Home / Romansa / SUAMIKU DUKE UTARA / Duke Yang Terluka

Share

Duke Yang Terluka

last update Last Updated: 2026-01-02 14:20:13

Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.

Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di depannya, semakin banyak yang dibunuhnya para monster semakin banyak yang berdatangan tanpa henti.

Tak tak tak.

Puluhan Ksatria yang baru saja tiba membagi tugas, beberapa Ksatria menggiring kuda menjauh dan ksatria lain bergegas menghampiri Duke Arhend yang masih mengayunkan pedangnya menghunus para monster.

"Tuan," ucap Ksatria Lis.

"Kalian akhirnya datang, lebih baik berhati-hati mereka tidak mudah dikalahkan dan jumlahnya terus bertambah," sahut Duke Arhend.

"Tuan yang sudah mengalahkan ratusan monster mengatakan monster tidak mudah dikalahkan, lalu dari mana datangnya para mayat para monster ini," ucap Ksatria Den.

"Dari pada banyak bicara langsung saja menyerang jangan sampai kamu yang mati diserang lebih dulu," sahut Duke Arhend sambil mengusap darah yang mengenai wajahnya.

Wheeeeeeesss.

Wheeeeeeesss.

Duke dan semua kesatrianya terus menyerang para monster, menghabisi monster yang tidak ada habisnya selama 3 minggu membuat Ksatria kelelahan, ratusan ribu monster sudah mereka bantai tapi tidak ada tanda tanda serangan monster akan berhenti.

"Aku akan mencari sumbernya, kalian bertahan di sini saja jangan ada yang mengikuti ku," ucap Duke yang berlari pergi menerobos para monster.

Seperti perkiraan Duke Arhend setelah cukup jauh sebuah goa terlihat, dari dalam para monster keluar dan mulai berlari ke arah tempatnya sebelumnya.

Whuuuuuussss.

Duke Arhend berhasil masuk ke dalam goa setelah mengalahkan semua monster, setelah masuk Duke Arhend menemukan jejak sihir hitam, semua monster yang bermutasi disebabkan sihir hitam dan saat ini di depannya terdapat satu raja monster dengan aura hitam pekat.

"Setelah mengakhirinya dengan membunuhnya aku akan segera pulang," gumam Duke Arhend yang tiba-tiba teringat Viviana.

Hoaaaaaar.

Duke yang mengayunkan pedangnya tidak berhasil melukai raja monster, tidak ingin menyerah Duke Arhend mengeluarkan aura pedangnya dan kembali menyerang tanpa henti raja monster di depannya.

Setelah ratusan kali serangan Raja monster yang terluka sangat parah tiba-tiba terdiam, tangannya menunjuk ke arah Duke Arhend dan bersamaan dengan itu kukunya terlepas dari jarinya dan menusuk bagian perut Duke Arhend dengan cepat.

Braaaaaaaakk.

Duke Arhend yang tidak sempat menghindar terduduk lemas, raja monster di depannya juga sudah mati, seketika Duke Arhend berpikir apa mungkin dirinya juga akan mati bersama dengan raja monster itu.

"Sial mataku sulit untuk tetap terbuka padahal aku ingin segera kembali," ucap Duke Arhend.

"Tuan, Tuan... ."

Teriakan para Ksatria sempat terdengar sekilas lalu Duke Arhend tidak sadarkan diri, Ksatria Lis yang melihat bagian perut Duke Arhend terus mengeluarkan darah meminta Ksatria lain segera melakukan pertolongan pertama.

Setelah melakukan pertolongan pertama semua bergegas kembali membawa Duke Arhend pulang, Duke Arhend harus segera diobati agar tidak terlambat.

... .

Praaaaaank.

Viviana yang meminum teh di halaman depan, tiba-tiba menjatuhkan cangkirnya, firasatnya menjadi tidak enak pertanda sesuatu pasti sedang terjadi.

"Nyonya, apa anda baik baik saja?" Tanya pelayan Asa.

"Aku tidak apa-apa, aku akan pergi ke kamar," ucap Viviana.

"Padahal Nyonya baru keluar kamar setelah terus menerus mengurung diri kenapa sudah mau kembali ke kamar, aku akan buatkan teh yang baru," sahut pelayan Asa.

"Tidak... ."

Belum sempat Viviana menyelesaikan perkataannya rombongan para Ksatria berhenti tidak jauh darinya, Viviana melihat beberapa Ksatria menopang Duke Arhend yang tidak sadarkan diri dan masuk ke dalam.

"Tuan," ucap pelayan Asa pelan.

"Ksatria Lis," panggil Viviana membuat Ksatria Lis baru tersadar kalau ada Viviana tidak jauh darinya.

"Maafkan aku Nyonya, aku tidak melihat anda," ucap Ksatria Lis menundukkan kepalanya.

"Lupakan itu, apa yang terjadi pada Tuan Duke?" Tanya Viviana.

"Tuan Duke menyerang raja monster seorang diri dan berhasil mengalahkannya, tapi tuan Duke Arhend juga mengalami luka yang sangat serius di bagian perutnya dan harus segera diobati," ucap Ksatria Lis.

"Maaf Nyonya aku harus ke sana," sambung Ksatria Lis disambut anggukan kepala oleh Viviana.

Viviana terdiam sesaat karena cukup terkejut mendengar perkataan Ksatria Lis, Duke Arhend yang ahli pedang terbaik bisa sampai terluka itu pasti bukan luka biasa pikirnya.

"Nyonya, apa kita kembali sekarang?" Tanya pelayan Asa.

"Atau Nyonya ingin melihat keadaan Tuan Duke?" Tanya pelayan Asa lagi.

"Kita kembali ke kamarku saja sekarang, Tuan Duke harus segera diobati aku hanya akan mengganggu saja jika pergi ke sana," ucap Viviana.

... .

Di dalam kamar Duke Arhend Ksatria Den dan Ksatria An masih menatap dokter yang baru selesai menjahit luka di perut Duke Arhend, kuku raja monster yang besar tidak menembus sangat dalam apalagi sampai melukai organ dalamnya, tapi kuku raja monster sangat beracun dan racunnya sangat mematikan.

"Pertolongan pertama yang kalian lakukan sudah sangat tepat, aku juga sudah menjahit lukanya tapi... ." Sang dokter tidak melanjutkan perkataannya.

"Tapi apa Dok?" Tanya keduanya serentak.

"Aku sudah menyuntikkan penawar racun pada tubuh tuan Duke, efek penawar racun itu tidak berguna untuk menghilangkan racun sepenuhnya, kalian harus mencari penawar lain dalam dua hari atau tubuh Tuan Duke tidak bisa bertahan," ucap sang Dokter mengejutkan keduanya.

"Penawar racun seperti apa yang bisa menghilangkan racun itu?" Tanya ksatria Den.

"Aku tidak tahu namanya, tapi cari saja penawar racun tingkat tinggi itu yang bisa menghilangkan racunnya, atau coba saja panggil uskup agung untuk mengobatinya karena pendeta saja tidak akan bisa," ucap sang dokter.

"Sial, Tuan tidak mempercayai pihak gereja jadi di wilayah utara juga tidak mungkin ada Uskup agung, kalau memanggil dari ibukota juga memerlukan waktu satu minggu pulang pergi," sahut Ksatria Lis yang baru membuka pintu.

Kabar Duke Arhend yang masih tidak sadarkan diri karena membutuhkan penawar racun tingkat tinggi menyebar dengan sangat cepat diantara para pelayan, pelayan Viviana yang juga mendengarnya langsung menghampiri Viviana.

"Nyonya, Tuan Duke masih tidak sadarkan diri walau sudah diobati dokter, katanya untuk menghilangkan racun di tubuh Tuan Duke membutuhkan penawar racun tingkat tinggi atau setidaknya yang mengobati harus Uskup Agung," ucap pelayan Asa sambil menaruh makanan yang baru saja di bawanya dari dapur.

"Ternyata begitu," sahut Viviana.

"Tapi nyonya Jika dalam waktu 2 hari racun itu tidak dihilangkan dari Tubuh Tuan mungkin Tuan bisa mati," ucap pelayan Asa.

"Jangan berkata seperti itu, Tuan Duke pasti akan sembuh," sahut Viviana.

Viviana tahu semua orang sangat mengkhawatirkan Duke Arhend, karena bagaimanapun juga Duke adalah Tuan mereka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Viviana Tebaring

    Semua yang ada di kediaman Duke Arhend sangat sibuk, para Ksatria berpencar mencari penawar racun untuk menyembuhkan Duke Arhend, bukan hanya mencari penawar beberapa Ksatria bahkan pergi dari wilayah Utara untuk mencari Uskup agung seperti yang disarankan oleh dokter.Saat malam hari Viviana berpura-pura tertidur, tepat setelah beberapa saat pelayannya pergi Viviana diam-diam keluar, sebelumnya Viviana sempat diberitahu oleh pelayannya saat berkeliling kalau kamar Duke Arhend berada dibagian ujung tidak jauh dari kamarnya.Setibanya di depan kamar Duke Viviana melihat ada penjaga yang berjaga, Viviana yang tidak bisa meminta penjaga itu untuk pergi malah meminta izin untuk melihat Duke Arhend sebentar saja."Nyonya," ucap penjaga."Aku ingin melihat bagaimana keadaan Duke," sahut Viviana."Baik nyonya, akan ku buka pintunya," ucap penjaga cepat.Viviana bergegas masuk karena tidak ingin ada yang melihatnya, dari jauh terlihat Duke Arhend yang terbaring masih tidak sadarkan diri.Vivi

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Duke Yang Terluka

    Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di depannya, semakin banyak yang dibunuhnya para monster semakin banyak yang berdatangan tanpa henti.Tak tak tak.Puluhan Ksatria yang baru saja tiba membagi tugas, beberapa Ksatria menggiring kuda menjauh dan ksatria lain bergegas menghampiri Duke Arhend yang masih mengayunkan pedangnya menghunus para monster."Tuan," ucap Ksatria Lis."Kalian akhirnya datang, lebih baik berhati-hati mereka tidak mudah dikalahkan dan jumlahnya terus bertambah," sahut Duke Arhend."Tuan yang sudah mengalahkan ratusan monster mengatakan monster tidak mudah dikalahkan, lalu dari mana datangnya para mayat para monster ini," ucap Ksatria Den."Dari pada banyak bicara langsung saja menyerang jangan sampai kamu yang ma

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kepergian Duke

    Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend memintanya menikah dengannya kalau hanya untuk menghindarinya, atau sebegitu menyesal kah Duke Arhend menikah dengannya sampai melihatnya saja tidak mau.Haaaaaah."Nyonya, Tuan Taka datang," ucap kepala pelayan Mist tepat setelah melihat Viviana menarik nafas panjang.Kepala pelayan Mist meminta semua pelayan bersikap baik pada Viviana karena tidak ingin Viviana pergi, selama beberapa hari kepala pelayan melihat Viviana yang mengurung diri sendiri membuatnya merasa kasihan, diam diam kepala pelayan Mist mengusulkan sesuatu ke Duke Arhend pria beristri yang sama sekali tidak mempedulikan istrinya."Siapa Tuan Taka?" Tanya Viviana kebingungan."Tuan Duke mengundang Tuan Taka, Tuan desainer baj

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Berkeliling

    Viviana mengikuti pelayan yang berjalan masuk ke dalam, sambil memperhatikan sekelilingnya Viviana berpikir di dalam hati, rumah yang sangat luas bagaimana mungkin tidak memiliki banyak barang di dalamnya. "Nama mu Asa bukan?" tanya Viviana. "Benar Nyonya," sahut pelayan Asa. "Bolehkah aku bertanya pada mu," ucap Viviana. "Tentu saja Nyonya tanyakan apa saja padaku, aku akan menjawabnya dengan sepenuh hati, " sahut pelayan Asa penuh semangat. "Kenapa di dalam tidak terdapat banyak barang?" Tanya Viviana. "Tuan lebih mementingkan penduduk, barang yang menurutnya tidak penting lebih baik tidak di memilikinya, dan uangnya bisa digunakan untuk para penduduk," ucap pelayan Asa. "Jadi maksudmu sebenarnya dulu tempat ini memiliki banyak barang," sahut Viviana. "Benar, bahkan penuh barang barang mewah, tapi setelah Duke Arhend menjadi penerus semua di jual hasilnya digunakan untuk kepentingan penduduk Utara, wilayah Utara hampir setiap tahun musim dingin penduduk membutuhkan m

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Tiba Di wilayah Utara

    Perjalanan menuju wilayah utara memakan waktu 7 hari jika melewati jalan biasa, sedangkan jika melewati portal hanya membutuhkan waktu 3 hari perjalanan. Kereta berguncang melewati bebatuan, siang hari berganti malam hari dan kereta kuda berhenti. Tok tok tok... "Permisi Nyonya, kita akan beristirahat malam ini di sini, Nyonya bisa turun makan bergabung dengan kami, atau Nyonya mau ku bawakan makanannya ke kereta kuda," ucap Ksatria Lis disambut anggukan kepala Viviana. "Tidak perlu aku akan bergabung dengan Para ksatria," sahut Viviana. Viviana menghampiri para Ksatria yang sedang membakar sesuatu, karena tidak tahu apa yang bisa dilakukannya Viviana hanya memperhatikan dan tidak banyak bicara. "Nyonya terima kasih sudah mau menikah dengan Tuan kami," ucap Ksatria Den kepalanya melihat ke sekelilingnya memastikan Duke tidak mendengar ucapannya. "Tidak perlu berterima kasih para Tuan ksatria," sahut Viviana. "Nyonya bisa memanggil ku Den," ucap Ksatria Den. "Yang me

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Pernikahan

    Lima hari berlalu setelah debutante Viviana, sehari setelah Duke Arhend datang keesokannya juga kembali datang untuk memastikan, masih dengan jawaban yang sama Viviana tidak keberatan menikah dengannya demi orangtuanya. "Nona, Duke Arhend kembali datang," ucap pelayan yang baru membuka pintu tanpa mengetuk lebih dulu. "Aku akan menemuinya," sahut Viviana. Viviana menghampiri Duke Arhend yang duduk dengan tegak, raut wajahnya terlihat sangat serius, saat Viviana tiba Duke Arhend yang duduk langsung berdiri. "Haaaah, aku datang untuk memastikan lagi apa kamu serius bersedia menikah dengan ku," ucap Duke Arhend. "Aku sudah mengatakannya sejak kemarin, aku bersedia menikah dan ikut ke wilayah Utara, apa yang kukatakan masih kurang jelas," sahut Viviana. "Kalau begitu aku pergi, aku harap kamu tidak menyesalinya," ucap Duke Arhend membuat Viviana terlihat kebingungan. Viviana tidak mengerti kenapa Duke Arhend mendatanginya hanya untuk memastikan, padahal semua adalah permintaannya d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status