공유

Salah Kenal di Rumah Hantu
Salah Kenal di Rumah Hantu
작가: Bear

Bab 1

작가: Bear
“Wah, “Rumah Sakit Jiwa di Jurang Kegelapan”! Ini pasti sangat seru! Shanny, ayo kita coba yang itu!”

Di taman hiburan, Lia menunjuk ke sebuah bangunan hitam yang tampak suram di dekatnya, matanya berbinar penuh semangat.

Aku menatap ragu bangunan itu dan merasa sedikit tidak nyaman.

Aku memang tidak terlalu suka wahana rumah hantu yang penuh kejutan, apalagi sejak Lia punya pacar, aku semakin tidak nyaman dengan situasi “bertiga” seperti ini.

Rasanya seperti aku hanya menjadi orang ketiga di antara mereka.

Sepertinya Lia menyadari pikiranku, ia berkata sambil menghela napas, “Shanny, lihatlah dirimu. Di kampus banyak sekali yang mengejarmu, tetapi kamu malah hidup seperti biarawati. Sekarang kamu menyesal, kan?”

Dia lalu mendekat ke telingaku dan berbisik pelan, “Kalau nggak, mau kupinjamkan David padamu? Kuberitahu, dia terlihat kalem tetapi kalau soal itu … dia sangat hebat. Setiap kali membuatku tidak bisa bangun dari tempat tidur.”

“Lia! Apa yang kamu bicarakan?!”

Telingaku langsung memerah dan aku segera menutup mulutnya.

Namun tanpa sadar, mataku melirik ke arah David yang berdiri beberapa langkah dari kami.

Dia mengenakan kemeja putih sederhana, tinggi tegap, tampan dan rapi. Saat itu dia tersenyum melihat kami.

Entah apa hanya perasaanku, sorot matanya seakan sedikit berubah ketika tatapannya melewati rok lipit pendek dan kaki jenjangku yang terbuka, ada kesan agresif yang sulit dijelaskan.

Akhirnya aku mengalah karena terus didesak oleh Lia.

“Jangan takut, aku akan melindungi kalian.”

Sebelum masuk, David berjalan di sampingku. Suara lembut dan bahunya yang lebar melindungiku dari kerumunan.

Aroma maskulin yang samar bercampur dengan wangi cedar yang segar, perlahan tercium di hidungku.

Saat memasuki rumah hantu, cahaya matahari dari luar langsung lenyap sepenuhnya.

Lorongnya semakin sempit dan pencahayaan yang redup hanya cukup untuk melihat jalan di bawah kaki.

Lia yang pemberani berjalan di depan, aku dipaksa di tengah, sementara David di belakang.

Di ruang sempit itu, aku bahkan bisa merasakan dada David sesekali menyentuh punggungku saat berjalan.

Ketika kami sampai di sebuah tikungan sempit ….

Brak!

Disertai dengan teriakan menyeramkan, lampu merah berkedip menyala, dan seorang NPC berlumuran darah tiba-tiba melompat keluar dari dinding!

“Aaah …!!”

Kerumunan langsung kacau. Para pengunjung yang ketakutan berlarian tanpa arah dan memisahkan kami.

Jantungku berdegup kencang, pikiranku kosong. Aku berbalik dan berlari ke arah semula sembari menjerit.

Di tengah kepanikan, aku menabrak dada yang sangat kokoh.

Aku belum sempat berdiri tegak, lengan pria itu langsung meraih pinggangku dan menarikku erat ke dalam pelukannya.

Pakaiannya memancarkan panas tubuhnya, sangat kontras dengan dinginnya suasana rumah hantu, membuat tubuhku merinding.

Aku hendak berteriak, tetapi suara rendah dari atas kepalaku menghentikanku.

“Lia, jangan takut. Aku di sini.”

Darahku seakan membeku.

Itu David!

Dalam gelap dan kekacauan ini, dia mengiraku sebagai Lia!

Otakku langsung kacau. Aku terlalu canggung untuk bersuara.

Kalau aku bicara sekarang, semuanya akan menjadi sangat memalukan.

Aku menggigit bibirku, mencoba melepaskan diri tanpa menarik perhatian.

Namun saat mundur, sepatu hak tinggiku menginjak sesuatu yang lembut. Kakiku terkilir, tubuhku kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh ke belakang.

“Hati-hati!”

David dengan cepat menangkapku.

Namun karena aku memakai rok pendek, posisi tangannya menjadi tidak tepat.

Tangan besarnya langsung menyentuh bagian atas pahaku dan area yang sangat sensitif.

Lebih parahnya lagi, karena dorongan tenaga yang dia keluarkan, jarinya tergelincir dan langsung masuk ke celah lembut yang tersembunyi itu, terjepit erat oleh kain yang menegang.

Sensasi listrik menjalar ke seluruh tubuhku!

“Hmmhh …”

Sensasi aneh yang sangat pribadi dan terlarang itu membuat kedua kakiku lemas.

Sebuah desahan pelan yang bahkan membuatku sendiri merasa malu, tanpa sadar keluar dari tenggorokanku.

Aku segera menutup mulut, bahkan tak berani bernapas keras, takut di pria yang menempel erat padaku ini menyadari siapa diriku sebenarnya …

Namun tak kusangka, tangan yang sempat berhenti sejenak itu justru mulai bergerak tanpa ragu, semakin jauh ke dalam …

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Salah Kenal di Rumah Hantu   Bab 8

    Aku tak berani bergerak. Dan dalam sekejap tawa jahat David memenuhi ruangan sempit itu, sarat akan rasa percaya diri yang berlebihan.Dia melempar jaketnya, lalu mencengkeram bahu dan mendorongku seperti boneka rusak ke atas ranjang besar itu.Kasur yang lembut itu terasa seperti rawa, menyeretku perlahan ke dalam keputusasaan.Aku refleks mundur ketakutan seperti tersengat listrik. Berusaha mati-matian menjauh darinya, meronta-ronta, air mata terus mengalir.“David, kalau yang kamu mau itu uang, aku bisa memberikannya! Jangan sentuh aku!”“Benar, aku memang mau uang. Kamu itu anak orang kaya, pasti bisa meminjamiku beberapa ratus juta, kan?”David mencengkeram kedua tanganku yang meronta dan menekannya kuat di atas kepalaku. Dengan tangan lain, dia menarik dasinya dan bersiap mengikat pergelangan tanganku dengan kasar.“Tetapi, mana cukup hanya dengan uang gratis saja? Dengan merekam videomu di atas ranjang lalu menyebarkannya, barulah ayahmu yang kaya itu akan terus mengeluarkan uan

  • Salah Kenal di Rumah Hantu   Bab 7

    Karena terpaksa, aku hanya bisa bertanya padanya, [Baiklah … kita bertemu di mana?]Dia mengajakku bertemu di sebuah hotel pusat kota besok siang.Saat lokasinya dikirim, aku menatap layar dan hampir saja melempar ponselku.Aku langsung membalas, [Tidak mungkin! Aku tahu apa yang kamu inginkan, aku tidak akan datang.]Pesan itu baru saja terkirim dan aku belum sempat tenang, tiba-tiba muncul pesan dari Lia.[Shanny, ada apa? David bilang kalian sempat ada sedikit ketegangan waktu itu, jadi dia memintaku untuk membujukmu ….][Dia terlihat cukup peduli, dan takut kamu salah paham.]Beberapa kalimat itu seperti air es yang disiramkan ke seluruh tubuhku.Saat itu juga aku mengerti rencana David. Dia bukan mengajakku bertemu melainkan sedang memaksaku.Jika aku tidak menurutinya, foto itu akan dikirim ke Lia, bahkan bisa tersebar ke lingkaran pertemanan kami.Di benakku terbayang adegan setelah foto itu disebarluaskan.Bisikan-bisikan, tatapan merendahkan ….Orang-orang akan membicarakanku

  • Salah Kenal di Rumah Hantu   Bab 6

    “Shanny, pada akhirnya … kamu tetap jatuh ke tanganku.”Di dalam mobil dengan cahaya remang-remang, suara rendah David melilit di telingaku seperti ular berbisa.Suhu tubuhnya menembus pakaiannya yang berantakan dan terus mendekat, sementara aku ditekan kuat ke dalam kursi.Telapak tangannya yang besar dan kasar dengan mudah menggenggam kedua tanganku, memaksaku mengangkatnya ke atas kepala.Aku merintih putus asa dan mencoba meminta tolong, namun hanya bisa menyaksikan wajah dengan senyum jahat itu perlahan mendekat ….“Jangan …!”Aku tiba-tiba membuka mata dan terduduk tegak dari tempat tidur, keringat dingin mengalir deras di pelipisku.Hanya suara napas terengah-engahku yang terdengar jelas di kamar yang sunyi senyap.Aku mencengkeram erat selimutku, butuh waktu lama hingga aku sadar … itu hanya mimpi.Tetapi ini sudah yang ketiga kalinya dalam dua minggu terakhir.“Gila … benar-benar gila ….”Aku bergumam, menutup wajahku dengan kedua tangan.Sejak hari kacau itu, aku mulai menghi

  • Salah Kenal di Rumah Hantu   Bab 5

    Di kursi belakang yang sempit, tubuhku melemah dan hanya bisa meringkuk dengan menyedihkan.David membungkuk, napas hangatnya menyusup ke telingaku.“Kenapa menghindar?”Tangannya bergerak di dalam gelap dengan sangat terbiasa, setiap sentuhannya selalu tepat mengenai batas di mana kewarasanku hampir runtuh.“Di sini … tadi di roller coaster sudah berantakan, kan?”Dia menggigit pelan daun telingaku, suaranya serak dan berat.“Lia bilang, kamu bahkan belum pernah punya pacar. Pelajaran pertama ini, akan kubuat kamu takkan pernah melupakannya seumur hidup .…”Rasa hina, takut, bahkan bercampur dengan sensasi aneh yang tak bisa dijelaskan ini, seperti ombak yang hampir menenggelamkanku.Aku tahu apa yang ingin dia lakukan! Gerakannya sama sekali tidak tertahan, bahkan terasa seolah itu hal yang wajar!“Jangan … pergi!” Aku menggigit bibir, suara tangisku keluar tanpa sadar.David tidak lagi berbicara. Gesekan pakaiannya dengan rokku menimbulkan suara berat yang membuat merinding.Tepat p

  • Salah Kenal di Rumah Hantu   Bab 4

    Aku tak punya tempat untuk lari.Tubuhku tertekan oleh gaya gravitasi ke pengamannya dan tak bisa bergerak.Di siang bolong seperti ini, tindakan David justru semakin berani.Melalui lapisan terakhir yang tersisa, ujung jarinya bahkan mulai menggosok dengan kasar, menimbulkan sensasi geli dan getaran yang membuat kulit kepalaku merinding.“Ahh!!!”Di tengah suara angin yang menderu di telinga, teriakanku keluar tak terkendali.Namun di detik berikutnya berubah menjadi isakan tertahan.“Jangan .…”David sama sekali tidak berhenti. Seiring dengan naik turunnya roller coaster, ia terus bermain tanpa ragu.“Uhh ….”Dalam sensasi ekstrem seperti berada di ambang hidup dan mati ini, aku justru merasakan dorongan yang tak terkendali dan menyebar secara memalukan.Tanpa sadar aku mengeluarkan suara lirih seperti tangisan.Terlebih lagi, setiap kali membuka mata, aku bisa melihat punggung Lia di depan, yang mengangkat tangan sambil berteriak kegirangan.Sahabat baikku berada di depanku dan bers

  • Salah Kenal di Rumah Hantu   Bab 3

    Tubuh David tiba-tiba membeku. Aku seperti tersadar dari mimpi, mendorongnya menjauh dan segera merapikan pakaianku yang berantakan.“Siapa kamu?” David merendahkan suaranya.Aku tidak berani menjawab. Jantungku berdetak cepat seolah akan meledak. Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari ke lorong lain.Kain yang menempel di antara pahaku terasa dingin dan lembap, seperti pengingat tanpa suara. Setiap langkah terasa membawa gesekan yang memalukan.Aku terus berlari, menabrak beberapa pengunjung dan akhirnya keluar dari rumah hantu.Cahaya matahari di luar terasa sangat menyilaukan. Aku memeluk diriku dan bersandar di pagar sambil terengah-engah.Semua yang barusan terjadi terasa seperti mimpi yang tidak masuk akal, tetapi sisa sensasi di tubuhku terasa begitu nyata.Pipiku panas, kakiku lemas, dan di perut bawahku masih tersisa getaran aneh yang sulit dijelaskan.Tak lama kemudian, Lia dan David muncul sambil bergandengan tangan.Lia tampak sedikit kesal. “Shanny! Larimu cepat sekali!

  • Salah Kenal di Rumah Hantu   Bab 2

    Dalam kegelapan total, bahkan sentuhan kecil pun terasa berkali-kali lipat lebih jelas.Rasa malu membuatku mulai meronta dengan keras.Namun aku lupa, betapa berbahayanya posisi kami saat ini.Seiring dengan gerakan pinggangku, jari pria itu yang tadinya hanya berada di tepi bukannya menjauh, tetap

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status