Accueil / Romansa / SUAMIKU DUKE UTARA / Tiba Di wilayah Utara

Share

Tiba Di wilayah Utara

last update Dernière mise à jour: 2025-12-17 16:10:30

Perjalanan menuju wilayah utara memakan waktu 7 hari jika melewati jalan biasa, sedangkan jika melewati portal hanya membutuhkan waktu 3 hari perjalanan.

Kereta berguncang melewati bebatuan, siang hari berganti malam hari dan kereta kuda berhenti.

Tok tok tok...

"Permisi Nyonya, kita akan beristirahat malam ini di sini, Nyonya bisa turun makan bergabung dengan kami, atau Nyonya mau ku bawakan makanannya ke kereta kuda," ucap Ksatria Lis disambut anggukan kepala Viviana.

"Tidak perlu aku akan bergabung dengan Para ksatria," sahut Viviana.

Viviana menghampiri para Ksatria yang sedang membakar sesuatu, karena tidak tahu apa yang bisa dilakukannya Viviana hanya memperhatikan dan tidak banyak bicara.

"Nyonya terima kasih sudah mau menikah dengan Tuan kami," ucap Ksatria Den kepalanya melihat ke sekelilingnya memastikan Duke tidak mendengar ucapannya.

"Tidak perlu berterima kasih para Tuan ksatria," sahut Viviana.

"Nyonya bisa memanggil ku Den," ucap Ksatria Den.

"Yang memanggil Nyonya namanya Lis, itu Aut, An dan Tam," sambung Ksatria Den menunjuk teman temannya.

"Senang bisa mengenal kalian," sahut Viviana.

"Nyonya tidak perlu berbicara formal pada kami," ucap Ksatria Lis.

"Baiklah," sahut Viviana.

"Sebenarnya kami memang berterima kasih pada nyonya karena mau menikah dengan Tuan kami walau kami yakin Nyonya tidak mengenal Tuan sama sekali," ucap Ksatria Lis.

"Aku melakukannya demi keluargaku," sahut Viviana pelan.

"Nyonya makanlah," ucap Ksatria Lis memberikan daging bakar yang baru saja masak.

"Maaf jika tidak sesuai selera anda karena hanya ini yang kami miliki," sambung Ksatria Lis.

"Tidak masalah aku bukan orang yang pilih-pilih makanan," sahut Viviana.

"Nyonya menurut anda bagaimana Tuan kami?" tanya Ksatria Tam.

Viviana menatap ke arah langit dirinya bingung harus mengatakan apa, karena dirinya memang tidak bisa menilai Duke Arhend, apalagi selama bertemu beberapa kali tidak ada pembahasan masalah pribadi diantara masing-masing.

"Aku tidak tahu, yang aku tahu hanya rumor yang beredar tentang nya bukan penilaian pribadi," ucap Viviana.

"Memangnya rumor seperti apa yang tersebar di ibukota tentang Tuan?" Tanya Ksatria Den penasaran.

"Duke dingin, Iblis pembantai berdarah dingin, sang iblis perang," ucap Viviana.

"Itu sedikit benar, tapi tuan tidak sampai seperti itu, Tuan sangat hangat pada kami dan pada penduduk Utara, keselamatan para warga wilayah utara selalu diutamakan oleh Tuan," ucap Ksatria Lis.

"Nyonya jangan mempercayai rumor seperti itu, setelah bersama Tuan nyonya akan tau seperti apa dirinya," sambung Ksatria Lis.

"Di mana Tuan Duke, kenapa tidak bersama kalian?" Tanya Viviana.

"Kami juga tidak tahu," sahut Ksatria Lis.

"Terima kasih makanannya aku akan istirahat kembali ke kereta kuda," ucap Viviana sambil bangkit berdiri, Ksatria Lis menemani Viviana yang berjalan ke arah Kereta kuda walau jaraknya tidak jauh.

Duke Arhend yang berada tidak jauh dari para berkumpulnya Ksatria bisa mendengar apa saja yang dibicarakan kesatrianya dengan Viviana, para Ksatria terlihat sangat menyukai wanita yang baru saja dinikahinya itu, sebenarnya dirinya hampir saja ingin menghentikan para Ksatria yang membicarakan dirinya dengan seenak nya.

Tapi karena takut Viviana terganggu dengan kehadirannya Duke Arhend memutuskan tetap diam, setelah Viviana masuk ke dalam kereta kuda Duke Arhend baru bergabung dengan Ksatria nya.

"Tuan Duke dari mana saja? Nyonya mencari anda," ucap Ksatria Den.

"Tidak mungkin dia mencariku," sahut Duke Arhend.

"Ke depannya kuharap kalian tidak membicarakan ku di belakang," sambung Duke Arhend.

"Jadi Tuan mendengar semua?" Tanya Ksatria Lis yang baru kembali mengantar Viviana.

Duke Arhend tidak menjawab dan malah menyandarkan tubuhnya nya, matanya terus memperhatikan ke arah kereta kuda.

Di saat semua para Ksatria tertidur bergantian Duke Arhend tetap terjaga, Duke Arhend ingin menjaga janjinya pada Liam menjaga Viviana aman selama bersama dengan nya.

Keesokan harinya sebelum matahari terbit rombongan Duke Arhend kembali melanjutkan perjalanan, setelah dua malam perjalanan Ksatria dan kereta kuda yang tiba di portal bersiap memasuki portal.

Tok tok tok.

Ksatria Lis mengetuk pintu dan meminta Izin pada Viviana kalau dirinya akan berada di kereta kuda untuk menjaganya, melewati portal akan membuat orang yang pertama kali melewatinya merasa pusing bahkan muntah muntah.

"Maafkan aku Nyonya, seharusnya Tuan Duke yang membantu anda," ucap Ksatria Lis.

"Tidak masalah," sahut Viviana dengan santai.

Selama beberapa hari Duke tidak pernah menghampirinya, terakhir Viviana melihat Duke Arhend saat berpisah dengan orang tuanya, Viviana sadar diri pernikahan mereka bukan pernikahan yang diinginkan satu sama lain dan Duke Arhend sengaja menghindarinya karena merasa tidak menyukai dirinya.

Berbeda dari yang diperkirakan Viviana sama sekali tidak merasakan apapun seperti sudah terbiasa melewati portal, padahal Ksatria Lis bahkan menyiapkan permen atas perintah Duke Arhend yang khawatir Viviana akan mutah di dalam kereta kuda.

"Apa sebelumnya Nyonya sudah pernah melewati portal?" Tanya kesatria Lis.

"Tidak, ini baru pertama kali aku melewatinya," ucap Viviana.

"Itu sangat menarik, padahal baru pertama kali tapi Nyonya tidak merasakan apapun," sahut Ksatria Lis.

Viviana hanya diam ada satu rahasianya yang bahkan keluarganya sendiri tidak mengetahuinya, Viviana menyadari dirinya memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit sejak usia 5 tahun, lukanya akan cepat sembuh dan seseorang yang disalurkan Mana nya akan sembuh dengan cepat, walau begitu Viviana hanya pernah menyembuhkan penyakit Ayahnya yang sempat terkena penyakit kuning akut diam diam.

Viviana sangaja tidak memberitahukan rahasianya pada siapapun karena tidak ingin dikirim ke gereja, kaisar bahkan pihak gereja yang mengetahui kemampuannya itu pasti akan memanfaatkanya.

"Nyonya kita sudah sampai, Tuan Duke meminta anda memakai Syal ini karena di sini sangat dingin," ucap Ksatria Lis.

"Duke yang memberikannya?" Tanya Viviana memastikan.

"Benar, mari aku akan membantu anda," sahut Ksatria Lis.

Viviana yang turun dari kereta kuda menatap rumah di depannya, rumah yang saat ini berada di depannya bahkan lebih besar dari rumah orang tuanya, tapi tempat yang seluas itu tidak terlihat ada satupun bunga yang mekar di sana.

Di luar para pelayan sudah menunggu kedatangan Viviana, Ksatria Lis menemani Viviana menghampiri para pelayan terutama kepala Pelayan Mist.

"Nyonya selamat datang di rumah baru anda," ucap kepala pelayan Mist.

"Terima kasih sudah menyambut ku," sahut Viviana.

"Nyonya pasti lelah perjalanan pelayan Asa akan mengantar Nyonya ke kamar, setelah beristirahat aku akan meminta pelayan Asa mengantar Nyonya berkeliling," ucap kepala pelayan Mist disambut anggukan kepala Viviana.

Setelah Viviana pergi kepala pelayan Mist melihat ke belakang, selain Viviana dan ksatria Lis tidak ada orang lain di belakang, seharusnya Duke Arhend mendampingi istrinya yang baru saja tiba ke tempat baru.

"Tuan Duke memang tidak bisa di harapkan, berani menikahi Lady tapi tidak berani untuk menemuinya," ucap Ksatria Lis.

"Jaga bicaramu, tapi kali ini aku setuju," sahut kepala pelayan Mist menganggukkan kepalanya.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Khawatir

    Setiap hari Duke Arhend mengunjungi Viviana, saat mengunjungi Viviana Duke Arhend selalu meminta Viviana makan lebih banyak, perkataan Duke Arhend yang hanya memintanya makan lebih banyak bahkan tanpa bertanya bagaimana keadaannya Viviana semakin yakin kalau Duke tidak ingin dirinya kembali merepotkannya."Makanlah lebih banyak," ucap Duke Arhend yang baru masuk ke dalam kamar Viviana."Aku tahu, aku akan makan lebih banyak agar tidak sakit dan merepotkan anda, sekarang aku juga sudah jauh lebih baik Tuan Duke tidak perlu membuang waktu terus mengunjungi ku," sahut Viviana."Baguslah kalau kamu sudah sembuh," ucap Duke Arhend berbalik pergi meninggalkan Viviana.Dari luar kamar kepala pelayan Mist yang melihat Duke Arhend pergi begitu saja membuatnya memegang kepalanya, bagaimana bisa dirinya memiliki Tuan yang sama sekali tidak peka seperti itu pikirnya.Setelah berjalan keluar dari kamar Viviana Duke Arhend bergegas pergi ke ruang kerjanya, belum tiba di ruang kerjanya kepala pelaya

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kembali Sadar

    Setibanya di kediaman Duke Arhend Penyihir Qiu mengikuti Duke Arhend yang berjalan ke salah satu kamar, di dalam kamarnya terdapat seorang gadis muda yang terbaring tidak sadarkan diri."Ternyata masih sangat muda," ucap penyihir Qiu."Jangan menatap istri ku dengan tatapan kotormu itu," sahut Duke Arhend."Tidak perlu marah, kalau aku tidak menatap ke arahnya bagaimana aku bisa memeriksanya," ucap penyihir Qiu yang berjalan mendekat ke arah Viviana dan berdiri di sampingnya.Saat penyihir Qiu memegang tangan Viviana Duke Arhend sangat terkejut, dirinya saja belum pernah menyentuh tangan Viviana bagaimana bisa penyihir tua malah berani memegang tangan istrinya itu."Lepaskan tanganmu," ucap Duke Arhend bersiap menarik pedangnya."Lebih baik anda tenang jika ingin ku beritahu apa yang sebenarnya terjadi padanya," sahut penyihir Qiu."Tuan tenanglah," ucap Ksatria Lis yang berdiri di belakang Duke Arhend."Tuan penyihir sebenarnya apa yang terjadi pada nyonya?" Tanya Ksatria Lis."Wanit

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Viviana Tebaring

    Semua yang ada di kediaman Duke Arhend sangat sibuk, para Ksatria berpencar mencari penawar racun untuk menyembuhkan Duke Arhend, bukan hanya mencari penawar beberapa Ksatria bahkan pergi dari wilayah Utara untuk mencari Uskup agung seperti yang disarankan oleh dokter.Saat malam hari Viviana berpura-pura tertidur, tepat setelah beberapa saat pelayannya pergi Viviana diam-diam keluar, sebelumnya Viviana sempat diberitahu oleh pelayannya saat berkeliling kalau kamar Duke Arhend berada dibagian ujung tidak jauh dari kamarnya.Setibanya di depan kamar Duke Viviana melihat ada penjaga yang berjaga, Viviana yang tidak bisa meminta penjaga itu untuk pergi malah meminta izin untuk melihat Duke Arhend sebentar saja."Nyonya," ucap penjaga."Aku ingin melihat bagaimana keadaan Duke," sahut Viviana."Baik nyonya, akan ku buka pintunya," ucap penjaga cepat.Viviana bergegas masuk karena tidak ingin ada yang melihatnya, dari jauh terlihat Duke Arhend yang terbaring masih tidak sadarkan diri.Vivi

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Duke Yang Terluka

    Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di depannya, semakin banyak yang dibunuhnya para monster semakin banyak yang berdatangan tanpa henti.Tak tak tak.Puluhan Ksatria yang baru saja tiba membagi tugas, beberapa Ksatria menggiring kuda menjauh dan ksatria lain bergegas menghampiri Duke Arhend yang masih mengayunkan pedangnya menghunus para monster."Tuan," ucap Ksatria Lis."Kalian akhirnya datang, lebih baik berhati-hati mereka tidak mudah dikalahkan dan jumlahnya terus bertambah," sahut Duke Arhend."Tuan yang sudah mengalahkan ratusan monster mengatakan monster tidak mudah dikalahkan, lalu dari mana datangnya para mayat para monster ini," ucap Ksatria Den."Dari pada banyak bicara langsung saja menyerang jangan sampai kamu yang ma

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kepergian Duke

    Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend memintanya menikah dengannya kalau hanya untuk menghindarinya, atau sebegitu menyesal kah Duke Arhend menikah dengannya sampai melihatnya saja tidak mau.Haaaaaah."Nyonya, Tuan Taka datang," ucap kepala pelayan Mist tepat setelah melihat Viviana menarik nafas panjang.Kepala pelayan Mist meminta semua pelayan bersikap baik pada Viviana karena tidak ingin Viviana pergi, selama beberapa hari kepala pelayan melihat Viviana yang mengurung diri sendiri membuatnya merasa kasihan, diam diam kepala pelayan Mist mengusulkan sesuatu ke Duke Arhend pria beristri yang sama sekali tidak mempedulikan istrinya."Siapa Tuan Taka?" Tanya Viviana kebingungan."Tuan Duke mengundang Tuan Taka, Tuan desainer baj

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Berkeliling

    Viviana mengikuti pelayan yang berjalan masuk ke dalam, sambil memperhatikan sekelilingnya Viviana berpikir di dalam hati, rumah yang sangat luas bagaimana mungkin tidak memiliki banyak barang di dalamnya. "Nama mu Asa bukan?" tanya Viviana. "Benar Nyonya," sahut pelayan Asa. "Bolehkah aku bertanya pada mu," ucap Viviana. "Tentu saja Nyonya tanyakan apa saja padaku, aku akan menjawabnya dengan sepenuh hati, " sahut pelayan Asa penuh semangat. "Kenapa di dalam tidak terdapat banyak barang?" Tanya Viviana. "Tuan lebih mementingkan penduduk, barang yang menurutnya tidak penting lebih baik tidak di memilikinya, dan uangnya bisa digunakan untuk para penduduk," ucap pelayan Asa. "Jadi maksudmu sebenarnya dulu tempat ini memiliki banyak barang," sahut Viviana. "Benar, bahkan penuh barang barang mewah, tapi setelah Duke Arhend menjadi penerus semua di jual hasilnya digunakan untuk kepentingan penduduk Utara, wilayah Utara hampir setiap tahun musim dingin penduduk membutuhkan m

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status