Share

Khawatir

Penulis: Cici aremanita
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-04 08:49:16

Setiap hari Duke Arhend mengunjungi Viviana, saat mengunjungi Viviana Duke Arhend selalu meminta Viviana makan lebih banyak, perkataan Duke Arhend yang hanya memintanya makan lebih banyak bahkan tanpa bertanya bagaimana keadaannya Viviana semakin yakin kalau Duke tidak ingin dirinya kembali merepotkannya.

"Makanlah lebih banyak," ucap Duke Arhend yang baru masuk ke dalam kamar Viviana.

"Aku tahu, aku akan makan lebih banyak agar tidak sakit dan merepotkan anda, sekarang aku juga sudah jauh lebih baik Tuan Duke tidak perlu membuang waktu terus mengunjungi ku," sahut Viviana.

"Baguslah kalau kamu sudah sembuh," ucap Duke Arhend berbalik pergi meninggalkan Viviana.

Dari luar kamar kepala pelayan Mist yang melihat Duke Arhend pergi begitu saja membuatnya memegang kepalanya, bagaimana bisa dirinya memiliki Tuan yang sama sekali tidak peka seperti itu pikirnya.

Setelah berjalan keluar dari kamar Viviana Duke Arhend bergegas pergi ke ruang kerjanya, belum tiba di ruang kerjanya kepala pelaya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Makan Bersama

    Suasana hening sejak Viviana tiba hingga mulai menikmati hidangannya, makanan yang masuk ke mulut Viviana tidak senikmat saat dirinya biasa makan sendiri di kamarnya, Duke Arhend yang mengundangnya makan bersama malah hanya diam tanpa mengatakan apapun membuat Viviana merasa sangat canggung. Walau terlihat tenang dan menikmati makanannya Duke Arhend sesekali memperhatikan Viviana, saat ini Viviana tidak terlihat gemetar berbeda saat dirinya pertama melihatnya langsung dan bahkan saat pernikahan, melihat Viviana yang hanya diam menikmati makanannya Duke Arhend terlihat bingung harus memulai berbicara apa padanya. "Makanlah lebih banyak," ucap Duke Arhend yang tidak tahu harus bicara apa pada Viviana. "Tenang saja Tuan Duke aku pasti akan makan lebih banyak," sahut Viviana. "Aku memintamu makan lebih banyak karena... ." "Aku tahu, Tuan Duke tidak perlu mengkhawatirkan itu," sahut Viviana memotong perkataan Duke Arhend yang belum selesai. Suasana kembali hening, Duke Arhend hanya m

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Khawatir

    Setiap hari Duke Arhend mengunjungi Viviana, saat mengunjungi Viviana Duke Arhend selalu meminta Viviana makan lebih banyak, perkataan Duke Arhend yang hanya memintanya makan lebih banyak bahkan tanpa bertanya bagaimana keadaannya Viviana semakin yakin kalau Duke tidak ingin dirinya kembali merepotkannya."Makanlah lebih banyak," ucap Duke Arhend yang baru masuk ke dalam kamar Viviana."Aku tahu, aku akan makan lebih banyak agar tidak sakit dan merepotkan anda, sekarang aku juga sudah jauh lebih baik Tuan Duke tidak perlu membuang waktu terus mengunjungi ku," sahut Viviana."Baguslah kalau kamu sudah sembuh," ucap Duke Arhend berbalik pergi meninggalkan Viviana.Dari luar kamar kepala pelayan Mist yang melihat Duke Arhend pergi begitu saja membuatnya memegang kepalanya, bagaimana bisa dirinya memiliki Tuan yang sama sekali tidak peka seperti itu pikirnya.Setelah berjalan keluar dari kamar Viviana Duke Arhend bergegas pergi ke ruang kerjanya, belum tiba di ruang kerjanya kepala pelaya

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kembali Sadar

    Setibanya di kediaman Duke Arhend Penyihir Qiu mengikuti Duke Arhend yang berjalan ke salah satu kamar, di dalam kamarnya terdapat seorang gadis muda yang terbaring tidak sadarkan diri."Ternyata masih sangat muda," ucap penyihir Qiu."Jangan menatap istri ku dengan tatapan kotormu itu," sahut Duke Arhend."Tidak perlu marah, kalau aku tidak menatap ke arahnya bagaimana aku bisa memeriksanya," ucap penyihir Qiu yang berjalan mendekat ke arah Viviana dan berdiri di sampingnya.Saat penyihir Qiu memegang tangan Viviana Duke Arhend sangat terkejut, dirinya saja belum pernah menyentuh tangan Viviana bagaimana bisa penyihir tua malah berani memegang tangan istrinya itu."Lepaskan tanganmu," ucap Duke Arhend bersiap menarik pedangnya."Lebih baik anda tenang jika ingin ku beritahu apa yang sebenarnya terjadi padanya," sahut penyihir Qiu."Tuan tenanglah," ucap Ksatria Lis yang berdiri di belakang Duke Arhend."Tuan penyihir sebenarnya apa yang terjadi pada nyonya?" Tanya Ksatria Lis."Wanit

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Viviana Tebaring

    Semua yang ada di kediaman Duke Arhend sangat sibuk, para Ksatria berpencar mencari penawar racun untuk menyembuhkan Duke Arhend, bukan hanya mencari penawar beberapa Ksatria bahkan pergi dari wilayah Utara untuk mencari Uskup agung seperti yang disarankan oleh dokter.Saat malam hari Viviana berpura-pura tertidur, tepat setelah beberapa saat pelayannya pergi Viviana diam-diam keluar, sebelumnya Viviana sempat diberitahu oleh pelayannya saat berkeliling kalau kamar Duke Arhend berada dibagian ujung tidak jauh dari kamarnya.Setibanya di depan kamar Duke Viviana melihat ada penjaga yang berjaga, Viviana yang tidak bisa meminta penjaga itu untuk pergi malah meminta izin untuk melihat Duke Arhend sebentar saja."Nyonya," ucap penjaga."Aku ingin melihat bagaimana keadaan Duke," sahut Viviana."Baik nyonya, akan ku buka pintunya," ucap penjaga cepat.Viviana bergegas masuk karena tidak ingin ada yang melihatnya, dari jauh terlihat Duke Arhend yang terbaring masih tidak sadarkan diri.Vivi

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Duke Yang Terluka

    Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di depannya, semakin banyak yang dibunuhnya para monster semakin banyak yang berdatangan tanpa henti.Tak tak tak.Puluhan Ksatria yang baru saja tiba membagi tugas, beberapa Ksatria menggiring kuda menjauh dan ksatria lain bergegas menghampiri Duke Arhend yang masih mengayunkan pedangnya menghunus para monster."Tuan," ucap Ksatria Lis."Kalian akhirnya datang, lebih baik berhati-hati mereka tidak mudah dikalahkan dan jumlahnya terus bertambah," sahut Duke Arhend."Tuan yang sudah mengalahkan ratusan monster mengatakan monster tidak mudah dikalahkan, lalu dari mana datangnya para mayat para monster ini," ucap Ksatria Den."Dari pada banyak bicara langsung saja menyerang jangan sampai kamu yang ma

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kepergian Duke

    Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend memintanya menikah dengannya kalau hanya untuk menghindarinya, atau sebegitu menyesal kah Duke Arhend menikah dengannya sampai melihatnya saja tidak mau.Haaaaaah."Nyonya, Tuan Taka datang," ucap kepala pelayan Mist tepat setelah melihat Viviana menarik nafas panjang.Kepala pelayan Mist meminta semua pelayan bersikap baik pada Viviana karena tidak ingin Viviana pergi, selama beberapa hari kepala pelayan melihat Viviana yang mengurung diri sendiri membuatnya merasa kasihan, diam diam kepala pelayan Mist mengusulkan sesuatu ke Duke Arhend pria beristri yang sama sekali tidak mempedulikan istrinya."Siapa Tuan Taka?" Tanya Viviana kebingungan."Tuan Duke mengundang Tuan Taka, Tuan desainer baj

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status