Share

Boss Gila?

Author: Chani yoh
last update Last Updated: 2025-12-23 03:11:08

“Tid- tidak begitu, Pak. Aku tidak berbohong. Video kemarin memang untuk iklan. Hanya saja, semua yang kulakukan itu sudah diarahkan dengan detil.”

Thea langsung membantah.

Lalu tatapan dingin Tn. Huggo terarah padanya.

Di benak pria itu kini terpajang bagaimana lingeri itu lepek dan memperlihatkan tubuh Thea di baliknya.

Sungguh gila jika video itu benar-benar untuk syuting iklan. Berarti Thea siap memperlihatkan tubuhnya sampai sejelas itu.

Entah dari mana kemarahannya tiba-tiba menyeruak.

Huggo tiba-tiba mengukungnya di meja dengan lengannya sehingga Thea tidak bisa bergerak.

Lalu wajahnya mendekat dan berbisik serius pada Thea, “Jadi kamu siap memerlihatkan tubuhmu di iklan yang kamu buat itu, tapi tidak mampu memberikan ekspresi klimaks bohongan di iklanku ini?”

Thea menggeleng kuat.

Huggo pun melepaskannya tapi dengan titah, “Sekarang juga lakukan pengambilan gambar. Jangan buang-buang waktu lagi!”

Terbirit-birit Thea menuju ruang syuting.

Dia lalu duduk di tempat yang disuruh dan mulai melakukan tugasnya.

Pengambil foto pun berlangsung bertubi-tubi.

Setelah selesai, Thea beristirahat.

Sutradara mengamati hasil foto sang fotografer dengan wajah kesal.

“Tn. Huggo, maaf sekali, tapi hasilnya sangat jelek. Sepertinya sekretaris Anda sengaja. Atau kalau ini sungguhan berarti dia ... ehm ... belum berpengalaman.

Ini lihat! Masa ekspresinya seperti ini? Ini sih ekspresi menang lotere!”

Kini kegeraman itu menyebar cepat dalam diri Huggo.

Dia menghampiri Thea lalu bergumam tegas, “Ganti pakaianmu lalu ke ruanganku lagi!”

***

Akibat terlalu panik, Thea pun menghubungi Delilah teman karibnya.

Dia menceritakan kronologi kejadian dari pengiriman video sampai kemarahan Tn. Huggo, Pak Boss-nya.

“Laaah ... lucu kenapa dia harus marah?”

“Entahlah, Del. Sekarang ini apa yang harus aku lakukan?”

“Ya ... mau tak mau hadapi boss mu si hipertensi itu. Kalau memang terpaksa, tegaskan saja kalau kamu sudah menikah dan hendak menggoda suamimu.”

“Apa? Itu jauh lebih memalukan. Kenapa aku harus menggoda suamiku sampai sebegitunya? Lagian masa dia tidak tahu aku sudah menikah? Bukannya ada dibahas infotainment, ya?”

“Idiiiih ... kamu belum seterkenal itu, Thea! Hahaha! Lagipula, CEO ngapain nengokin berita dunia hiburan? Yang mereka lihat adalah berita bisnis!

Lagian juga pernikahanmu waktu itu sangat tertutup. Hanya sedikit yang diundang. Wartawan sampai tidak berani membahasnya.”

Thea memukul ringan kepalanya. Inilah akibatnya kalau menjadikan pernikahan hanya sekadar memenuhi ekspektasi orang tua. Dia dan Hudson sepakat menggelar pernikahan tertutup sehingga pernikahan ini akhirnya tidak berefek apapun dalam membersihkan nama baiknya.

“Ya, sudah kalau begitu. Aku akan coba menghadap si darah tinggi itu!” sahut Thea dengan suara lesu pada akhirnya. 

Delilah menyahutinya jauh lebih bersemangat. “Ya, bye! Semoga beruntung! Hihihihi!”

“Eh, malah tertawa!”

Thea kesal sehingga dia mematikan telpon mereka.

Kini mau tak mau dia menuju ke ruangan Tn. Huggo untuk ke tiga kalinya hari ini tapi bukan karena masalah pekerjaan.

Penyesalan pun merayapi hatinya. Andai dia tidak membuat video itu. 

Andai dia tidak berniat menggoda Hudson.

Andai, andai, dan andai!

Kenapa pula video itu bisa nyasar?

Dengan kepala lunglai, Thea memasuki ruangan Tn. Huggo.

Pria berusia 32 tahun itu sudah menunggu dengan wajah yang sama seperti tadi, dingin dan tak berbelas kasihan.

“Pak, mohon lepaskan saya mengenai masalah ini. Tolong jangan dilanjutkan lagi, Pak. Video semalam hanyalah salah kirim, tidak perlu dibahas terus menerus. Saya kan juga punya rasa malu, Pak ...”

Huggo bukannya menjawab tapi semakin intens mengamatinya.

Di benaknya terngiang kata-kata sang sutradara.

Berarti dia belum berpengalaman ...

Belum pengalaman?

Huggo seakan tak percaya. Dia menjelajahi lagi diri Thea dengan tatapannya.

Merasa diberi kesempatan bicara, Thea pun melunjak, “Errr ... kalau bisa, Pak, video saya itu di HP Anda dihapus, ya. Setelah hapus tolong tunjukkan saya buktinya.”

“Kau berani memintaku menghapus dan menunjukkan buktinya? Apakah kamu atasanku?”

“Eh? Tid- tidak, Pak. Tapi video itu kan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan saya, Pak.”

Huggo maju lagi, selangkah demi selangkah yang pelan, sengaja membuat hati Thea semakin berdetak gugup.

“Asal kamu tahu, aku tidak meminta video itu. Kau mengirimnya sendiri, tanpa permisi.

Kenapa harus kuhapus? Aku tidak melihat alasannya!”

“Tap- tapi, Pak ... Itu kan video pribadi!”

“Siapa suruh mengirimnya padaku?”

“Kan tidak sengaja, Pak. Sudah kubilang kan, salah kirim.”

“Aku tidak peduli!”

“Pak ... pleaseeeeee ...”

Huggo mulai kembali ke mejanya. Dia berkata lagi, “Asal kamu tahu, aku mengalami kerugian yang tidak kecil karena kamu gagal menjadi bintang iklan parfume Puas dan Lagi!”

“Aku akan menggantinya!” seru Thea lantang dan cepat. Urusan uang, dia tidak kere!

Itu membuat Huggo sedikit terkejut, tapi dia menyembunyikannya dengan cepat.

“Kamu memang akan menggantinya, tapi tidak dengan uang.”

“Ha? Lalu dengan apa? Bukankah kerugian Anda adalah uang? Aku bisa menggantinya!”

“Memang kerugianku secara finansial, tapi aku tidak ingin meminta ganti rugi secara finansial.”

“Lalu ... apa?”

Huggo bangkit dan mendekatinya lagi, lalu berbisik, “Karena kamu gagal di syuting iklan tadi, kamu harus menggantinya dengan menjadi sekretaris plus-plus-ku, yang rahasia, yang bisa kupanggil kapan saja dan untuk apa saja. Dan ... tidak akan membantah, memprotes, apalagi menolak!”

Untuk beberapa detik Thea seperti tersedot ke dimensi lain.

Dia terhenyak dan tak bersuara.

Baru ketika pemahamannya hadir dengan jelas, Thea mendorong dada Tn. Huggo yang tepat di hadapannya.

“Bahasa Anda panjang lebar, juga halus, tapi maksud Anda wanita simpanan, kan? Ck, enak di Anda tidak enak di saya!”

'Yang benar saja!' pikir Thea marah dan berang.

Dia berharap Tn. Huggo bisa mendapatkan akal sehatnya kembali.

Lagipula, statusnya sudah menikah. Bisa habis dia jika ayahnya Hudson yang terpandang dan memiliki cukup kuasa itu mendapati menantunya menjadi wanita simpanan dari seorang duda kaku seperti Tn. Huggo ini!

Namun, Huggo malah tersenyum sinis, lalu mengangkat ponselnya. Sambil menggulir dia berkata, “Terserah bagaimana kamu memaknai bahasaku. Yang pasti, kamu boleh menolak tawaranku, tapi jika itu terjadi ... kira-kira video ini akan seberapa cepat viralnya jika kusebarkan?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Obsesi Gila!

    Thea tidak siap. Lahir maupun batin, dia tidak siap dicium apalagi oleh seseorang yang tekanan darahnya selalu tinggi seperti Pak Boss satu ini.Masalahnya, Huggo tidak peduli Thea siap atau tidak.Dia seperti iguana yang tertusuk duri di bokongnya sehingga tubuhnya melesat dalam lompatan gesit, lalu bibirnya mendarat dan menghisap penuh hasrat bibir Thea.Thea tidak ingin membalas, tapi entah mengapa setiap saraf bibir dan lidahnya malah merespon dengan penuh sama semangatnya.Pagutan yang tercipta seolah berasal dari dua insan yang lama terpisah, lalu bertemu untuk melepas rindu yang telah dipendam di relung hati._____Malam mulai larut.Langit semakin kelam namun ada keindahan tersendiri saat hamparan karpet hitam semakin bertaburan berlian-berlian kecil.Sebuah mobil SUV warna emas metalik memasuki halaman rumah yang bertetangga dengan Huggo.Dua orang wanita turun dari mobil dan memasuki rumah.“Nasibmu masi

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Apa Katamu Tentangku?

    Thea merasa aneh dengan semua yang ada pada dirinya, juga sekitarnya pada malam ini.Seperti saat ini, setelah Pak Boss memesankan makan malam ke rumah, lalu dia diminta mulai bekerja lembur.Sudah 30 menit dia diharuskan menulis surat perkenalan dan undangan makan bersama untuk rekan kerja Pak Boss.Dia diberikan contoh surat, lalu diminta menuliskan 5 surat yang berbeda tentang ajakan perkenalan resmi, lalu 5 lagi untuk undangan perjamuan makan malam bersama.Semakin dia mempelajari kata demi kata baku yang harus digunakan, juga bagaimana caranya membuka surat, lalu menutupnya dengan sopan dan ramah, Thea merasa yakin bahwa sekretaris bukanlah bidangnya.Dan dengan demikian dia pun semakin menyesali keputusannya untuk melarikan diri dari masalahnya dengan menjadi sekretaris.Belum lagi, dress merah marun yang dipakainya begitu seksi dan tipis. Dan belahan pahanya membuat Thea serba salah dalam duduknya.Lalu, di benak Thea dia

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Gaun Cantik?

    "Kenapa melihatku seperti itu? Kau berhasrat padaku?" tanya Tn. Huggo mengontani Thea.Mimisan yang tertahan tadi kini jadi terpaksa ditelan.Thea tentu saja tidak sedia mengiyakan tuduhan Pak Boss,"Mana ada! Aku hanya melihat ke arah Anda tadi karena ada kutu kecil terbang ke arah Anda situ. Kupikir kutu itu yang terpancing akan aroma sabun Anda."Kembali gurag-gurat biru nadi Pak Boss muncul ke permukaan wajah. Jelas-jelas dia melihat Thea hampir mimisan memandanginya, tapi malah menyangkal dan mengkambing hitamkan kutu!Hah! Sungguh degil sekretaris satu ini dan perlu dipermak biar rasa!"Begitu! Jadi kau melihat ke arahku seperti itu karena seekor kutu kecil?""Iya!""Bagus! Berarti matamu jeli sekali! Besok-besok boleh lah kuberikan tugas mengartikan surat yang tulisannya teramat kecil, oke? Ada ratusan surat seperti itu yang perlu diartikan!""Eh? Jangan begitu dong, Pak! Aku hanya kebetulan saja melihat kutu kecil tadi, bukan karena mataku super jeli! Hehehhe!"“Tidak usah ter

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Pemandangan Agak Lain?

    “Pak!” protes Thea, tanpa memedulikan lagi jika Tn. Huggo akan marah, “Kenapa aku harus bertugas di rumah Anda juga?”Rasanya sudah bagus dia terlepas dari permintaan aneh Pak Boss agar dirinya datang pagi buta ke rumah Pak Boss, tapi lalu jebakan lain seakan sudah siap menghadangnya.Pagi diganti jadi malam. Jika pagi datang, tugasnya di rumah Tn. Huggo berakhir saat jam kantor dimulai. Tapi jika malam? Pak Boss malah mengungkit tentang menginap di rumahnya! Itu jauh lebih buruk.Tapi, jawaban dari Tn. Huggo jauh lebih buruk dan tidak bisa diterima. “Karena kamu sekretaris plus-plus-ku sekarang.”Huh! Jawaban macam apa itu?Thea pun memprotes lagi, “Tapi sudah kubilang aku tidak mau menjadi wanita simpanan Anda!”Suara berat Huggo langsung menjawabnya ketus, “Siapa yang menyuruhmu menjadi wanita simpananku? Sudah kukatakan dari kemarin ... kau kujadikan sekretaris plus-plus. Kenapa kamu ngotot terus mengatakan wanita simpanan?”“Kan sama saja, Pak?”“Sama dari mana?” Huggo menantang

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Boss Agak Lain?

    Sekalipun cuaca tenang di luar, malam juga senyap dan menyelimuti bumi dengan dingin yang menentramkan, Thea tidur dengan perasaan kesal malam itu.Dan akibat terlalu kesal pada Pak Boss yang semakin korslet otaknya, dia sampai lupa menyetel alarm-nya sehingga dia bangun di waktu biasanya.“Apa? Sudah jam 06.00? Astaga! Bukannya harus ke rumah pak boss jam 05.00?! Mana semalam sudah sangat pede bilang tidak akan terlambat! Haiiiizzz!!”Thea mengacak-acak rambutnya dengan hati yang tak karuan.Dia melihat ponselnya dan tiba-tiba mengela napas lega.Tidak ada telepon satu pun dari pak boss hipertensi itu.Mungkin saja semalam itu Pak Boss sedang mengawang-awang pikirannya sehingga melantur.Atau dia sedang mengigau sampai menelponku dan memberi perintah yang aneh?Thea pun mulai tenang meskipun dia tetap bersiap lebih cepat dari biasanya. “Aku akan langsung ke kantor saja kalau begini!” ujarnya pada diri s

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Tugas Agak Lain?

    Thea kembali ke meja kerjanya yang di depan ruangan Tuan Huggo.Saat sekelilingnya sibuk dengan pekerjaan mereka, di divisi masing-masing, Thea terduduk lesu dengan pikirannya melayang jauh. Kenapa juga dia harus membuat video itu?Sekarang, video itu menjadi senjata untuk Pak Boss menyebalkan itu.Hatinya dipenuhi penyesalan yang tiada habisnya.Helaan napasnya yang panjang pun terlihat sangat putus asa.Di depannya seperti jalan buntu, sehingga Thea sampai membiarkan kepalanya terkulai ke meja dan keningnya lama berdiam di sana.“Aku menyesal membuat video itu ...” gumamnya lirih pada dirinya sendiri.“Sekarang aku terpaksa menjadi sekretaris plus-plus nya dia?” gumamnya lagi bertanya pada dirinya sendiri.Tanpa dia sadari, ada sepasang mata yang mengawasi tingkah lakunya dari layar CCTV.___“Bagaimana harimu tadi? Kok sepertinya murung?”Pertanyaan dari Hudson bergema

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status