LOGINPerjalanan menuju wilayah utara memakan waktu 7 hari jika melewati jalan biasa, sedangkan jika melewati portal hanya membutuhkan waktu 3 hari perjalanan.
Kereta berguncang melewati bebatuan, siang hari berganti malam hari dan kereta kuda berhenti. Tok tok tok... "Permisi Nyonya, kita akan beristirahat malam ini di sini, Nyonya bisa turun makan bergabung dengan kami, atau Nyonya mau ku bawakan makanannya ke kereta kuda," ucap Ksatria Lis disambut anggukan kepala Viviana. "Tidak perlu aku akan bergabung dengan Para ksatria," sahut Viviana. Viviana menghampiri para Ksatria yang sedang membakar sesuatu, karena tidak tahu apa yang bisa dilakukannya Viviana hanya memperhatikan dan tidak banyak bicara. "Nyonya terima kasih sudah mau menikah dengan Tuan kami," ucap Ksatria Den kepalanya melihat ke sekelilingnya memastikan Duke tidak mendengar ucapannya. "Tidak perlu berterima kasih para Tuan ksatria," sahut Viviana. "Nyonya bisa memanggil ku Den," ucap Ksatria Den. "Yang memanggil Nyonya namanya Lis, itu Aut, An dan Tam," sambung Ksatria Den menunjuk teman temannya. "Senang bisa mengenal kalian," sahut Viviana. "Nyonya tidak perlu berbicara formal pada kami," ucap Ksatria Lis. "Baiklah," sahut Viviana. "Sebenarnya kami memang berterima kasih pada nyonya karena mau menikah dengan Tuan kami walau kami yakin Nyonya tidak mengenal Tuan sama sekali," ucap Ksatria Lis. "Aku melakukannya demi keluargaku," sahut Viviana pelan. "Nyonya makanlah," ucap Ksatria Lis memberikan daging bakar yang baru saja masak. "Maaf jika tidak sesuai selera anda karena hanya ini yang kami miliki," sambung Ksatria Lis. "Tidak masalah aku bukan orang yang pilih-pilih makanan," sahut Viviana. "Nyonya menurut anda bagaimana Tuan kami?" tanya Ksatria Tam. Viviana menatap ke arah langit dirinya bingung harus mengatakan apa, karena dirinya memang tidak bisa menilai Duke Arhend, apalagi selama bertemu beberapa kali tidak ada pembahasan masalah pribadi diantara masing-masing. "Aku tidak tahu, yang aku tahu hanya rumor yang beredar tentang nya bukan penilaian pribadi," ucap Viviana. "Memangnya rumor seperti apa yang tersebar di ibukota tentang Tuan?" Tanya Ksatria Den penasaran. "Duke dingin, Iblis pembantai berdarah dingin, sang iblis perang," ucap Viviana. "Itu sedikit benar, tapi tuan tidak sampai seperti itu, Tuan sangat hangat pada kami dan pada penduduk Utara, keselamatan para warga wilayah utara selalu diutamakan oleh Tuan," ucap Ksatria Lis. "Nyonya jangan mempercayai rumor seperti itu, setelah bersama Tuan nyonya akan tau seperti apa dirinya," sambung Ksatria Lis. "Di mana Tuan Duke, kenapa tidak bersama kalian?" Tanya Viviana. "Kami juga tidak tahu," sahut Ksatria Lis. "Terima kasih makanannya aku akan istirahat kembali ke kereta kuda," ucap Viviana sambil bangkit berdiri, Ksatria Lis menemani Viviana yang berjalan ke arah Kereta kuda walau jaraknya tidak jauh. Duke Arhend yang berada tidak jauh dari para berkumpulnya Ksatria bisa mendengar apa saja yang dibicarakan kesatrianya dengan Viviana, para Ksatria terlihat sangat menyukai wanita yang baru saja dinikahinya itu, sebenarnya dirinya hampir saja ingin menghentikan para Ksatria yang membicarakan dirinya dengan seenak nya. Tapi karena takut Viviana terganggu dengan kehadirannya Duke Arhend memutuskan tetap diam, setelah Viviana masuk ke dalam kereta kuda Duke Arhend baru bergabung dengan Ksatria nya. "Tuan Duke dari mana saja? Nyonya mencari anda," ucap Ksatria Den. "Tidak mungkin dia mencariku," sahut Duke Arhend. "Ke depannya kuharap kalian tidak membicarakan ku di belakang," sambung Duke Arhend. "Jadi Tuan mendengar semua?" Tanya Ksatria Lis yang baru kembali mengantar Viviana. Duke Arhend tidak menjawab dan malah menyandarkan tubuhnya nya, matanya terus memperhatikan ke arah kereta kuda. Di saat semua para Ksatria tertidur bergantian Duke Arhend tetap terjaga, Duke Arhend ingin menjaga janjinya pada Liam menjaga Viviana aman selama bersama dengan nya. Keesokan harinya sebelum matahari terbit rombongan Duke Arhend kembali melanjutkan perjalanan, setelah dua malam perjalanan Ksatria dan kereta kuda yang tiba di portal bersiap memasuki portal. Tok tok tok. Ksatria Lis mengetuk pintu dan meminta Izin pada Viviana kalau dirinya akan berada di kereta kuda untuk menjaganya, melewati portal akan membuat orang yang pertama kali melewatinya merasa pusing bahkan muntah muntah. "Maafkan aku Nyonya, seharusnya Tuan Duke yang membantu anda," ucap Ksatria Lis. "Tidak masalah," sahut Viviana dengan santai. Selama beberapa hari Duke tidak pernah menghampirinya, terakhir Viviana melihat Duke Arhend saat berpisah dengan orang tuanya, Viviana sadar diri pernikahan mereka bukan pernikahan yang diinginkan satu sama lain dan Duke Arhend sengaja menghindarinya karena merasa tidak menyukai dirinya. Berbeda dari yang diperkirakan Viviana sama sekali tidak merasakan apapun seperti sudah terbiasa melewati portal, padahal Ksatria Lis bahkan menyiapkan permen atas perintah Duke Arhend yang khawatir Viviana akan mutah di dalam kereta kuda. "Apa sebelumnya Nyonya sudah pernah melewati portal?" Tanya kesatria Lis. "Tidak, ini baru pertama kali aku melewatinya," ucap Viviana. "Itu sangat menarik, padahal baru pertama kali tapi Nyonya tidak merasakan apapun," sahut Ksatria Lis. Viviana hanya diam ada satu rahasianya yang bahkan keluarganya sendiri tidak mengetahuinya, Viviana menyadari dirinya memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit sejak usia 5 tahun, lukanya akan cepat sembuh dan seseorang yang disalurkan Mana nya akan sembuh dengan cepat, walau begitu Viviana hanya pernah menyembuhkan penyakit Ayahnya yang sempat terkena penyakit kuning akut diam diam. Viviana sangaja tidak memberitahukan rahasianya pada siapapun karena tidak ingin dikirim ke gereja, kaisar bahkan pihak gereja yang mengetahui kemampuannya itu pasti akan memanfaatkanya. "Nyonya kita sudah sampai, Tuan Duke meminta anda memakai Syal ini karena di sini sangat dingin," ucap Ksatria Lis. "Duke yang memberikannya?" Tanya Viviana memastikan. "Benar, mari aku akan membantu anda," sahut Ksatria Lis. Viviana yang turun dari kereta kuda menatap rumah di depannya, rumah yang saat ini berada di depannya bahkan lebih besar dari rumah orang tuanya, tapi tempat yang seluas itu tidak terlihat ada satupun bunga yang mekar di sana. Di luar para pelayan sudah menunggu kedatangan Viviana, Ksatria Lis menemani Viviana menghampiri para pelayan terutama kepala Pelayan Mist. "Nyonya selamat datang di rumah baru anda," ucap kepala pelayan Mist. "Terima kasih sudah menyambut ku," sahut Viviana. "Nyonya pasti lelah perjalanan pelayan Asa akan mengantar Nyonya ke kamar, setelah beristirahat aku akan meminta pelayan Asa mengantar Nyonya berkeliling," ucap kepala pelayan Mist disambut anggukan kepala Viviana. Setelah Viviana pergi kepala pelayan Mist melihat ke belakang, selain Viviana dan ksatria Lis tidak ada orang lain di belakang, seharusnya Duke Arhend mendampingi istrinya yang baru saja tiba ke tempat baru. "Tuan Duke memang tidak bisa di harapkan, berani menikahi Lady tapi tidak berani untuk menemuinya," ucap Ksatria Lis. "Jaga bicaramu, tapi kali ini aku setuju," sahut kepala pelayan Mist menganggukkan kepalanya.Duke Arhend masih mengejar seseorang berjubah hitam yang saat ini terus menghilang berpindah tempat, hanya dengan auranya saja Duke Arhend terus berhasil mengejar walau penyihir hitam berhasil lolos satu langkah di depannya, setelah merasakan aura penyihir hitam yang bersembunyi di sekitarnya Duke Arhend langsung mengayunkan pedangnya. Wheeeeeeeeees. Satu ayunan pedang Duke Arhend menebas beberapa pohon sekaligus, dari balik pohon penyihir hitam keluar dan menatap Duke Arhend. "Ternyata memang benar sangat sulit untuk menghabisi Duke Utara," ucap penyihir hitam. "Monster yang ada di goa wilayah ku, dan sekarang penyerangan apa ini perintah seseorang," sahut Duke Arhend. "Haruskah aku menjawabnya," ucap penyihir hitam sambil tersenyum. Duke Arhend yang tidak senang langsung mengayunkan pedangnya, penyihir hitam yang sadar dengan cepat serangan Duke Arhend langsung mengganti tubuh aslinya dengan bayangan, penyihir hitam berpindah tempat tak jauh dari Duke Arhend yang terliha
Sebelum Duke Arhend kembali ke rumah Viviana menunggunya dengan tidak tenang, Viviana takut jika Kaisar tidak memberikan izin suaminya itu akan melakukan kekerasan, dan jika itu terjadi suaminya akan di tuduh menjadi pemberontak."Istriku, semua sudah selesai," ucap Duke Arhend yang baru saja membuka pintu."Suamiku," sahut Viviana sambil berlari memeluk Duke Arhend yang terlihat kebingungan."Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Duke Arhend."Tidak ada apa-apa, aku hanya takut," ucap Viviana."Baiklah semua sudah selesai, kita bisa kembali pulang," sahut Duke Arhend sambil mengelus kepala Viviana."Terima kasih sudah banyak membantu ku, tanpa istriku semua mungkin tidak bisa berjalan lancar," sambung Duke Arhend."Aku hanya melakukan tugasku," ucap Viviana."Tugas, sepertinya masih ada satu tugas lagi buat istriku," sahut Duke Arhend yang langsung mendorong Viviana ke tempat tidur.Duke Arhend mengangkat kaki Viviana ke tempat tidur, tangan Duke Arhend mulai mengelus paha Viviana dan mu
Setibanya kembali di kediamannya Viviana masih terus terpikirkan pembicaraannya dengan Lady Sahari, Viviana benar-benar tidak menyangka Lady Sahari akan menjadi Putri mahkota, tapi yang membuatnya tidak menyangka lagi setelah ini mereka tidak mungkin bisa bertemu secara pribadi. Viviana bisa menemuinya atas nama Duchess yang menemui Putri mahkota, semua yang berkaitan dengan kerja sama juga tidak bisa lagi melewati Lady Sahari dan harus langsung ke Marquis Glan. "Istriku kenapa sejak tadi kamu diam saja?" Tanya Duke Arhend. "Aku hanya kepikiran Lady Sahari yang akan menjadi Putri mahkota," ucap Viviana. "Bukankah itu bagus," sahut Duke Arhend dengan santai. "Benar, tapi itu membuat ku tidak lagi bisa bertemu dengannya secara pribadi," ucap Viviana. "Tidak perlu dipikirkan istriku, jika ingin menemuinya kamu tinggal pergi menemuinya atas dasar Duchess yang menemui Putri Mahkota," sahut Duke Arhend. Viviana hanya menganggukkan kepalanya, dirinya juga tahu kalau yang dikatakan sua
Semalam memang kesalahannya karena memancing birahi seorang Duke Arhend, pinggangnya benar-benar sakit karena suaminya itu tidak hanya melakukannya sekali, walau begitu Viviana sangat menikmatinya."Istriku kita mendapatkan undangan dari kediaman Marquis Glan," ucap Duke Arhend yang baru membuka pintu kamar."Istriku masih belum mau bangun dari tempat tidur," sambung Duke Arhend."Salah siapa yang membuat ku seperti ini," sahut Viviana memasang wajah cemberutnya."Tapi istriku menyukainya bukan," ucap Duke Arhend tersenyum nakal."Sudahlah, suamiku buka surat itu," sahut Viviana.Viviana yang membaca surat seketika tersenyum, sudah diduga olehnya kalau Marquis Glan tidak mungkin menolak kesempatan untuk bekerja sama dengan seorang Duke."Kenapa istriku tersenyum? Marquis Glan mengundang kita belum tentu menyetujui kerja sama dengan kita," ucap Duke Arhend."Marquis Glan pasti setuju, tapi sebelum itu dia akan bertanya memangnya apa keuntungan buatnya, apalagi itu juga membuatnya dicur
Viviana yang tiba di kediaman Marquis Glan turun dari kereta kudanya, tak berselang lama Lady Sahari yang di temani pelayannya menghampiri Viviana, Lady Sahari langsung memeluk Viviana yang memang sangat dirindukannya.Viviana dan Lady Sahari sudah berteman sejak masih kecil, Viviana sudah sering berkunjung ke kediaman Marquis Glan begitu juga dengan Lady Sahari sejak kecil sering mengunjungi kediaman Count Loisan."Bagaimana kabarmu Lady?" Tanya Viviana."Aku tentu saja baik, bagaimana denganmu? Apa Duke Arhend menyakiti mu?" Tanya Lady Sahari penuh khawatir."Tidak, Suamiku dan semua orang di sana sangat baik padaku," ucap Viviana sambil tersenyum."Benarkah? Kamu tidak perlu berbohong, katakan saja padaku semuanya kita adalah sahabat," sahut Lady Sahari tidak percaya."Aku tidak berbohong, suamiku sangat baik padaku," ucap Viviana.Walau tidak percaya Lady Sahari tidak memiliki pilihan selain mempercayainya, Lady Sahari menggandeng tangan Viviana masuk ke dalam kediamannya, taman y
Tepat setelah membuka pintu Liam berdiri di depan Viviana, keduanya saling bertatapan beberapa saat, Viviana langsung memeluk kakaknya itu dan mendapatkan pelukan balik oleh Liam.Duke Arhend mengernyitkan dahi tidak senang, seharusnya Viviana hanya boleh memeluknya tapi saat ini Viviana malah memeluk pria lain."Kakak, apa kabarmu?" Tanya Viviana tanpa melepaskan pelukannya."Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja," ucap Liam."Kalau begitu apa yang kamu lakukan sekarang? Ibu ayah mengatakan kalau kamu jarang berada di rumah," tanya Viviana lagi."Aku hanya sedang bekerja," ucap Liam."Bekerja? Kenapa? Bukankah Kakak calon Count selanjutnya, kakak tidak perlu bekerja di tempat lain," sahut Viviana."Anggap saja untuk mencari pengalaman," sahut Liam."Kalau begitu bagaimana denganmu? Apa kamu baik-baik saja? Apa Duke memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Liam matanya menatap tajam ke arah Duke Arhend."Aku baik-baik saja, suamiku dan semua orangnya memperlakukan ku dengan baik," uc
Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di dep
Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend m
Setibanya di rumah Viviana bergegas masuk kamarnya, Viviana menutup tubuhnya dengan selimut dan menangis cukup keras, padahal dirinya baru saja melakukan debutante kenapa dirinya sudah harus menikah, apalagi dirinya harus menikah bukan dengan orang yang disukainya melainkan dengan Duke Arhend dari
Di depan kaca Viviana menatap tidak percaya kalau saat ini dirinya sangat cantik, gaun berwarna biru muda yang senada dengan warna matanya membuatnya semakin terlihat anggun, tidak lupa pelayan memakaikannya perhiasan yang membuatnya seperti berbeda dari biasanya. "Semua mata pasti akan tertuju pa







