspresi yang seketika mencairkan atmosfer dingin yang sempat membekukan koridor tersebut."Kalian tinggallah di sini dulu," kata Nyonya Maureen kemudian, memecah keheningan dengan nada suara yang tenang namun sarat akan perlindungan. "Kondisi di luar sana belum kondusif. Semua demi kebaikan kita bersama." Tanpa banyak kata, Adrian mengangguk pasrah. Pria paruh baya itu menyadari bahwa di bawah atap kediaman O'Shea, keselamatannya dan sang putri jauh lebih terjamin. Setelahnya, Nyonya Maureen menoleh ke arah tangan kanannya yang sejak tadi berdiri siaga. Ia menyuruh Teguh mengantarkan Adrian ke kamar tamu dan memberikan pakaian pengga

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   268. DEMI SABRINA

    "Terima kasih karena Anda tidak meneruskan dendam ini... demi cucu Anda, demi Sabrina," ucap Adrian dengan suara yang teramat parau, memecah keheningan pekat di dalam ruangan tersebut. Namun, tidak ada jawaban dari balik meja kerja. Nyonya Maureen hanya diam mematung, membiarkan keheningan malam yang dingin menelan ucapan penuh penyesalan tadi. Wanita tua itu tidak mengangguk, tidak pula menggeleng. Sepasang matanya yang sedingin es tetap menatap lurus, mengunci figur Adrian dengan keangkuhan khas seorang O'Shea yang terluka. Diamnya Nyonya Maureen jauh lebih menyakitkan daripada makian paling kasar sekalipun. Di balik dinding, air mata Sabrina luruh tanpa suara. Dadanya terasa begitu sesak, seolah dihimpit oleh beban raksasa yang tak kasatmata. Ia tahu betul sejarah kelam itu, ia tahu dosa besar apa yang telah diperbuat oleh ayahnya di

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   39. CARI MUKA

    “Kael," suara Nyonya Maureen memecah keheningan, serak namun tajam. "Kau sudah tidak berurusan dengan mereka lagi, 'kan? Katakan padaku kau tidak membawa hantu-hantu Dublin itu ke sini."Kael menegang. Ia menarik napas dalam, memaksakan sebuah topeng ketenangan yang sempurna. "Tidak ada hantu, tida

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   38. KECURIGAAN NYONYA MAUREEN

    "Sumpah, Mbak. Beneran. Kenalin. Nama saya Teguh," pria itu mengangkat kedua tangannya, menyadari reaksi panik Sabrina. "Anaknya Pak Dadang. Bapak saya resign karena tangannya cedera parah sewaktu insiden begal tempo hari. Saya yang menggan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   36. SERANGAN TERENCANA??

    Lampu rotator dari mobil patroli keamanan yang berhenti di depan lobi utama berpendar merah-biru, memantul di pilar-pilar marmer yang dingin. Kael tidak menunggu petugas itu turun untuk membukakan pintu. Dengan urat leher yang men

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   35. KEHABISAN NAPAS

    "Grandma!" raungan Kael pecah. Ia tidak mengejar penyusup itu. Fokusnya tunggal. Di samping tempat tidur jati yang megah, Nyonya Maureen tergeletak tak berdaya di atas karpet Persia yang mahal. Vas bunga porselen di dekatny

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status