LOGINSLASSSSH! Bahkan tanpa mengerahkan teknik bela diri khusus, ayunan pedang es di tangan kanan Fang Zhe bergerak sederhana, lugas, namun memotong udara. Gelombang tebasan es bercampur Intisari Qi Petir berbentuk bulan sabit raksasa tercipta seketika, menghantam tepat pada moncong naga api berkepala tiga milik Long She di udara! BOOOOOOOOOOOOOOM! Benturan dua kekuatan dahsyat itu meledakkan gelombang kejutan yang membakar sekaligus membekukan kawah Lembah Tengkorak Merah. Api darah kehitaman dan kristal es petir saling gerus dengan gila-gilaan, memancarkan raungan energi yang sanggup merobek selaput gendang telinga. "Kh... Khahahaha!" Long She yang melayang di udara menyadari bahwa serangannya berhasil tertahan, namun tekanan masif dari kekuatan ranah Petarung Langit Bintang Lima miliknya mulai mendorong gelombang tebasan Fang Zhe secara perlahan. SZZZZZZT! Tumit sepatu Fang Zhe mulai terdorong ke belakang. Pijakan tanah dan batu giok merah di bawah kakinya terbelah dan terkikis
Melihat Fang Zhe melangkah mendekat. Apalagi merasa nyawanya berada diujung tanduk. Long She segera mengeluarkan sebuah pill merah darah didalam cincin ruangnya. "Fa-Fang Zhe... Kau yang memaksaku menggunakan Pill peledak kultivasi... Meski kultivasi yang telah ku kumpulkan setelah ini menurun akibat efek balik penggunaan Pill ini... Setidaknya aku bisa membunuhmu!" Mata Fang Zhe hanya menyipit, tapi dia tetap berjalan santai kearah Long She. "Lihatlah aku punya Pill Peledak KultivasiPill Darah Iblis Penukar Nyawa!" Mata Long She yang memerah akibat pendarahan dalam mendadak membelalak gila. Meringis kesakitan di tengah reruntuhan dinding tebing, dengan sisa-sisa tenaga dan jemari yang gemetar hebat, ia tanpa ragu menyumbatnya masuk ke dalam tenggorokannya! Gleeeeeek?! "Ugh... KHAK!" Long She memuntahkan gumpalan darah hitam, namun detik berikutnya, keajaiban yang mengerikan terjadi. BOOOOOOOOOOM! Aura kultivasi di sekujur tubuh Long She akibat pukulan pertama Fang Zhe yang t
Bukannya menyadari ajalnya yang tinggal sekejap mata, kepanikan di wajah Long She mendadak lenyap, berganti dengan derai tawa gila yang membahana ke sekeliling Lembah Tengkorak Merah. "HAHAHAHA! Pembantai? Tidak menyisakan belas kasih?!" Long She berteriak histeris, meski lehernya berada dalam cengkeraman ketat Fang Zhe. "Kau pikir kau siapa, Fang Zhe?! Kau hanya satu orang di tengah kandang musuhmu!" Tawa Long She seolah membakar kembali keberanian yang sempat padam dari belasan murid di tempat tersebut. Dua adik seperguruan Long She dari Sekte Sayap Api melangkah maju dengan wajah bengis, menyalurkan Qi Api ranah Inti Emas mereka hingga udara di sekitar mereka berjelaga. "Brengsek! Lepaskan Kakak Seperguruan Long She!" teriak salah satu adik seperguruannya seraya menarik pedang berapi raksasa. "Bocah sombong! Kau pikir hanya karena pergerakanmu cepat, kau bisa menang melawan kami semua?!" tambah yang satunya lagi, memicu gelombang api berbentuk cakar naga dari punggungnya. Tak
Keheningan yang mencekam merebak di sekeliling lembah, berbanding terbalik dengan lautan niat membunuh yang tersimpan gila-gilaan dari dalam raga Fang Zhe. Bagaimana bisa ia tak marah? Melihat Napas Su Yin yang patah-patah... bercak darah yang menghiasi gaun sucinya. Itu sudah cukup untuk membakar logat kesabaran Fang Zhe hingga tak tersisa. Sepasang Mata Dewa milik pemuda itu menyala dalam pendar perak murni yang teramat pekat—pendar yang memancarkan dominasi mutlak seorang pembantai dari neraka. Namun, di tengah atmosfer kematian yang sanggup membekukan jiwa tersebut, Long She justru menyeringai lebar. Sebagai murid utama dan jenius nomor satu dari Sekte Sayap Api, keangkuhannya yang terbiasa dipuja membuat matanya buta akan jurang perbedaan kekuatan di hadapannya. "Hahaha! Kulihat kau juga pemegang point pertama di turnamen babak pertama ini Fang Zhe?!" Long She tertawa gelak, melangkah maju dengan kobaran api merah membungkus kedua lengannya. "Bagus sekali, selain datang tepat
Ling Yin mengangguk, lalu segera menggenggam erat lengan Fang Zhe, menyandarkan tubuhnya yang masih lemas pada dada bidang pemuda itu. Sensasi hangat dari Intisari Qi Petir yang menyelimuti mereka tidak hanya menopang fisiknya, tetapi juga memberi sedikit rasa aman di tengah kepanikan yang membakar jiwanya. BZZZZZZT! Dalam satu lecutan kilat perak yang membelah udara, tubuh keduanya lesap bagaikan bayangan, melintasi hamparan gurun pasir dengan kecepatan yang tak terkejar oleh mata telanjang. Badai pasir terbelah di hadapan mereka, tak sanggup menahan tekanan aura membunuh Fang Zhe yang kian memuncak. Belum sampai sepuluh menit mereka melesat menembus medan gurun, giok transmisi di pinggang Fang Zhe mendadak bergetar hebat. Cahaya kemerahan redup berkedip-kedip cepat—tanda adanya pesan darurat berprioritas tinggi. Fang Zhe menghentikan langkahnya di atas sebuah puncak batu karang, membiarkan giok tersebut melayang di udara. "S-Saudara Fang Zhe! Ini aku, Lu Zhen dari Sekte Pedang
Perlahan, kelopak mata Ling Yin yang dihiasi bulu mata lentik terangkat. Bulatan matanya yang jernih bagaikan samudra kebiruan berkedip beberapa kali, mencoba menyesuaikan diri dengan silaunya cahaya gurun yang menerobos celah naungan batu. Rasa dingin yang mencengkeram dadanya telah lenyap, digantikan oleh aliran hangat Intisari Qi lembut yang menyelimuti seluruh meridiannya. Saat penglihatannya kembali jelas, wajah tampan Fang Zhe dengan kilat perak tipis yang masih menari di sepasang mata indahnya—adalah hal pertama yang ia lihat. "F-Fang Zhe...?" bisik Ling Yin lirih. Suaranya masih agak serak, namun rona merah muda di pipinya mengonfirmasi bahwa racun Kalajengking Hitam telah sepenuhnya netral. "Jangan terlalu banyak bergerak dulu," ucap Fang Zhe tenang. Ia berlutut di sampingnya, memiringkan kepalanya sedikit saat seringai miringnya kembali terpasang. "Racunnya sudah bersih, tapi aliran darahmu masih butuh waktu untuk stabil." Ling Yin menghela napas lega, namun ingatan tent
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.
Hening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.“Kalau aku menolak?” tanyanya te
DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung







