Share

Bab 41

Author: Chana Lee
last update publish date: 2026-04-06 17:16:00

Pintu yang masih bergetar pelan itu menyisakan gema di dalam dada Indra. Ia berdiri di antara dua wanita dengan napas yang belum sepenuhnya kembali normal. Cahaya pagi yang masuk dari jendela terasa terlalu terang, seolah memperjelas situasi yang seharusnya bisa ia sembunyikan. Namun kini tidak ada lagi ruang untuk bersembunyi. Semua sudah terbuka, setidaknya di permukaan.

Dina melangkah masuk satu langkah, matanya tidak lepas dari Indra. Tatapannya tajam, tetapi bukan hanya marah. Ada luka yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SEXY HOT OFFER    Bab 41

    Pintu yang masih bergetar pelan itu menyisakan gema di dalam dada Indra. Ia berdiri di antara dua wanita dengan napas yang belum sepenuhnya kembali normal. Cahaya pagi yang masuk dari jendela terasa terlalu terang, seolah memperjelas situasi yang seharusnya bisa ia sembunyikan. Namun kini tidak ada lagi ruang untuk bersembunyi. Semua sudah terbuka, setidaknya di permukaan.Dina melangkah masuk satu langkah, matanya tidak lepas dari Indra. Tatapannya tajam, tetapi bukan hanya marah. Ada luka yang jelas terlihat, bercampur dengan sesuatu yang lebih dalam dan sulit dijelaskan. Tangannya masih sedikit bergetar, namun ia berusaha menahannya agar tidak terlihat lemah.“Aku tanya sekali lagi,” ucap Dina dengan suara tertahan sambil menatap lurus ke arah Indra, napasnya naik turun tidak teratur, “ini apa?” lanjutnya sambil menunjuk ke arah posisi mereka berdua yang terlalu dekat.Indra membuka mulut, tetapi tidak ada kata yang langsung keluar. Ia menelan ludah, mencoba menyusun kalimat di ten

  • SEXY HOT OFFER    Bab 40

    Pagi itu datang perlahan, menyapu rumah besar Dina dengan cahaya hangat yang lembut. Indra membuka mata, namun tubuhnya terasa tegang, seakan malam sebelumnya masih menempel di kulitnya—bayangan, tawa seram, dan ancaman yang menyelusup hingga ke tulang. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, namun setiap detik yang berlalu, ingatan akan malam itu terus berputar di kepalanya. Aku harus tetap waspada… tapi kenapa jantungku berdetak begitu kencang? gumamnya dalam hati.Tiba-tiba, suara langkah ringan terdengar dari lorong, menembus keheningan pagi. Indra menegang, menahan napas, dan matanya langsung tertuju ke pintu kamar. Sesosok wanita muncul perlahan. Rambutnya panjang, hitam berkilau seperti malam tanpa bintang, wajahnya halus tapi memancarkan daya tarik yang sulit diabaikan. Indra merasa dunia seakan menyusut di sekelilingnya.Siapa… siapa ini? Kenapa aku merasa… terguncang hanya karena melihatnya? batinnya.Wanita itu tersenyum, dan senyumnya… seolah menembus dinding h

  • SEXY HOT OFFER    Bab 39

    Malam itu masih menggantung tebal di rumah besar Dina, menyelimuti setiap sudut dengan kesunyian yang mencekam. Indra dan Dina tetap di tangga, menahan napas, mendengarkan setiap desah angin dan derap langkah yang seakan menari-nari di dinding. Meski bayangan sebelumnya menghilang, keduanya sadar bahwa ancaman itu belum benar-benar pergi. “Kau merasa itu benar-benar selesai?” tanya Dina, suaranya pelan, hampir seperti bisikan. Indra menggeleng, matanya masih menelusuri gelap koridor. “Tidak. Aku merasakannya… ada sesuatu yang menunggu kita,” jawabnya, nada tegas namun hati-hati.Dina merapatkan tubuhnya ke Indra, tangannya menggenggam lengan pria itu lebih erat. “Aku nggak bisa lagi… merasa aman,” bisiknya, suara gemetar. Indra menepuk bahu Dina, mencoba menenangkan dirinya sendiri juga. “Kita harus tetap waspada. Tapi jangan biarkan rasa takut menguasai kita. Kita bisa melalui ini… bersama,” katanya, menatap mata Dina yang berkaca-kaca. Kedekatan mereka menjadi satu-satunya jangkar d

  • SEXY HOT OFFER    Bab 38

    Jleb! Tubuh Indra terasa seolah tersedot ke dalam kegelapan hangat Dina, detak jantung mereka berpacu dalam satu ritme yang sama. Wajah Dina memerah, matanya berkaca-kaca, dan pinggulnya sedikit bergoyang seiring ketegangan yang mengalir di antara mereka. Indra menatapnya, napasnya tersengal, jantungnya berdetak tak karuan. Namun, sebelum mereka sempat menyesuaikan diri dengan momen itu, suara ponsel memecah keheningan. Kriiing… Kriiiing…Dina menoleh cepat, tangannya gemetar saat mengambil ponsel. “Siapa…?” gumamnya, nada suaranya lebih pelan dari biasanya. Indra mencondongkan tubuh, menatap layar, tapi Dina menepisnya dengan lembut. “Ini urusanku,” katanya, mencoba menenangkan diri, meski matanya menatap Indra penuh kecemasan. Indra mengangguk, menahan diri, tetapi napasnya tetap cepat, merasakan ketegangan yang melingkupi ruangan.Dina menekan tombol terima. “Halo?” Suara lembutnya terdengar tegang. Wajahnya berubah seketika saat mendengar jawaban di ujung sana. Indra menahan diri

  • SEXY HOT OFFER    Bab 37

    Suara angin malam masih masuk perlahan dari jendela yang terbuka.Kamera kecil itu sudah tidak lagi menyala, tergeletak di atas meja seperti benda mati yang kehilangan arti. Namun bayangan tentang apa yang baru saja mereka temukan belum benar-benar hilang. Ia masih ada di sana, menggantung di antara kesadaran dan keinginan yang jauh lebih kuat.Dina berdiri diam beberapa langkah dari Indra.Napasnya belum sepenuhnya stabil. Matanya sempat melirik ke arah kamera itu, lalu kembali ke Indra. Ada pertanyaan yang belum sempat terjawab, ada rasa takut yang belum sepenuhnya pergi.Namun ada juga sesuatu yang lain.Sesuatu yang sejak tadi belum selesai.Indra menatap Dina tanpa berkata apa-apa.Tatapannya tidak lagi dingin seperti beberapa saat lalu. Ada api di sana, sesuatu yang tertahan terlalu lama dan kini tidak lagi ingin disembunyikan. Ia melangkah mendekat, perlahan, seolah memberi waktu bagi Dina untuk mundur jika ia mau.Dina tidak mundur.Ia tetap di tempatnya.Menunggu.“Harusnya k

  • SEXY HOT OFFER    Bab 36

    Bibir mereka bertemu.Awalnya pelan, hampir seperti sentuhan yang tidak sengaja. Ada jeda di sana, jeda yang terasa panjang meski hanya berlangsung dalam hitungan detik. Seolah masih ada bagian dari diri mereka yang belum sepenuhnya percaya bahwa ini benar-benar terjadi. Namun justru di dalam keraguan itulah, sesuatu yang selama ini tersembunyi mulai muncul ke permukaan.Sentuhan itu tidak berhenti.Dalam beberapa detik yang terasa lambat, semua batas yang selama ini mereka jaga runtuh satu per satu. Tidak ada lagi alasan untuk menahan, tidak ada lagi ruang untuk berpura-pura tidak peduli. Yang tersisa hanya kejujuran yang datang terlambat, tetapi akhirnya menemukan jalannya. Dan kejujuran itu terasa jauh lebih kuat dari apa pun yang pernah mereka rasakan sebelumnya.Dina menarik napas pendek.Dadanya naik turun lebih cepat dari biasanya, seolah tubuhnya sedang mencoba mengejar sesuatu yang baru saja lepas kendali. Tangannya yang semula ragu kini mencengkeram bahu Indra dengan lebih e

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status