MasukDuke Arhend mengikuti pelayan pribadi Viviana yang baru saja datang ke tempat latihan, Viviana saat ini terbaring seluruh tubuhnya sangat panas walau tubuhnya panas Viviana meringkuk kedinginan.Dokter baru saja selesai memeriksa Viviana, Viviana yang saat ini demam karena disebabkan semalam kedinginan, tidak ada penyakit serius yang dideritanya."Tuan bagaimana bisa Nyonya sampai kedinginan sepanjang malam?" Tanya kepala pelayan Mist."Di dalam kamar ku tidak ada penghangat, ceroboh sekali aku tidak memikirkannya," ucap Duke Arhend yang terlihat sangat menyesal."Tidak ada penghangat seharusnya Tuan bisa menghangatkan Nyonya," sahut kepala pelayan Mist."Bagaimana caranya aku bisa menghangatkannya?" Tanya Duke Arhend."Haaaah, maksud mu menyuruhku memeluknya sepanjang malam," sahut Duke Arhend yang tiba-tiba mengerti maksud perkataan kepala pelayan Mist."Tuan dan Nyonya kan suami istri, apa yang salah dengan saling memeluk," ucap kepala pelayan Mist."Semalam adalah malam pertamanya
Viviana tidak tahu apa yang dilakukan Duke Arhend saat ini, Viviana yang menutup matanya masih terbayang tubuh Duke Arhend di depannya, dadanya sangat bidang perutnya juga rata membuat Viviana seketika menelan ludah."Kenapa aku malah terbayang terus," ucap Viviana malu."Terbayang apa?" tanya Duke Arhend yang sudah memakai baju dan celananya."Aku sudah berpakaian kamu bisa membuka mata mu," sambung Duke Arhend.Setelah Viviana melepas tangannya Duke Arhend bisa melihat dengan jelas wajah Viviana yang memerah, bagian telinganya juga terlihat sangat merah dan raut wajah Viviana berbeda dari biasanya."Aku mengira yang datang tadi asisten Robie," ucap Duke Arhend."Aku yang salah, seharusnya aku tidak datang," sahut Viviana memalingkan wajahnya."Tidak, itu sudah kesepakatan kita," ucap Duke Arhend."Karena sudah malam tidurlah," sambung Duke Arhend.Melihat Duke Arhend yang berjalan ke arah sofa panjang yang ada di kamar Viviana tiba-tiba berpikir, kalau dirinya tidur di kasur apa mun
Tok tok tok...Suara pintu kamar di ketuk berulang kali, padahal jika yang datang adalah pelayan Asa akan masuk ke dalam kamarnya begitu saja.Viviana yang membuka pintu menatap ke arah Duke Arhend, di belakangnya seorang pria yang baru pertama kali ditemuinya menundukkan kepala dan ada kepala pelayan Mist juga di sampingnya."Dia adalah asisten ku.""Aku datang seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku akan memberikan uang bulanan dan mengganti uang pribadi yang kamu gunakan untuk belanja," ucap Duke Arhend."Tidak perlu Tuan Duke," sahut Viviana cepat."Gunakan uang itu untuk keperluan lain," sambung Viviana."Tidak Nyonya, uang ini memang milik anda," ucap kepala pelayan Mist."Benar Nyonya Duchess, terima saja," sahut asisten Robie."Tunggu seperti yang kamu katakan, uang itu untuk Duchess bukan?" tanya Viviana."Benar Nyonya," sahut kepala pelayan Mist."Aku yang tidak menjalankan kewajiban sebagai seorang Duchess tidak pantas menerima uang itu," ucap Viviana."Bawa kembali sa
Hampir setiap hari Viviana pergi keluar ditemani Ksatria Lis dan pelayan pribadinya, setelah mendengar perkataan kepala pelayan Mist waktu itu Viviana terang-terangan menghindari Duke Arhend, Viviana tidak pernah menerima saat diminta makan bersama Duke Arhend dan perginya Viviana juga untuk menghindar."Ksatria Lis hari ini Nyonya juga... ."Pelayan Asa yang baru datang ke tempat latihan tidak melanjutkan perkataannya, saat ini diantara semua Ksatria Duke Arhend sedang melatih Ksatria Lis seorang diri."Sepertinya hari ini tidak bisa, Ksatria Lis harus beristirahat," sahut Duke Arhend."Aku, aku saja yang menemani Nyonya," ucap Ksatria Den."Tidak, biar aku saja," sahut Ksatria Aut."Kalian berdua kemarilah, kita masih belum selesai berlatih," ucap Duke Arhend.Dalam waktu singkat Kedua Ksatria terbaring di tanah, Ksatria An dan ksatria Tam yang yang melihat kedua rekannya mendapatkan pelatihan lebih dari biasanya langsung mundur ke belakang."Kamu bisa pergi," ucap Duke Arhend."Bai
Suasana hening sejak Viviana tiba hingga mulai menikmati hidangannya, makanan yang masuk ke mulut Viviana tidak senikmat saat dirinya biasa makan sendiri di kamarnya, Duke Arhend yang mengundangnya makan bersama malah hanya diam tanpa mengatakan apapun membuat Viviana merasa sangat canggung. Walau terlihat tenang dan menikmati makanannya Duke Arhend sesekali memperhatikan Viviana, saat ini Viviana tidak terlihat gemetar berbeda saat dirinya pertama melihatnya langsung dan bahkan saat pernikahan, melihat Viviana yang hanya diam menikmati makanannya Duke Arhend terlihat bingung harus memulai berbicara apa padanya. "Makanlah lebih banyak," ucap Duke Arhend yang tidak tahu harus bicara apa pada Viviana. "Tenang saja Tuan Duke aku pasti akan makan lebih banyak," sahut Viviana. "Aku memintamu makan lebih banyak karena... ." "Aku tahu, Tuan Duke tidak perlu mengkhawatirkan itu," sahut Viviana memotong perkataan Duke Arhend yang belum selesai. Suasana kembali hening, Duke Arhend hanya m
Setiap hari Duke Arhend mengunjungi Viviana, saat mengunjungi Viviana Duke Arhend selalu meminta Viviana makan lebih banyak, perkataan Duke Arhend yang hanya memintanya makan lebih banyak bahkan tanpa bertanya bagaimana keadaannya Viviana semakin yakin kalau Duke tidak ingin dirinya kembali merepotkannya."Makanlah lebih banyak," ucap Duke Arhend yang baru masuk ke dalam kamar Viviana."Aku tahu, aku akan makan lebih banyak agar tidak sakit dan merepotkan anda, sekarang aku juga sudah jauh lebih baik Tuan Duke tidak perlu membuang waktu terus mengunjungi ku," sahut Viviana."Baguslah kalau kamu sudah sembuh," ucap Duke Arhend berbalik pergi meninggalkan Viviana.Dari luar kamar kepala pelayan Mist yang melihat Duke Arhend pergi begitu saja membuatnya memegang kepalanya, bagaimana bisa dirinya memiliki Tuan yang sama sekali tidak peka seperti itu pikirnya.Setelah berjalan keluar dari kamar Viviana Duke Arhend bergegas pergi ke ruang kerjanya, belum tiba di ruang kerjanya kepala pelaya







