Share

50.

Auteur: Al_Fazza
last update Date de publication: 2026-04-06 05:35:06

Suara hiruk-pikuk tawar-menawar di dalam toko "Alkemist Dewa" akhirnya mereda setelah butir terakhir dari Pil Sembilan Langit berpindah tangan ke seorang taipan real estate yang rela merogoh kocek sebesar $1.500.000 hanya untuk satu butir terakhir.

Liana juga mulai terduduk lemas di kursi kayu tua, tangannya gemetar memegang tablet yang menampilkan deretan angka nol yang seolah tak masuk akal.

Di sampingnya, Dokter Irma sibuk merapikan tumpukan cek yang berserakan di atas meja seperti tumpuka
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   120. Mendeklarasikan perang dengan Paviliun Keberuntungan Langit.

    Gubernur Nan She menatap pedang yang masih bergetar di sela kakinya dengan napas yang tersengal. Getaran pada lantai marmer itu merambat hingga ke tulang-tulangnya, memberikan bukti fisik yang tak terbantahkan. Kesadarannya perlahan pulih dari badai ketakutan, digantikan oleh rasa hormat yang luar biasa hampir menyerupai pemujaan. Ia menyadari bahwa kekuasaan yang ia banggakan selama ini hanyalah debu di hadapan kekuatan monster-monster ini. Dengan gerakan yang kikuk dan kaki yang masih agak lemas, sang Gubernur bangkit berdiri. "S-saya... saya mohon maaf atas kelancangan saya!" suara Gubernur tak lagi melengking ketakutan, melainkan penuh dengan nada tunduk. Ia melangkah mendekati Paman Lu terlebih dahulu. Dengan kedua tangan yang gemetar, ia meraih tangan pria tua itu dan menjabatnya dengan sangat erat, seolah-olah menyentuh tangan seorang dewa yang baru saja turun ke bumi. "Tuan Lu... maafkan mata tua saya yang rabun ini," ucap Gubernur dengan tulus. Saat telapak tangannya bers

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   119. Pembuktian seorang Kultivator dihadapan gubernur.

    Fang Zhe menghentikan langkahnya tepat setelah Gubernur Nan She melontarkan keraguannya. Ia tidak marah, melainkan tersenyum lebar, senyum predator yang baru saja menemukan mainan baru. Tatapannya beralih dari Gubernur ke sarung pistol ganda yang melingkar di pinggang sang Gubernur. "Keahlian?" gumam Fang Zhe dingin. "Kau ingin bukti visual, Gubernur? Baiklah." Tanpa peringatan, tangan Fang Zhe bergerak dengan kecepatan yang melampaui persepsi manusia biasa. Sebelum Gubernur sempat berkedip, Fang Zhe sudah berdiri di depannya, dan kedua pistol jenis Desert Eagle berkaliber .50 AE milik Gubernur sudah berpindah tangan. "T-Tuan Fang Zhe! Apa yang kau—" Gubernur tersentak mundur, tangannya secara refleks memegang pinggangnya yang kosong, wajahnya memucat seketika saat melihat moncong pistol besarnya mengarah tepat ke dada Bimo dan kepala Paman Lu. Juliant Gerva juga terperanjat, ia tahu Fang Zhe gila, tapi tidak menyangka kegilaannya sampai ke tahap ini. "Tuan Muda, apa yang Anda l

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   118. Kekhawatiran Gubernur Nan She.

    Gubernur Nan She, dengan tangan yang gemetar hebat dan napas yang memburu, akhirnya meraih pena itu. Ia tidak punya pilihan. Di depannya berdiri seorang pemuda yang baru saja membuang martabat militer provinsi ke tempat sampah. Dengan satu goresan kasar, surat penunjukan keamanan darurat resmi ditandatangani.Melihat hal itu Fang Zhe tersenyum puas. Ia mengambil dokumen itu, lalu merogoh ponsel dari saku jaketnya. Ia menekan satu nama di kontaknya: Siska."Halo, Siska," suara Fang Zhe terdengar santai, namun penuh nada perintah. "Hentikan semua aktivitas ekspansi di kota Shange. Aku ingin seluruh pusat operasional Alkemis Dewa dipindahkan ke Provinsi Nan She malam ini juga. Jangan bawa barang-barang lama, beli yang baru di sini. Aku sudah mengamankan gedung tertinggi dan jalur distribusi utama. Kirimkan tim akuisisi sekarang."Di seberang telepon, Siska sempat terdiam sesaat sebelum menjawab dengan nada tegas, "Dimengerti, Tuan Muda. Dalam enam jam, markas pusat akan berpindah koordi

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   117. Pengunduran diri jabatan Jendral Guan.

    Juliant Gerva menatap Fang Zhe dengan penuh harap. Bagi keluarga Gerva, menjadi pemasok tunggal untuk Alkemis Dewa bukan sekadar kontrak bisnis, melainkan tiket emas menuju dominasi absolut yang akan membuat kekayaan mereka melipat ganda hingga tujuh turunan. Namun, Fang Zhe hanya menatap dokumen di tangannya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Juliant. Sebuah tawa kecil, hambar, dan terdengar meremehkan keluar dari bibirnya. "Hehehe..." "Menjadi pemasok tunggal?" Fang Zhe melirik Juliant melalui sudut matanya. "Juliant, jangan biarkan ambisimu membuatmu menjadi rabun. Kau pikir aku memindahkan Alkemis Dewa ke sini hanya untuk bermain-main di kolam kecil bernama Provinsi Nan She?" Juliant mengerutkan kening, senyum di wajahnya perlahan memudar. "Apa maksudmu, Tuan Muda? Keluarga Gerva memiliki perkebunan herbal terbaik di provinsi ini. Tidak ada yang bisa menandingi kualitas kami." Fang Zhe melangkah menuju jendela besar aula, menatap hamparan kota yang sibuk di bawahnya. "Ta

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   116. Juliant Gerva datang membantu.

    Fang Zhe menyandarkan punggungnya di kursi kulit yang empuk, menatap Gubernur Nan She dengan tatapan santai seolah mereka sedang mendiskusikan menu makan siang, bukan masa depan sebuah provinsi."Sederhana, Gubernur," ucap Fang Zhe sambil mengetukkan jarinya ke meja. "Aku ingin izin usaha eksklusif untuk memindahkan seluruh operasional Alkemis Dewa dari Kota Shange ke pusat Provinsi Nan She. Aku ingin gedung tertinggi di kota ini, jalur distribusi tanpa pajak untuk tiga tahun pertama, dan perlindungan hukum penuh dari segala bentuk gangguan... termasuk gangguan dari ormas atau organisasi swasta yang merasa memiliki wilayah ini."Mendengar itu, Luna yang sejak tadi menahan napas, mendadak menjerit dengan suara melengking penuh kemarahan."TIDAK! JANGAN BERANI-BERANI, GUBERNUR!" teriak Luna sambil menunjuk wajah Fang Zhe dengan jari gemetar. Wajah cantiknya kini tampak mengerikan karena amarah yang memuncak. Sebagai otak di balik strategi bisnis Paviliun Keberuntungan Langit, Luna tah

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   115. Menemui langsung Gubernur Provinsi Nan She.

    Mobil yang dikendarai Fang Zhe melesat membelah jalanan provinsi Nan She. Di sampingnya, Irma masih berusaha menetralkan debar jantungnya... bukan karena takut lagi, melainkan karena panggilan "Sayang" yang tadi terlontar begitu saja dari bibir Fang Zhe."Kita tidak ke kota Shange, Fang Zhe?" tanya Irma saat menyadari arah mobil bukan menuju gerbang tol luar Provinsi, melainkan kembali ke kota terbesar di provinsi."Shange terlalu kecil untuk rencana sebesar ini, Irma," sahut Fang Zhe sambil melirik saldo rekening di ponselnya. "$120 miliar adalah modal yang terlalu besar jika hanya disimpan. Aku akan membangun Pusat Toko Alkemis Dewa di sini. Jika kau ingin memotong akar Paviliun Keberuntungan Langit, kau harus menghancurkan dominasi ekonomi mereka di pusatnya."Fang Zhe menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah gedung megah dengan pilar-pilar putih tinggi... Itu adalah Kantor Kepresidenan Gubernur Nan She. Tempat di mana Penguasa Provinsi bertahta.Disaat yang sama...Ketika Fang

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   15.

    Seluruh ruangan menjadi sunyi. Karena Tatapan dingin Erina tertuju tepat pada Fang Zhe.“Semalam ini, kau seharusnya beristirahat…” katanya perlahan.“Lalu kenapa kau malah keluar hingga pagi hari?”Nada suaranya tidak keras.Namun justru itulah yang membuat suasana terasa semakin menekan.Dua pega

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   20.

    Tersadar jika ia terus diam masalah akan semakin rumit. Fang Zhe akhirnya mulai berbicara.“Cukup.”Satu kata. Tidak keras. Namun cukup dalam. Seolah ada tekanan tak terlihat yang langsung menekan suasana di sekitar mereka.Seketika Erina dan Irma sama-sama terdiam.Dan kini, Fang Zhe melangkah maj

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   17.

    Suasana di meja makan hotel bintang lima itu semakin menekan, layaknya udara sebelum badai petir pecah. Irma tertegun mendengar ucapan Erina yang begitu lugas dan protektif. Namun, sebelum Irma sempat membalas, sebuah cahaya biru transparan yang hanya bisa dilihat oleh mata Fang Zhe mendadak berked

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   16. kecemburuan Erina, Dokter Irma Suka!

    Pagi di Paviliun Obat biasanya dimulai dengan aroma tenang dari rebusan herbal dan gesekan pelan lesung kayu. Namun, bagi Fang Zhe, pagi ini terasa seperti berjalan di atas seutas tali yang sangat tipis. Kalimat terakhir Erina tentang hukuman "tidur di halaman" masih terngiang di telinganya, member

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status