Share

Berkeliling

last update publish date: 2025-12-17 16:14:58

Viviana mengikuti pelayan yang berjalan masuk ke dalam, sambil memperhatikan sekelilingnya Viviana berpikir di dalam hati, rumah yang sangat luas bagaimana mungkin tidak memiliki banyak barang di dalamnya.

"Nama mu Asa bukan?" tanya Viviana.

"Benar Nyonya," sahut pelayan Asa.

"Bolehkah aku bertanya pada mu," ucap Viviana.

"Tentu saja Nyonya tanyakan apa saja padaku, aku akan menjawabnya dengan sepenuh hati, " sahut pelayan Asa penuh semangat.

"Kenapa di dalam tidak terdapat banyak barang?" Tanya Viviana.

"Tuan lebih mementingkan penduduk, barang yang menurutnya tidak penting lebih baik tidak di memilikinya, dan uangnya bisa digunakan untuk para penduduk," ucap pelayan Asa.

"Jadi maksudmu sebenarnya dulu tempat ini memiliki banyak barang," sahut Viviana.

"Benar, bahkan penuh barang barang mewah, tapi setelah Duke Arhend menjadi penerus semua di jual hasilnya digunakan untuk kepentingan penduduk Utara, wilayah Utara hampir setiap tahun musim dingin penduduk membutuhkan makanan dan baju hangat yang digunakan agar tidak dingin," ucap pelayan Asa menjelaskan dengan serius.

"Ahhhh, kalau tidak salah Duke Arhend mendapatkan gelar Duke setelah Duke sebelumnya kalah melawan naga merah, saat itu Duke Arhend masih berusia 10 tahun," sahut Viviana.

"Nyonya aku tidak menyangka Nyonya mengetahui itu, ternyata Tuan Duke tidak salah memilih istri," ucap pelayan Asa penuh semangat.

"Nyonya ini kamar anda, mau aku bantu mandi," sambung pelayan Asa.

"Boleh, aku juga terbiasa mandi sebelum istirahat," sahut Viviana.

Setelah mandi air hangat Viviana membaringkan tubuhnya, tiga hari tidur di kereta kuda membuat tubuhnya sakit semua, Viviana yang memejamkan matanya langsung tertidur pulas.

Pelayan Asa yang baru keluar kamar terkejut melihat Duke Arhend yang berdiri di depan pintu, saat mau berbicara pelayan Asa diminta untuk berbicara lebih pelan.

"Nyonya Duchess baru saja tertidur Tuan," ucap pelayan Asa pelan.

"Dia pasti kelelahan karena perjalanan jauh, jangan bangunkan dia sampai dia bangun sendiri, setelah bangun siapkan makanan yang enak untuknya tidak perlu menunggu ku karena tidak ada alasan untuknya makan bersama ku orang yang sangat ditakutinya," sahut Duke Arhend sambil berjalan pergi.

Viviana yang membuka matanya bisa melihat cahaya dari balik tirai jendela, hari sudah siang dan dirinya bangun kesiangan bukan hanya bangun kesiangan Viviana menepuk dahinya karena melupakan kewajiban malam pertamanya dengan Duke Arhend yang seharusnya mereka lakukan setelah tiba di wilayah utara.

"Maaf sepertinya aku kelelahan Asa," ucap Viviana yang melihat pelayan Asa sudah ada di kamarnya.

"Tidak perlu meminta maaf Nyonya, kata Tuan Nyonya bisa bangun jam berapa pun," sahut pelayan Asa.

"Kalau begitu jam berapa Duke pergi dari kamar ini?" Tanya Viviana.

"Maaf, Tuan Duke tidak datang ke kamar Nyonya dan tidur di kamarnya sendiri, semalam Tuan hanya meminta agar tidak membangunkan Nyonya," ucap pelayan Asa.

Viviana terdiam berpikir keras kalau bukan untuk mendapatkan penerus buat apa Duke Arhend menikahinya, kenapa Duke Arhend bahkan tidak menemuinya sama sekali selama perjalanan, jika Duke Arhend tidak membutuhkannya seharusnya tidak perlu menjadikannya istri pikir Viviana.

"Nyonya mau mandi sekarang?" Tanya Pelayan Asa.

"Baiklah," sahut Viviana pelan.

...

Traaaang traaang traaaang...

Sejak pukul 05:30 Duke Arhend sudah berada di tempat latihan para Ksatria, para Ksatria yang menjadi lawannya di buat tidak bisa bangun dan semua terbaring di tanah.

"Tuan apakah anda tidak lelah setelah perjalanan dan malam pertama semalam," ucap Ksatria Aut.

"Semalam aku tidur sangat nyenyak, itu kenapa tenagaku sangat banyak tidak seperti kalian yang hanya fokus minum minum saja," sahut Duke Arhend.

"Apa! Tuan tidur bagaimana dengan Nyonya?" Ucap Ksatria Den.

"Bukankah sudah jelas dia juga tertidur di kamarnya," ucap Duke Arhend.

"Jadi Tuan tidak... ." Ksatria Den tidak melanjutkan perkataannya setelah ditatap oleh Ksatria Lis.

Setelah Duke Arhend pergi kelima Ksatria utama berkumpul membicarakan Duke Arhend, bagaimana bisa Duke Arhend membiarkan istrinya tidur sendiri di kamar yang berbeda, bahkan sejak membawa Istri barunya Tuan mereka bahkan tidak pernah menemui istrinya itu.

"Tuan sudah keterlaluan, nyonya pasti sedih," ucap Ksatria Den.

"Menurut ku mungkin tidak," sahut Ksatria Lis.

"Nyonya tidak peduli Tuan yang tidak mendatanginya sama sekali selama perjalanan, aku rasa Nyonya juga tidak peduli apakah Tuan akan datang ke kamarnya atau tidak salah Tuan juga yang tiba tiba meminta pernikahan dipertemuan pertama," sambung Ksatria Lis.

"Apakah tuan membenci Nyonya?" Tanya Ksatria An.

"Aku rasa tidak malah sebaliknya kurasa Tuan saja yang kurang peka, sepanjang perjalanan Tuan memang tidak menemui nyonya tapi selama perjalanan itu Tuan selalu menjaga kereta kuda," ucap Ksatria Lis.

"Kalau begitu apakah nyonya membenci Tuan?" Tanya Ksatria An lagi.

"Aku tidak yakin mungkin iya, siapa yang tidak benci dipaksa menikah oleh pria yang tidak dikenal hingga harus meninggalkan keluarganya," sahut Ksatria Lis.

"Haaaah, lalu bagaimana rumah tangga tuan ke depannya nanti," ucap Ksatria Den.

"Entah, hanya Tuan sendiri yang bisa menentukan nya," sahut Ksatria Lis.

...

Di tempat lain Viviana yang selesai mandi berkeliling kediaman Duke Arhend di temani pelayan Asa, para pelayan lain yang berpapasan dengan Viviana memberikan hormat karena merasa kagum, Viviana sangat cantik bagi mereka Viviana sangat cocok menjadi Nyonya Duchess wilayah utara.

"Tempat ini luas juga," ucap Viviana.

"Sangat luas Nyonya tapi mungkin akan membosankan karena tidak sama seperti rumah rumah yang ada di ibukota," sahut pelayan Asa.

"Memang berbeda, bedanya rumah di ibukota pasti memiliki taman bahkan rumah kaca, di sini sangat dingin tidak mungkin bisa berkebun," ucap Viviana.

"Ahhh, nyonya yang terbaik, selama ini belum ada tamu yang bisa mengerti tentang situasi di rumah ini, Nyonya yang baru datang bisa mengerti aku terharu," sahut pelayan Asa.

"Nyonya kita akan ke tempat terakhir, ikuti aku," sambung pelayan Asa sambil menggandeng tangan Viviana.

Keduanya yang memasuki ruang latihan mengejutkan kelima Ksatria utama, kelima Ksatria yang berkumpul membicarakan Duke Arhend langsung menghampiri Viviana dan pelayannya.

Mereka berharap Viviana tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, karena Duke yang tidak peka memang salahnya sendiri dan itu bisa merusak rumah tangganya sendiri.

"Nyonya sedang berkeliling," ucap Ksatria Den.

"Kebetulan tempat ini yang terakhir, aku sudah lelah berkeliling," sahut Viviana.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Viviana.

"Kami baru selesai latihan dengan Tuan," ucap Ksatria Aut.

"Kita baru tiba kemarin dan kalian sudah berlatih apa tidak lelah?" sahut Viviana.

"Haaaah, memang hanya nyonya yang mengerti kami tidak seperti Tuan," ucap Ksatria An.

"Tuan yang meminta kami latihan, tapi Nyonya tenang saja kami juga sudah tidak lelah," sahut Ksatria Lis yang baru saja menepuk punggung Ksatria An.

"Baiklah, tapi bagaimanapun juga kesehatan yang utama, jangan lupa beristirahat," ucap Viviana yang langsung berbalik pergi.

"Nyonya yang sebaik ini bagaimana mungkin menikah dengan suami seperti Tuan," ucap kesatria An.

Setelah keluar tempat pelatihan pelayan Asa merasa penasaran, Kelima Ksatria utama sangat terkenal tidak membuka tangan pada orang lain, tapi melihat mereka akrab dengan Viviana pelayan Asa ingin tahu bagaimana mulai mereka bisa menjadi akrab.

"Aku tau kamu ingin bertanya, mereka yang membantu ku sepanjang perjalanan, itu kenapa mungkin aku terlihat lebih akrab dengan mereka," ucap Viviana.

"Bagaimana dengan Tuan?" Tanya Pelayan Asa.

"Aku tidak pernah bertemu dengannya walau kami satu rombongan, mungkin dia sengaja menghindar dari ku karena ternyata aku tidak seperti lady yang diinginkannya," ucap Viviana.

"Tuan seperti itu, keterlaluan," sahut pelayan Asa.

"Tidak masalah," ucap Viviana sambil berjalan pergi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kembali Ke rumah

    Duke Arhend masih mengejar seseorang berjubah hitam yang saat ini terus menghilang berpindah tempat, hanya dengan auranya saja Duke Arhend terus berhasil mengejar walau penyihir hitam berhasil lolos satu langkah di depannya, setelah merasakan aura penyihir hitam yang bersembunyi di sekitarnya Duke Arhend langsung mengayunkan pedangnya. Wheeeeeeeeees. Satu ayunan pedang Duke Arhend menebas beberapa pohon sekaligus, dari balik pohon penyihir hitam keluar dan menatap Duke Arhend. "Ternyata memang benar sangat sulit untuk menghabisi Duke Utara," ucap penyihir hitam. "Monster yang ada di goa wilayah ku, dan sekarang penyerangan apa ini perintah seseorang," sahut Duke Arhend. "Haruskah aku menjawabnya," ucap penyihir hitam sambil tersenyum. Duke Arhend yang tidak senang langsung mengayunkan pedangnya, penyihir hitam yang sadar dengan cepat serangan Duke Arhend langsung mengganti tubuh aslinya dengan bayangan, penyihir hitam berpindah tempat tak jauh dari Duke Arhend yang terliha

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Disergap

    Sebelum Duke Arhend kembali ke rumah Viviana menunggunya dengan tidak tenang, Viviana takut jika Kaisar tidak memberikan izin suaminya itu akan melakukan kekerasan, dan jika itu terjadi suaminya akan di tuduh menjadi pemberontak."Istriku, semua sudah selesai," ucap Duke Arhend yang baru saja membuka pintu."Suamiku," sahut Viviana sambil berlari memeluk Duke Arhend yang terlihat kebingungan."Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Duke Arhend."Tidak ada apa-apa, aku hanya takut," ucap Viviana."Baiklah semua sudah selesai, kita bisa kembali pulang," sahut Duke Arhend sambil mengelus kepala Viviana."Terima kasih sudah banyak membantu ku, tanpa istriku semua mungkin tidak bisa berjalan lancar," sambung Duke Arhend."Aku hanya melakukan tugasku," ucap Viviana."Tugas, sepertinya masih ada satu tugas lagi buat istriku," sahut Duke Arhend yang langsung mendorong Viviana ke tempat tidur.Duke Arhend mengangkat kaki Viviana ke tempat tidur, tangan Duke Arhend mulai mengelus paha Viviana dan mu

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Perjanjian

    Setibanya kembali di kediamannya Viviana masih terus terpikirkan pembicaraannya dengan Lady Sahari, Viviana benar-benar tidak menyangka Lady Sahari akan menjadi Putri mahkota, tapi yang membuatnya tidak menyangka lagi setelah ini mereka tidak mungkin bisa bertemu secara pribadi. Viviana bisa menemuinya atas nama Duchess yang menemui Putri mahkota, semua yang berkaitan dengan kerja sama juga tidak bisa lagi melewati Lady Sahari dan harus langsung ke Marquis Glan. "Istriku kenapa sejak tadi kamu diam saja?" Tanya Duke Arhend. "Aku hanya kepikiran Lady Sahari yang akan menjadi Putri mahkota," ucap Viviana. "Bukankah itu bagus," sahut Duke Arhend dengan santai. "Benar, tapi itu membuat ku tidak lagi bisa bertemu dengannya secara pribadi," ucap Viviana. "Tidak perlu dipikirkan istriku, jika ingin menemuinya kamu tinggal pergi menemuinya atas dasar Duchess yang menemui Putri Mahkota," sahut Duke Arhend. Viviana hanya menganggukkan kepalanya, dirinya juga tahu kalau yang dikatakan sua

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Bekerja Sama

    Semalam memang kesalahannya karena memancing birahi seorang Duke Arhend, pinggangnya benar-benar sakit karena suaminya itu tidak hanya melakukannya sekali, walau begitu Viviana sangat menikmatinya."Istriku kita mendapatkan undangan dari kediaman Marquis Glan," ucap Duke Arhend yang baru membuka pintu kamar."Istriku masih belum mau bangun dari tempat tidur," sambung Duke Arhend."Salah siapa yang membuat ku seperti ini," sahut Viviana memasang wajah cemberutnya."Tapi istriku menyukainya bukan," ucap Duke Arhend tersenyum nakal."Sudahlah, suamiku buka surat itu," sahut Viviana.Viviana yang membaca surat seketika tersenyum, sudah diduga olehnya kalau Marquis Glan tidak mungkin menolak kesempatan untuk bekerja sama dengan seorang Duke."Kenapa istriku tersenyum? Marquis Glan mengundang kita belum tentu menyetujui kerja sama dengan kita," ucap Duke Arhend."Marquis Glan pasti setuju, tapi sebelum itu dia akan bertanya memangnya apa keuntungan buatnya, apalagi itu juga membuatnya dicur

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Bertemu Teman Lama

    Viviana yang tiba di kediaman Marquis Glan turun dari kereta kudanya, tak berselang lama Lady Sahari yang di temani pelayannya menghampiri Viviana, Lady Sahari langsung memeluk Viviana yang memang sangat dirindukannya.Viviana dan Lady Sahari sudah berteman sejak masih kecil, Viviana sudah sering berkunjung ke kediaman Marquis Glan begitu juga dengan Lady Sahari sejak kecil sering mengunjungi kediaman Count Loisan."Bagaimana kabarmu Lady?" Tanya Viviana."Aku tentu saja baik, bagaimana denganmu? Apa Duke Arhend menyakiti mu?" Tanya Lady Sahari penuh khawatir."Tidak, Suamiku dan semua orang di sana sangat baik padaku," ucap Viviana sambil tersenyum."Benarkah? Kamu tidak perlu berbohong, katakan saja padaku semuanya kita adalah sahabat," sahut Lady Sahari tidak percaya."Aku tidak berbohong, suamiku sangat baik padaku," ucap Viviana.Walau tidak percaya Lady Sahari tidak memiliki pilihan selain mempercayainya, Lady Sahari menggandeng tangan Viviana masuk ke dalam kediamannya, taman y

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Tiba Di Ibukota

    Tepat setelah membuka pintu Liam berdiri di depan Viviana, keduanya saling bertatapan beberapa saat, Viviana langsung memeluk kakaknya itu dan mendapatkan pelukan balik oleh Liam.Duke Arhend mengernyitkan dahi tidak senang, seharusnya Viviana hanya boleh memeluknya tapi saat ini Viviana malah memeluk pria lain."Kakak, apa kabarmu?" Tanya Viviana tanpa melepaskan pelukannya."Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja," ucap Liam."Kalau begitu apa yang kamu lakukan sekarang? Ibu ayah mengatakan kalau kamu jarang berada di rumah," tanya Viviana lagi."Aku hanya sedang bekerja," ucap Liam."Bekerja? Kenapa? Bukankah Kakak calon Count selanjutnya, kakak tidak perlu bekerja di tempat lain," sahut Viviana."Anggap saja untuk mencari pengalaman," sahut Liam."Kalau begitu bagaimana denganmu? Apa kamu baik-baik saja? Apa Duke memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Liam matanya menatap tajam ke arah Duke Arhend."Aku baik-baik saja, suamiku dan semua orangnya memperlakukan ku dengan baik," uc

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Lubang Besar

    Perjalanan menuju wilayah barat daya memakan waktu cukup lama, Viviana yang menaiki kereta kuda merasa sangat bosan, walau begitu Viviana bisa bertahan karena suaminya terus berada bersamanya.Melewati portal terakhir membawa semua tiba di wilayah yang berbeda jauh dari wilayah Utara, Padang rumput

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Persiapan Pergi 18+

    Di perpustakaan Viviana membaca semua buku yang sudah seharusnya seorang Duchess ketahui, seorang Duchess bukan hanya istri dari Duke suatu wilayah, seorang Duchess memiliki tugas lain seperti penyelenggaraan sesuatu di wilayah yang ditempatinya.Setelah membaca tugas tugas seorang Duchess Viviana

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Ulang tahun 18+

    Di tanah yang sangat luas hanya ada dua makam bersebelahan, Viviana yang ditemani Duke Arhend langsung berjalan mendekati makan.Untuk sesaat suasana hening karena, Viviana melihat suaminya yang memalingkan wajahnya menahan air matanya, Duke Utara iblis perang saat ini berusaha untuk tidak menangis

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Para Tetua

    Tak tak tak...Suara kuda dan beberapa kereta kuda terdengar berhenti di depan kediaman Duke Arhend, semalam Duke Arhend sudah memberitahu Viviana kalau mereka kedatangan para Tetua, Duke Arhend juga mengatakan pada Viviana kalau istrinya tidak mau tidak perlu ikut menyambut kedatangan para Tetua.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status