Home / Romansa / SUAMIKU KEKASIH IBUKU / 128. Tolong Istri saya!

Share

128. Tolong Istri saya!

Author: HaniHadi_LTF
last update Last Updated: 2026-01-03 19:18:19

"King mundur seoangkah. Pengakuan Kanaya membuatnya kaget. Seharusnya ia gembira, tapi tidak, apa yang baru saja terjadi membuat ia naik pitam.

" Kamu hamil? Apa Bakungan itu yang menghamili kamu?"

"Ini anak kamu."

Plak! Tamparan mengenai Kanaya.

"Dasar wanita marahan! Bukankah aku selalu memakai pengaman saat bersamamu?" Kaki King sudah melayang.

"Kamu tidur bersama orang lain dan kamu mau menjebak ku. Jangan mimpi kamu Kanaya! " Kembali tangannya menjambak rambut Kanaya lalu mendorongnya kasar.

Kanaya tersungkur. Belum puas juga tamparan dilayangkan lelaki oti.

"'Ampun… tolong…!”

Suara itu menembus pintu resort seperti pisau. Gandes yang sudah mengangkat tangan hendak mengetuk pintu mendadak terpaku. Nafasnya tercekat. Itu suara Mama. Bukan rintih biasa. Ada rasa panik, sakit, dan ketakutan bercampur satu.

“Mas…” Gandes berbalik cepat. Wajahnya pucat.

Belum sempat Jati bertanya, jeritan kedua menyusul. Lebih keras. Lebih putus asa.

“Tolooong…!”

"Mas, itu Mama, tolongin dia."

"I
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   33. Selamat!

    "Maaf kalau saya tamu tak diundang, " Kata-kata yang keluar dari mulut wanita cantik itu memotong sisa tawa, mematahkan bisik, membuat suasana seolah berhenti beredar.Beberapa kepala menoleh serempak. Senyum menipis. Ada yang langsung saling sikut, ada yang berdehem canggung. Ada yang bertanya, siapa dia. Kanaya berdiri dekat pintu. Wajahnya lebih tirus, sorot mata redup, tubuhnya terbungkus busana sederhana warna abu. Rambutnya tertutup rapi dengan hijab senada. Tak ada perhiasan mencolok, tak ada wibawa lama yang dulu sering membuat orang segan dengan kebesaran namanya sebagai perias handal, khususnya di kalangan rumah Jati yang terkenal sebagai kawasan kerabat keraton Yogyakarta. Maheswari bangkit paling dulu.“Kamu? Siapa suruh ke sini? Kok berani datang sesukanya?” tanyanya beruntun, tenang tapi tajam. “Acara keluarga begini bukan tempatmu.” Bu Wendy yang kebetulan datang, berdiri setengah langkah belakang ibunya Jati. Wanita setengah baya itu menatap Kanaya tanpa senyum, dag

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   131. Tiga bulanan

    Malam menelan halaman rumah. Mesin mobil menyala. Jalanan sepi. Lampu toko perhiasan masih menyala satu.“Mas, sudah tutup,” kata penjaga, terkejut.“Tolong,” pinta Jati. “Sebentar saja. Berapapun akan saya bayar.""Apa sepenting itu sampai tidak mau menunggu esuk?""Ini memang penting, saya tak ingin terjadi keributan lagi pada hidup saya. Saya tak ingin kehilangan dia lagi hanya karena cincin sialan ini.""Baiklah kalau sepenting itu."Jati duduk. Seorang pria berkacamata datang membawa alat. Benang nilon dililit rapi, jarum tipis menyelusup. Pelumas bening dioles. Tekanan pelan, sabar.“Tarik napas,” ujar pria itu.Jati mengangguk, menahan nyeri. Tarikan terakhir. Cincin meluncur lepas.“Berhasil,” kata pria itu.Jati menghembus panjang. Jari manis memerah, bekas cekik jelas.Ia memilih kotak beludru. Tanpa banyak tanya, membayar, lalu pergi.Rumah gelap saat ia pulang. Jam menunjuk lewat tengah malam. Langkahnya pelan menuju kamar. Pintu terbuka sedikit.Gandes terjaga, mata menat

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   131. Tak lepas

    "Tidak,” potong Jati cepat. “Kamu pulang sendiri."Kanaya terdiam.Gandes perlahan mengangkat kepala. Pandangannya jatuh ke wajah Kanaya. Lebam itu jelas, biru keunguan.“Mas…” panggil Gandes lirih. “Biarkan dia ikut.”Jati menoleh. “Kenapa kamu mau dia ikut? Dia sudah celakai kamu dan anak kita."Gandes menarik napas. “Aku takut… kalau dia masih di sini, orang itu kembali memukulnya.”Jati terdiam lama. Rahangnya mengeras. "Mas..."Akhirnya ia mengangguk kecil. “Baik. Semua ini demi kamu. Semoga kebaikanmu tidak disalahgunakan orang lain.'Kanaya merasa tersindir. "Bukankah aku tadi sudah minta maaf.""Aku mnegizinkan Mama ikut, tapi setelah aku sembuh, Mama harus menunjukkan di mana makam ibuku.""Baik, Ndes. Mama pasti akan antar kamu ke makamnya."Tanpa memperdulikan Kanaya, mereka berjalan mengikuti Hedi ke helikopter. Helikopter berputar pelan. Angin mengibaskan jilbab Gandes yang duduk bersandar, tubuhnya dirangkul Jati. Namun matanya sering menatap jemari Jati.Cincin itu be

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   130.Cincin

    Hedi berdiri dekat pintu. Wajahnya datar. Kunci mobil berada di tangannya. Ia melangkah masuk, melempar kunci itu ke meja.“Kunci mobil kamu,” ucapnya singkat. “Saya cuma mengembalikan.”King menatapnya dengan mata menyala. “Enak sekali kamu bawa mobil orang!”Hedi tak menjawab. Ia berbalik hendak pergi.“Tunggu!”Kanaya bergerak cepat. Tangannya meraih pergelangan Hedi. Genggamannya lemah tapi putus asa.Hedi menoleh. Tatapan mereka bertemu.Kanaya menelan ludah. “Jangan tinggalkan aku.”King tertawa dingin. “Lihat itu. Bahkan prajurit kecil pun lebih kamu harapkan daripada aku.”King meraih jaketnya. Langkahnya limbung tapi penuh amarah. “Urusan kita selesai. Jangan pernah menghubungi aku lagi."Pintu dibanting. Suara mesin mobil meraung, lalu menjauh menelan gelap.Hedi masih berdiri. Tangannya tertahan dalam genggaman Kanaya. Napas perempuan itu bergetar.“Hedi…” suaranya nyaris tak terdengar. “Tolong…”Hedi menarik napas panjang. Tatapannya bingung. Lampu kamar berpendar redup, m

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   129. Maafkan Ibu

    "Bukannya Anda Pak Jatiendra Manggala yang pernah terluka di sini? Istri Anda...Bu Kanaya, 'kan?" tanya suster itu menelisik Jati."Saya sudah sembuh dari amnesia, Mbak, " ucap Jati tak ingin berbelit. "Itu kesalahan, inilah istri saya yang sesungguhnya. Tolong dia. Dia hidup dan mati saya.""Mas... " Gandes masih mengerang kesakitan.Jati menggenggam tangannya khawatir. "Kamu dan jagoan kita pasti baik-baik saja. Percaya " hibur Jati.Gandes dipindahkan. Brankar bergerak cepat menyusuri lorong. Lampu putih terasa menyilaukan.“Pak, silakan tunggu di luar dulu,” ucap perawat.Jati langsung menahan. “Tidak. Saya ikut.”“Prosedur...”“Dia istri saya, Pak.” Suara Jati meninggi. “Saya tidak mau ke mana-mana.”Dokter Budi muncul, wajahnya serius. “Tenang dulu. Kami perlu periksa. Hanya saja, bagaimana Anda bilang ini istri Bapak?""Ternyata Pak Jati sudah sembuh dari amnesia, Dok." Suster yangg tadi bicara dengan Jati menjelaskan. "Ini istri beliau."Dokter Budi manggut-manggut. Sekilas m

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   128. Tolong Istri saya!

    "King mundur seoangkah. Pengakuan Kanaya membuatnya kaget. Seharusnya ia gembira, tapi tidak, apa yang baru saja terjadi membuat ia naik pitam. " Kamu hamil? Apa Bakungan itu yang menghamili kamu?""Ini anak kamu."Plak! Tamparan mengenai Kanaya. "Dasar wanita marahan! Bukankah aku selalu memakai pengaman saat bersamamu?" Kaki King sudah melayang. "Kamu tidur bersama orang lain dan kamu mau menjebak ku. Jangan mimpi kamu Kanaya! " Kembali tangannya menjambak rambut Kanaya lalu mendorongnya kasar. Kanaya tersungkur. Belum puas juga tamparan dilayangkan lelaki oti. "'Ampun… tolong…!”Suara itu menembus pintu resort seperti pisau. Gandes yang sudah mengangkat tangan hendak mengetuk pintu mendadak terpaku. Nafasnya tercekat. Itu suara Mama. Bukan rintih biasa. Ada rasa panik, sakit, dan ketakutan bercampur satu.“Mas…” Gandes berbalik cepat. Wajahnya pucat.Belum sempat Jati bertanya, jeritan kedua menyusul. Lebih keras. Lebih putus asa.“Tolooong…!”"Mas, itu Mama, tolongin dia.""I

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status