LOGINHah.....
Jemari tangan iblis He Sura mulai menyapu permukaan kulit bibir merah muda dan indah Yan Shi dengan lembut. CUP........
Tanpa basa basi, ia mulai memberikan serangan kecupan kejutan mendarat tepat dan presisi. Suasana pertempuran mereka semakin lama semakin intens, suhu di dalam ruangan dan tubuh mulai naik.
Haah.... Haaah.... Yan Shi, terengah - engah menghadapi gempuran bibir He Sura padanya, dan seketika membuat mimik wajahnya berubah merah padam, dengan napas yang berat "Ayo ke ranjang..!" ajak Yan Shi, sudah tidak sabar untuk melakukannya dan mulai merasakan suhu basal tubuhnya yang meningkat dan tensi di otaknya sudah memuncak tidak sabar ingin di lepaskan dan di bombardir oleh keperkasaan He Sura.
He Sura yang patuh, membopong Yan Shi dengan kedua tangannya dan "Busss" melemparnya dengan lembut ke atas kasur yang empuk dengan alas kain sutra yang licin dan halus.
Haaah......
H
"Permaisuri...!" sapa He Sura menyadarkan Yu Lan, karena terlihat bengong dengan tubuhnya yang gemetar hebat, merasa merinding dan ketakutan.Bagaimana tidak, monster yang ia hindari tiba - tiba muncul di hadapannya."Monster ini bernilai 100 poin! Aku tadi sudah membunuhnya sekali, dan aku pasti tidak akan mendapatkan poin jika membunuhnya lagi...!" ujar He Sura dengan tenang dan santai seolah - olah, sang Monster Dewa Palsu bukanlah sosok makhluk yang menakutkan di hadapannya, melainkan, hanya sebagai tambang poin yang akan berhasil ia kumpulkan."Kemari dan cobalah untuk membunuhnya, mungkin kita bisa mendapatkan 200 poin...!" serunya kembali memberikan pengarahan kepada Permaisuri Yu Lan.Glek.....Yu Lan menelan ludahnya, wajahnya yang tampak kacau dan babak belur, seketika terbangun dan tersadar dari komanya, melotot menatap sang Monster Dewa Palsu, dan berpikir bahwa apa yang ada di hadapannya sa
He Sura segera menarik aksesoris pelindung bahu milik Mu Qin, dan dnegan hati yang riang gembira dan ekspresi kekanak - kanakan, ia angkat bicara "Dimana lagi tempat yang ada monster elit seperti itu...? Ayo beritahu aku...!" guraunya menunjuk - nunjuk seolah - olah masih belum cukup untuk mendapatkan 100 poin sekaligus dan masih ingin membunuh yang lain untuk menambah poin lainnya.Dari balik tembok labirin, Mu Qin tampak begitu ketakutan untuk bertemu dengan He Sura "... Kamu menyikapinya dengan begitu santai... Tapi bagiku, monster ini sangat menyeramkan..!" serunya berteriak kepada He Sura, dan masih tidak ingin keluar dari persembunyiannya."Aku hanya tahu, kalau monster yang mengerikan seperti itu, hanya ada satu dalam setiap permainan. Jadi mari kita bersenang - senang karena sudah berakhir, oke...!" sambungnya memohon kepada He Sura, agar tidak mendesaknya untuk membawa dan menemukan monster seperti itu di sesi yang lain.
He Sura mengorek kupingnya disebabkan teriakan keras Mu Qin yang masuk berdengung di telinganya.Mata Mu Qin terbelalak dan seketika pinggiran kelopak matanya berubah warna menjadi kehitam - hitaman seperti orang yang sering begadang dan tidak tidur beberapa malam. Sembari melihat He Sura yang masih terlihat tenang dan Heavanly Dao yang masih berusaha memurnikan kekuatan hukum yang baru saja ia serap.Dalam rasa risau dan kekhawatirannya yang tinggi, ia berpikir kalau dirinya akan segera mati...! Maut sudah ada di depan mata, padahal sebelumnya ia telah membaca almanak saat keluar dari dunia asalnya mengikuti kompetisi, tapi ia tidak pernah menyangka dan mengira akan bertemu dengan monster dewa palsu yang mengerikan secepat ini..!Note :(terbitan tahunan berisi informasi kalender, data astronomi (seperti terbit dan terbenam matahari dan bulan), prakiraan cuaca, serta statistik dan informasi umum lainnya yang disu
"Hilang....?" Monster Dewa Palsu tampak begitu kebingungan, karena target kesenangannya yang sudah ada di depan matanya, lenyap begitu saja tanpa ia ketahui penyebab dan kemana perginya.Braaak......Tanah seketika hancur berlubang karena hentakan kakinya yang penuh dengan rasa amarah.Hilang...!Hilang...!!Teriaknya dengan sangat keras sembari menghempas - hempaskan telapak kakinya ke atas tanah, dan membuat tanah disekitar pijakannya berubah menjadi berlubang kawah.Hah.......Mulutnya mengeluarkan asap panas yang membara memburu kebencian dengan tatapan penus kekecewaan, sebab tidak bisa membalaskan dendam rekan - rekannya yang terbunuh dan mati sia - sia begitu saja.Bisik - bisik di balik batu dengan pelan, yang posisinya tidak jauh dari tempat Monster Dewa Palsu berdiri."Jangan bersuara...!""Berisik...! Kau pikir aku ingin melakukannya...!?
Yu Lan sang Kaisar Putih dari Negeri Supremasi Perempuan yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang paling teratas, akan tetapi karena situasi yang mendesak dan diluar dari prediksinya, membuat ia terpaksa dan harus menggunakan teknik pamungkasnya untuk menghadapi musuh yang di luar imajinasinya di tahap awal."Serangga kecil.... Aku sangat tahu apa yang sedang kau rencanakan dan ingin kau lakukan saat ini...!" seru Monster Dewa Palsu, untuk mengingatkan agar tidak bertindak gegabah dan konyol untuk mengelabui.Seruan itu sontak membuat Yu Lan terkejut dan tidak menyangka kalau apa yang ada di dalam pikirannya dan rencana yang ingin ia lakukan telah tercium oleh lawannya."kie - kie - kie - kie...!"Monster Dewa Palsu tertawa licik karena bisa merasakan sebuah trik yang mengandung hukum ruang yang saat ini tengah ingin dilakukan dan dipersiapkan sebelumnya.Dimana pada saat ia menemukan wanita itu
Disisi lain alam spritual pertemuan awal kompetisiJin Si terlihat sedang sibuk dengan urusannya menangani kedatangan surat gulungan pesan dari para Dewa. Dimana Lima gulungan pesan berwarna hijau dengan aura ilahi ruang dan waktu tengah mengelilingi sang Pemandu Kompetisi.Disana saat ini sang Pemandu tengah sibuk melaporkan apa yang tengah terjadi di alam rahasia acak yang saat ini ditempati oleh para kultivator - tuan tanah yang mengikuti kompetisi bidang bintang."Para Dewa yang terhormat, aku sungguh tidak mengatur monster itu, dan aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa muncul di alam sana pada babak pertama ini...!" seru Jin Si memberikan penjelasan dan informasi kepada para dewa yang datang bersamaan bertanya kepadanya, ketika ia selesai melaporkan apa yang saat itu sedang terjadi."Terlebih lagi, generasi tuan tanah kali ini memiliki potensi - potensi yang begitu sangat bagus dan mumpuni, jadi mana mungkin







