Beranda / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 62. Balasan Anggun

Share

Bab 62. Balasan Anggun

Penulis: Abigail Kusuma
last update Tanggal publikasi: 2025-11-30 04:45:56

Plakkk

Tamparan keras Adeline layanhkan ke pipi Isolde cukup keras, hingga membuat Isolde nyaris terhuyung ke belakang. Detik di mana tamparan itu sudah terlayang—sang sutradara langsung berkata ‘CUT’.

“Luar biasa, Adeline! Aktingmu sangat bagus dan natural! Kau menunjukkan sosok Clarissa yang tegas dan idealis. Aku suka,” puji Adam tampak kagum akan akting Adeline yang sangat natural.

Adeline tersenyum di kala mendapatkan pujian dari Adam. “Thanks, Adam. Aku hanya menjalankan peranku dengan ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Alprida Kulla
memang tamparannya nyata yaaa.??¿???????
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 234. Luka yang Menolak Sembuh

    Suara hantaman pintu yang tertutup rapat masih berdengung di dalam rongga dada Asher, meninggalkan getaran kehampaan yang luar biasa tajam. Ruangan apartemen mewah bernuansa monokrom itu kini terasa jauh lebih luas, sekaligus begitu menyesakkan. Bau sisa pertengkaran, aroma air mata yang asin, dan bau amis darah dari buku-buku jari Asher yang terkoyak berpadu menjadi satu atmosfer yang suram, dingin, dan mencekam.Asher masih berdiri mematung di tempat yang sama, tepat di hadapan dinding pembatas ruang tamu. Tangannya yang terluka mengeluarkan tetesan darah segar ke lantai marmer putih, tetapi rasa perih di fisiknya sama sekali tak sebanding dengan hantaman telak yang meremukkan jiwanya. Kata-kata terakhir Adeline terus berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak—menyayat, menghakimi, dan menelanjangi segala kebusukan masa lalunya tanpa ampun.“Mencintai seseorang dengan tulus, tapi orang yang paling dicintai malah memberikan luka yang begitu hebat, itu sama rasanya dengan membunuh ses

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 233. Darah Daging Bukan Artinya Milikmu

    Suara tawa hambar mendadak lolos dari bibir Adeline—sebuah suara yang terdengar begitu hampa, kering, dan menyayat hati, meski manik matanya sama sekali tidak memancarkan secercah pun rasa lucu.“Kenapa? Terkejut karena aku tidak lagi selemah dulu saat kau buang begitu saja ke jurang penderitaan?” cemooh Adeline, suaranya bergetar tipis namun mengandung racun yang mematikan. “Kau pikir setelah apa yang kau perbuat padaku, aku akan dengan sukarela membiarkan anak-anakku tahu siapa ayah mereka? Oh, tidak, Asher. Sampai kapan pun, aku tidak mau mereka tahu bahwa mereka memiliki darah seorang pengkhianat di tubuh mereka.”“Anak-anak itu juga darah dagingku!” bentak Asher, suaranya menggelegar dahsyat, memecah keheningan apartemen mewah itu hingga seolah menggetarkan dinding dan kaca jendela.Hilang sudah sisa-sisa kesabaran di dalam diri pria itu. Langkah kakinya maju menerjang bagaikan predator lapar yang kehilangan kendali, mencengkeram kedua bahu Adeline dengan kasar tanpa ampun. Cengk

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 232. Kenapa Kau Harus Kecewa?

    “A-Asher … l-lepaskan aku,” ucap Adeline tertatih susah payah, meminta Asher melepaskan dirinya. Dia mati-matian berusaha untuk berontak, tapi jelas itu tidak mudah. Pria itu mencengkeram lehernya cukup kuat, bahkan mengunci seluruh pergerakannya dengan tubuh kokohnya, membuatnya benar-benar tak bisa lepas dari kungkungan maut itu.Kemarahan hebat membentang dan membakar setiap saraf di dalam diri Asher. Pria itu sudah kehilangan kewarasannya, sampai-sampai tak memedulikan rintihan sakit serta isakan tertahan yang lolos di bibir Adeline. Seluruh benaknya kini telah gelap, hanya terisikan oleh satu fakta telak yang baru saja terbongkar, Adeline telah dengan sengaja melakukan sabotase pada hasil tes DNA yang pertama. Pengkhianatan itu merayap ke kepalanya bagaikan racun mematikan.“Berani sekali kau menipuku, Adeline?!” geram Asher penuh amarah, suaranya bergemetar rendah penuh ancaman di dekat telinga wanita itu.Adeline nyaris kesulitan untuk bernapas akibat cengkeraman tangan Asher y

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 231. Topeng yang Runtuh

    “Turunkan aku, sialan! Kau benar-benar sudah gila, ya?!”Adeline terus meronta dan memukul punggung bidang Asher begitu mobil mewah itu berhenti dengan sempurna di area parkir basement apartemen. Hantaman kepalan tangannya yang berulang kali mendarat di atas mantel tebal Asher sama sekali tidak menampakkan hasil. Alih-alih melunak atau sekadar mengendurkan kuncian, cengkeraman Asher pada paha dan punggung wanita itu justru semakin menguat, begitu erat hingga menyakiti kulit di balik pakaian tipisnya. Tanpa memedulikan umpatan bernada histeris maupun perlawanan fisik yang kian tidak beraturan, Asher membanting pintu mobil hingga dentumannya menggema di keheningan basement, lalu menyambar tubuh Adeline secara paksa dan membopongnya bak karung beras di atas bahunya.“Asher! Sialan, turunkan aku sekarang juga!” teriak Adeline histeris. Pandangannya berbalik ke bawah, memamerkan lantai semen dingin yang terus bergerak seiring langkah kaki Asher yang lebar dan terburu-buru. Rambut panjangny

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 230. Emosi yang Ingin Meledak

    Kata-kata itu meluncur bagai bilah pisau beracun yang menghujam jantung Asher tanpa ampun. Dada pria itu naik-turun dengan cepat. Napasnya menderu berat, memburu oksigen di ruangan yang mendadak terasa begitu sesak. Jemarinya yang tadi meremas kertas kini gemetar hebat—bukan karena ragu, melainkan karena gelombang amarah yang teramat membentang, kemarahan yang tak terkendali hingga mencapai ubun-ubun, siap meledak menghancurkan apa saja.Brak!Dengan satu sentakan brutal, Asher menghantamkan kepalan tangannya ke atas permukaan meja kerja yang tebal. Dentuman keras itu menggema di seluruh sudut ruangan.“Sialan ...,” geram Asher tertahan, suaranya keluar begitu serak, bagaikan raungan binatang buas yang terluka parah.Rahangnya mengeras hingga otot-otot di sekitar lehernya menonjol keluar. Mata tajamnya menyala merah oleh amarah yang tak terperi. Dia sudah merasa ada yang janggal sejak bertemu dengan kembar. Dan sekarang semua terbongkar. Bahkan hasil test DNA yang pertama kali telah d

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 229. Hasil Test Yang Sesungguhnya

    Nora menghempaskan tubuhnya ke sofa beludru sambil mendengkus kesal. Dia melipat kedua tangan di depan dada, sementara napasnya masih memburu menahan sisa-sisa amarah akibat ulah Isolde di luar tadi.“Wanita itu benar-benar tahu cara menguji batas kesabaranku, Adeline,” sungut Nora tajam, matanya melirik ke arah cermin tempat sahabat sekaligus artinya duduk tenang. “Kalau bukan karena reputasi kita yang sedang dipertaruhkan, sudah kujejalkan naskah tebal tadi ke mulut sampahnya!”Adeline tidak langsung menjawab. Dia mengangkat wajahnya sedikit, menatap pantulan dirinya sendiri di balik cermin besar yang dikelilingi lampu-lampu dressing room. Jari-jarinya yang lentik terulur merapikan letak anting di telinganya. Meski wajahnya tampak tenang bagai air di danau yang datar, jauh di dalam hatinya badai kecil sempat bergolak. Namun, Adeline adalah wanita yang tahu persis kapan harus menyimpan tenaga dan kapan harus menyerang.“Biarkan dia menggonggong sepuasnya, Nora,” suara Adeline mengali

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 4. Orang yang Sama, Tapi Semua Berubah

    Adeline tak bergerak sedikit pun. Tubuhnya membeku dengan pancaran mata menunjukkan jelas rasa terkejut, panik, cemas, dan rindu yang tak bisa terucapkan. Dia bahkan sampai menggelengkan kepala pelan, meyakinkan bahwa apa yang dia lihat ini mimpi. Ruangan itu seakan benar-benar tak memiliki pasok

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 3. Semesta Mengizinkan Pertemuan

    Paris, Prancis.Empat tahun berlalu ... Suara ketukan heels menuruni podium sedikit terdengar bercampur dengan suara tepuk tangan dan musik yang berdentum. Tampak seorang wanita cantik berambut cokelat panjang dan bergelombang memberikan senyuman terbaik, di kala baru saja mendapatkan sebuah perng

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status