ANMELDENMendengar ancaman dingin yang menusuk langsung ke jiwanya, pupil mata Pangeran Kedua langsung mengecil. Detik itu juga, sebuah realitas pahit menghantam otaknya dengan keras.‘Sialan... Ini jebakan! Penobatan ini... segalanya sejak awal telah direncanakan dan diatur oleh bajingan ini!’Pangeran Kedua menyadari bahwa keheningan istana bagian dalam dan kemudahan faksi militernya mengepung halaman depan bukanlah karena rencana pengkhianatannya sempurna, melainkan karena Fang Zhe yang dengan sengaja membuka jalan. Ia dibiarkan menari di atas telapak tangan pemuda berjubah hitam ini.Namun, alih-alih tenggelam dalam kepanikan yang melumpuhkan, seringai kejam perlahan kembali merayap di wajah Pangeran Kedua. Ketakutannya mendadak menguap, digantikan oleh rasa superioritas yang datang dari kartu as terkuat yang masih ia genggam erat di tangannya."Rencana yang luar biasa, Fang Zhe. Kau membiarkanku melangkah sejauh ini hanya untuk menjatuhkanku dari tempat tertinggi?" Pangeran Kedua terkeke
Tiga hari berlalu dalam sekejap mata.Ibu Kota Kekaisaran Bintang Langit hari ini tampak begitu megah dari luar, namun mencekam di dalam. Bendera-bendera emas berlambang naga berkibar di sepanjang dinding istana, menyambut hari penobatan Pangeran Kedua. Seluruh faksi militer pengkhianat dan para pejabat korup telah berkumpul di depan halaman istana, mengenakan pakaian kebesaran mereka dengan senyum penuh kemenangan. Bagi mereka, hari ini adalah awal dari era baru yang akan mereka kendalikan.Namun, di balik kemegahan yang riuh rendah di dalam Aula Agung....Setitik hawa dingin berembus melewati koridor giok putih yang sepi. Dari balik bayangan pilar besar, sebuah sosok berjubah hitam legam melangkah keluar dengan santai.Fang Zhe.Cadar hitamnya berkibar pelan, sementara sepasang mata emasnya memancarkan binar geli melihat kemegahan istana yang terasa mati ini. Langkah kakinya sama excise tidak bersuara, bergerak dengan keanggunan seorang predator yang sedang berjalan-jalan di halaman
Kaisar Bintang Langit tertegun, menatap Fang Zhe dengan tatapan yang campur aduk antara keraguan yang mendalam dan secercah harapan terakhir. Nama "Penjara Naga Hitam" itu benar-benar asing di telinganya, membuktikan betapa busuk dan rapinya pergerakan Pangeran Kedua di bawah hidungnya selama ini.Namun, mendengar instruksi Fang Zhe yang begitu terstruktur dan penuh keyakinan, sang penguasa tua itu akhirnya mengembuskan napas panjang. Bahunya yang tegap kini tampak sedikit merosot, melepaskan beban berat yang mengimpit dadanya."Baiklah... jika ini adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan dinasti ini, aku akan mengikuti skenariomu," ucap Kaisar Bintang Langit dengan nada berat namun tegas. "Besok pagi, aku akan mengumumkan dekret kekaisaran bahwa tiga hari lagi akan diadakan upacara penobatan Pangeran Kedua secara mendadak. Seluruh pejabat dan jaringan militer akan difokuskan untuk acara tersebut."Mendengar persetujuan itu, sepasang mata emas Fang Zhe berkilat puas di balik cad
Fang Zhe mengangguk singkat, dengan santai menyandarkan punggungnya ke dinding sel yang kini dilapisi lapisan es tipis. Sepasang mata emasnya berkilat tenang, menatap sang penguasa tertinggi yang berdiri di ambang pintu selnya dengan tubuh yang sedikit menegang. "Tentu saja," jawab Fang Zhe dengan nada suara yang teramat santai. "Jika aku tidak membersihkan anjing-anjing penjaga milik Pangeran Kedua ini, bagaimana bisa Yang Mulia berjalan masuk ke blok terdalam penjara dengan begitu mulus tanpa memicu kecurigaan? Aku hanya mempercepat waktu pertemuan kita." Kaisar Bintang Langit menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan debaran jantungnya yang berpacu cepat akibat syok. Pemandangan lima kultivator elit Ranah Pengumpul Roh bintang tiga yang membeku menjadi patung es tanpa sempat mengeluarkan suara sedikit pun adalah bukti nyata bahwa pemuda di hadapannya ini memiliki kekuatan yang berada di luar nalar kekaisaran. Namun, sang Kaisar tidak ingin terus tenggelam dalam keterkejutan
Mendengar perintah itu, belasan pengawal elit berbaju zirah berat segera merangsek maju. Mereka mencengkeram lengan Fang Zhe dan membawanya keluar dari Aula Pertemuan Agung yang megah. Sepanjang jalan menuju kedalaman tanah istana, Fang Zhe sama sekali tidak memberikan perlawanan. Langkah kakinya tetap santai, dan sorot mata emas di balik cadar hitamnya masih setenang air di telaga mati.***KLANG! KLANG! KLANG!Gema logam yang beradu memenuhi ruangan sel isolasi terdengar begitu memekakkan telinga. Sesuai dengan titah murka sang Kaisar di depan publik, Fang Zhe kini berada di blok terdalam Penjara Bawah Tanah Kekaisaran. Tempat itu sangat gelap, dingin, dan dilapisi oleh formasi penekan Qi kuno yang sangat pekat.Tidak tanggung-tanggung, tubuh Fang Zhe kini dililit oleh ribuan rantai besi meteorit hitam yang terkenal akan kekerasannya. Rantai-rantai itu menjulur dari dinding, langit-langit, hingga dasar lantai batu giok hitam, mengunci setiap persendian, pergelangan tangan, kaki, hin
Mendengar interupsi dari sang Kaisar, Pangeran Kedua seketika menegang. Jantungnya berdegup kencang, dan setitik keringat dingin mulai membasahi bagian dalam jubah keemasannya. Ia melirik tajam ke arah Fang Zhe, bersiap untuk memotong pembicaraan jika buronan itu berani membuka mulut dan membongkar skenario busuk yang telah ia susun rapi selama ini. Jika Fang Zhe membeberkan bahwa dirinya hanyalah kambing hitam, maka seluruh rencana kudeta terselubung ini akan hancur berantakan di depan para menteri.Namun, di tengah atmosfer aula yang mencekam dan kepanikan batin Pangeran Kedua yang hampir meledak, Fang Zhe justru tetap berdiri dengan tegak. Sepasang mata emasnya berkilat penuh misteri di balik cadarnya.Ia menatap sang Kaisar, lalu terkekeh rendah yang menggema santai di seluruh sudut aula agung."Alasan? Hahaha... Yang Mulia Kaisar, pertanyaan Anda sungguh menarik," ucap Fang Zhe dengan nada suara yang teramat tenang, tanpa ada riak ketakutan sedikit pun."Putra Mahkota menghalangi
Fang Zhe memutar cincin zamrud di jarinya. Dengan kemahirannya dalam mengendalikan energi Qi sekarang, ia mengalirkan Qi murni ke dalam permata tersebut. Hingga ... Kraaack! Boooom! Cincin itu hancur. Dan diartikan dendam Fang Zhe dan keluarga Zhao akan segera berakhir hari ini. "Siska, perinta
Tubuh Linda gemetar hebat, keringat dingin membasahi blazer mahalnya. Kata-kata Liana seperti petir yang menyambar kesadarannya berulang kali. Ia menatap kartu hitam di tangan Fang Zhe, lalu menatap Liana, dan terakhir menatap Fang Zhe. Logikanya yang selama ini dibangun di atas kasta sosial runtu
Tawa para preman itu adalah suara terakhir yang terdengar normal di lapangan Desa Tanah Suci. Detik berikutnya, atmosfer berubah menjadi mencekam. "Satu menit, Tuan Muda ini terlalu mudah," jawab Bimo dengan nada datar yang mematikan. Wuuuuush! Bimo bergerak seperti bayangan hitam. Sebelum prema
Fang Zhe baru saja akan memberikan instruksi tambahan kepada Paman Lu. Namun tiba-tiba penglihatannya terdistorsi oleh rentetan notifikasi merah yang berkedip gila-gilaan di panel sistemnya.DIIING! DIIING! DIIING![Deteksi Misi Wilayah: Kota Shange sedang mengalami pergolakan!][Misi 1: Sabotase L







