Home / Romansa / SUAMIKU DUKE UTARA / Kepergian Duke

Share

Kepergian Duke

last update Last Updated: 2026-01-01 17:14:34

Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend memintanya menikah dengannya kalau hanya untuk menghindarinya, atau sebegitu menyesal kah Duke Arhend menikah dengannya sampai melihatnya saja tidak mau.

Haaaaaah.

"Nyonya, Tuan Taka datang," ucap kepala pelayan Mist tepat setelah melihat Viviana menarik nafas panjang.

Kepala pelayan Mist meminta semua pelayan bersikap baik pada Viviana karena tidak ingin Viviana pergi, selama beberapa hari kepala pelayan melihat Viviana yang mengurung diri sendiri membuatnya merasa kasihan, diam diam kepala pelayan Mist mengusulkan sesuatu ke Duke Arhend pria beristri yang sama sekali tidak mempedulikan istrinya.

"Siapa Tuan Taka?" Tanya Viviana kebingungan.

"Tuan Duke mengundang Tuan Taka, Tuan desainer baju terkenal di wilayah Utara," ucap kepala pelayan Mist.

"Lalu kenapa memanggil ku dan bukan Tuan Duke?" Tanya Viviana lagi.

"Itu karena Tuan Duke mengundangnya untuk membuat baju hangat untuk nyonya, wilayah utara sangat dingin dan sebentar lagi akan memasuki musim dingin berkepanjangan," ucap kepala pelayan Mist.

"Padahal dia tidak datang menemui ku lalu kenapa tiba-tiba memanggil desainer baju untuk ku," sahut Viviana.

"Aku sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Tuan Duke," ucap kepala pelayan Mist sambil menolehkan kepalanya ke samping.

Walau tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Duke Arhend Viviana tetap mengikuti kepala pelayan Mist menemui Tuan Taka, Desainer berusia paruh baya itu menyunggingkan bibirnya saat melihat Viviana berdiri di depannya.

"Nyonya Duchess silahkan di pilih saja baju dari katalog di depan anda," ucap Tuan Taka.

Viviana sudah sangat sering mengikuti ibunya ke tempat sosialita, nada bicara yang merendahkan bahkan menyanjung dirinya bisa membedakan semua itu.

"Kenapa anda seperti itu Tuan Taka," ucap kepala pelayan Mist.

"Perkataan anda seperti... ." Kepala pelayan Mist tidak melanjutkan perkataannya karena di pegang Viviana dipundaknya.

Sraaaaak.

Viviana tanpa berbicara langsung mengambil katalog di depannya dan langsung merobeknya, terlihat wajah Tuan Taka sangat terkejut karena Viviana hanya diam tapi berani menyobek katalog miliknya.

"Kenapa Nyonya Duchess... ."

"Sama seperti mu yang tanpa alasan jelas merendahkan ku, apa aku juga butuh alasan untuk merobek katalog milikmu," sahut Viviana.

Kepala pelayan Mist tidak menyangka Viviana bisa bersikap tegas dan keras, padahal jika melihat dari penampilannya Viviana terlihat lemah lembut, wanita yang hanya diam saja bahkan saat suaminya tidak mendatanginya saat ini terlihat sangat marah.

Dari kejauhan Duke Arhend melihat Viviana yang dipandang rendah oleh Tuan Taka, saat mau menghampirinya Duke Arhend teringat Viviana mungkin masih takut padanya dan Viviana yang melihat dirinya di saat seperti ini malah memberatkannya.

"Aku tidak tau kenapa kamu memandang ku seperti itu, aku tidak membutuhkan baju yang dibuat oleh orang seperti mu," ucap Viviana.

Tuan Taka yang mengepalkan tangannya langsung memungut katalog miliknya yang berserakan di lantai, Tuan Taka bergegas mengemas barang bawaannya dan bersiap pergi.

"Tunggu saja anda akan menyesal telah memperlakukan ku seperti ini," ucap Tuan Taka yang langsung berlalu pergi.

Setelah Viviana kembali masuk ke dalam kamarnya Duke Arhend meminta pengawal bayangan membawa Tuan Taka ke ruangannya, tak berselang lama pengawal bayangan datang membawa Tuan Taka yang sebelumnya sudah hampir menaiki kereta kuda sambil terus memaki Viviana.

Saat ini Tuan Taka dibuat berlutut dengan tubuh yang gemetar, Duke Arhend terlihat sangat marah dan melihat pedang yang dipegangnya membuat Tuan Taka semakin ketakutan.

"Berapa banyak nyawa yang kamu miliki hingga berani memperlakukan istriku dengan sangat tidak sopan?" Tanya Duke Arhend.

"Maafkan aku Tuan Duke, aku mengira dia hanya... ." Tuan Taka tidak melanjutkan perkataannya karena pedang berada tepat di depan lehernya.

"Sepertinya apapun alasanmu melakukan itu berarti kamu sudah siap menanggung akibatnya, mulai dari saat ini keluarga ku tidak akan menggunakan Desainer seperti mu," ucap Duke Arhend.

"Maafkan aku Tuan Duke aku janji tidak akan melakukannya lagi, ke depannya aku akan memperlakukan Duchess dengan berhati-hati," sahut Tuan Taka.

"Tidak ada lain kali," ucap Duke Arhend.

"Seret dia, beritahu pada semua orang siapa yang membeli gaun buatannya akan menjadi musuh ku," sambung Duke Arhend.

"Baik Tuan," sahut pengawal bayangan yang langsung menyeret Tuan Taka.

Duke Arhend tiba-tiba tersenyum mengingat apa yang tadi dilakukan Viviana, Viviana sangat berani dan itu bukan hanya kali ini saat dirinya yang hampir menarik pedang pada Count Lois Viviana maju dengan berani menghalangi.

"Ternyata dia memang serigala putih, sayang sekali serigala itu harus berada di wilayah yang dingin di Utara," ucap Duke Arhend.

Tap tap tap...

Suara langkah kaki terdengar semakin mendekat, Ksatria Den yang langsung membuka pintu terlihat sangat kelelahan karena berlari.

"Sepertinya staminamu berkurang, kita harus sering melakukan latihan lebih lama," ucap Duke Arhend.

"Maafkan aku Tuan, aku terburu-buru karena ingin memberitahu di wilayah seberang bagian timur saat ini diserang oleh monster," sahut Ksatria Den.

"Monster? harusnya monster tidak keluar sekarang karena belum waktunya bulan separuh," ucap Duke Arhend.

"Minta yang lain menyusul aku akan pergi ke tempat itu lebih dulu," sambung Duke Arhend yang langsung mengambil mantelnya dan pergi melewati Ksatria Den.

Duke yang menaiki kudanya bergegas menuju tempat yang dikatakan oleh Ksatria Den, para warga bisa bahaya jika para monster melewati batas dan masuk ke desa.

Karena harus mengumpulkan pasukan dan persiapan lebih dulu Ksatria Den membutuhkan waktu cukup lama, saat sedang bersiap-siap Ksatria Den teringat kalau Duke Arhend pergi tanpa berpamitan pada Duchess Viviana.

Ksatria Den meninggalkan persiapannya dan menghampiri pelayan Asa, pelayan Asa pelayan pribadi Duchess Viviana biar pelayan itu yang akan memberitahu kalau Duke pergi membasmi monster.

"Apa! Tuan Duke sudah pergi." Pelayan Asa terlihat cukup terkejut.

"Aku harus segera menyusul, kamu harus katakan pada Duchess kalau Tuan sedang pergi membasmi monster," ucap Ksatria Den.

"Tentu saja aku akan memberitahu nyonya," sahut pelayan Asa.

Pelayan Asa bergegas menghampiri Viviana yang beradaa di kamarnya, sejak datang Viviana jarang keluar dari kamarnya karena merasa lebih hangat berbaring dan menutup diri dengan selimut.

"Nyonya ini darurat," ucap pelayan Asa yang baru membuka pintu kamar.

"Apa ini masalah Tuan desainer itu?" Tanya Viviana.

"Bukan nyonya, ini karena Tuan, Tuan Duke pergi pembasmian monster," ucap pelayan Asa.

"Tuan pergi tanpa berpamitan pada nyonya," sambung pelayan Asa.

"Biarkan saja, memangnya aku siapa sampai dia berpamitan denganku," sahut Viviana.

"Tapi Nyonya Tuan Duke tidak akan kembali dalam waktu dekat," ucap pelayan Asa.

"Kita tinggal doakan saja dia kembali dengan selamat begitu juga dengan para Ksatria," sahut Viviana.

... .

"Apa kepergianku bisa membuatnya lebih tenang, untuk sementara dia tidak akan melihatku pria yang ditakutinya," ucap Duke Arhend berbicara sendiri.

"Haaaaaah... ."

Duke Arhend memacu kudanya agar berlari lebih cepat, Duke Arhend sengaja menghindar dari Viviana karena tahu Viviana sangat takut padanya, bahkan saat di altar pernikahan Duke Arhend bisa merasakan kalau tangan Viviana gemetar dan setiap bertemu dengannya ketakutan terlihat di wajahnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Disergap

    Sebelum Duke Arhend kembali ke rumah Viviana menunggunya dengan tidak tenang, Viviana takut jika Kaisar tidak memberikan izin suaminya itu akan melakukan kekerasan, dan jika itu terjadi suaminya akan di tuduh menjadi pemberontak."Istriku, semua sudah selesai," ucap Duke Arhend yang baru saja membuka pintu."Suamiku," sahut Viviana sambil berlari memeluk Duke Arhend yang terlihat kebingungan."Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Duke Arhend."Tidak ada apa-apa, aku hanya takut," ucap Viviana."Baiklah semua sudah selesai, kita bisa kembali pulang," sahut Duke Arhend sambil mengelus kepala Viviana."Terima kasih sudah banyak membantu ku, tanpa istriku semua mungkin tidak bisa berjalan lancar," sambung Duke Arhend."Aku hanya melakukan tugasku," ucap Viviana."Tugas, sepertinya masih ada satu tugas lagi buat istriku," sahut Duke Arhend yang langsung mendorong Viviana ke tempat tidur.Duke Arhend mengangkat kaki Viviana ke tempat tidur, tangan Duke Arhend mulai mengelus paha Viviana dan mu

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Perjanjian

    Setibanya kembali di kediamannya Viviana masih terus terpikirkan pembicaraannya dengan Lady Sahari, Viviana benar-benar tidak menyangka Lady Sahari akan menjadi Putri mahkota, tapi yang membuatnya tidak menyangka lagi setelah ini mereka tidak mungkin bisa bertemu secara pribadi. Viviana bisa menemuinya atas nama Duchess yang menemui Putri mahkota, semua yang berkaitan dengan kerja sama juga tidak bisa lagi melewati Lady Sahari dan harus langsung ke Marquis Glan. "Istriku kenapa sejak tadi kamu diam saja?" Tanya Duke Arhend. "Aku hanya kepikiran Lady Sahari yang akan menjadi Putri mahkota," ucap Viviana. "Bukankah itu bagus," sahut Duke Arhend dengan santai. "Benar, tapi itu membuat ku tidak lagi bisa bertemu dengannya secara pribadi," ucap Viviana. "Tidak perlu dipikirkan istriku, jika ingin menemuinya kamu tinggal pergi menemuinya atas dasar Duchess yang menemui Putri Mahkota," sahut Duke Arhend. Viviana hanya menganggukkan kepalanya, dirinya juga tahu kalau yang dikatakan sua

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Bekerja Sama

    Semalam memang kesalahannya karena memancing birahi seorang Duke Arhend, pinggangnya benar-benar sakit karena suaminya itu tidak hanya melakukannya sekali, walau begitu Viviana sangat menikmatinya."Istriku kita mendapatkan undangan dari kediaman Marquis Glan," ucap Duke Arhend yang baru membuka pintu kamar."Istriku masih belum mau bangun dari tempat tidur," sambung Duke Arhend."Salah siapa yang membuat ku seperti ini," sahut Viviana memasang wajah cemberutnya."Tapi istriku menyukainya bukan," ucap Duke Arhend tersenyum nakal."Sudahlah, suamiku buka surat itu," sahut Viviana.Viviana yang membaca surat seketika tersenyum, sudah diduga olehnya kalau Marquis Glan tidak mungkin menolak kesempatan untuk bekerja sama dengan seorang Duke."Kenapa istriku tersenyum? Marquis Glan mengundang kita belum tentu menyetujui kerja sama dengan kita," ucap Duke Arhend."Marquis Glan pasti setuju, tapi sebelum itu dia akan bertanya memangnya apa keuntungan buatnya, apalagi itu juga membuatnya dicur

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Bertemu Teman Lama

    Viviana yang tiba di kediaman Marquis Glan turun dari kereta kudanya, tak berselang lama Lady Sahari yang di temani pelayannya menghampiri Viviana, Lady Sahari langsung memeluk Viviana yang memang sangat dirindukannya.Viviana dan Lady Sahari sudah berteman sejak masih kecil, Viviana sudah sering berkunjung ke kediaman Marquis Glan begitu juga dengan Lady Sahari sejak kecil sering mengunjungi kediaman Count Loisan."Bagaimana kabarmu Lady?" Tanya Viviana."Aku tentu saja baik, bagaimana denganmu? Apa Duke Arhend menyakiti mu?" Tanya Lady Sahari penuh khawatir."Tidak, Suamiku dan semua orang di sana sangat baik padaku," ucap Viviana sambil tersenyum."Benarkah? Kamu tidak perlu berbohong, katakan saja padaku semuanya kita adalah sahabat," sahut Lady Sahari tidak percaya."Aku tidak berbohong, suamiku sangat baik padaku," ucap Viviana.Walau tidak percaya Lady Sahari tidak memiliki pilihan selain mempercayainya, Lady Sahari menggandeng tangan Viviana masuk ke dalam kediamannya, taman y

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Tiba Di Ibukota

    Tepat setelah membuka pintu Liam berdiri di depan Viviana, keduanya saling bertatapan beberapa saat, Viviana langsung memeluk kakaknya itu dan mendapatkan pelukan balik oleh Liam.Duke Arhend mengernyitkan dahi tidak senang, seharusnya Viviana hanya boleh memeluknya tapi saat ini Viviana malah memeluk pria lain."Kakak, apa kabarmu?" Tanya Viviana tanpa melepaskan pelukannya."Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja," ucap Liam."Kalau begitu apa yang kamu lakukan sekarang? Ibu ayah mengatakan kalau kamu jarang berada di rumah," tanya Viviana lagi."Aku hanya sedang bekerja," ucap Liam."Bekerja? Kenapa? Bukankah Kakak calon Count selanjutnya, kakak tidak perlu bekerja di tempat lain," sahut Viviana."Anggap saja untuk mencari pengalaman," sahut Liam."Kalau begitu bagaimana denganmu? Apa kamu baik-baik saja? Apa Duke memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Liam matanya menatap tajam ke arah Duke Arhend."Aku baik-baik saja, suamiku dan semua orangnya memperlakukan ku dengan baik," uc

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kediaman Viviana

    Batu mineral walau hanya satu genggam tangan harganya sangat mahal, apalagi batu mineral sangat langka bisa mendapatkannya saja benar-benar sebuah keberuntungan.Penyihir Qiu yang menarik nafas panjang masih terus memperhatikan batu mineral di depannya, penyihir Qiu sudah memutuskan untuk membantu Duke Arhend, lagipula penyihir Qiu merasa tugasnya sangat mudah hanya perlu membuat teleportasi."Baiklah, aku setuju," ucap penyihir Qiu."Masih ada satu syarat lagi jika kamu ingin mendapatkan batu mineral ini," sahut Duke Arhend."Aku membawa barang melalui teleportasi, aku juga membawa kalian teleportasi ke kota itu sudah sangat berat sekarang mau kamu tambah apalagi," ucap penyihir Qiu kesal."Syaratnya tidak sulit, aku hanya meminta mu untuk tidak memberitahu siapapun darimana kamu mendapatkan batu mineral itu, aku tidak ingin keberadaan baru mineral ini diketahui oleh Kaisar," sahut Duke Arhend."Menjaga rahasia ya, kalau hanya itu aku tidak masalah," ucap penyihir Qiu."Berikan itu p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status